Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-124


__ADS_3

"Cekih!"


Xika meletakkan dua pasang kartu yang memiliki huruf k di atasnya. Ia melihat Lang Jin, Lang Shu, dan Lang Du untuk menunggu tindakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Lang Shu memberikan ekspresi terkejut sekaligus tertekan, Lang Du-serigala yang sebelumnya membentuk kubah untuk menahan racun-menatap Xika dan kartunya secara bergantian dan penuh ketidakpercayaan, sementara Lang Jin menatap kartunya dengan serius dan kening berkerut.


Pada akhirnya, ketiganya menggelengkan kepalanya. Dan itu berarti tidak ada yang melawan Xika. Anak itu tersenyum senang dan mengeluarkan kartu terkahir di tangannya yang bernilai tiga.


Ketiga serigala itu memiliki ekspresi yang berbeda, tapi ketiganya menatap Xika. Xika bingung harus melakukan apa ketika tiga serigala menatap dirinya secara bersamaan. Lang Shu yang pertama bicara.


"Katakan. Kau curang bukan? Kau memilih kartu yang bagus. Atau kau mengintip kartu kami?"


"Kenapa semua yang bermain denganku menuduh aku curang?"


"Karena kau sudah menang sebanyak tujuh belas kali!"


"Tapi itu bukan berarti aku curang! Lagipula memangnya aku curang di bagian mana?"


"Saat kau mengocok kartu mungkin, atau saat kami bermain kau diam-diam mengintip kartu kami."


"Apa? Bukankah kau yang sebelumnya mengocok dan membagikan kartu? Kau mau bilang bahwa kau bekerja sama denganku untuk berbuat curang? Atau kau mau bilang bahwa Lang Jin, sobat kita ini tidak sadar bahwa telah kucurangi? Hm? Bagaimana? Apa menurutmu ia benar-benar akan membiarkanku berbuat curang begitu saja?"


Lang Shu membuka mulutnya beberapa kali tapi tidak menemukan suaranya. Lang Du juga hendak bicara tapi menemukan dirinya mengalami hal yang sama dengan Lang Shu. Keduanya mengakui bahwa ucapan Xika benar. Akhirnya mereka menoleh pada Lang Jin menyerahkan semua keputusan pada serigala itu.


Putra sulung Lang Yan itu terdiam selama beberapa saat dengan kening berkerut. Sebenarnya ia juga ingin setuju dengan ucapan Xika. Tapi entah kenapa ia yakin bahwa kalau Xika ingin berbuat curang, anak itu dapat melakukannya tanpa diketahui dirinya sendiri. Jadi ia benar-benar tidak tahu apakah Xika curang atau tidak. Dan ia bingung harus melakukan apa.


"Apa? Kau bahkan tidak percaya juga padaku?" tanya Xika pada Lang Jin yang telah berpikir lama tapi masih tidak menjawab.


"Aku tidak bermaksud. Bagaimana kalau begini saja? Kita main satu ronde lagi, kali ini aku yang mengocok agar terjamin, dan kau harus bermain dengan cara seperti kami."


Yang dimaksud Lang Jin dengan bermain seperti serigala adalah tidak menyentuh kartunya sama sekali. Berbeda dengan manusia, serigala tidak bisa memegang kartu dengan cakarnya. Jadi mereka melayangkan kartu mereka menggunakan qi dan menyusunnya tanpa menyentuhnya sama sekali.


Xika berpura-pura menampilkan ekspresi sakit hati kemudian mengangguk. Lang Jin juga menganguk kemudian mengocok kartu itu menggunakan qi. Ia membagikannya pada tiga mahkluk lainya, seorang tiga belas.


Agak kikuk memang, tapi Xika tetap berkonsentrasi pada kartunya. Ekspresinya berubah beberapa kali ketika melihat kartunya. Kadang mengerutkan kening, kadang menaikkan sudut bibirnya. Tapi pada akhirnya ekspresi yang terpampang di wajahnya adalah senyum lebar.


"Tidak perlu senyum-senyum seperti itu. Aku yakin kali ini pasti bisa mengalahkanmu. Ayo kita mulai."


Senyum Xika tidak berkurang sedikitpun meski Lang Shu bicara begitu.


"Sayangnya, kau sudah kalah sebelum permainan dimulai."


Lang Shu mengerutkan keningnya. Apa yang dimaksud Xika adalah mental? Tapi kali ini ia percaya diri dengan kartunya.


Xika membalikkan semua kartunya agar serigala-serigala itu bisa melihatnya. Senyumnya bertambah lebar. Ia berkata,


"Aku menang."


Lang Shu melotot melihat kartu Xika. Lang Du membuka mulutnya, sementara Lang Jin tertegun sambil mengerutkan keningnya seperti biasa.


Kartu yang ditunjukkan Xika disusun secara berurutan. Tapi bukan hal itu yang membuat mereka kaget. Yaitu angka-angka yang ada di kartu Xika. Ia tidak memiliki satupun kartu yang sama. Dan semua kartunya berurutan dari tiga yang paling kecil sampai dua yang paling besar. Dia telah mendapatkan Dragon*.


Ketiganya hanya menatap Xika dan kartunya tanpa mengatakan apapun. Akhirnya Lang Jin menghela nafas kemudian merapikan kartunya.


"Kita lanjutkan mainnya nanti. Kita perhatikan diskusi para pemimpin saja."

__ADS_1


Usulnya itu langsung disambut antusias oleh Lang Shu dan Lang Du, karena mereka juga enggan bermain lagi dengan Xika. Sementara Xika sendiri bingung sekaligus kecewa. Tapi ia juga merapikan kartunya dan yang lain kemudian menyimpannya di balik jubahnya.


Mereka menggeser tempat duduk mereka sehingga sedikit lebih dekat dengan para pemimpin. Para serigala tua itu masih terus berdebat dan belum menemukan kesepakatan. Ini memang keputusan yang sulit, ditambah mereka kekurangan waktu. Hal itu membuat para pemimpin tambah frustasi.


Kedua pilihan itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sayangnya, kelebihan dan kekurangan kedua pilihan itu cukup seimbang sehingga sangat sulit untuk membuat pilihan. Para pemimpin tampaknya masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai kesepakatan.


Berbeda dengan para pemimpin dari kaum minor, tiga pemimpin kaum mayor tidak terlihat kebingungan. Mereka terlihat seolah sudah sepakat untuk memilih pihak yang sama. Tapi mereka masih belum mengungkapkan keputusan mereka. Dan diskusi mereka tampaknya masih belum selesai.


Xika memperhatikan hal itu.


"Hei, kenapa Heiliao dan dua pemimpin lainnya tidak terlihat frustasi? Mereka terlihat tenang."


Tiga lainnya jadi ikut memperhatikan. Dan benar saja, ekspresi tiga pemimpin mayor itu terlihat berbeda dengan pemimpin yang lain. Tampaknya mereka mendiskusikan hal yang berbeda dengan para pemimpin. Xika kembali bicara.


"Apa mereka sudah membuat pilihan tapi belum mengumumkannya? Mereka telihat mendiskusikan hal yang berbeda."


"Entahlah."


Sebelum yang lainnya sempat menjawab, Heiliao, Xuehao, dan Lang Yan menatap satu sama lain kemudian mengangguk. Mereka sudah membuat keputusan. Dan akan mengumumkannya sekarang. Lang Yan berjalan maju.


"Saudaraku! Aku yakin kita semua memiliki kesulitan dalam memilih. Kebetulan, kami memiliki pilihan yang sama. Tapi kami perlu mendiskusikannya lagi dengan kalian. Sekarang, bagaimana kalau kita memungut suara saja? Kalian semua bebas memilih tanpa takut tekanan. Aku yang akan menjamin hal itu. Kita semua serigala, kita semua setara.


Kuharap, kalian bisa menerima keputusan apapun yang akan terpilih. Tapi bagi kalian yang merasa masih tidak setuju sekalipun keputusan sudah ada di depan mata, kami tidak akan memaksa kalian untuk bergabung. Itu semua keputusan kalian sendiri. Sekarang, mari kita mulai pemungutan suaranya!"


Heiliao dan Xuehao membuka mulut dan keduanya menembakkan qi hingga membentuk dua pilihan. Heiliao mengeluarkan kata Shu Mang sementara Xuehao mengeluarkan kata Tangan Ungu. Masing-masing memili angka 0 di bawahnya.


Beberapa pemimpin yang sudah yakin akan keputusan mereka langsung menembakkan qi dari mulut mereka dan membuat angka 0 bertambah. Sementara pemimpin lain yang masih ragu memutuskan untuk mendiskusikannya dengan serigala yang lain sebelum mengambil keputusan.


Dan hasil pemungutan suara saat ini mennunjukkan perbandingan kedua pilihan yaitu 70 : 30, dengan mayoritas memilih pihak Shu Mang. Jadi sekalipun tiga serigala itu memilih pihak Tangan Ungupun tidak akan membuat perbedaan. Lang Yan kembali maju.


"Nah! Hasilnya sudah keluar. Suka atau tidak, banyak yang memilih pihak pemuda itu. Sepertinya kita cukup sependapat bahwa kehormatan kita lebih penting. Sekarang kita akan mendiskusikan langkah selanjutnya. Apakah kita akan menyembuhkan pemuda itu sepenuhnya? Atau hanya sebagian? Dan bagaimana kita akan memasuki tambang itu? Bagaimana kita akan merebutnya?


Sayangnya, kita harus menunda diskusi ini untuk sementara. Kami perlu bicara pada bocah-ekhem-keluarga baru kita mengenai masalah ini lebih lanjut. Kalian semua dapat kembali sekarang dan bisa menyebarkan berita ini pada keluarga kalian. Juga, tolong berikan padaku daftar serigala yang bersedia masuk ke tambang.


Kami belum mendiskusikan bagaimana kita akan masuk, tapi kami membutuhkan jumlah pasukan serigala yang akan memasuki tambang. Perlu diingat, ada kemungkinan serigala yang diikirimkan tidak akan pernah kembali lagi. Tapi sekali lagi, kami tidak akan memaksa. Keputusan kalian dapat berubah setelah kami memutuskan bagaimana cara kita akan masuk. Daftar ini hanya akan dijadikan perkiraan kasar.


Yah, baiklah! Sekian saja untuk pertemuan hari ini. Terima kasih, saudaraku sekalian."


Lang Yan menundukkan kepalanya sedikit kemudian berjalan kembali pada Heiliao dan Xuehao. Sementara para pemimpin yang lain, ada yang masih mengobrol dan mendiskusikan masalah tadi, ada juga yang langsung kembali dan menyebarkan hasil rapat ini pada keluarganya.


Tiga pemimpin kaum mayor itu berbincang sebentar sebelum berjalan menuju Xika.


Lang Jin, Lang Shu, Xika, dan Lang Du cukup bosan menunggu hasil rapat ini. Dan karena mereka tidak mau main kartu lagi-setelah tahu ternyata Xika juga pandai dalam permainan lain-jadi mereka bingung harus melakukan apa. Akhirnya mereka memutuskan untuk saling berbagi cerita. Lang Shu yang pertama mengusulkan ide itu. Sisanya mengikuti. Kemudian ketika pertengahan voting, mereka merasa cukup lelah, jadi memutuskan untuk tidur.


Diawali oleh Xika yang jatuh tertidur ketika Lang Shu sedang bicara, diikuti oleh Lang Jin, kemudian Lang Du, dan akhirnya Lang Shu terpaksa tidur juga karena tidak ada lawan bicara. Ketika tiga pemimpin itu berjalan mendekat, Lang Jin yang pertama terjaga.


Ia selalu waspada dengan sekelilingnya, bahkan dalam tidurnya sekalipun. Jadi ia langsung sadar begitu ada yang mendekat. Ia memberi hormat pada ketiganya, kemudian membangunkan yang lainnya. Xika yang tidur pertama, tapi ia yang paling susah dibangunkan. Lang Shu berada di peringkat kedua. Ia juga cukup susah, meskipun tidak sesusah Xika. Lang Du bangun setelah Lang Jin. Ia melihat ketiga pemimpin sebelum memberi salam dan pergi pulang.


Untungnya, Heiliao sudah sering berhadapan dengan kebiasaan tidur Xika jadi ia tidak kebingungan seperti yang dialami Lang Jin saat berusaha membangunkan Xika. Ia berjalan semakin dekat kemudian meletakkan ekornya untuk menutupi hidung Xika.


Normalnya, manusia akan bangun ketika tidak bisa bernafas. Mungkin ada juga yang membutuhkan beberapa detik untuk sadar apa yang terjadi. Tapi tidak dengan Xika. Anak itu membutuhkan waktu satu menit untuk sadar bahwa ia tidak bisa bernafas. Atau mungkin ia sudah sadar, hanya saja masih mengantuk jadi menahan nafasnya agar bisa tidur sedikit lebih lama.


"Hoi, bocah! Kami perlu bicara."

__ADS_1


Xika menatap Lang Yan dengan mata setengah terpejam.


"Kalau begitu biara saja. Tidak perlu membangunkanku." Ia mengusap matanya dan bersiap-siap untuk tidur lagi.


"Denganmu, bocah! Kami perlu bicara denganmu!"


"Hm? Tapi aku tidak. Bisa bicara nanti-hoahmmm-saja, setelah aku bangun?"


Kali ini Heiliao yang bicara. Ia melangkah maju.


"Xika, kalau kita bicara setelah kau bangun, ada kemungkinan celah spasial itu telah menghilang."


Xika kembali mengusap matanya. Ia memikirkan apa yang dikatakan Heiliao dan sayangnya itu benar. Artinya ia tidak bisa tidur.


"Baiklah. Apa yang mau kalian bicarakan?" tanya Xika berusaha menyelesaikan perbincangan ini secepatnya dan kembali tidur.


Xuehao melangkah maju. Xika jadi agak bingung bagaimana bersikap pada serigala itu, mengingat serigala satu itu telah menunjukkan sisi emosionalnya, tapi tampaknya ia harus mengesampingkan hal itu untuk saat ini. Xuehao juga begitu. Ia bersikap seolah tak ada yang terjadi dan mulai bicara.


"Ini tentang penyembuhan anak itu."


"Bukankah itu keputusan kalian? Kenapa membutuhkan bantuanku?"


"Kami harus tahu identitasnya."


"Seingatku aku sudah bilang tadi. Namanya Shu Mang. Ia berasal dar-"


"Bukan itu. Kami harus tahu apakah ia musuh atau teman. Atau tidak keduanya. Hal itu akan mempengaruhi bagaimana kami akan menyembuhkannya."


"Teman atau musuh? Aku juga ingin tahu."


"Apa maksudmu?"


"Aku masih tidak tahu apakah ia musuh atau teman. Masih terlalu awal untuk menilainya."


"Kalau begitu apa hubunganmu dengannya?"


"Untuk saat ini bukan keduanya. Hanya orang asing yang kebetulan bertemu lagi."


"Bagaimana dengan para serigala?"


"Aku tidak yakin. Tapi ia tampaknya agak takut dengan Lang Jin. Aku tidak tahu apakah ketakutan itu akan berubah menjadi penghormatan atau kebencian."


"Menurutmu ia lebih berpotensi menjadi yang mana?"


"Kenapa rasanya aku pernah mendengar pertanyaan itu ya? Aku masih tidak tahu. Pemuda itu juga sama kebingungannya dengan kita. Ia masih meraba-raba, apakah kita adalah kawan atau lawan. Dan sebelum ia bisa memutuskan, ia akan terus bersikap abu-abu."


 


--------------------------------


Dragon, situasi dimana tiga belas kartu yang dimiliki salah seorang pemain berurutan. Tidak ada yang sama satupun. Pemain akan otomatis menang tanpa perlu bermain lagi. Namun kondisi dimana semua kartu kita berurutan dan tidak ada yang sama satupun sangatlah jarang didapatkan. Saya sendiri hanya pernah mendapatkannya satu kali sejauh ini.


Dalam permainan capsah, kartu tiga memiliki nilai paling kecil sementara kartu dua memiliki nilai paling besar. Jadi urutannya seperti ini: 3,4,5,6,7,8,9,10,J,Q,K,A,2. Totalnya tiga belas. Seperti inilah kartu Xika ketika ia menang.

__ADS_1


__ADS_2