
"Lin sialan! Kenapa tidak bilang dari tadi?" ucap Qin Mo kesal.
"Aku baru ingat....." kata Lin Zhu sambil tertawa dengan wajah tanpa dosa.
Lian Minjie memukul kepala Lin Zhu sekali, kemudian diikuti Qin Mo.
Sementara Xika mengamati keadaan sekitar.
Mereka berempat telah dikepung dari segala arah oleh Green Dust Alligator, mahkluk sejenis buaya yang berwarna hijau dan memiliki kulit yang keras. Mahluk ini diberi nama 'Dust' karena kebiasaan mereka yang selalu berkumpul bersama kemanapun dengan jumlah yang cukup banyak sehingga terlihat seperti debu.
Para Green Dust Alligator mulai mendekat secara perlahan. Sepertinya mereka yakin dapat memangsa empat manusia itu sehingga bergerak dengan lambat.
"Xika! Kau bawa Lin Zhu pergi, aku akan bawa si bodoh Qin. Mahkluk-mahkluk ini seharusnya tidak bisa mengejar kita."
Xika langsung memegang lengan kanan Lin Zhu dan membawanya terbang, sama halnya dengan Lian Minjie yang membawa Qin Mo pergi.
Mereka terbang menjauh dari sungai. Kini ada jarak beberapa belas meter antara Green Dust Alligator itu dengan mereka.
Tapi Green Dust Alligator melakukan hal yang tak diduga oleh empat manusia itu sama sekali.
Mereka menembakkan qi yang berbentuk bola pada mangsa-mangsa mereka.
Empat sekawan itu langsung dihujani rentetan qi yang berbentuk bola.
Xika terkena tiga serangan sehingga langsung oleng dan jatuh tidak lama kemudian dengan Lin Zhu yang terlempar ke sebuah pohon.
Lian Minjie lebih beruntung. Ia hanya terkena satu bola kemudian ia langsung membentuk pelindung sehingga dirinya dapat mendarat dengan aman.
Namun sialnya, pohon yang ditabrak Lin Zhu ditinggali oleh seekor Winged Snake. Jenis ular ini merupakan ular yang mirip dengan Three-Horned Winged Snake yang ditemui Xika di Diamond Shake. Bedanya ular yang ini belum berevolusi sehingga tidak memiliki tanduk di kepalanya.
Tapi tingkat kultivasinya jauh lebih kuat dibanding yang ada di Diamon Shake. Winged Snake ini di tingkat Red 2 yang setara dengan kultivator tahap Forming Qi 5, sementara Green Dust Alligator yang menyerang mereka sebelumnya berada di tingkat Red 1 yang setara dengan kultivator tahap Forming Qi 3.
"Sial! Ular ini di tingkat Red 2. Kita bertiga hanya Forming Qi 3." kemudian ia menoleh pada Xika dan bertanya,
"Kau di tingkat apa?"
"Anu....Forming Qi 2..."
Lin Zhu tidak sempat menanggapi Xika karena Winged Snake di belakangnya telah membuka mulutnya dan mengarahkannya menuju pundaknya. Ia langsung melompat mundur kemudian menciptakan api di sekitar ular itu untuk menahannya.
Ia melompat menuju Xika yang sedang berkumpul dengan Lian Minjie dan Qin Mo. Tapi posisi itu malah merugikan mereka.
Karena saat ini Green Dust Alligator yang menyerang mereka telah naik dari sungai dan mendekati mereka. Sementara di depan mereka ada Winged Snake yang tidak lama lagi berhasil memadamkan api Lin Zhu.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Lian Minjie.
Tidak ada yang menjawabnya. Masing-masing sibuk berpikir.
Akhirnya Qin Mo lah yang pertama kali bicara.
"Ayo kita bagi dua. Lin Konyol, sepertinya ular itu cukup terganggu dengan apimu. Kau dan aku akan melawannya. Xika dan Lian Aneh, kalian berdua akan melawan buaya-buaya sialan itu. Atau setidaknya tahan mereka sampai kami berhasil mengalahkan ular terbang itu."
Ketiga orang lainnya mengangguk. Kemudian mereka berpencar menjadi dua.
Qin Mo melempar Winged Snake menggunakan tanah kemudian memukulnya dengan palunya ke bawah.
Di bawah, Lin Zhu sudah menunggu dengan pedangnya yang membara.
Namun pedang Lin Zhu tidak berhasil menyentuh ular itu. Winged Snake itu mengembangkan sayapnya, menahan dirinya untuk jatuh dan dihajar oleh Lin Zhu.
Ia mengepakkan sayapnya kemudian berbalik dan menyerang Qin Mo yang masih di udara.
Sialnya, di udara tidak ada tanah. Hal yang sangat merugikan bagi kultivator elemen tanah seperti Qin Mo. Lin Zhu pun tidak bisa membantu karena jaraknya dengan Qin Mo dan ular itu cukup jauh.
Ketika ular itu mendekat, Qin Mo mengayunkan palunya yang cukup besar untuk memukul ular itu. Namun sayang, Winged Snake itu menghindar dan melempar Qin Mo entah kemana menggunakan ekornya.
Setelah berhasil menyingkirkan Qin Mo, Winged Snake itu melesat menuju Lin Zhu.
"Sial!"
__ADS_1
Kira-kira saat Qin Mo sedang bergegas menuju Winged Snake itu, Xika telah melompat naik ke sebuah pohon dan melemparkan kartu-kartunya, sementara Lian Minjie terbang dan melemparkan beberapa pisau.
Tapi kulit Green Dust Alligator begitu keras. Kartu Xika dan pisau Lian Minjie mental begitu saja.
Mereka mencoba senjata lain. Lian Minjie berusaha menyerang menggunakan rantainya, sedangkan Xika dengan Space Shifter yang kini berbentuk pedang.
Space Shifter berhasil menggores sedikit kulit Green Dust Alligator, tapi rantai Lian Minjie gagal melukainya sedikitpun.
Xika menoleh sebentar untuk melihat keadaan Qin Mo dan Lin Zhu. Tapi ia tidak menemukan Qin Mo di manapun, dan hanya melihat Lin Zhu yang sedang kerepotan bertarung melawan Winged Snake itu.
Mendadak terlintas ide di kepala Xika.
"Kak Lian, ikat salah satu buaya itu kemudian lemparkan menuju ular bersayap di sana. Saat tubuhnya terbalik, kita coba serang dia."
Lian Minjie mengikuti saran Xika kemudian melemparkannya menuju Winged Snake yang tengah memojokkan Lin Zhu.
"Kak Lin! Menunduk!"
Lin Zhu bahkan tidak menoleh dulu untuk melihat siapa yang berteriak, ia langsung menunduk. Dan keputusannya untuk langsung menunduk itu ia syukuri beberapa saat kemudian setelah melihat Green Dust Alligator yang terbang melewati kepalanya.
Namun Winged Snake memukul Green Dust Alligator yang terlempar itu menggunakan ekornya tepat ke perut buaya itu.
Hasilnya Green Dust Alligator itu langsung berteriak dan tidak bisa bergerak lagi.
"Bagus! Kak Lian, kita ulangi lagi hal tadi. Kita buat ular itu saja yang menghadapi buaya-buaya ini."
Lian Minjie mengangguk dan langsung mengikat satu lagi Green Dust Alligator.
Tepat ketika ia berbalik hendak melemparkan Green Dust Alligator, Lian Minjie melihat Winged Snake yang sedang terbang menuju dirinya.
"Sialan!"
"Lanjutkan saja, Kak Lian!" kata Xika yang melemparkan beberapa kartu untuk mengacaukan konsentrasi Winged Snake itu.
Dan lemparan Lian Minjie tepat mengenai Winged Snake yang masih terganggu dengan kartu Xika.
Ia menjadi marah karena diganggu berkali-kali.
Ia hendak menyerang Xika dulu kali ini karena Xika lah yang daritadi berteriak dan mengacaukan rencananya.
Tanpa sadar, Winged Snake itu terbang cukup dekat dengan tanah.
Ketika ia setengah jalan menuju tanah, sebuah tangan raksasa yang terbuat dari tanah menangkapnya dan menghentikkannya untuk bergerak.
"Ssssss!!!!" ular itu mendesis marah.
Ketika mendengar desisan ular itu, Xika baru ingat bahwa ia sedang menyembunyikan identitasnya. Jadi ia berhenti melempar kartu dan menyerang hanya menggunakan Space Shiter yang berbentuk pedang saja.
Dari semak-semak, keluarlah Qin Mo dengan penampilannya yang berantakan.
"Cepatlah! Aku tidak bisa menahannya terlalu lama!"
Mendengar teriakan Qin Mo, Lin Zhu langsung melesat dan membakar ular itu hidup-hidup. Ia juga menyerang menggunakan pedangnya yang terbakar.
Tapi setelah menyerang selama beberapa saat, Winged Snake itu tidak memiliki luka berarti.
Memang pedang Lin Zhu berhasil melukainya, tapi tidak terlalu dalam.
Jadi Lin Zhu memotong sayap ular itu untuk mencegah pergerakannya.
Sekali lagi, ular itu mendesis ketika sayapnya dipotong.
Lian Minjie hanya menoleh untuk memastikan kondisi sebentar kemudian kembali berfokus pada Green Dust Alligator.
Ia sedang memikirkan rencana lain untuk mengalahkan Green Dust Alligator, karena Winged Snake kini sudah tidak disebut Winged Snake lagi jadi sepertinya ia tidak bisa membunuh Green Dust Alligator dengan mudah. Lagipula tidak mungkin ia menyuruh Winged Snake itu untuk membunuh Green Dust Alligator secara terus menerus.
Kemudian sebuah bola qi terbang menuju dirinya.
Di saat itu ia terpikirkan sebuah ide.
__ADS_1
Ia menghindari bola qi itu dan terbang ke tengah-tengah Green Dust Alligator untuk memancing mereka mengeluarkan bola qi lagi.
Ketika salah satu Green Dust Alligator membuka mulutnya, ia langsung melemparkan pisau.
Pisau itu menancap di mulutnya dan cukup melukainya.
Lian Minjie tersenyum melihat rencananya berhasil.
Xika yang melihat hal itu juga ikut melemparkan kartu (ia melempar setelah menoleh untuk melihat bahwa Winged Snake sedang sibuk dengan Lin Zhu dan Qin Mo).
Kemudian ia mendekat dan menusukkan pedangnya langsung ke mulut Green Dust Alligator itu, sekaligus memancing mereka untuk membuka mulutnya.
Sementara itu, Winged Snake berhasil membebaskan diri dari tangan tanah Qin Mo tidak lama setelah Lin Zhu memotong sayapnya.
Ia menggeliat kesakitan selama beberapa saat dan hal itu dimanfaatkan Qin Mo untuk menyerangnya.
Ia mengangkat palunya yang hampir sebesar dirinya dan menghantamkannya ke perut ular besar itu.
DUAKKK!!
Serangan itu cukup telak. Selain bunyi hantamannya, Qin Mo juga mendengar bunyi dari tulang-tulang ular itu yang ia hancurkan.
Kini ular itu hanya menggerakkan kepalanya. Ia tidak sanggup lagi menggerakkan badannya.
Meskipun sekarat, tapi ular itu masih memberikan perlawanan hebat.
Setelah Xika dan Lian Minjie berhasil melukai para Green Dust Alligator dan memaksanya mundur, mereka berdua bergabung dengan Qin Mo dan Lin Zhu untuk membunuh ular bersayap itu.
Akhirnya, ular itu mati ketika kepalanya ditahan Xika menggunakan tanah dan dihantam palu besar Qin Mo.
Mereka berempat duduk di samping mayat ular itu.
Semuanya sama-sama kelelahan dan kehabisan qi. Jadi untuk beberapa saat tidak ada yang berbicara.
Setelah cukup mengumpulkan energi, barulah mereka saling bicara.
"Lin Konyol, apa kau masih sanggup membakar ular ini? Kita bisa menjadikannya sarapan." tanya Qin Mo.
"Sepertinya aku akan membutuhkan bantuan." kata Lin Zhu sambil menatap Xika.
Kemudian Xika maju dan mendekati Lin Zhu.
"Lian Aneh, angkat ular ini sebentar. Aku akan mengulitinya dulu." kata Lin Zhu sambil mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.
Lian Minjie berdiri dan meluruskan tangannya sejajar dengan dada, kemudian ular itu terangkat.
Winged Snake itu cukup besar, setidaknya cukup untuk memuaskan perut empat orang remaja yang kelaparan.
Setelah selesai sarapan, Lin Zhu mengeluarkan sepasang sayap dari balik jubahnya.
"Ada yang tahu kegunaan sayap-sayap ini?"
Tidak ada yang menjawabnya.
"Kau simpan saja dulu. Mungkin saja nanti akan bermanfaat." kata Lian Minjie.
"Xika."
"Huo Bing? Ada apa?"
"Tolong gunakan sayap itu sebaik mungkin."
Sepertinya Huo Bing merasakan aura familiar rasnya dari sayap itu. Xika langsung mengerti asal usul sayap itu.
"Tenanglah. Aku yakin Kak Lin akan menggunakannya dengan baik." kata Xika yang melihat Lin Zhu menyimpan sayap itu dengan hati-hati.
Setelah itu, Huo Bing tidak menjawabnya lagi.
Selesai sarapan, empat orang itu melanjutkan perjalanan.
__ADS_1