Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-106


__ADS_3

Xika mengerutkan keningnya melihat senyum Lang Jin.


"Begitulah." kata serigala itu.


Xika merasa Lang Jin mengetahui sesuatu. Tapi ia tidak tahu apa. Ia kembali memfokuskan pikirannya. Space Shifter kembali berputar di tangannya.


Lang Jin melompat. Ia hendak menjauhkan Xika dari tongkatnya. Ia yakin tongkat itu berperan besar dalam serangan Xika.


WHUSH!


Lang Jin berhasil menyentuh Space Shifter. Tapi kaki depannya malah terbungkus oleh Space Shifter yang menjadi lentur. Xika mengirimkan elemen api melalui Space Shifter menuju Lang Jin. Tapi hal itu tidak melukainya cukup banyak. Lang Jin masih berusaha melepaskan kakinya dari Space Shifter dan tidak terlihat terganggu dengan api Xika.


Xika menghela nafas. Bulu Lang Jin benar-benar kuat. Ia menambahkan elemen angin. Dan itu berguna. Lang Jin tidak lagi fokus dan terlihat terganggu. Kemudian ia mengarahkan kepalan tangannya mengincar rusuk serigala itu, tapi Xika langsung menariknya kembali.


Sedetik kemudian rahang Lang Jin menyambar tempat tangan Xika berada sebelumnya.


"Hmm.....kepala dan cakarmu masih bisa bergerak ya......"


Xika memerintahkan Space Shifter berubah lagi. Kali ini tongkat itu memanjang namun tetap lentur hingga menahan tubuh Lang Jin membuat serigala itu tidak bisa melakukan apa-apa. Xika mundur beberapa langkah melihat hasil karyanya dengan Lang Jin.


Ia mengangggukkan kepalanya cukup puas dengan hasilnya.  Kemudian ia menarik kepalannya dan menghantamkannya menuju bagian tubuh Lang Jin yang tidak diikat Space Shifter. Cukup mudah, karena Xika yang mengendalikan Space Shifter.


DUAK!


Xika menghujankan pukulan beruntun. Dan setiap pukulan memiliki perpaduan antara empat elemen dan membuat Lang Jin cukup menderita. Serigala itu tidak lagi berdiri dengan tegak dan gagah. Kakinya sempoyongan berusaha keras untuk tidak jatuh.


Dalam kondisi seperti ini siapapun akan berpikir bahwa Xikalah yang menang. Beberapa serigala yang berpihak pada Xika mulai berteriak dan meminta Lang Jin menyerah. Tapi tidak dengan Xika. Ia menghormati kegigihan dan semangat bertaruh serigala itu.


Xika kembali menghujankan rentetan pukulan. Tapi kendalinya pada Space Shifter berkurang karena ia lebih berfokus pada pukulannya. Lang Jin tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Semua bulunya berdiri seketika dan membuat Space Shifter melonggar. Ia melompat keluar dari Space Shifter tepat sebelum pukulan Xika menghantam dirinya untuk keempatpuluhlima kalinya.


"Wow. Sepertinya aku kurang fokus."


Xika memanggil kembali Space Shifter dan bentuknya kembali menjadi tongkat. Ia mengambil posisi menyerang. Lang Jin disisi lain, meskipun tubuhnya kesakitan, tapi ia mengambil posisi bertahan dan bersiap dengan serangan Xika yang akan datang.


"Sekarang, Xika! Gunakan elemen ruang!"


Xika mengikuti saran Huo Bing. Ia melompat pada lubang hitam yang muncul dan menghilang di bawah tatapan banyak serigala.


Ia muncul kembali di sisi kiri Lang Jin, tempat pertahanannya terbuka lebar. Xika menusukkan tongkatnya.


TANG!

__ADS_1


Lang Jin menahan tongkat Xika dengan kecepatan yang luar biasa, seolah ia memang sudah tahu kemana XIka akan menyerang. Banyak serigala kaget dengan Xika yang menghilang secara tiba-tiba, tapi mereka lebih kaget lagi ketika Lang Jin mampu menahan serangan Xika entah darimana.


Berbeda dengan para penonton yang terkejut karena Lang Jin mampu menahan serangannya, Xika tidak tampak terkejut. Tapi wajahnya tidak secerah sebelumnya.


Lang Jin bingung kenapa Xika tidak tampak terkejut, tapi ia berusaha menyembunyikannya.


Ruang terbelah dan Xika masuk ke dalam celahnya, menghilang. Beberapa saat kemudian ia muncul lagi di atas Lang Jin dengan tongkatnya teracung. Tapi lagi-lagi Lang Jin mampu menahan serangan Xika.


Xika melompat mundur. Ia hendak memastikan dugaannya. Ia menghilang beberapa kali dan muncul di sisi tubuh yang berbeda untuk menyerang Lang Jin.


Serigala itu memang tidak berhasil menghindari semua serangannya karena ia sempat menargetkan titik butanya, tapi serigala itu berhasil meminimalisir serangan yang diterimanya. Bahkan beberapa kali serigala itu sempat memberikan serangan balik dan membuat cindera mata di tubuh Xika.


Eksperimen selesai. Xika yakin akan dugaannya sekarang. Ia memandang Lang Jin. Serigala itu balas menatapnya. Mereka saling bertatapan selama beberapa saat.


Kemudian Xika mengalihkan pandangannya ke arah penonton. Tepatnya pada seekor serigala yang berkeringat dan memiliki ekspresi bersalah. Xika menatap serigala itu selama beberapa saat dengan ekspresi yang sulit diartikan.


Serigala yang ditatap terus-menerus mengucapkan kata maaf dalam hatinya dan Xika tahu itu dari pandangannya.


Serigala-serigala lain mulai bingung. Kenapa Xika mengalihkan perhatiannya di tengah pertarungan? Dan kenapa Lang Jin tidak menyerang Xika? Lang Jin malah terlihat seakan ia menunggu Xika. Dan memang itulah yang dilakukannya. Sedikit banyak ia mengerti ada sesuatu yang terjadi.


Xika tersenyum, tapi masih dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"Apa kau tidak mau mengatakan apa-apa?"


Xika menunggu beberapa saat tapi sepertinya lawan bicaranya tidak memiliki niat untuk membalas. Ia berbalik dan berjalan kembali menuju Lang Jin.


"MAAFKAN AKU!"


Banyak kepala menoleh pada arah di mana suara itu berasal. Dan mereka cukup terkejut terutama para serigala yang telah menjaga Xika ketika tahu siapa yang bicara.


"Lang Hu?"


"Apa yang ia lakukan?"


Para serigala mulai berbisik satu sama lain dan menduga apa yang telah dilakukan Lang Hu.


Xika terdiam ketika mendengar suara Lang Hu. Tapi ia tidak langsung berbalik.


"Maafkan aku.......A-aku terpaksa.......A-ayah bilang pertarungan ini akan mempertaruhkan nama baik keluarga kita........a-apalagi ekspresi yang ditunjukkan kakak saat itu............ia menanggung beban......aku tidak bisa.........membiarkan ia kalah.........Maafkan aku......A-aku tahu aku salah........ta-tapi aku harus melakukan ini..... Ha-hanya ini yang bisa kulakukan........maafkan aku......."


Lang Hu bicara dengan tergagap-gagap. Ia meminta maaf berkali-kali. Ekspresinya penuh dengan rasa bersalah. Lang Yan, di luar arena, mengerutkan keningnya. Kapan anak itu mencuri dengar pembicaraanya?


Xika tersenyum lagi. Tapi kali ini Lang Hu dapat mengerti arti senyuman itu. Senyuman yang menandakan bahwa mereka adalah teman. Xika tidak mengatakan apa-apa. Ia berjalan kembali ke arena. Di sana, Lang Jin juga memiliki ekspresi rumit di wajahnya.

__ADS_1


Ia dan Xika saling bertatap-tatapan. Mereka kembali siap bertarung. Tapi sebuah raungan menghentikkan mereka.


Seekor serigala dari kursi terdepan melompat maju dan tiba di depan Lang Hu. Serigala itu kembali meraung dan membuat Lang Hu menundukkan kepalanya. Ia bahkan sampai menyelipkan ekornya di antara kedua kaki belakangnya.


Serigala itu adalah Lang Yan, ayahnya.


Lang Hu tidak berani menatap ayahnya. Perbuatannya hari ini telah mencoreng nama baik keluarganya. Terutama ayahnya. Mungkin memang seharusnya ia tidak melakukan ini. Atau kalau tidak, ia harus melakukan hal ini sampai selesai, bukan setengah-setengah seperti ini. Tapi ia tidak bisa. Ia tidak bisa melihat kakaknya kalah. Tapi ia juga tidak tahan untuk terus berbohong dan mengkhianati Xika.


Lang Yan menggeram keras. Lang Hu tidak berani menjawab. Xika tidak tahu apakah geraman itu juga termasuk bahasa serigala atau Lang Yan hanya sekedar memberi peringatan pada Lang Hu.


Lang Jin yang melihat hal itu menghela nafas. Ia memberi Xika tatapan meminta maaf. Kemudian menoleh pada ayahnya.


"Ayah, sudahlah. Aku menyerah. Biarkan anak ini menjadi bagian dari kita."


Lang Yan langsung menoleh menatap anak sulungnya, tapi sebelum ia sempat berbicara, serigala lain telah mendahuluinya.


"Tidak. Pertarungan akan tetap berlanjut. Xuehao, kau masih ingat penilaiannya kan? Kalau Lao Yan* tidak bisa menilai maka kau yang akan menilai Xika."


Dan serigala yang berbicara adalah Heiliao. Mungkin terdengar seolah ia tidak memihak Xika, tapi ia tahu bahwa anak itu tidak akan menerima hasil seperti ini. Ia juga sama. Ia tidak akan menerima gelar Alpha dengan cara seperti ini. Pertarungan harus dilanjutkan.


Lang Yan di sisi lain tidak mampu berbicara. Ia menatap anak bungsunya selama beberapa detik sebelum berkata,


"Kita akan bicarakan ini lagi nanti."


Tapi Lang Hu tahu tatapan ayahnya mengandung kekecewaan. Ia tahu itu tanpa perlu melihat ayahnya. Ia bisa merasakan kekecewaan itu. Ia sendiri juga kecewa pada dirinya. Tapi apa lagi yang bisa ia lakukan? Ia dihadapkan pada dua pilihan sulit. Dan ia memilih keduanya. Itulah kesalahannya.


Setelah itu Lang Yan melompat dan kembali ke samping Heiliao serta Lang Xuehao. Xika dan Lang Jin menatapnya, meminta persetujuan.


"Lanjutkan."


Xika dan Lang Jin kembali memfokuskan pandangan mereka. Tapi mereka tidak langsung bertarung.


"Aku bisa memprediksi kemana kau akan muncul berikutnya. Sebaiknya jangan gunakan elemen ruang."


"Terima kasih atas informasinya."


Xika melambaikan tangannya dan ia kembali menghilang. Ia muncul di sisi kiri Lang Jin dan memberikan beberapa tombak angin. Tapi bukan hanya ia saja yang muncul. Beberapa lubang hitam lainnya juga muncul di sekeliling Lang Jin dan mengeluarkan kartu.


Serigala yang lain kembali melebarkan mata mereka. Terutama mereka yang telah bermain kartu bersama Xika. Tapi belum sempat mereka berdiskusi, Xika telah menjawab pertanyaan di benak mereka.


Lang Jin melakukan sebuah kesalahan. Ia menganggap remeh kartu yang dilemparkan Xika. Dan ia menerima konsekuensi berlipat ganda. Ia tidak menghindari kartu Xika dan lebih memilih untuk menghindari tombak-tombak yang datang. Ia membiarkan kartu-kartu itu  datang dan mengenai tubuhnya.


Ia percaya dengan pertahanan bulunya. Bahkan tongkat Xika tidak bisa melukai dirinya. Apalagi kartu-kartu yang biasa digunakan untuk bermain?Tapi bulunya mengecewakan dia.

__ADS_1


JLEB!


__ADS_2