
Ketika jarak semakin dekat, firasat buruk Xika terbukti benar. Kini ia bukan hanya sekedar mendeteksi, melainkan melihat dengan mata kepalanya sendiri belasan sosok yang berkumpul di hadapannya. Ia berhenti di pohon untuk mengamati sosok-sosok itu lebih lanjut.
SRAK!
Liang Jihua hinggap di samping Xika. Dalam hati Xika berharap semoga saja batang pohon yang menahan mereka tidak patah karena kelebihan beban.
Untuk beberapa saat, tidak ada suara yang keluar baik dari mulut Xika maupun mulut Liang Jihua. Tampaknya keduanya sepakat untuk mencari tahu tujuan dan alasan sosok-sosok ini berkumpul bersama. Bagaimanapun juga, belasan sosok berkumpul untuk membentuk sebuah kelompok bukanlah hal yang wajar dilihat.
Memang, banyak peserta yang membentuk kelompok dan itu adalah hal yang wajar. Yang menjadi masalah adalah jumlah dari kelompok yang terbentuk. Kelompok kecil mungkin hanya terdiri dari dua atau tiga orang, sementara kelompok besar mungkin memiliki lima sampai tujuh anggota.
Ada satu alasan mutlak yang membuat kelompok-kelompok dalam babak ini tidak memiliki jumlah anggota yang sama. Kepercayaan. Normalnya, seseorang yang membentuk kelompok berisikan dua-tiga orang didasari dengan kerja sama, tapi alasan lainnya adalah, kalaupun mereka berkhianat, aku masih bisa menangangi mereka.
Sementara kelompok yang besar biasanya terdiri dari anggota yang berasal dari sekte yang sama. Karena itu, mereka memiliki kepercayaan yang besar antara satu sama lain. Kelompok buatan Zhen Fang juga sebenarnya terbilang cukup langka karena berisikan delapan orang dan masing-masing berasal dari sekte yang berbeda.
Tapi di hadapan Xika, terdapat sebuah kelompok yang terdiri dari belasan anggota. Xika bertanya-tanya bagaimana mereka bisa memiliki kepercayaan yang begitu besar terhadap satu sama lain yang berasal dari sekte yang berbeda. Kalau kasus Xika, hubungan kerja sama mereka didasari alasan keuntungan yang membuat mereka menjadi satu tim sampai babak ini berakhir.
Karena itu, Xika jadi penasaran apa keuntungan yang didapat dari kelompok di bawah ini. Mampu menarik anggota dari berbagai sekte menjadi satu dalam jumlah yang banyak pasti bukan hal yang mudah. Imbalannya seharusnya tidak kecil, bukan?
Siapa tahu, kalau imbalan yang diberikan lebih besar, mungkin saja Xika berpindah pihak.
"............"
"............"
Sialnya, jarak mereka masih terbilang cukup jauh dengan kelompok dibawah sana, jadi Xika dan Liang Jihua tidak dapat mendengar percakapan di bawah. Apalagi ada angin yang menghalangi pendengaran mereka. Tunggu dulu, angin? Mendadak Xika tersenyum sendiri sampai membuat Liang Jihua bingung.
Xika menggerak-gerakkan jarinya beberapa kali, kemudian terdengarlah percakapan di bawah dengan jelas seolah mereka sendiri sedang berada di bawah sana. Liang Jihua menatap Xika dengan kaget penasaran bagaimana Xika dapat melakukan hal tersebut, tapi Xika mengangkat tangannya dan meminta Liang Jihua menunggu. Saat ini, lebih baik mereka mencari tahu tentang kelompok di bawah ini.
"........kita harus semakin berhati-hati. Apa ada kabar mengenai pergerakan mereka?"
"Belum ada. Kau sendiri tahu, mereka itu berasal dari sekte-sekte besar, sedangkan orang-orang kita berasal dari sekte kecil dan menengah. Sekalipun aku benci mengatakan ini, tapi perbedaan kekuatan kita dan mereka memang jauh. Kami tidak berani terlalu dekat dengan mereka karena takut ketahuan."
"Benar. Kabarnya, mereka membantai habis semua murid yang berasal dari sekte kecil dan menengah tanpa ampun."
"Meskipun kita kalah dalam kualitas, tapi kita menang secara kuantitas. Karena itu kita harus bersatu untuk mengalahkan mereka!"
Seruan terakhir itu disambut oleh sorak-sorai penuh semangat dari suara-suara lain yang berbeda.
Xika mengerutkan keningnya mendengar pernyataan barusan. Yang bisa ia simpulkan dari percakapan barusan adalah, kelompok tersebut terdiri dari sekte menengah dan kecil yang berkumpul untuk melawan kelompok lain yang terdiri dari sekte besar ternama.
Jadi itu alasan mereka berkumpul, batin Xika dalam hati. Memang sih, dalam menghadapi musuh yang lebih kuat kita harus bersatu. Xika sendiri juga, bekerja sama dengan Liang Jihua meskipun ia menyebalkan untuk mengalahkan Elder Xu.
Tapi mendengar alasan mereka berkumpul, Xika jadi kehilangan rasa tertarik. Rupanya tidak ada yang spesial. Peserta dari sekte besar berkumpul dan menekan sekte kecil? Mungkin saja. Bukan hal yang tidak normal.
"Kawan-kawan......hah.....hah......aku....mendapat.....informasi....."
Xika melihat, ada seorang pria yang mengenakan baju hijau datang dengan tergesa-gesa dan terlihat sangat kelelahan. Mungkin stamina dari mereka yang berasal dari sekte kecil memang tidak sebanding dengan mereka yang berasal dari sekte besar?
Tapi entah mengapa, Xika merasakan perasaan bahaya dari pria berbaju hijau itu. Padahal pria itu terlihat kelelahan, lemah, dan tak berbahaya. Kenapa ia merasakan bahaya? Memilih untuk berjaga-jaga, Xika menatap Liang Jihua.
Kebetulan sekali, gadis buas itu juga merasakan hal yang sama. Jadi Xika meminta Liang Jihua untuk menyiapkan serbuk es lagi. Liang Jihua mengangguk mengerti. Gadis itu sudah mengetahui rencana Xika, sama seperti saat melawan Elder Xu sebelumnya.
"Ada apa? Kenapa kau terlihat buru-buru sekali?"
"Ini......adalah.....informasi....gawat....."
__ADS_1
"Apanya yang gawat? Sebaiknya kau minum dulu."
"Benar, beristirahat saja dulu sebentar, setelah itu baru bicara."
"Tidak....bisa.....hah......ini informasi......mengenai kelompok tersebut.....mereka.......mereka sudah bergerak!"
Xika mengangkat sebelah alisnya. Kelompok yang berisikan sekte besar itu sudah mulai bergerak? Apa keduanya akan bertempur? Kalau benar seperti itu maka akan lebih bagus. Xika tidak perlu repot-repot menghabisi mereka. Biarkan mereka berdua saling menghancurkan.
"Apa? Mereka? B-berapa jumlah mereka? Apa mereka berpencar? Kita masih punya peluang untuk mengalahkan mereka bila berpencar!"
Kalimat itu diucapkan dengan tenang, tapi dibalik itu Xika dapat mendeteksi rasa takut yang samar. Apa sehebat itu kelompok besar tersebut?
"M-mereka berpencar......jumlah mereka delapan.........dan berpencar dua-dua.......barusan aku melihat dua dari mereka menuju arah yang berlawanan......."
Xika menyipitkan matanya seiring dengan pembicaraan yang berlangsung. Rasanya ia tidak asing dengan kelompok yang dibicarakan.
"Seperti apa penampilan mereka?"
"Benar, benar. Seperti apa? Setidaknya kita punya bayangan akan menghadapi musuh yang seperti apa."
"A-aku tidak tahu.......kemampuan mereka.......tapi penampilannya..........yang satu perempuan dengan wajah cantik......ia bagaikan bunga......namun memiliki wajah yang dingin dan galak......"
Tunggu dulu. Rasanya Xika tahu perempuan itu.
"Yang satunya lagi.......seorang pria.....dengan tampang-"
WHUSH!
"Nona Liang!"
Sesaat sebelum pria itu menyelesaikan penjelasannya, Xika sudah menerbangkan serbuk es Liang Jihua, yang kemudian diubah menjadi duri-duri tajam oleh gadis itu sendiri.
SYUSH!
JLEB!
BLAS!
CRAT!
"ARGHH!"
"UHUK!"
"GAHK!!"
Jeritan keksakitan terdengar berulang-ulang. Darah terciprat ke mana-mana. Tapi serangan kombinasi Xika dan Liang Jihua itu masih kurang untuk menumbangkan belasan orang tersebut.
"M-mereka datang!"
"Hii!! I-itu mereka!"
Xika melompat dari pohon dan mengubah Space Shifter menjadi tongkat panjang. Segera saja ia memutar Space Shifter dan melayangkannya ke perut musuh beberapa kali. Sebagian kena, sebagian gagal. Ada yang menahan dan ada yang menghindar.
Syut!
__ADS_1
Sebuah belati melayang mengincar kepala Xika. Tapi saat Xika mau menghindar, tanah di bawahnya naik dan menahan kakinya. Sebenarnya, ini mudah sekali untuk menghancurkan tanah itu kalau Xika juga melawannya dengan elemen tanah. Sayangnya, ia tidak boleh menggunakan elemen tanah sekarang.
Syung!
Tak!
Belati terbang itu tidak sampai ke kepala Xika karena jarum es yang dilayangkan Liang Jihua berhasil mengubah arah belati terbang itu. Di medan pertempuran, Xika tidak repot basa-basi dengan terima kasih dan sejenisnya, tapi Liang Jihua cemberut melihat Xika diam saja. Tampaknya gadis itu akan mengungkit hal ini nanti. Biarlah.
Angin berputar di sekitar kaki Xika dan menghancurkan tanah yang menahan kakinya. Langsung saja Xika melompat dan melayangkan kakinya yang diselimuti angin. Tendangannya itu memang tidak mengenai siapa-siapa, tapi angin di kakinya berhasil mencabik dua orang dan menerbangkan tiga orang.
"Lompat!"
Meskipun tak mengerti, Xika tidak meragukan perkataan Liang Jihua. Dalam pertempuran, instinglah yang paling penting. Beberapa saat kemudian, Xika ingin protes. Harusnya yang diteriakkan gadis buas itu adalah, 'Terbang!' bukannya 'Lompat!'
Rupanya Liang Jihua membuat bidang es lagi, sama seperti ketika mereka bertarung melawan Elder Xu. Xika yang terbang dengan angin di kakinya, mengayunkan tangannya berkali-kali dan melayangkan angin pencabik yang mendapat sasaran mudah karena kebanyakan dari mereka tidak siap dengan bidang es Liang Jihua dan terpeleset.
Xika sempat berpikir ia akan membuat kombinasi yang bagus dengan Liang Jihua bila menggunakan elemen air, tapi sayangnya elemen yang ia gunakan saat ini adalah angin.
Karena tidak ingin mengungkap rahasia Space Shifter, Xika tidak mengubah-ngubah bentuknya. Ia hanya terus menggunakannya sebagai tongkat. Jadi ia terbang kesana-kemari sambil terus mengayunkan tongkatnya.
Harus Xika akui, meskipun kelompok lawan mereka hanya berasal dari sekte kecil dan menengah, tapi semangat juang dan tekad mereka tidak dapat diremehkan. Xika sudah menghitungnya, setidaknya ia sudah memberikan setiap orang satu pukulan yang tidak ringan, tapi mereka terus menerus bangkit meskipun sudah berkali-kali jatuh.
Mungkin, kalau soal semangat dan tekad, para peserta dari sekte besarpun tidak akan bisa menyaingi mereka.
"Hah! Kau pengguna angin juga rupanya! Aku tidak akan kalah sebagai sesama pengguna angin!" Salah seorang bangkit dan mengikuti metode Xika untuk terbang dan berusaha menyerang Xika.
Sayangnya, ia kalah bukan di tangan pengguna angin melainkan di tangan pengguna es.
JLEB!
Sebuah duri raksasa menembus tubuhnya dari belakang. Pria malang itu bahkan tidak sempat menjerit. Ia menggunakan segenap tenaganya yang tersisa untuk memecahkan jimat pelindung dan segera kembali ke Akademi, berharap mendapat pertolongan di sana.
Syut!
Grep!
Xika mengarahkan telapak tangannya ke arah Liang Jihua, kemudian menutup telapak tangannya. Sejenak Liang Jihua terkejut, di saat berikutnya gadis itu menggertakkan gigi menahan amarah, kemudian, ketika angin meledak di sekitarnya dan menghempaskan empat orang yang berniat mengepungnya, barulah ia mengerti tindakan Xika.
Syung!
Setelah bersalto ke belakang, Xika mendarat tepat di samping Liang Jihua. Terlihat jelas dari ekspresinya bahwa gadis itu masih tidak suka dengan tindakan Xika sebelumnya, tapi Xika tak punya waktu untuk memikirkannya.
"Aku akan membuat sebuah angin puyuh yang besar dan menerbangkan mereka. Setelah itu buatlah duri-duri raksasa untuk menghabisi mereka dalam satu serangan."
Liang Jihua ingin protes atau setidaknya sekedar melayangkan keluhan, tapi ia sadar bahwa rencana Xika selalu berhasil, atau setidaknya berjalan dengan baik. Jadi ia menurut dan melakukan apa yang diminta Xika dalam diam.
"HEAH!"
SYUSH!
WHUSH!
WHRAK!!!
-------------------
__ADS_1
Halo, halo! Maaf, saya baru bisa update sekarang. Belakangan ini saya agak sibuk. Selamat menikmati ^_^