Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-297


__ADS_3

"Tch. Masih besar mulut seperti biasa? Aku heran darimana kau mendapatkan kepercayaan diri seperti itu padahal terakhir kali kau melarikan diri seperti anjing ketakutan." Tian Yin mendecakkan mulutnya mengejek Xika.


"Benarkah? Seingatku terakhir kali kau yang tak berani membunuhku. Kenapa? Tak punya nyali?"


BLAR!


Tian Yin segera mengayunkan tangannya dan menciptakan semburan api besar menuju Xika. Belum selesai, ia membentuk beberapa gerakan tangan kemudian kembali menciptakan semburan air yang kali ini datang dari belakang Xika.


Cakupan dari kedua semburan itu cukup luas sehingga kemanapun Xika melangkah ia pasti akan terkena dampaknya kecuali ia melangkah ke dekat Tian Yin. Tapi tentunya Xika tak akan melakukan itu. Di saat para penonton tengah menatapnya penasaran bagaimana ia akan menghadapi serangan gabungan ini, Xing Xika hanya diam di tempat tanpa bergerak sama sekali.


WHUSH!


SYUR!


SRASH!!


Tabrakan antara semburan api dan air itu menyebabkan kabut yang memenuhi arena. Di sisi arena, hanya terlihat Tian Yin yang tengah menatap kabut dengan sinis. Namun ia tak berdiam diri menunggu hasilnya. Ia melebarkan telapak tangannya kemudian melakukan gerakan seolah mencengkram sesuatu.


Banyak dari penonton yang tidak mengerti apa yang dilakukan Tian Yin. Mereka bertanya-tanya satu sama lain hingga akhirnya beberapa murid-murid dari sekte besar menjelaskan.


"Dasar bodoh. Kalian tidak mengerti? Tian Yin sengaja menciptakan semburan dua elemen dari dua sisi sehingga Xika tak dapat menghindar kemanapun. Lalu hasilnya adalah kabut seperti yang kita lihat sendiri saat ini. Kabut tentu saja mengandung air, yang merupakan salah satu elemen yang Tian Yin kuasai.


Sedangkan saat ini Xing Xika terperangkap dalam kumpulan kabut itu, lalu Tian Yin melakukan gerakan mencengkram. Apa perlu kujelaskan juga apa yang terjadi?"


"Jangan bilang......ia berniat meremas Xika menggunakan seluruh kabut itu?" tanya salah seorang penonton. Sementara murid dari sekte besar hanya memutar matannya seolah itu adalah hal yang sudah jelas.


Para penonton yang mendukung Xika bergidik ngeri ketika sadar bahwa idola mereka sedang diremas oleh kumpulan kabut. Sementara Huo Bing yang mendengar percakapan tadi hanya mendengus meremehkan. Bodoh, kalau Xika dapat kalah dengan mudah seperti itu, mana mungkin ia bisa menang melawan Han Feng, pikirnya.


Kabut yang mengelilingi Xika mulai berubah. Namun di luar dugaan, setelah beberapa saat tak ada teriakan kesakitan seperti yang diharapkan para pendukung Tian Yin.


"Apa yang terjadi? Kukira Tian Yin meremas Xika menggunakan kabut itu? Kenapa tak ada jeritan?"


"Entahlah. Aku juga memikirkan hal yang sama."


Tian Yin sendiri menyipitkan matanya. Jelas-jelas ia sudah mengontrol kabut-kabut itu untuk mencengkram Xika. Tidak mungkin ia gagal mengontrol kabut itu kecuali.......ada seseorang yang lebih kuat yang mengontrol kabut tersebut.


Di saat Tian Yin menyadari hal tersebut, kabut yang mengelilingi Xika sudah mulai bergerak, namun tidak bergerak sesuai keinginannya. Kabut itu berputar semakin cepat sebelum sesosok pria terlihat di dalamnya. Pria itu menunjukkan senyum tipis sekilas sebelum mengayunkan lengannya.


Bersamaan dengan ayunan lengan yang dibuat Xika, kabut yang berputar itu melesat cepat menuju Tian Yin.

__ADS_1


Tian Yin terkejut, namun ia disebut Jenius Nomor Satu bukan tanpa alasan. Sekalipun ia tak menduga Xika dapat mengembalikkan kabutnya seperti itu, ia berhasil membuat perisai api di sekelilingnya.


Namun rupanya, kekuatan yang dibawa oleh kabut tersebut lebih kuat dari perkiraan Tian Yin sehingga menyebabkan ia terhempas mundur.


Belum sempat mendarat, lusinan pisau angin muncul di sekeliling Tian Yin dan menargetkan organ-organ vitalnya.


"LANCANG! Beraninya bocah bau kencur itu menargetkan titik vital Tuan Muda kami!" salah seorang tetua yang ikut datang berteriak marah melihat perbuatan Xika.


Namun tetua tersebut langsung diam ketika Ketua dari Sky Devouring Castle mengangkat tangannya. Tanpa perlu bicara, tetua tersebut mengerti makna tatapan dari pria sepuh tersebut. Kalau Tian Yin tak bisa menahan serangan seperti itu, ia tak pantas disebut Jenius Nomor Satu Dinasti Lin, apalagi sebagai anak dari Pemimpin Sky Devouring Castle.


"Cih!"


Tian Yin memutar badannya dan membentuk penghalang api di sekelilingnya. Pisau-pisau angin tersebut buyar seketika dan membuat penghalang api yang dibentuknya berkobar semakin besar.


Tap!


Tian Yin mendarat dengan aman sambil menatap tajam Xika. Bocah ini berbeda dengan bocah yang ia lawan terakhir kali.


"Hei........apa aku tak salah lihat? Xing Xika yang hanya di Forming Qi setara dengan Tian Yin?"


"Dasar bodoh. Keduanya belum serius tahu."


"Ck ck ck........kau benar-benar bodoh. Pertukaran serangan yang mereka lakukan daritadi belum melibatkan qi sama sekali. Mereka hanya adu pemahaman dan kontrol mereka terhadap elemen."


"Hm.....begitu. Tapi, bukankah itu artinya dalam hal kontrol dan pemahaman Xika sebanding dengan Tian Yin?"


"Sepertinya begitu. Dalam hal ini aku setuju kalau Xika lebih jenius dibanding Tian Yin. Namun kekuatan sebenarnya dari keduanya masih tersembunyi."


"Heh, bodoh. Kau ingin menjebakku dalam kabut yang berelemen air? Kau lupa ya aku menguasai empat elemen?  Air termasuk salah satunya. Oh, dan aku juga menggunakan angin sebagai penggerak tambahan."


Beberapa penonton yang cukup pintar mengerti mengapa Xika menang dalam adu kontrol melawan Tian Yin.


"Jadi Xika menggunakan dua elemen untuk mengontrol kabut tadi makanya bisa mengalahkan Tian Yin yang hanya menggunakan satu elemen? Itu sih sama saja bohong."


Penonton yang mendukung Tian Yin menghina Xika dan tidak menganggapnya menang melawan Tian Yin dalam adu kontrol karena ia menggunakan dua elemen. Namun, Tian Yin sendiri yang paling tahu bahwa sekalipun Xika tidak menggunakan elemen angin dan hanya beradu elemen air saja, ia tetap akan kalah. Brengsek!


"Teruslah menyombong seperti itu. Siapa ya yang terakhir kali menyombong menggunakan empat elemen namun berakhir kelelahan?"


"Tenang saja. Kali ini kupastikan menghajarmu terlebih dahulu sebelum kehabisan qi."

__ADS_1


Syut!


DUAK!


Tian Yin melesat dengan cepat dan menendang Xika tepat di perutnya, namun Xika berhasil menyilangkan tangannya dan menahan tendangan Tian Yin, sekalipun ia tetap terseret beberapa meter. Xika bahkan berhasil melapisi tangannya dengan elemen tanah dalam waktu yang singkat itu, tapi ia tetap merasakan sakit akibat  tendangan Tian Yin.


Tanpa memberi jeda, Tian Yin kembali menyerang. Kali ini ia menyelimuti tangannya dengan elemen api dan melayangkannya menuju Xika. Tidak berniat mundur, Xika juga melakukan hal yang sama dan menghantamkan tangannya yang terbakar menuju tangan Tian Yin.


Adu tinju terjadi selama beberapa saat sebelum berakhir dengan kekalahan Xika yang terpukul mundur beberapa meter.


"Pfttt.....bodoh. Kau lihat itu? Xing Xika dengan bodohnya melawan Tian Yin dengan tangan kosong apalagi dengan teknik yang sama. Jelas ia kalah!"


Huo Bing mengamati adu tinju yang terjadi sebelumnya. Kontrol Xika terhadap api sama sekali tidak kalah dengan Tian Yin, bahkan mungkin sedikit melebihinya. Namun qi yang mendukung api tersebut jelas lebih lemah karena Xika hanya berada di Forming Qi.


"Hei, kalau seperti ini, bukankah satu-satunya cara mengimbangi Tian Yin adalah dengan mengkombinasikan empat elemen seperti sebelumnya?" tanya Huo Bing pada Heiliao yang duduk di sebelahnya.


"Sebaiknya ia tidak menggunakan teknik itu atau Tian Yin akan mempelajari teknik baru." ucap Heiliao tanpa mengalihkan pandangan.


"Apa maks-" ucapan Huo Bing terhenti seketika di saat ia menyadari apa yang dimaksud Heiliao. Sebelumnya, ketika melawan Han Feng, Xika berhasil menyetarakan kekuatan dengan menggabungkan keempat elemen menjadi satu.


Sebenarnya itu merupakan cara yang cukup bagus dan efektif, apalagi untuk melawan Han Feng yang hanya menguasai elemen api. Sayangnya, hal tersebut tidak dapat digunakan untuk melawan Tian Yin, karena Tian Yin menguasai dua elemen.


Tian Yin mendapat gelar jenius bukan tanpa alasan. Salah satunya pasti karena ia dapat mempelajari hal-hal dengan cepat. Kalau Xika memperlihatkan teknik gabungan empat elemennya, maka Tian Yin juga pasti akan mempelajari hal tersebut. Sekalipun tidak sebanding karena hanya menggabungkan dua elemen, tapi basis kultivasi Tian Yin lebih tinggi dibanding Xika. Gabungan empat elemen sekalipun hanya mampu menyaingi Low-Jack.


Bila Tian Yin yang berada di High-Jack menggabungkan kedua elemennya, sudah pasti kekuatannya akan berkali lipat dan Xika akan semakin sulit mengalahkannya.


Sayangnya sebelum Huo Bing sempat memperingati, Xika sudah lebih dulu menggunakan teknik tersebut. Lagipula hanya itu teknik yang bisa ia gunakan untuk menutupi perbedaan kekuatan.


Xika mengepalkan tangannya kemudian sekali lagi beradu tinju dengan Tian Yin. Hanya saja kali ini tinjunya tidak hanya mengandung elemen api saja, melainkan gabungan dari empat elemen. Masih kurang memang, tapi kali ini Xika hanya mundur beberapa langkah, bukan beberapa meter.


"Oh? Tinjumu barusan.........kini aku mengerti bagaimana bisa kau mengalahkan Han Feng." Tian Yin tersenyum seolah mendapat pencerahan namun masih dengan sorot kejam nan sinisnya.


"Brengsek......"


Dan terjadilah hal yang ditakutkan Huo Bing.


Di hadapan seluruh penonton, Tian Yin mengacungkan tangannya yang kini telah dilapisi gabungan antara api dan air.


"Kurang lebih seperti ini ya......."

__ADS_1


__ADS_2