
Hua Zhantian menatap Xika dan para Spirit Beast yang lain dengan senyum keji di wajahnya. Dari lengannya, terlihatlah luka sayat cukup panjang yang masih meneteskan darah sampai saat ini. Meskipun tak ingin percaya, tapi Xika mengambil sebuah kesimpulan, bahwa Hua Zhantianlah keturunan dari pria yang menekannya sebelumnya.
Hua Zhantian membuka mulutnya tapi kembali menutupnya ketika melihat pria yang kemungkinan besar adalah leluhurnya mengerutkan kening.
"Kau......." Pria itu menatap Hua Zhantian dengan berbagai macam perasaan. Bingung? Kecewa? Marah? Ia sendiri tak tahu bagaimana harus mengungkapkannya. "Aku tak mungkin salah mengenali. Kau adalah keturunanku. Apa alasanmu membawa semua manusia ini kemari?"
"Halo, leluhur. Kau memang tak salah, aku adalah keturunanmu. Meskipun begitu, kenapa kau sangat pelit? Kau bahkan nyaris tak memberikan informasi apapun mengenai tempat dan harta ini. Untung saja aku berhasil menemukan tempat ini.
Adapun mengenai orang-orang di belakangku ini..........yah, katakan saja aku membutuhkan bantuan. Kau lihat anak yang bersamamu itu? Harus kuakui, dia cukup kuat. Selain itu, dua lainnya juga tak bisa diremehkan. Karenanya, aku membutuhkan bantuan untuk mendapat buah dari pohon di belakangmu itu."
Dari pengamatan Xika, sekalipun Hua Zhantian adalah keturunan dari pria di sampingnya, namun Hua Zhantian sama sekali tak menaruh hormat pada leluhurnya.
"Kau ingin informasi? Akan kuberikan. Tempat ini dan buah di belakangku ini hanya diperuntukkan untuk Spirit Beast. Keluarlah selagi aku bicara baik-baik."
"Pftttt.......Keluar selagi kau bicara baik-baik? Memangnya apa lagi yang bisa kau lakukan? Leluhur, kau kira aku tidak tahu bahwa energimu sudah hampir habis? Selain mengeluarkan aura dan memberikan satu dua serangan, apa lagi yang bisa kau lakukan? Leluhur, sadarlah. Sekarang sudah bukan zamanmu lagi. Sudah saatnya kau mati dan digantikan oleh generasi yang baru.
Keturunanmu disini akan menggunakan harta yang kau tinggalkan dengan baik. Oh! Aku juga akan membunuh binatang-binatang menjijikan yang telah menodai tempat ini," ucap Hua Zhantian dengan senyum kurang ajarnya.
SWOSHHH!!!
Aura yang luar biasa kuat keluar dari pria di samping Xika. Untungnya, aura tersebut tidak diarahkan pada Xika, kalau tidak mungkin ia akan berada dalam kondisi yang lebih buruk dibanding sebelumnya.
"Sudah kuduga..........aku memang seharusnya tak mempercayai manusia sekalipun ia adalah keturunanku," Pria itu menoleh dan menatap Huo Bing, lalu berganti Heiliao, dan terakhir, Xika. "Nak, kulihat ia mempunyai dendam denganmu. Bisakah kau mengalahkannya? Aku akan menyembuhkan semua lukamu. Anggap ini sebagai permintaan terakhirku, juga upayaku untuk mempercayai manusia yang terakhir kalinya. Buktikanlah bahwa tidak semua manusia itu buruk."
Xika terdiam sejenak kemudian memberikan senyum percaya dirinya. "Aku sudah pernah mengalahkannya sekali, jadi tidak masalah untuk mengulangnya lagi."
Setelah mendengar jawaban Xika, pria itu menutup matanya kemudian terdiam sejenak. Beberapa saat kemudian tubuhnya kembali bersinar seperti sebelumnya lalu pecah menjadi ribuan butir cahaya yang perlahan masuk ke tubuh Xika.
Di saat yang bersamaan, Xika merasakan luka-luka di tubuhnya mulai pulih dan qi-nya kembali terisi. Cedera-cedera yang dialami tubuh bagian dalamnya mulai pulih dan menutup. Bahkan luka-luka gores yang kecil di tubuh luarnya sekalipun menutup dengan cepat. Rasanya seluruh tubuhnya dipenuhi energi yang begitu luar biasa.
Beberapa saat kemudian, Xika menyadari bahwa energi yang diberikan pria itu adalah energi kehidupan. Tak pernah ia merasakan energi yang begitu murni dan penuh vitalitas. Mungkin seperti inilah rasanya ketika mengonsumsi Buah Kehidupan.
Xika mengepalkan kedua tangannya menikmati energi kehidupan yang mengalir deras di tubuhnya. Ia menatap Hua Zhantian dengan penuh percaya diri. Sayangnya, di mata Hua Zhantian, Xika hanyalah bocah gila yang tak tahu situasi.
"Heh, bodoh. Kenapa? Kau kira aku akan kalah lagi seperti waktu itu? Kuberitahu kau, aku sudah di Low-Jack saat ini. Jangan harap kau bisa mengalahkanku seperti terakhir kali." Hua Zhantian membalas senyum Xika dengan sama percaya dirinya.
Mendengar ucapan Hua Zhantian, Xika tersenyum sejenak sebelum tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. Ia tidak tahu kemana saja Hua Zhantian selama ini. Apa ia tidak dengar berita pertarungannya dengan Han Feng? Terserahlah, ia hanya perlu mengalahkan bajingan sialan ini sekali lagi.
"Nak, apa kau pikir kami akan membiarkanmu bertindak sesuka hati begitu saja?" ucap Xian Cheng, Kepala dari Immortal Pearl Pavillion.
Sial, umpat Xika dalam hati. Kalau hanya Hua Zhantian saja sih ia bisa menanganinya dengan mudah, tapi ia lupa memperhitungkan para pemimpin sekte besar yang lain. Di hadapannya terdapat Pemimpin dari Immortal Pearl Pavillion, Burning Abyss Sect, Sky Devouring Castle, Divine Array Clan, Di Clan, dan Northern Light Palace. Sementara di pihak Xika yang bisa menyaingi para pemimpin hanya Huo Bing dan Heiliao. Enam lawan dua. Sekalipun Huo Bing dan Heiliao luar biasa, tapi sulit untuk bisa memenangkan pertarungan ini.
__ADS_1
SHINGGG!!
Cahaya terang keluar dari tubuh Xika bersamaan dengan munculnya sebuah suara,
"Aku sudah membuat penghalang yang akan bertahan satu jam. Dalam jangka waktu tersebut, tak ada yang bisa masuk ataupun keluar kecuali salah satu dari kalian mati. Buktikan perkataanmu, nak."
"Heh. Memang itu yang kuharapkan." ucap Xika sambil tersenyum. Kini di dalam penghalang, hanya ada dirinya dan Hua Zhantian. Ia akan menghajar bajingan itu sampai puas.
SYUT!
Xika menendang tanah dan melesat menuju Hua Zhantian yang hanya menunggu Xika datang dengan senyum sombong nan arogan di wajahnya.
"Hati-hati! Bocah itu sudah pernah mengalahkan kultivator di Middle-Jack sekalipun ia berada di Forming Qi-8!" ucap beberapa murid yang berada di belakang para pemimpin.
"APA?!" Hua Zhantian menoleh ke belakang dengan kaget, tapi Xika sudah berada di depannya dan menghantamkan kepalan yang diselimuti kombinasi empat elemen.
BUAK!
Tap! Tap! Tap!
Hua Zhantian terdorong mundur beberapa langkah dengan wajah tak percaya dan tangan memegang bekas pukulan Xika di wajahnya. Tidak mungkin. Bahkan sekalipun ia sudah berada di Low-Jack, ia masih tak bisa mengalahkan anak ini?
Xika dan Hua Zhantian saling bertukar pukulan selama beberapa saat. Xika dapat menangkis semua serangan yang diberikan Hua Zhantian dengan baik. Normalnya, sekalipun kultivator Forming Qi dapat menangkis semua serangan kultivator Royal Realm, tapi mereka pasti tak akan mampu menahan qi yang dikandungnya karena perbedaan qi antara Forming Qi dan Royal Realm cukup jauh.
Namun di hadapan Hua Zhantian, Xika dapat menangkis semua serangannya dengan kokoh tanpa terdorong mundur sedikitpun. Rasanya seolah sedang bertarung melawan kultivator sesama Royal Realm, bukan Forming Qi.
"Sialan!" Hua Zhantian mengumpat sambil melompat mundur. Setelah menarik nafas beberapa saat, ia mengumpulkan qi di tangannya kemudian menghantamkannya ke tanah. Sesaat kemudian berbagai sulur tanaman besar yang penuh dengan duri tumbuh dan melesat menuju Xika dengan cepat.
Belum selesai, Hua Zhantian menumbuhkan beberapa tanaman lagi. Tanaman pertama ia ambil batangnya dan membuatnya menjadi sebuah tombak kayu yang kokoh. Sisa tanaman lainnya berupa tanaman aneh yang tak pernah Xika lihat bentuknya. Tanaman-tanaman aneh itu tampak seolah memiliki mulut, dan dari mulut mereka keluarlah berbagai duri-duri tajam yang tampaknya beracun.
SYUT!
Hua Zhantian ikut melesat maju dan menyerang Xika bersama dengan sulur-sulur tanamannya yang cukup besar.
"Oh?" Xika tertantang melihat serangan Hua Zhantian itu. Serangan langsung dengan menggunakan tombak, serangan dari sulur besar, dan serangan dari tanaman bermulut yang menembakkan duri-duri. Pasti dibutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk dapat mengatur semua itu.
Set!
Sat
Xika mengubah Space Shifter dari gelang menjadi sebuah tongkat untuk menyambut serangan Hua Zhantian. Kemudian ia mengeluarkan kartunya untuk menangkis duri-duri yang ditembakkan tanaman bermulut itu. Melihat serangan Hua Zhantian seperti ini, Xika jadi ingin mengadu daya konsentrasi.
__ADS_1
"HEAH!"
Hua Zhantian menusukkan tombaknya yang dipentalkan dengan Space Shifter Xika. Kemudian dari bawah muncullah sulur besar yang berniat menjadikan Xika sate manusia. Xika melompat ke atas namun duri-duri beracun sudah melayang ke arahnya dan tak lama lagi akan menembus tubuhnya.
Syut!
Kartu-kartu yang sebelumnya melayang di sekeliling Xika, kini melesat maju dan menghalangi duri-duri itu mencapai Xika. Karenanya, Xika berhasil mendarat dengan selamat.
Duri dan kartu itu masih terus bertarung seolah keduanya memiliki pemikiran sendiri dan berjuang untuk membantu tuan masing-masing.
Xika menatap pertarungan antara duri dan kartunya itu sambil tersenyum. "Heh. Lumayan juga. Kita lihat berapa lama kau dapat mengendalikan semua ini?"
SLASH!
Kali ini Xika memberikan tebasan yang ditahan oleh sulur besar Hua Zhantian. Hasilnya, sulur itu terbelah menjadi dua, namun tebasan Xika tak berhasil mengenai Hua Zhantian. Bajingan itu kembali melesat maju sambil menusukkan tombaknya.
Xika memiringkan kepalanya beberapa kali menghindari tusukan Hua Zhantian, kemudian balas memberikan tusukan. Hua Zhantian menghindar kemudian memberikan tebasan hendak memotong perut Xika dan mengeluarkan isinya.
TANG!
Tentu saja serangan tersebut berhasil dihalangi dengan Space Shifter dan dilanjut dengan tendangan dari Xika. Hua Zhantian lebih memilih melompat mundur daripada menahan tendangan Xika.
Selama pertukaran serangan tadi berlangsung, duri dan kartu Xika juga turut bertarung. Beberapa kali tanaman bermulut aneh itu berusaha menembaki Xika dengan duri mereka, namun selalu berhasil dihadang oleh kartu Xika.
Di luar penghalang, Huo Bing dan Heiliao menyaksikan pertarungan dengan santai.
"Hm, bocah itu semakin berkembang. Pertarungan tak lagi berat sebelah seperti sebelumnya."
"Mmm.......Kemenangan sebelumnya adalah kebetulan. Sedangkan kali ini.........itu bukan lagi kebetulan." ucap Heiliao sambil menatap Xika yang tengah menendang sulur besar Hua Zhantian sambil menahan tebasan dari Hua Zhantian itu sendiri.
"Hei, penghalang itu mencegah kita campur tangan dalam pertarungan dua anak ini. Tapi itu tak menghentikan kita untuk menyerang dua lainnya atau mengambil buah dari pohon besar itu bukan?" ucap Kepala dari Northern Light Palace.
"Kau benar," ucap Han Li, "tapi hewan-hewan di sekeliling mereka akan mengganggu."
Para pemimpin saling bertatapan kemudian pada saat yang bersamaan semuanya memberikan tanda agar murid di belakang mereka menghabisi para Spirit Beast yang mengganggu.
"ROARRR!!!!"
"HEAHHH!!!!"
Dan perangpun pecah.
__ADS_1