
Xika memutar tubuhnya untuk menghindari tombak yang menyerangnya.
Belum sempat ia menyeimbangkan tubuhnya, ia dihujani berbagai tebasan dan tusukan.
Xika menghindar dengan susah payah. Ia menggunakan kartunya untuk menahan setiap serangan yang datang.
Kemudian Xika menerbangkan sekitar 30 kartu disekitarnya dan memutarnya. Gadis tersebut pun menjauh.
Xika mengambil nafas sebentar, kemudian ia kembali fokus ke pertarungan. Ia mengubah Space Shifter menjadi tongkat dan 9 kartu menjadi tongkat juga. Namun tongkat yang dari kartu ia biarkan melayang.
Xika menendang tanah dan maju menuju gadis tersebut.
Ia mengayunkan tongkatnya dan gadis tersebut menunduk. Dari bawah, gadis tersebut menusukkan pedangnya menuju dagu Xika.
Xika menepisnya dengan menggunakan tongkatnya kemudian balas menusuk.
Gadis tersebut berputar dan memberikan tebasan yang ditahan oleh tongkat kartu Xika. Ia terkejut sesaat melihat senjata Xika dapat melayang.
Dan Xika tidak menyi-nyiakan kesempatan. Ia menendang tangan gadis tersebut hingga pedangnya lepas dari genggamannya. Kemudian Xika memberikan sabetan menggunakan Space Shifter.
Gadis tersebut menendang Space Shifter ke atas namun Space Shifter kini memanjang dan kembali mengincar gadis tersebut.
Gadis itu cukup kaget melihat Space Shifter yang berubah bentuk, jadi ia tidak memiliki waktu untuk menghindar. Ia membuat penghalang menggunakan qi nya.
Space Shifter menusuk penghalang tersebut. Penghalan tersebut hancur namun Space Shifter juga terpental.
Xika memanfaatkan energi pentalan itu untuk menyerang. Ia memutar Space Shifter kemudian memanjangkannya.
Gadis tersebut memutar tubuhnya kemudian melempar sesuatu menuju Xika.
Xika mengeluarkan kartu dari jubahnya untuk menangkis serangan gadis tersebut.
Ternyata yang dilempar gadis tersebut adalah jarum.
Saat Xika sedang mengamati jarum yang dilemparkan gadis itu, ratusan jarum lain sudah mengincar dirinya.
Xika menggunakan semua kartu yang tersisa di jubahnya untuk menahan serangan tersebut. Ia tidak menunggu jarum-jarum itu mengenai kartunya, ia langsung memutari kartunya yang telah menjadi perisai cukup besar dan menuju gadis itu.
Melihat Xika mendekat, gadis itu mengeluarkan sebuah pisau.
Xika memanggil sebuah kartu yang tadi ia gunakan untuk perisai. Ia menjepit kedua kartu tersebut di antara jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya.
Kini Xika dan gadis tersebut melakukan pertarungan jarak dekat.
Pisau bertemu kartu. Benturan antar kedua benda tersebut menciptakan beberapa percikan api, hal yang cukup mengejutkan gadis tersebut.
Xika dan gadis itu terus bertukar serangan.
Dan hasilnya seimbang.
Xika memiliki beberapa luka sayat di tubuhnya, begitu juga gadis tersebut.
Agak menyedihkan melihat luka di kulitnya yang putih dan mulus itu. Tapi gadis tersebut tidak mempedulikannya.
Ia terus menyerang Xika.
Setelah beberapa serangan, mereka berdua mundur untuk mengambil nafas.
"Bagaimana pendapatmu tentang dia?" tanya Huo Bing yang masih membentuk wujud fisiknya meskipun tidak bisa dilihat oleh si gadis. Huo Bing dapat menentukan siapa saja yang dapat melihatnya selama targetnya lebih lemah dari dirinya.
"Dia kuat. Kurang lebih sama sepertiku."
"Jangan terlalu cepat menyimpulkan. Ia masih belum menggunakan seluruh kemampuannya."
"Ya, begitu juga denganku. Kau lupa? Aku sama sekali belum menggunakan elemen dan racun."
__ADS_1
Gadis tersebut mengangkat tangannya kemudian semua jarum yang menyerang Xika sebelumnya. Kemudian ia membentuk jarum-jarum itu menjadi sebuah tombak yang cukup besar.
Melihat hal tersebut Xika tidak tinggal diam. Ia juga memanggil semua kartunya dan membentuk perisai yang cukup untuk menahan serangan gadis itu.
Gadis tersebut melambaikan tangannya dan tombak besar yang terbuat dari kumpulan jarum itu terbang menuju Xika.
Sama seperti sebelumnya, Xika tidak menunggu jarum-jarum itu datang dan menghantam kartunya. Ketika ia merasa dirinya sudah tertutupi, ia memutari kartunya dan hendak menerjang gadis itu lagi.
Namun gadis itu sudah menduga tindakan Xika. Jadi ketika Xika melompat keluar dari kartunya, gadis tersebut langsung melemparkan pisaunya.
Xika menendang pisau tersebut ke atas kemudian menunggunya jatuh kembali. Ketika temponya pas, ia menendang pisau itu kembali ke pemiliknya.
Tapi gadis itu sudah mengambil pedang yang ia jatuhkan tadi karena tendangan Xika. Ia menggunakan pedangnya untuk menangkis pisau yang Xika lemparkan kembali.
Melihat gadis tersebut sudah siap menunggunya dengan pedang di tangan, Xika juga mengubah Space Shifter menjadi tongkat.
Xika dan gadis itu sama-sama melompat maju.
Pedang dan tongkat bertemu. Kini pertarungan jarak menengah.
Xika memiliki sedikit keuntungan karena tongkatnya lebih panjang dari pedang gadis itu.
Jadi gadis tersebut hanya bisa menahan serangan yang Xika berikan tanpa bisa menyerang balik karena pedangnya yang tidak cukup panjang sementara Xika dapat menyerang gadis tersebut dari jarak yang menguntungkan.
Namun Xika hanya menggunakan Space Shifter yang berbentuk tongkat, bukan tombak. Jadi gadis tersebut tidak mendapat luka yang berarti.
Mereka berdua kembali mundur untuk mengambil nafas lagi.
Mereka saling menatap dan sekali lagi Xika terpukau melihat wajah di hadapannya.
Namun tiba-tiba, mereka berdua dikeliling oleh macan yang sama yang menyerang Xika sebelumnya dan Black Scorchpion.
Kira-kira jumlah Black Scorchpion yang mengeliling mereka sekitar 200 ekor sementara macan ruang yang menyerang Xika sebelumnya berjumlah sekitar 150 ekor.
Xika melihat gadis tersebut menggunakan jarumnya untuk menahan sinar hitam macan ruang.
"Gadis itu dalam bahaya lho.... Apa yang akan kau lakukan?"
"Melindunginya tentu saja."
Xika melemparkan Space Shifter ke depan gadis tersebut tapi di belakang gabungan jarum gadis itu dan mengubahnya menjadi perisai yang lebih besar dari gabungan jarum gadis tersebut.
Tindakan itu membuat gadis tersebut melihat Xika sesaat, kemudian mengalihkan pandangannya setelah tidak menemukan tatapan permusuhan di mata Xika melainkan hanya kekhawatiran.
"Lalu bagaimana dengan dirimu?"
"Aku akan menggunakan kartu ayahku.
Space Shifter yang sudah diperkuat dan kartu ayahku. Kita dapat mencobanya bersamaan."
"Lalu bagaimana kalau Space Shifter tidak cukup kuat untuk menahan sinar hitam itu?"
"Aku terpaksa mengirimmu ke dunia sana untuk menyampaikan permintaan maafku pada gadis itu."
"Lalu bagaimana bila kartu ayahmu tidak bisa menahan serangan itu?"
"Pertanyaan yang bagus."
Xika tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaan Huo Bing atau berpikir karena sinar hitam itu tinggal sedikit lagi mengenai kartunya.
BANG!! PSHHH!!
Sinar hitam itu menabrak kartu Xika kemudian terdengar suara seolah serangan itu diserap.
Xika sangat lega ternyata kartu ayahnya dapat melindungi dirinya dari serangan ruang. Ia memanggil kartunya dan melihat bahwa semuanya baik-baik saja. Tidak ada rusak sedikitpun. Xika tidak tahu apakah itu hanya perasaanya saja atau kartu itu benar-benar bertambah bagus kondisinya meskipun hanya sedikit.
__ADS_1
Kemudian Xika menoleh dan melihat gadis di sampingnya.
Gadis itu kelihatannya baik-baik saja. Muka datarnya tidak berubah sama sekali, meskipun kini Black Scorchpion semakin mendekat.
Xika memanggil kembali Space Shifter dan mengubahnya menjadi gelang. Kemudian gadis itu memecah jarumnya yang sebelumnya berbentuk perisai.
Ia mengunakan jarum-jarum itu untuk membunuh Black Scorchpion yang mendekatinya.
Melihat bahwa gadis itu sepertinya cukup mampu menangani Black Scorchpion sendiri, Xika terbang dan mendekati macan ruang yang berada di belakang Black Scorchpion.
Xika menggunakan setengah kartunya untuk menutupi tubuhnya dan setengah lagi ia terbangkan di sekitarnya.
Kemudian keempat simbol elemen muncul di mata kanannya kemudian kartu-kartu di sekitarnya dilapisi elemen-elemen. Kartu-kartu itu ia arahkan menuju para macan ruang.
Ada yang menghindar, ada yang menembakkan sinar hitam lagi untuk menangkisnya, ada juga yang berpindah ruang dan langsung menyerang dirinya yang sedang terbang.
Xika menggunakan Space Shifter yang kini telah menjadi tongkat untuk menangkis macan ruang yang berpindah.
Tapi mereka cukup licik. Meskipun mereka hewan darat dan tidak bisa terbang, tapi mereka dapat membuat semacam lubang hitam untuk memindahkan diri mereka.
Jadi kalaupun serangan mereka gagal, mereka tidak akan jatuh. Mereka hanya melompat ke lubang hitam lain dan muncul kembali di belakang Xika.
Xika tidak tahu berapa banyak macan hitam yang ia hadapi saat ini karena daritadi mereka melompat keluar masuk dari lubang hitam di skeitarnya, jadi ia tidak tahu apakah mereka macan yang sama atau berbeda.
Macan-macan itu semakin cepat menyerangnya, membuat Xika semakin sulit menangkis atau menghindar.
Akhirnya Xika berhenti menggunakan elemen angin dan jatuh kebawah.
Macan-macan itu langsung kehilangan target mereka.
Tepat sepuluh meter diatas tanah Xika berhenti dan kembali menggunakan elemen anginnya.
Ia menoleh sebentar untuk memeriksa kondisi gadis tersebut dan menemukan bahwa gadis itu juga sama parahnya dengan dirinya.
Xika terbang menuju gadis tersebut.
"Huo Bing, apakah ada cara untuk menghindari kejaran macan ruang itu?"
"Untuk saat ini tidak ada. Tapi tak apa. Aku akan menyebarkan auraku. Itu saja cukup untuk mengacaukan indra mereka. Saat aku melakukan itu cepatlah lari."
"Tunggu aku membawa gadis itu."
Huo Bing menghela nafas mendengar perkataan Xika. Sudah lama sekali ia tidak melihat pemandangan seperti ini. Meskipun dirinya dalam bahaya, ia masih saja sempat memikirkan orang lain. Pemandangan seperti ini sudah jarang bahkan hampir tidak ada di dunia tempat ia hidup.
Entah Xika itu bodoh atau baik. Memang tindakannya yang mencemaskan gadis itu cukup baik, tapi perlu diingat bahwa gadis itu berusaha menyerang Xika sebelumnya, dan kini Xika hendak menolongnya. Kalau Huo Bing di posisi Xika, ia tidak akan ragu meninggalkan gadis itu.
Ketika Xika sudah di dekat gadis itu, ia mengulurkan tangannya hendak menangkap gadis tersebut.
Tapi gadis tersebut mengarahkan pedangnya pada tangan Xika. Kemudian kembali bertarung dengan para Black Scorchpion. Entah gadis itu tidak mau disentuh atau tidak percaya dengannya.
Yang pasti, tindakannya merepotkan Xika yang hendak menolong gadis tersebut.
Xika menghela nafas kemudian melemparkan delapan kartu ke gadis itu.
Gadis itu masih berusaha menghindar namun dibawah serangan beruntun yang di berikan Black Scorchpion dan Xika yang tidak menyerah menempelkan kartunya di gadis itu, akhirnya kartu Xika menempel di tubuhnya.
Kartu Xika menempel di kaki dan tangan gadis itu, masing-masing dua.
Kemudian Xika membawa gadis itu terbang dengan mengendalikan kartu yang menempel di gadis itu.
"Sekarang Huo Bing."
Huo Bing menampakkan diri sesaat. Namun itu saja sudah cukup untuk membuat takut para Black Scorchpion dan macan ruang dan mengacaukan indra mereka.
Saat mereka mendapatkan kembali indra mereka, Xika dan gadis itu sudah jauh di depan mereka.
__ADS_1