Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-236


__ADS_3

Ice Bear dan buaya es itu saling bertatapan untuk sesaat kemudian mereka sepakat untuk gencatan senjata sementara. Keduanya meraung ganas dan menyerang Huo Bing. Spirit Beast lain yang berada di taman es juga ikut menyerang Huo Bing.


Jarum-jarum es kembali muncul di sekitar Ice Bear. Buaya es juga tidak mau kalah, ia menghentakkan kakinya, dan dari tanah mencuat duri-duri es yang mengarah menuju Huo Bing.


Huo Bing memasang wajah kesal. Ia adalah seekor Cygnix. Ia selalu menjadi pemangsa. Sejak kapan ia menjadi yang di mangsa? Apalagi dimangsa oleh Spirit Beast rendahan seperti mereka, ia benar-benar tidak terima. Ia berteriak keras dan menembakkan api dari tangannya.


Semburan api Huo Bing bertemu dengan jarum es Ice Bear dan keduanya saling meniadakan. Namun Huo Bing masih belum bisa santai. Duri es masih terus mencuat dari tanah mengincar dirinya. Tapi ia tidak panik. Bahkan, seulas senyum percaya diri melintas di wajahnya.


Ia berlari menyambut duri es itu. Ketika duri es mendekat, Huo Bing memutar tubuhnya dan berkelit. Setelah itu, ia menyentuh es lawannya dan menjadikan itu senjatanya.


SRING!


Sebilah pedang es kini muncul di tangan Huo Bing. Ia berlari dan menggunakan pedang es itu untuk menghancurkan duri es sang buaya.


Kalau hanya dua Spirit Beast itu saja yang dia lawan, maka Huo Bing pasti akan menang. Sayangnya, saat ini banyak Spirit Beast yang berpotensi menjadi lawannya. Beberapa Spirit Beast yang ada juga ikut menyerang Huo Bing atau sibuk mencari kesempatan agar bisa mendapatkan tanaman spiritual.


Selain itu, pertempuran juga tengah pecah di Taman Neraka. Burning Tortoise telah mengambil hidangan utama. Tapi bukan berarti Spirit Beast yang tersisa akan menyerah untuk mendapatkan tanaman spiritual yang lain. Mereka berusaha mendapatkan tanaman spiritual dan karena Burning Tortoise sedang berfokus menyerap Flaming Dragonfruit yang baru ia serap, maka ia tak ikut bertarung.


Jadi kira-kira kekuatan para Spirit Beast yang berada di Taman Neraka setara. Maka pecahlah pertempuran. Ada juga beberapa Spirit Beast yang menganggap situasi di taman es lebih baik, jadi berpindah ke sana.


Sayangnya, Huo Bing masih bertarung mempertahankan Blizzard Peach di tangannya. Hanya buah itu saja cukup untuk menarik perhatian sebagian besar Spirit Beast yang hadir. Sekalipun ia cukup mampu menghadapi lce Bear dan buaya es secara bersamaan, masih ada Spirit Beast lainnya yang harus ia hadapi.


Syut!


Clep!


Seekor Alfbee berhasil mendaratkan sengatnya di bahu Huo Bing. Namun di detik berikutnya, lebah itu langsung terbakar. Begitu juga dengan racun yang tertinggal di bahu Huo Bing, terbakar habis.


Huo Bing tersenyum sombong. Mahkluk lemah sepertimu berani menyerangku? Mati sana.


Ia melirik ke samping, mencari keberadaan Qing Hu. Keberadaannya tak bisa ditemukan untuk saat ini. Tapi Huo Bing masih punya firasat bahwa gadis itu belum meninggalkan tempat ini. Dan itu cukup mengganggunya.


Dengan adanya gadis itu disini, maka Huo Bing harus menyembunyikan kekuatannya, yang sebenarnya cukup sulit dilakukan mengingat situasi saat ini.


BUM!


Di belakang Huo Bing, mendaratlah seekor kera raksasa. Ia menatap Huo Bing dengan ganas sebelum memukul dadanya sendiri sambil meraung.


Huo Bing mengacungkan pedangnya pada kera raksasa itu. Tapi sebelum ia sempat menyerang, sang buaya es telah melecutkan ekornya mengincar punggung Huo Bing.


Set!


Dengan lompatan indah, Huo Bing berhasil menghindari serangan buaya es itu. Namun di langit masih ada Bifrost Bat yang mengeluarkan gelombang suara yang mengerikan. Gelombang suara itu membuat Huo Bing pusing, dan Ice Kong sang kera raksasa tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.


WHUSH!


Ia mengayunkan kepalannya yang di kelilingi angin dingin sehingga menghantam punggung Huo Bing dengan telak.

__ADS_1


"AKH!"


Huo Bing terhempas hingga menabrak pohon. Namun ia masih tidak melepaskan Blizzard Peach di tangannya. Beberapa ekor Spirit Beast kecil berusaha mencuri kesempatan merebut buah itu dari tangan Huo Bing, tapi sedikit semburan api langsung membuat mereka kabur.


Kabur. Tentu saja Huo Bing bisa melakukan itu. Ia sudah mendapatkan Blizzard Peach, yang ia butuhkan sekarang adalah tempat yang tepat untuk menyerap buah itu. Namun di hadapan sekian banyak Spirit Beast, harga dirinya tak mengizinkannya untuk kabur.


Tidak. Ia adalah Cygnix. Burung yang bahkan lebih langka dibanding sang Phoenix. Ia tak akan mundur sekalipun berhadapan dengan pertempuran yang tak bisa ia menangkan.


Setelah berpikir sebentar, Huo Bing memutuskan untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya. Tidak masalah Qing Hu melihat kemampuan aslinya. Toh gadis itu tak akan bisa melakukan apapun padanya. Jadi ia menyimpan Blizzard Peach di balik jubahnya, lalu tersenyum menantang para Spirit Beast.


"Kalian mau ini? Ambil saja kalau bisa!"


Dan seketika raungan berbagai Spirit Beast terdengar. Mereka mendengar tantangan Huo Bing dan marah karenanya. Bahkan Burning Tortoise yang sedang menyerap Flaming Dragonfruit-pun membuka sebelah matanya sebelum mendengus kesal dan kembali menutup matanya.


Ice Bear datang bersama dengan Ice Kong. Keduanya memilih pertempuran jarak dekat, sementara si buaya es tetap pada tempatnya dan berusaha menyerang dari jarak yang aman. Tinju ke wajah diarahkan oleh Ice Kong sementara Ice Bear mengayunkan cakarnya berharap memutus kaki Huo Bing.


Itu memang situasi yang tak menguntungkan. Bahkan dapat membuat sebagian orang menyerah. Tapi Huo Bing bukanlah burung biasa yang dapat diremehkan. Ia telah hidup bertahun-tahun dan memiliki pengalaman pertarungan yang banyak. Spirit Beast seperti ini saja tak cukup untuk membuatnya mundur.


Huo Bing melompat menghindari cakar Ice Bear sambil mengayunkan tangannya yang telah tertutupi es tajam. Karena kurang berhati-hati, tangan Ice Kong berhasil dipotong oleh Huo Bing.


"ROARRRR!"


Kera raksasa tersebut meraung kesakitan. Ia memegangi bahunya dimana lengannya sebelumnya berada sambil melangkah mundur.


Melihat Ice Kong yang melangkah mundur, Huo Bing tersenyum puas. Tapi Ice Bear di hadapannya kembali melayangkan cakarnya. Kali ini sambil menembakkan bola es dari mulutnya. Di saat yang bersamaan, sang buaya es melakukan gerakan aneh. Semacam tarian mungkin.


Huo Bing mengabaikannya untuk saat ini. Ia berfokus pada Ice Bear di depannya. Satu tangan ia gunakan untuk menahan bola es sementara satunya lagi membentuk cakar api dan menghantamkannya ke cakar Ice Bear.


Cakar api dan cakar es saling bertemu. Setelah berbenturan beberapa saat, Ice Bear melangkah mundur sambil menjilati lengannya yang terbakar. Jelas sudah siapa yang menang dari benturan sebelumnya. Di samping Ice Bear, berdirilah Ice Kong yang nampaknya sudah siap untuk kembali menyerang.


Huo Bing hendak membereskan beruang kutub itu terlebih dahulu, tapi tanah bergetar sebelum ia sempat melakukan itu. Tonjolan-tonjolan aneh muncul dari tanah. Huo Bing menuruti instingnya untuk menghindar. Sayangnya, Ice Bear dan Ice Kong terlambat bereaksi karena luka mereka.


Tonjolan itu mengeluarkan duri es yang tajam dan kokoh. Ice Kong berhasil menggeser tubuhnya sehingga duri itu hanya menyerempet samping tubuhnya. Namun Ice Bear tidak seberuntung itu. Sang beruang tidak segesit Ice Kong, jadi duri es itu berhasil menembus tubuhnya.


Rupanya kau memang tidak bisa mempercayai siapapun di medan perang. Sebelumnya, buaya es itu bersekutu dengan Ice Bear dan Ice Kong. Namun kini ia menyerang keduanya.


Tapi serangan itu tidak berhasil membunuh keduanya. Ice Kong meraung marah dan menyerbu sang buaya, sementara Ice Bear mencabut duri es dari tubuhnya kemudian melemparkannya ke buaya, lalu bederap mendekati Huo Bing.


Nampaknya ini adalah kesempatan bagi Huo Bing. Selagi Ice Kong tengah bertarung dengan buaya es, ia dapat menghabisi beruang sialan ini. Sang beruang kembali meraung hingga menghasilkan badai salju kecil namun cukup untuk menyelimuti Huo Bing.


Sayangnya, dingin tidak terlalu berpengaruh bagi Huo Bing. Ia membiarkan badai salju itu menerpa dirinya sambil tersenyum kecil. Ice Bear nampaknya tidak menyadari senyum Huo Bing dan mengira ia sudah menang. Jadi beruang itu meraung dengan bangga.


Yang tidak ia duga adalah, Huo Bing tengah menyiapkan serangan balasan. Di balik badai salju itu, terlihat secercah cahaya. Lagi-lagi, Ice Bear terlambat menyadarinya. Ketika ia berbalik ketika merasakan ada yang salah, Huo Bing sudah melemparkan qi seukuran bola bisbol, namun terbentuk dari api dan es.


Syut!


Tuk!

__ADS_1


BUM!


Bola itu mengenai perut sang beruang, kemudian menimbulkan ledakan yang hebat. Beberapa Spirit Beast yang tidak beruntung juga terkena imbasnya. Bahkan ledakan tersebut membuat pertarungan buaya es dan Ice Kong terhenti.


Tapi Huo Bing tidak menunggu efek dari ledakan itu berakhir. Selagi keduanya masih terpana dengan ledakannya, ia terbang berputar ke belakang kedua Spirit Beast itu. Sayapnya terbuka lebar menampilkan ujung-ujungnya yang runcing dan tengah membara.


WHUSH!


Ice Kong hanya sempat membalikkan kepalanya ketika sayap Huo Bing tiba dan memotong kepalanya. Sang buaya es selangkah lebih cepat dari Ice Kong. Buaya itu menggulung dirinya (Huo Bing tidak tahu buaya bisa melakukan itu) dan mengeraskan kulit luarnya hingga membentuk tonjolan serupa di tanah sebelumnya.


Huo Bing mencoba menebas kulitnya, namun gagal. Sayapnya terpantul seolah tengah menabrak dinding es. Tapi ia tidak kehabisan cara. Dari es yang ada di sekitarnnya, hasil serangan sang buaya, Huo Bing mengambil sedikit es dan merubahnya menjadi pedang. Kemudian, ia membakar pedang tersebut.


Ajaibnya, pedang tersebut tidak meleleh. Padahal menurut hukum alam, es akan meleleh bila dipanaskan. Sayangnya, es yang membentuk pedang Huo Bing bukan es biasa. Ia sudah merubah komponen es itu hingga sama dengan es miliknya. Jadi es tersebut tidak akan meleleh meskipun dibakar. Bagaimanapun juga, tubuhnya terbentuk dari es dan api yang saling menyatu.


Dengan pedang es membara di tangannya, Huo Bing kembali menyerang sang buaya es yang kini semakin ketakutan.


JLEB!


Dengan satu tusukan, Huo Bing berhasil mengambil nyawa sang buaya. Kini tiga Spirit Beast terkuat yang ada di taman es telah meninggal. Hanya tersisa Huo Bing. Tapi di mata para Spirit Beast saat ini, keberadaan Huo Bing lebih menakutkan dibanding tiga Spirit Beast lainnya.


Huo Bing melambaikan tangannya dan mengambil mayat tiga Spirit Beast yang telah ia bunuh tadi. Ia melihat tatapan takut dari para Spirit Beast yang ada di sampingnya dan tersenyum bangga. Kalau sudah seperti ini, baru ia boleh pergi. Tentu saja, pergi dengan bangga.


Tapi sayangnya, tak semua berjalan sesuai keinginan. Burning Tortoise telah selesai menyerap Flaming Dragonfruit dan menyaksikan bagaimana Huo Bing membunuh ketiga Spirit Beast tersebut. Kura-kura itu mendengus kesal tidak suka dengan kesombongan Huo Bing, lalu menembakkan bola api dari cangkangnya.


BUM!


SWISH!


BLAR!


"GAKH!"


Huo Bing membentuk lapisan pelindung, tapi terlampau tipis karena terburu-buru. Pelindungnya hanya mampu menahan serangan itu kurang dari sedetik sebelum pecah. Akhirnya serangan itu mengenai Huo Bing dengan telak hingga Blizzard Peach menggelinding keluar dari jubahnya.


Ketika melihat Huo Bing yang memegang dominasi sebelumnya kini tergeletak tak berdaya, para Spirit Beast yang tersisa menggila. Mereka merasa mereka memiliki kesempatan. Lagipula Huo Bing sudah menghabiskan banyak tenaga untuk membunuh tiga Spirit Beast sebelumnya.


Dan pertempuran kacau juga meletus di taman es. Karena tak ada Spirit Beast yang mendominasi seperti Ice Bear tadi atau Huo Bing, dan Burning Tortoise juga tak tertarik untuk ikut campur karena sisanya tidak berharga, maka kekuatan para Spirit Beast yang tersisa juga seimbang sehingga menciptakan situasi yang mirip dengan Taman Neraka.


Huo Bing di sisi lain, tergeletak di tanah dan berusaha berdiri. Namun beberapa serangan nyasar mengenai dirinya dan menghempaskannya jauh.


Bruk!


Ia mendarat di tengah-tengah kedua taman. Ekspresinya dipenuhi dengan rasa kesal dan tidak terima. Ia menatap Burning Tortoise yang tengah melangkah pergi dengan kebencian dan bersumpah akan membunuh kura-kura sialan itu suatu saat nanti.


Harga dirinya tak mengijinkannya berbaring menyedihkan di tengah hiruk-pikuk Spirit Beast seperti ini, namun tubuhnya tak mau mendengarkan. Ia menderita luka-luka yang tidak ringan dari pertarungan sebelumnya. Apalagi serangan mendadak dari kura-kura sialan itu tadi.


Jadi dengan terpaksa, Huo Bing sang Cygnix agung berbaring dengan pasrah di tanah.

__ADS_1


Tapi mendadak matanya menangkap sesuatu. Sesuatu yang memancarkan aura dingin dan panas sekaligus. Bergoyang pelan karena angin serangan para Spirit Beast.


Arctic Blaze Moonflower.


__ADS_2