Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-209


__ADS_3

WHOSH!


Angin kencang nan besar berkumpul di sekitar Lu Bei, tanda bahwa gadis itu bersiap menggunakan seluruh kemampuannya.


Sementara Xika yang melihat kemarahan gadis itu hanya menatap bingung. Gadis itu mengenakan pakain ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Lalu ia marah ketika Xika merobek gaunnya hingga kulitnya terlihat? Kalau begitu kenapa ia mengenakan pakaian ketat?


Xika tak tahu bahwa Lu Bei mengenakan pakaian ketat untuk menarik para lelaki. Kadang-kadang, ada beberapa lelaki yang tak bisa menahan dirinya dan menyerang Lu Bei. Lalu Lu Bei akan menyerang balik dan membunuh pria itu dan ia tak akan dianggap bersalah dengan menggunakan alasan 'mempertahankan diri.'


Tapi Lu Bei sama sekali tidak berniat memperlihatkan kulitnya pada pria manapun. Itulah mengapa ia begitu marah ketika kulitnya yang setara dengan harta berharganya diperlihatkan di hadapan begitu banyak pria. Ia merasa begitu ternoda. Dan ia akan membunuh pria yang memperlihatkan kulitnya.


"Tadinya aku ingin menundukkanmu perlahan-lahan sebelum membunuhmu. Tapi aku berubah pikiran. Aku akan membunuhmu disini. Sekarang juga!"


Lu Bei menghentakkan tangannya pada Xika dan angin kencang yang mengelilingi tubuhnya kini bergerak menuju Xika. Beberapa murid yang tidak beruntung berada terlalu dekat angin itu terhempas entah ke mana atau terhisap ke dalam angin tersebut ikut berputar.


Sayangnya, Xika masih tak menunjukkan sedikitpun ketakutan. Ia melipat tangannya dan mengetuk-ngetukkan sebelah kakinya, seolah menunggu angin tersebut datang padanya.


"Apa ini teknik terbaikmu? Kau tak bisa membuatnya lebih cepat? Aku hampir ketiduran, nih!"


"Bicaralah selagi kau bisa."


Akhirnya Xika memutuskan untuk tidak menunggu angin itu karena terlalu lama. Angin kencang nan besar itu memang kuat, namun terlalu lambat. Xika dapat melarikan diri jauh sebelum angin tersebut mendekatinya.


"Hap!"


SET!


Sepasang sayap indah dengan warna samar muncul di belakang punggung Xika dan membawanya ke angkasa. Setelah itu Xika mengepakan sayapnya untuk menghasilkan angin kencang tiruan untuk melawan teknik Lu Bei.


"ARGH!"


Lu Bei menjerit frustasi. Teknik-teknik terbaiknya ditiru Xika dengan mudah dan ia tak membutuhkan waktu lama untuk menguasainya. Sebagian kepercayaan dirinya hancur mengetahui tekniknya bukanlah apa-apa di hadapan Xika, tapi sebagian lagi menolak untuk mengaku kalah karena harga dirinya tak mengizinkannya kalah pada pria.


"Apa kau tak memiliki teknikmu sendiri? Bajingan!"


WHOSHHH!!!


SWOHSHH!!!


Angin kencang milik Xika bertemu dengan angin kencang milik Lu Bei. Keduanya bertarung sebentar sebelum angin milik Lu Bei terbuyarkan dengan mudah.


Lu Bei menatap tak percaya tekniknya dikalahkan begitu mudahnya. Bahkan anginnya tak bertahan semenit melawan milik Xika.


"Teknikku sendiri? Aku punya beberapa. Ini salah satunya."


Xika menghadapkan telapak tangannya menuju Lu Bei, lalu mengepalkannya. Seketika itu juga Lu Bei merasa ada tangan raksasa tak terlihat yang mencengkram tubuhnya hingga remuk.

__ADS_1


"Ugh!"


Ia berusaha melepaskan diri, tapi tangan raksasa itu tak bergerak sedikitpun. Kakinya mulai terangkat, dan tangan raksasa itu membawanya mendekat menuju Xika.


Xika hendak mengucapkan beberapa hinaan ketika Lu Bei meludah padanya. Xika sontak memiringkan kepalanya untuk menghindar.


Untuk sesaat yang singkat, konsentrasi Xika terganggu, dan di saat yang singkat itu Lu Bei berhasil melepaskan dirinya. Tangan raksasa yang menggenggamnya kini hancur. Ia dapat bergerak lagi dengan bebas.


"Heh. Teknikmu tidak lebih baik."


Lu Bei menerjang Xika. Namun kali ini ia menggunakan gerakan dan langkah yang berbeda. Ketika Xika berada dalam jangkauan serangannya, Lu Bei mengangkat tumitnya tinggi-tinggi kemudian menjatuhkannya tepat menuju kepala Xika.


DUAK!


Xika jatuh tertunduk, tapi ia segera berdiri. Kakinya melangkah mundur menjaga jarak. Ia dapat melihat senyuman mengejek yang terpampang jelas di wajah Lu Bei.


"Heh. Mengecewakan. Tapi itu perlawanan yang lumayan. Sebenarnya aku bisa memberikanmu satu penawaran."


Xika mengerutkan keningnya. Lu Bei jelas-jelas berada di posisi yang unggul saat ini. Kenapa ia malah bicara seolah sedang mengulur waktu? Ada sesuatu yang salah. Tapi kalau Lu Bei hendak bermain-main, maka Xika akan menemaninya.


"Tunduklah padaku. Maka akan kuselamatkan nyawamu. Aku tidak membuat penawaran seperti itu setiap hari, kau tahu. Bagaimana?"


Perlahan, anting berwujud pisau kecil di telinga Lu Bei bergerak. Mata pisaunya mulai naik.


"Kau akan menyelamatkan nyawaku? Apa kau berjanji?" mata Xika mulai berbinar. Seolah sebuah harapan baru ditawarkan padanya.


Xika membuat ekspresi sulit, seolah ia sedang mempertimbangkan tawaran Lu Bei baik-baik. Lu Bei menyeringai di dalam hatinya.


'Benar, tunduklah padaku. Dan disaat kau menerima tawaranku, maka anting pisauku akan terbang mencabut nyawamu. Kau telah mempermalukanku sebelumnya. Kini giliranku. Dan kau akan mati dengan menyedihkan.'


"Kalau begitu aku-"


Tepat sebelum Xika menyelesaikan kalimatnya, pisau-anting Lu Bei melesat mengincar jantung dan dantian Xika.


WHUSH!


Xika mengangkat tangannya dan kedua pisau-anting milik Lu Bei melayang di udara. Lu Bei melotot hebat melihatnya. Gadis itu berkonsentrasi keras agar angin disekitarnya menghantamkan pisau-antingnya pada Xika.


Xika juga menatap pisau-anting itu sama kerasnya dengan Lu Bei. Benda itu bergetar di udara dan bergerak bolak-balik beberapa senti, ke arah Xika dan Lu Bei.


Selama beberapa saat, adu tatap yang mempertaruhkan nyawa tengah terjadi. Para murid yang ada menatap keduanya dengan kagum.


Para elder pernah menjelaskan pada mereka, bahwa ketika dua kultivator yang sama kuat dengan elemen yang sama bertarung, maka pemahaman pada elemenlah yang menentukan pemenangnya. Mereka mempelajari itu di akademi, tapi akademi tak pernah memperlihatkannya pada mereka. Sampai saat ini.


Tapi itu harusnya mustahil. Beberapa siswa yang cukup terampil dapat melihat kultivasi Xika dan menemukan bahwa pria itu hanya di tingkat 6 Forming Qi. Mustahil Forming Qi 6 seimbang melawan Forming Qi 8. Namun ketika mereka memperbanyak qi di mata mereka untuk melihat aura Xika dan Lu Bei, mereka terkejut bahwa aura Xika berkali-kali lipat lebih kuat daripada Lu Bei.

__ADS_1


"Pfttt......."


Tiba-tiba, Xika tertawa. Matanya tak lagi menatap senjata Lu Bei itu. Lu Bei tak tahu apa yang menyebabkan Xika tertawa, tapi ia tak akan melewatkan kesempatan ini.


"Apa kau benar-benar berpikir bahwa ini adalah kesempatan untuk membunuhku? Pfttt, bodoh sekali."


Lu Bei mulai merasakan ada yang salah. Sekalipun Xika memalingkan pandangannya, mengapa ia masih tidak bisa membuat pisau-antingnya bergerak? Kini bahkan lebih parah, pisau-angin itu benar-benar di di tempat, tidak bergetar seperti sebelumnya.


"Teknikku tidak lebih baik? Bah!"


Xika kembali mengepalkan tangannya, tapi kali ini ia tidak menargetkan Lu Bei, sebaliknya pisau-antingnya.


PRANG!


Pisau-anting itu hancur berkeping-keping dibawah tatapan tidak percaya milik Lu Bei. Anting pisaunya telah menemaninya begitu lama menghancurkan berbagai kehidupan pria, juga telah berhasil menyelamatkan nyawanya lebih dari sekali. Baginya, benda itu sudah seperti rekannya. Dan kini rekannya hancur berkeping-keping di depan matanya tanpa bisa ia cegah sedikitpun.


"Apa aku sudah bilang aku punya beberapa teknik? Biar kutunjukkan."


Xika menyentil udara dengan santai. Namun Lu Bei merasakan hantaman keras di perutnya, seolah ada tinju tak kasat mata yang mengenai perutnya.


"Uhuk....."


Lu Bei menatap perutnya yang terasa sakit dengan tatapan tak percaya. Mustahil. Tidak mungkin Xika dapat mengendalikan angin semahir itu.


"Angin memang praktis. Ia tidak dapat dilihat, jadi cocok untuk digunakan dalam serangan menyelinap. Tapi tahukah kau bahwa angin juga dapat menimbulkan luka yang luar biasa?"


Kali ini Xika menjentikkan jarinya dan udara di sekitar bahu kanan Lu Bei meledak, membuat gaun gadis itu berlengan buntung sebelah sekarang.


"Heh, bagaimana? Kau suka teknikku?"


Xika menatap Lu Bei dengan keji. Tangannya sudah siap untuk menjentikkan jari lagi. Ia berniat menghabisi Lu Bei dengan meledakkannya perlahan dan hanya menyisakan sedikit pakaian. Ia ingin membuat Lu Bei meninggal dengan cara yang paling dibencinya.


Tapi kemudian Xika melihat Xingli. Gadis itu masih menunggu di samping. Tentu saja, tak ada ekspresi apapun di wajahnya, ia juga tak menunjukkan keberatan dengan tindakan Xika. Tapi Xika pikir sebaiknya tidak terlalu kejam menghabisi gadis di depan gadis lainnya.


"Ini salah satu kesukaanku."


Jadi Xika memilih membunuh Lu Bei dengan cara lain. Ia membuat gerakan berputar dengan telunjuknya, dan udara menghilang di sekitar Lu Bei.


Gadis itu mencengkram lehernya, menggerak-gerakkan lengannya berusaha menggapai udara, tapi tak ada yang terjadi. Bola matanya mulai ke atas, wajahnya mulai memerah, tanda ia kehabisan nafas.


"Boleh kubunuh dia?" Xika berpaling pada Xingli. Gadis itu memberinya tatapan tak peduli. "Oke, ucapkan selamat tinggal pada dunia!" Xika memberikan senyum lebar yang amat ramah. Tapi tak akan ada yang menganggapnya ramah kalau Xika menunjukkan senyum itu saat hendak menghabisi nyawa seseorang.


BYUR!


Sebuah ombak datang dan menghantam Xika. Ia masih mengendalikan angin di sekeliling Lu Bei, tapi kini sebuah balon yang terbuat dari air tengah menutupi kepala Lu Bei memberinya oksigen.

__ADS_1


Di belakang Xika, air berkumpul dan membentuk tubuh seorang manusia, wanita lebih tepatnya. Setelah itu air seolah terpecah dan muncullah seorang wanita berusia tiga puluhan yang mengenakan gaun biru. Ia menatap Xika dengan hina.


Dan Xika memberikan senyumnya yang paling ganas, seolah ia adalah binatang buas.


__ADS_2