
DUARRRR!!!!
Ledakan besar terjadi akibat serangan Huo Bing yang bertemu dengan serangan Xika.
Serangan tersebut menciptakan kabut yang cukup tebal sehingga menghalangi pandangan.
Setelah beberapa saat berlalu, barulah kabut tersebut mulai menghilang dan menunjukkan sesosok burung yang tengah duduk di tanah.
Burung itu adalah Huo Bing.
Ia menghabiskan hampir seluruh energinya-sisa energinya digunakan untuk mempertahankan wujud fisiknya-sehingga kini tubuhnya terlihat lebih trasparan daripada sebelumnya.
Burung itu menoleh ke kiri dan kanan untuk mencari Xika, namun tidak menemukan anak tersebut.
Tiba-tiba dari atas Huo Bing datang sekitar 20 kartu menghujani dirinya.
Huo Bing mengangkat sayapnya untuk melindungi dirinya, namun karena energinya sudah hampir habis, sayapnya tidak dapat mementalkan kartu-kartu tersebut dan hanya beradu di udara.
Beberapa saat berlalu dan Huo Bing sudah tidak kuat lagi menahan serangan tersebut, jadi ia berguling untuk menghindar.
Namun sayangnya, tangan yang ia gunakan untuk menahan kartu-kartu tersebut merupakan tangan yang sama yang memegang tongkat.
Sesaat sebelum Huo Bing berguling, ia terpaksa melepaskan tongkat tersebut yang kini sedang melayang di udara.
Lebih tepatnya terikat oleh benang yang tersambung kartu. Dan kartu tersebut perlahan-lahan semakin naik bersamaan dengan tongkat tersebut.
Huo Bing buru-buru melemparkan bulunya menuju tongkat itu menggunakan sisa-sisa tenaganya. Karena menurutnya masih belum bisa dianggap 'merebut' bila Xika belum menyentuh tongkat tersebut secara langsung.
Tapi itu sudah terlambat.
Tongkat tersebut sudah mencapai tangan Xika yang ternyata berada di atas pohon tempat Huo Bing bersandar sebelumnya.
Xika tersenyum kemudian menggunakan tongkat yang baru direbutnya untuk menangkis bulu-bulu yang dilemparkan Huo Bing.
Bulu-bulu itu jatuh di sekitar Huo Bing dan kemudian menghilang kembali ke tubuhnya.
Huo Bing melihat senyum kemenangan di wajah Xika sementara wajahnya sendiri cukup buruk.
"Aku menang. Hehehe......" ucap Xika dengan wajah penuh senyum.
Huo Bing menghela nafas. Ia terdiam selama beberapa saat. Sebelum akhirnya berbicara,
"Baiklah.....Kau menang."
Xika langsung melompat turun dari pohon dan mendatangi Huo Bing.
__ADS_1
"Jadi? Kau akan menepati janjimu bukan? Kau akan mengajarkanku teknik itu bukan?"
Memang Xika cukup senang mendapatkan tongkat tersebut dengan kemampuannya sendiri, bukan dengan cuma-cuma. Namun yang membuatnya lebih senang lagi adalah ia akan mempelajari teknik yang ditunjukkan Huo Bing sebelumnya.
"Eh? Teknik apa? Janji apa? Bukannya aku hanya menyerahkan tongkat itu tanpa pukulan bila kau menang ya?" kata Huo Bing dengan muka penuh kepura-puraan.
"Sialan! Jangan berpura-pura! Kau sudah berjanji padaku sebelumnya. Aku masih ingat ketika kau setuju dengan syarat yang kuberikan. Kau setuju dengan muka 'aku tidak akan mengingkari janjiku'!"
"Mungkin kau salah lihat...."
"Sialan!" saat itu muka Xika sangat merah seolah ingin menelan Huo Bing hidup-hidup.
"Baiklah-baiklah...... Akan kuajarkan."
Mata Xika segera menyala.
"Tapi tidak sekarang."
Mata Xika meredup kembali.
"Jangan pikirkan itu dulu sekarang. Lebih baik kau mandi dulu.
Tubuhmu sangat kotor dan bau." ucap Huo Bing sambil memegang hidungnya dengan sayap meniru manusia, tapi yang terlihat malah pose yang cukup aneh.
"Baiklah, baiklah.... Tapi kau sudah berjanji akan mengajarkan teknik itu jadi kau harus menepatinya!"
Huo Bing kembali ke dantian Xika sementara Xika berjalan menuju sungai.
Sekitar sepuluh menit berjalan, Xika akhirnya menemukan sebuah sungai.
Ia segera membuka pakaiannya dan masuk ke dalam sungai tersebut.
Sesekali akan ada Spirit Beast yang mendekati dirinya, tapi mereka semua langsung lari begitu Xika melepaskan auranya.
Ia sedang terburu-buru saat ini jadi tidak berniat menghadapi Spirit Beast itu.
Tiba-tiba Xika melihat semak-semak di depannya bergerak.
Awalnya ia mengira itu hanyalah Spirit Beast, jadi ia hanya melepaskan auranya dan lanjut membersihkan tubuhnya.
Tapi ia melihat bayangan manusia tidak lama kemudian.
Xika segera berbalik dan menemukan wanita paling cantik yang pernah dilihatnya seumur hidupnya. Bahkan Xika yakin meskipun ia mengembara lebih jauh di masa depan ia tidak akan menemukan wanita lain yang secantik mahkluk di hadapannya ini.
Wanita itu memiliki rambut yang cukup unik dengan warna putih keperakan bercampur dengan biru. Tubuhnya sangat sempurna untuk ukuran wanita, tidak ada bagian yang kekurangan atau kelebihan lemak. Dengan bola mata biru di wajahnya yang rupawan. Namun sayang, wanita itu tidak memiliki ekspresi sama sekali.
__ADS_1
Wanita itu berpandang-pandangan dengan Xika.
Beberapa saat kemudian Xika baru menyadari dirinya sedang mandi. Untunglah sungai tempat ia mandi cukup dalam sehingga meskipun ia berdiri saat ini hanya bagian perut ke atas saja yang terlihat.
Xika berbalik kemudian menyelam dan berjalan menjauhi wanita itu di dalam sungai.
Mendadak Xika merasakan sebuah serangan datang mengincar dirinya.
Xika mengangkat kepalanya kemudian menggunakan kartu sebagian untuk menutupi dirinya sementara sebagian lagi untuk menahan serangan tersebut.
Xika mengintip sedikit dari kartunya dan melihat pelaku yang menyerang dirinya yang tengah mandi.
Dan pelaku serangan tersebut merupakan wanita yang Xika lihat sebelumnya, namun kini ia memegang pedang di tangannya.
Xika melihat gadis tersebut dengan muka penuh tanda tanya. Namun mendadak sebuah tombak muncul di sampingnya dan menargetkan perutnya.
Xika sempat menoleh untuk melihat gadis tersebut dan ia melihat bahwa gadis tersebut tidak melakukan apa-apa.
Kemudian Xika memutar tubuhnya dan menangkap tombak yang mengincar dirinya. Lalu ia mengarahkan tombak tersebut menuju gadis didepannya yang diyakininya sebagai pelaku yang menyerangnya.
Gadis tersebut menangkis tombak yang dilemparkan Xika dengan mudah. Namun sebelum ia sempat menyerang Xika lagi, Xika sudah melemparkan beberapa bubuk yang meledak di udara dan menghasilkan asap yang menghalangi pandangan.
Ketika asap tersebut menghilang, Xika sudah menghilang dari pandangan gadis tersebut.
Tidak ada perubaha ekspresi dari gadis tersebut. Ia diam sebentar kemudian berbalik dan mengambil arah yang berlawanan dengan arah yang dituju Xika.
Sementara Xika saat ini sedang bersembunyi di bawah sungai di balik batu besar tidak jauh dari posisinya sebelumnya.
Xika tidak mengetahui kekuatan gadis tersebut jadi ia yakin kalau tidak sama kuat makan akan lebih kuat dari dirinya. Ia diajarkan cara mengukur orang lain dari Huo Bing.
Lantas, kalau gadis tersebut lebih kuat dari Xika, mengapa gadis tersebut tidak menyadari hawa keberadaan Xika?
Biasanya kultivator akan mengeluarkan aura dari tubuhnya. Aura tersebut yang digunakan kultivator untuk mendeteksi satu sama lain. Tentu saja masih ada banyak cara lain untuk mendekteksi, tapi cara ini merupakan yang paling umum. Namun beda dengan Xika. Karena kondisi dantian Xika yang sangat langka, tubuhnya tidak mengeluarkan aura sama sekali. Jadi kalau gadis tersebut tidak melihatnya dengan matanya sendiri, ia tidak akan menyadari keberadaan Xika.
Lagipula, sepertinya gadis tersebut mengira Xika hanyalah manusia biasa yang berhasil bertahan hidup di tengah hutan Spirit Beast dengan penuh keberuntungan. Namun ia tidak tertarik mencari tahu keberuntungan apa yang ditemukan Xika. Berbeda dengan kultivator lain.
Kultivator lain pasti akan mencari-cari Xika kalau berada dalam posisi gadis tersebut.
Melihat gadis tersebut pergi, Xika cukup tertarik dengannya karena tidak mencarinya. Tapi Xika segera mengesampingkan pikiran tersebut karena ia punya hal lain yang lebih penting untuk dilakukan.
Xika segera membersihkan tubuhnya secepat mungkin sebelum ada gangguan lain yang datang.
Namun Xika terlambat. Lagi-lagi ada yang mengganggunya.
Sebuah lubang hitam muncul di udara dan menghisap semua mahkluk di sekitarnya termasuk Xika.
__ADS_1
Untungnya, Xika sempat mengenakan celananya sebelum benar-benar masuk ke dalam lubang hitam tersebut.