Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-293


__ADS_3

"Heh. Aku setuju." Xika melangkah maju sambil tersenyum percaya diri.


Jing Wei yang melihat hal tersebut segera menoleh kaget. Ia mendekat kemudian berbisik, "Bocah, kau sudah gila? Diam saja dan biarkan aku menyelesaikan masalah ini!"


"Tidak perlu. Toh rubah tua itu tidak akan diam sampai aku setuju melawan bajingan itu. Lagipula aku telah menghinanya sebelumnya. Kalau aku menolak melawannya, bukankah artinya aku menjilat ludahku sendiri?"


Tanpa menunggu respon Jing Wei, Xika maju menuju Han Li dan bertanya padanya.


"Kapan tepatnya bajingan Tian Yin ini datang? Dimana sebaiknya pertarungan diadakan?"


Han Li mengerutkan keningnya sesaat melihat senyum Xika yang masih percaya diri sekalipun tahu akan melawan Tian Yin. Namun ia segera menenangkan hatinya. Tak peduli sehebat apa Xika, ia tak akan mungkin menang dari Tian Yin. Selain itu, kalaupun Xika menang ia tidak peduli. Rencananya akan berjalan tak peduli siapapun yang menang.


"Aku akan mengabari lebih lanjut tentang hal itu. Dan untuk pertarungan, mengapa tidak di Akademi saja? Kurasa Mu Zhan Academy memiliki fasilitas yang paling baik diantara kami semua."


"Oh?" Xika menaikkan salah satu alisnya. Mengapa pertarungan dilaksanakan di Akademi? Apa yang sebenarnya Han Li rencanakan? Entah mengapa ia merasa Han Li masih memiliki rencana lain. "Sayang sekali. Padahal aku berharap dapat mengunjungi Burning Abyss Sect."


"Hahaha......tidak perlu bertarung untuk bisa mengunjungi sekteku. Kau akan diterima sebagai tamu." Han Li tersenyum sombong, Xika sudah setuju bertarung dengan Tian Yin artinya rencananya pasti berhasil.


"Baiklah kalau seperti itu. Aku pasti akan mengunjungi Saudara Han dan melihat luka-lukanya," ucap Xika sambil tersenyum ramah.


Ucapannya seketika membuat wajah Han Li menggelap. Brengsek. Anak ini berani menghinaku? Heh. Mari kita lihat siapa yang akan tertawa di akhir. Han Li memberikan senyum lebar yang mengandung sejuta makna di dalamnya.


"Kalau begitu Burning Abyss Sect akan menunggu kunjunganmu, nak!" Selesai bicara seperti itu, Han Li melangkah pergi menuju meja perjamuan dan menikmati perjamuan tersebut seolah tak ada yang terjadi sebelumnya.


Xika mengerutkan keningnya melihat hal tersebut. Han Li hanya diam terhadap provokasinya? Tidak mungkin. Apa yang rubah tua ini rencanakan? Lalu senyumnya itu, ada makna tersembunyi di balik senyumnya.

__ADS_1


Melihat Han Li, yang sebelumnya paling berapi-api kini menikmati perjamuan dengan damai, perlahan-lahan para tamu yang lain mulai ikut menikmati perjamuan tersebut, meskipun suasana rasanya masih berbeda dengan sebelumnya. Sesekali, akan ada tamu yang menoleh melihat Xika dan Han Li secara bergantian seolah tak percaya bahwa tak ada pertarungan yang terjadi mengingat betapa panasnya situasi tadi.


Setiap kali Han Li membuka mulutnya, semua tamu segera memfokuskan pandangannya pada pria tersebut. Namun ternyata yang ia bicarakan hanyalah makanan di perjamuan tersebut sehingga para tamu kembali menikmati jamuan mereka.


Xika mengambil sudut yang agak terpencil dan berdiskusi dengan Huo Bing dan Heiliao.


"Bukankah kelihatannya itu agak aneh? Bajingan tua itu diam saja terhadap prvokasi dariku? Dan lagi, apa yang sebenarnya ia rencanakan? Kenapa ia ingin pertarungan diadakan di Akademi sampai memuji fasilitas segala? Burning Abyss Sect tidak akan mengakui sekte lain lebih baik dari mereka. Rasanya tidak mungkin ia puas hanya dengan diriku bertarung dengan Tian Yin."


"Mm. Kau benar. Ia merencanakan sesuatu. Mungkin saja ia mengincar sesuatu di Akademi ini. Teknik rahasia mungkin?" ucap Heiliao menebak.


"Sepertinya tidak. Burning Abyss kelihatannya tidak kekurangan teknik. Lagipula mereka sudah memiliki teknik rahasia tersendiri. Rasanya masih ada sesuatu yang lebih berharga yang mampu membuat Han Li si bajingan tua itu bergerak."


"Hei, rasanya pembicaraan ini sudah pernah kita lakukan ya?" ucap Huo Bing yang akhirnya selesai menghabiskan piring ketiganya.


"Ng? Kapan?"


Xika mengerutkan keningnya. Ucapan Huo Bing itu mengingatkan Xika terhadap obrolan santai yang mereka lakukan waktu itu. Xingli juga ada bersama mereka waktu itu.


"Jadi Han Li mengincar hal tersebut? Rahasia mengenai apalah itu? Tapi bagaimana caranya kita mengetahui rahasia itu dan bagaimana kita mencegah bajingan tua itu mendapatkannya?"


"Perlukah kita mendiskusikannya dengan Jing Wei?"


"Tidak, tidak. Kau lupa betapa curiganya ia pada kita? Jing Wei mengira kita adalah penyusup yang hendak mengambil harta tersebut. Kalau kita berdiskusi dengan Jing Wei yang ada ia akan tambah curiga pada kita. Lagipula, tidakkah kau tertarik dengan harta itu sendiri?" tanya Huo Bing sambil memberikan senyum busuk pada Xika.


"Entah mengapa kedengarannya agak salah kalau kita melakukan hal itu."

__ADS_1


"Bah. Jangan membicarakan salah benar padaku. Kau lupa apa yang kau lakukan di kompetisi sebelumnya?"


"Eh, itu tidak dihitung. Itu kan beda kasus."


"Cih. Lagipula, masih lebih baik harta tersebut jatuh ke tangan kita daripada tangan Han Li. Begini-begini kita kan masih terhitung sebagai bagian dari Akademi. Berbeda dengan Han Li yang adalah orang luar."


"Yah, aku tetap merasa agak bersalah. Tapi kau benar. Lebih baik harta itu jatuh ke tangan kita daripada Han Li." ucap Xika akhirnya mengakui kebusukannya. Sementara Heiliao menatap keduanya dengan datar. Ia sudah tahu dari awal bahwa keduanya berencana mengambil harta tersebut untuk diri mereka sendiri.


"Ah, Saudara Jing. Mendadak sebuah ide melintas di kepalaku. Karena pertarungan akan dilaksanakan di Akademi, mengapa kami tidak tinggal sedikit lebih lama di tempatmu ini? Kau tidak keberatan bukan? Bagaimanapun, semua orang pasti ingin melihat siapa Jenius Nomor Satu yang sebenarnya," ucap Han Li sambil melirik Xika.


Perhatian semua tamu segera kembali lagi pada Han Li. Mereka sudah menduga bahwa Han Li tidak akan diam saja. Ia pasti akan melakukan sesuatu, meskipun hal yang kali ini diminta Han Li bukanlah hal aneh. Malahan, ia telah mewakili keinginan dari banyak tamu disini untuk dapat menonton pertarungan antara Xika dan Tian Yin.


Xika memang bukan kultivator biasa. Ia dapat menguasai empat elemen, memiliki senjata yang aneh dan bahkan dapat mengalahkan Han Feng yang sudah berada di Middle-Jack. Kekuatan dan kemampuannya berada di luar bayangan semua yang menonton. Kalau belum pernah mengenal Tian Yin, maka mereka pasti akan menunjuk Xika sebagai Jenius Nomor Satu.


Sayangnya, Tian Yin juga tidak bisa diremehkan. Ia memiliki dua elemen yang berlainan yaitu api dan air, meskipun tidak sebanding dengan Xika tapi itu tetap merupakan pencapaian yang hebat dan tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Selain itu, ia terkenal dengan kecepatannya dalam berkultivasi. Umurnya memang tidak berbeda jauh dari Xika, namun tingkat kultivasinya setara atau bahkan lebih tinggi dari Han Feng.


Meskipun begitu, banyak yang merasa bahwa pertarungan ini masih terlalu cepat. Mereka setuju bahwa Xika masih terlalu muda untuk pertarungan penentu ini. Kalau menunggu dua atau tiga tahun lagi, maka besar kemungkinan Xika akan menyusul Tian Yin. Tapi sekarang? Masih terlalu cepat.


Namun, pertarungan antara Xika dan Tian Yin pastinya bukanlah pertarungan yang bisa mereka lewatkan sekalipun menurut mereka Xika masih terlalu muda. Dan untungnya, Han Li telah menyampaikan keinginan mereka agar dapat menonton pertarungan keduanya.


Jing Wei dapat merasakan perasaan bahaya yang semakin dekat. Han Li telah bergerak maju dalam rencananya dan ia tidak tahu sama sekali apa yang direncanakan oleh Han Li. Sebenarnya ia mengadakan perjamuan ini agar semua tamu yang ada dapat cepat kembali ke sekte masing-masing. Siapa yang akan menyangka bahwa pengadilan Xika malah akan menahan para tamu dari berbagai sekte itu lebih lama? Dan kini, ia tak memiliki alasan untuk menolak.


"Aku tak keberatan. Namun, seperti yang dapat kau lihat Akademi-ku tak terlalu luas. Aku tidak dapat menyediakan tempat lebih dari yang kalian miliki saat ini."


"Hahaha......terima kasih atas kemurahan Saudara Jing. Seperti ini saja sudah lebih dari cukup, Saudara Jing." Han Li menepuk punggung Jing Wei.

__ADS_1


Perasaan curiga dan bahaya yang dirasakan Xika semakin meningkat ketika Han Li mengusulkan agar perwakilan dari sekte lain tetap di sini agar dapat menonton pertarungannya dengan Tian Yin. Apa yang ia inginkan? Apa ia ingin membuat pembuktian? Melakukan sesuatu di depan banyak orang sehingga ia akan diakui? Tunggu, apa ia ingin menguasai Dinasti Lin?


Mengumpulkan perwakilan dari berbagai sekte di satu tempat kedengarannya merupakan langkah yang bagus bila ingin menguasai Dinasti Lin. Dengan begitu ia tak perlu repot-repot menundukkan sekte-sekte lain satu persatu. Kalau begitu, bukankah pertarungannya dengan Tian Yin hanyalah alasan untuk memanggil para perwakilan dari sekte lain?


__ADS_2