Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-294


__ADS_3

Ekspresi Xika menggelap ketika ia menyadari rencana Han Li. Ia segera memanggil teman-temannya yang berasal dari sekte yang berbeda-beda. Kali itu, Shu Mang juga hadir. Awalnya ia datang hanya untuk ikut merayakan kemenangan Xika. Tapi situasi saat ini berkembang di luar dugaan.


Yun Xingzhao, Li Tang, Liu Shang, Di He, Shu Mang dan Liang Jihua berkumpul mengelilingi Xika.


"Baiklah, aku ingin mengatakan sesuatu, tapi sebelum itu izinkan aku mengajukan satu pertanyaan. Kenapa dia ada di sini?" tanya Xika sambil menunjuk Liang Jihua.


Semua pasang mata segera menuju Liang Jihua sedangkan yang di tatap hanya cemberut sambil melipat tangannya. "Kenapa? Tidak boleh?" ucapnya ketus.


"Errrr......yah........." Xika kebingungan harus berkata apa. Bagaimanapun juga, sampai saat ini ia masih agak canggung dengan Liang Jihua. Selain itu, semua yang berkumpul di sini bisa dibilang sebagai temannya yang tidak perlu diragukan lagi kepercayaannya, namun Liang Jihua......entah mengapa Xika tak bisa memandang gadis itu sebagai sekutu, meskipun ia juga tak menganggap Liang Jihua sebagai musuh. Yah, tampaknya ia tak bisa mengusir gadis itu.


"Begini, tidakkah kalian curiga mengapa Han Li repot-repot ingin mengadakan perjamuan di Akademi? Lalu, kenapa ia malah berbaik hati mengundang semua sekte di sini untuk tetap tinggal dan menyaksikan pertarungan? Jelas sekali ia bukan tipe orang yang akan melakukan hal tersebut karena kebaikan."


"Hm.....mendengarmu bicara begitu, aku jadi merasa ia memang cukup mencurigakan. Tapi meskipun begitu, memangnya apa yang ia rencanakan?"


"Aku tak memiliki bukti pasti, namun aku memiliki dugaan," Xika diam sebentar untuk melihat reaksi teman-temannya, tapi ternyata ia malah dipukul oleh Yun Xingzhao.


"Cepat beritahu kami! Jangan buat penasaran!"


"Aduh! Iya, iya. Dugaanku, ia berniat mengumpulkan semua sekte di sini dalam satu tempat karena ingin menguasai Dinasti Lin. Ia tak perlu repot-repot menundukkan sekte-sekte satu persatu karena semuanya sudah berkumpul di sini. Bukankah itu langkah yang praktis?"


"Kalau begitu, maksudmu pertarunganmu dengan Tian Yin hanyalah kedok? Dan tujuannya yang sebenarnya adalah untuk memanggil perwakilan dari tiap sekte untuk membuat mereka tunduk?"


"Dugaanku seperti itu."


"Tunggu dulu. Tapi bukankah itu berarti kekuatan dari seluruh sekte di Dinasti Lin berkumpul di satu tempat? Bahkan sekalipun Burning Abyss Sect merupakan sekte besar, mereka tak akan bisa menghadapi seluruh sekte di Dinasti Lin sekaligus. Bukankah akan lebih mudah kalau mendatangi tiap sekte satu demi satu? Dengan begitu sekte-sekte di Dinasti Lin tidak akan bisa menyatukan kekuatan bukan?"


"Kalau begitu, kabar kehancuran satu sekte akan tersebar ke sekte lain dan sekte-sekte lain dapat bersiap dengan kedatangan Burning Abyss Sect."


"Hm, masuk akal. Tapi rasanya penjelasan Xika masih kurang. Kau tak menjelaskan kenapa Han Li ingin pertarungan dilaksanakan di Akademi. Kalau ia memang ingin menguasai Dinasti Lin, bukankah pertarungan lebih baik di laksanakan di sektenya sendiri? Tempat di mana kekuatannya paling banyak."


Xika mengerutkan keningnya. "Apa yang kau katakan itu masuk akal. Namun aku tak menemukan alasan lain kalau bukan untuk menguasai Dinasti Lin. Yah pokoknya, apapun tujuan Han Li, tetaplah waspada. Aku ingin meminta kalian memberitahukan hal mencurigakan ini pada tetua sekte masing-masing dan meminta mereka semua memasang mata pada Han Li. Kalau ada sedikit saja gerakan yang mencurigakan, segera bertindak."


Semuanya mengangguk secara serempak. Terlepas dari rencana yang Han Li buat, mereka memang harus mewaspadainya.


------------------------

__ADS_1


Sky Devouring Castle, Tian Clan.


Seorang pria dengan jubah megah yang diatasnya terlukis simbol burung dan ular yang sedang bertarung duduk bersila sambil menutup matanya. Tanpa membuka matanya, ia bertanya,


"Hei Bao, apa ada hal penting yang baru-baru ini terjadi?"


Di sebelahnya, dari balik kegelapan melangkahlah seorang pria yang wajahnya tak asing bagi Xika. Ia adalah Hei Bao.


"Lapor, Tuan Muda. Belakangan ini tidak terlalu banyak kejadian yang penting, namun ada satu kejadian yang cukup menarik."


"Ceritakan padaku."


"Seperti yang anda ketahui, Kompetisi Penyambutan Murid Baru dilaksanakan setiap tahun. Kebetulan, kepulangan kita bertepatan dengan berakhirnya kompetisi tersebut. Apa yang menarik adalah juara dari kompetisi tersebut. Banyak orang mengira bahwa Han Feng, putra dari Patriach Burning Abyss Sect yang akan menang namun rupanya mereka salah besar. Ada juga yang mengira beberapa perwakilan dari sekte lain seperti Di Clan, Immortal Pearl Pavillion, Sky Devouring Castle kita dan beberapa sekte lainnya. Sayangnya, semuanya salah."


Pria itu mengerutkan keningnya. "Sky Devouring Castle kita kalah? Mengecewakan. Sebaiknya kita memperketat ujian masuk tahun berikutnya."


Wajah Hei Bao menggelap ketika mendengar ucapan Tuan Mudanya. "Ekhem. Saya rasa bukan disitu masalahnya."


"Maksudmu Sky Devouring Castle kita yang terlalu lemah?" tanya pria tersebut dengan tajam.


Kemudian, untuk mengimbangi aliansi yang dibentuk perwakilan dari sekte-sekte besar ini, seluruh sekte kecil dan menengah mengesampingkan perbedaan mereka dan bersatu untuk melawan aliansi sekte besar. Pertempuran besar terjadi antara persatuan sekte besar melawan sekte kecil dan menengah.


Pada akhirnya, sekte besar memenangkan pertarungan tersebut, namun aliansi yang terdiri dari 8 orang tersebut malah terpecah dan saling beradu dengan tiga melawan empat sementara satu orang lagi sebagai pengamat."


"Hei Bao, jangan berbelit-belit. Apa pengamat itu yang menjadi pemenang pada akhirnya? Kau tak perlu menceritakan hal tidak berguna seperti itu padaku."


"M-maaf, Tuan Muda. Sayangnya, bukan si pengamat yang menjadi pemenang. Dalam pertarungan tiga melawan empat orang, kelompok tiga orang kehilangan dua orang sehingga hanya menyisakan satu orang melawan kelompok lawan yang masih berisi empat orang.


Kelompok empat orang tersebut berisi perwakilan dari Di Clan, Immortal Pavillion Sect, Burning Abyss Sect, dan Sky Devouring Castle kita. Belakangan, baru diketahui bahwa Burning Abyss Sect melakukan kecurangan dan mengirimkan murid senior mereka ke dalam kompetisi.


Mungkin Tuan Muda mengenalnya, namanya adalah Han Shu. Dan saat ini kultivasinya berada di tingkat Low-Jack."


"Heh. Lambat seperti biasa. Lanjutkan ceritamu."


Hei Bao menunduk hormat sebelum melanjutkan ceritanya, "Satu orang yang tersisa hebatnya telah mengalahkan perwakilan dari tiga sekte lain termasuk sekte kita. Anehnya, sebelum pertarungan empat lawan satu berlangsung sang pengamat menawarkan diri untuk membantu satu orang tersebut tapi malah ditolak. .

__ADS_1


Kini yang tersisa hanyalah satu orang tersebut melawan Han Shu yang berada di Low-Jack."


"Jangan bilang Han Shu kalah? Ia tak akan sebodoh itu sampai kalah dari kultivator ingusan yang berada di Forming Qi bukan?"


"Sayangnya, Han Shu kalah. Ia sempat mengonsumsi Berserk Pill dan meningkatkan kultivasinya ke tingkat Middle-Jack, namun ia masih kalah."


Pria tersebut terdiam sambil mengerutkan keningnya. Namun ia masih belum membuka matanya. Belum, cerita Hei Bao tidak sebagus itu sampai ia harus membuka mata.


"Pada akhirnya, satu orang ini berhasil keluar menjadi juara dan menjadi kuda hitam kompetisi kali ini. Sayangnya, tindakannya tidak disukai oleh banyak petinggi dari sekte lain. Satu orang ini mengalahkan empat orang yang menjadi lawannya dengan sangat keji.


Perwakilan dari Immortal Pearl Pavillion dibakar hidup-hidup, entah apakah ia masih hidup atau tidak saat ini. Perwakilan dari Di Clan seluruh uratnya telah terputus dan bisa dipastikan ia tak akan bisa menjadi kultivator lagi.


Perwakilan dari Burning Abyss Sect menderita luka yang tidak ringan namun paling sedikit dibanding lainnya.


Terakhir, perwakilan dari Sky Devouring Castle kita, dantiannya dihancurkan dan ia tak mungkin menjadi kultivator lagi. Entah apakah ia masih hidup atau tidak saat ini."


"Dari klan mana perwakilan Sky Devouring Castle itu?"


"D-dari Tian Clan......" Hei Bao menjawab dengan hati-hati. Ia tahu betapa sensitifnya masalah tiga klan di Sky Devouring Castle. Tidak seperti sekte lainnya, Sky Devouring Castle memiliki struktur yang berbeda dimana sekte tersebut terdiri dari tiga klan dan salah satunya adalah Tian Clan tempat Tuan Mudanya berasal. Setiap tahun, Sky Devouring Castle mengadakan perekrutan masuk dengan ujian yang ketat. Murid-murid tersebut dipilih berdasarkan perwakilan terbaik dari masing-masing klan.


Hei Bao tahu perasaan Tuan Mudanya. Kalau perwakilan dari sekte lain pasti Tuan Mudanya tak akan peduli, namun sayangya perwakilan kali ini berasal dari Tian Clan, klan yang sama tempat Tuan Mudanya berasal. Itu sama saja dengan mencoreng kebanggaan Tian Clan dari Sky Devouring Castle terang-terangan.


"Lalu bagaimana tanggapan dari tetua-tetua yang lain?"


"P-perlu diketahui bahwa sebelum para tetua mendiskusikan bagaimana harus menghukum satu orang tersebut, ia telah menghina Tuan Muda lebih dulu. Ia mempertanyakan apakah Tuan Muda benar-benar Jenius Nomor Satu Dinasti Lin. Karena itu para tetua sepakat untuk membiarkan Tuan Muda yang berurusan langsung dengan orang tersebut. Biar Tuan Muda yang memberinya pelajaran langsung dan mereka meminta saya menyampaikannya pada anda."


"Heh. Bocah bau kencur seperti itu harus diberi pelajaran. Siapa nama bocah itu?"


"Ehh......itu......."


"Bicara."


"Namanya............Xing Xika."


Segera saja pria itu membuka matanya. Matanya memperlihatkan binar tajam yang berbahaya. Kemudian ia tersenyum.

__ADS_1


"Heh. Xing Xika, ini akan menarik. Kita akan melanjutkan pertarungan waktu itu." ucap Tian Yin sambil tersenyum keji.


__ADS_2