Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-291


__ADS_3

Saat ini suasana terasa hidup karena tidak banyak tetua yang hadir. Belum lebih tepatnya. Perjamuan ini memang diadakan sebagai perayaan kemenangan sekaligus pesta perpisahan, tapi selain itu masih ada satu lagi tujuan dari perjamuan ini yang tidak disebutkan secara jelas.


Yaitu pengadilan Xika. Meskipun kedengarannya agak berlebihan dikatakan sebagai 'pengadilan' tapi kurang lebih hampir semua tetua setuju Xika perlu diadili atas tindakannya yang kejam. Sebenarnya ini adalah ide Han Li tapi tiga sekte lainnya setuju dengan ide Han Li.


Sisa sekte yang lain hanya bisa menuruti kemauan sekte besar itu karena mereka tak memiliki hak untuk berpendapat. Lagipula, tindakan mereka yang mendukung Jing Wei sebelumnya sudah cukup membuat Han Li kesal, mereka tak ingin membuatnya lebih kesal lagi. Sementara sekte besar lainnya tidak terlalu peduli dengan hal itu jadi hanya membiarkan saja.


Karena itu saat ini baru sedikit tetua dari sekte yang datang. Kebanyakan tetua sekte yang belum hadir ditahan oleh Han Li dan tiga sekte besar lainnya. Entah mereka sedang melakukan apa, tapi menurut Xika mereka sedang (dipaksa) berunding untuk menentukan bagaimana harus menangani Xika.


"Tapi kau benar-benar membuatku takjub, Saudara Xing. Maksudku, aku tak pernah menduga bahwa kau menguasai empat elemen sekaligus. Kenapa tak kau gunakan saja keempat elemenmu dari awal?" tanya Yun Xingzhao membahas kembali pertarungan beberapa waktu lalu.


"Kalau begitu nanti kemampuan Xika ketahuan dong. Lalu ia tak akan bisa mengejutkan Han Feng dan lainnya. Apa kau tak lihat bagaimana wajah perwakilan dari lima sekte besar itu ketika melihat Xika memperlihatkan penguasaan elemennya satu demi satu?" Liu Shang menjawab Yun Xingzhao.


"Pftttt.....kau benar. Aku tak bisa melupakan wajah mereka saat itu. Tampaknya memori itu akan tersimpan selamannya di kepalaku....."


Liu Shang dan Yun Xingzhao mengobrol dengan akrab. Padahal mereka baru saja bertemu, tapi sudah akrab begitu cepat. Huo Bing dan Xika sesekali menimpali perbincangan mereka sementara Heiliao dan Li Tang tampaknya terlibat dalam kompetisi adu diam.


KRIETTTT!!!!


Suara pintu terbuka segera menarik perhatian seluruh tamu yang hadir. Dari balik pintu, melangkahlah Han Li, diikuti oleh tetua-tetua dari sekte besar, lalu disusul lagi oleh tetua dari sekte kecil dan menengah. Seharusnya posisi Burning Abyss Sect sejajar dengan tetua dari sekte besar, namun karena pemimpin Burning Abyss Sect  datang secara langsung dan hanya dia pemimpin dari sekte besar yang datang, maka tetua dari sekte besar lainnya hanya diam saja.


Kedatangan Han Li beserta pada tetua lainnya segera membuat suasana menjadi hening. Tak ada lagi obrolan santai seperti sebelumnya. Bahkan Liu Shang dan Yun Xingzhao juga menghentikan obrolan mereka. Semua pasang mata tertuju pada Han Li dan tetua-tetua dari sekte besar lainnya.


Kemenangan Xika memanglah gemilang, tapi semua itu dibangun atas harga yang tidak murah. Ia menghancurkan empat perwakilan dari sekte besar dengan kejam. Kini, tiba saatnya bagi Xika untuk menghadapi konsekuensi dari tindakannya yang kejam.


Han Li yang berdiri di paling depan memindai seluruh ruangan dan berhenti ketika menatap Xika. Ia tak repot-repot minta maaf atau mengucapkan kalimat basa-basi untuk meredakan suasana. Ia segera berjalan menuju Xika diikuti oleh tetua-tetua lain.


Sambil berjalan, Han Li mengeluarkan auranya perlahan untuk menekan Xika. Ia harus memberi pelajaran pada bocah yang telah mencoreng kebanggaan Burning Abyss Sect.


Tap!


Han Li tiba di depan Xika dengan aura yang luar biasa kuat. Ia menatap Xika lekat-lekat dari atas sampai bawah sebelum berbicara.

__ADS_1


"Bocah, jadi kau yang melukai anakku dan hampir membuatnya cacat?"


Kalau yang berdiri di hadapan Han Li adalah siswa lain, maka sebelum bisa menjawabpun mereka sudah menggigil ketakutan dan buang air di celana. Tapi Xika berbeda. Ia menatap langsung ke mata Han Li tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Anakmu? Ah, maksudnya Han Feng ya? Benar, benar. Itu aku. Ada masalah apa?" ucap Xika dengan santai sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya.


"Bocah, kau memiliki keberanian. Tapi keberanian tanpa kekuatan adalah tindakan bodoh. Apa kau siap menanggung konsekuensi dari tindakan yang kau lakukan?"


"Terima kasih atas sarannya. Dan apa yang anda maksud dengan konsekuensi dari tindakanku? Anda tentu tidak akan menyalahkanku atas luka yang diderita anak anda, bukan? Soalnya, siapapun yang memiliki mata juga tahu bahwa anak anda berada dalam kondisi seperti itu karena mengonsumsi Berserk Pill."


Banyak orang menarik nafas terkejut melihat reaksi Xika. Sejak awal, mereka memang tahu bahwa Xika itu gila karena ia berani melukai perwakilan dari sekte besar sampai terluka parah, tapi mereka tak menyangka bahwa Xika segila ini.


"Bagus, bagus sekali! Rupanya selain berani, kau juga memiliki lidah yang tajam, nak! Tapi perlu kuingatkan sekali lagi bahwa semua itu tak ada gunanya bila kau tidak memiliki kekuatan yang cukup! Kau tentu tahu bahwa sekalipun anakku menggunakan Berserk Pill, kau juga memiliki bagian dalam membuatnya seperti itu bukan?"


"Astaga! Maksud anda saya juga adalah salah satu penyebab Han Feng terluka parah? Saya tidak mengerti. Bukankah ini adalah kompetisi? Bukankah wajar bila terluka dalam kompetisi? Atau Senior tidak mengerti apa itu kompetisi? Perlukah saya menjelaskan pada anda apa itu kompetisi?"


"Pftttt....."


Hidung Han Li kembang-kempis mendengar jawaban Xika. Tampaknya memang tak berguna berbicara dengan anak ini. Ia harus menghancurkan anak ini sebelum menjadi masalah besar di masa depan. Suhu udara mendadak turun drastis di sekitar Han Li. Tapi sebuah tangan menghentikannya.


"Saudara Han, biar kami yang menangani anak ini."


Han Li menahan auranya dan melihat bahwa yang berbicara adalah tetua dari Immortal Pearl Pavillion dan Di Clan. Ia mendengus kemudian menarik auranya dan mundur.


"Nak, kurasa itu agak tidak pantas, bukan? Memang, terluka dalam kompetisi adalah hal yang wajar. Aku setuju dengan hal itu. Tapi dalam kompetisi sekalipun memiliki batas, bukan? Apa yang kau lakukan ini sudah di luar batas. Bagaimana kau akan mempertanggungjawabkannya?"


Xika menoleh dan tersenyum menatap pria tua yang barusan berbicara. Han Li telah mundur dan menarik auranya sehingga Xika dapat bernafas lebih mudah. Sebelumnya, kalau bukan bantuan Heiliao dan Huo Bing, mungkin ia akan kesulitan bicara.


"Kalau tidak salah anda berasal dari Immortal Pearl Pavillion?" tanya Xika yang dijawab dengan anggukan oleh pria tua itu. "Seperti yang anda katakan, bahkan dalam kompetisi sekalipun memiliki batasan. Saya yakin anda lebih mengetahui hal itu daripada saya. Karena itu anda sendiri harusnya tahu bahwa teknik yang digunakan Zhen Fang juga sudah berada di luar batas.


Tanah yang melapisi tubuhnya hingga menjadi baju besi memiliki kemampuan untuk meledak. Betul, saya memang memiliki bagian hingga membuat Zhen Fang menjadi seperti sekarang. Tapi rasanya serangan yang saya berikan cukup wajar. Hanya semburan api. Serangan yang diberikan Han Feng sebelumnya bahkan lebih dahsyat dari semburan api saya. Saya rasa jika senior ingin menyalahkan seseorang, sebaiknya senior menyalahkan orang yang mengajarkan teknik itu pada Zhen Fang."

__ADS_1


Luar biasa. Hanya dalam sekejap, tetua dari Immortal Pearl Pavillionpun sudah dipenuhi dengan amarah. Ia tak tahu harus bicara apa lagi. Tak mungkin kan ia mengatakan bahwa dirinyalah yang mengajarkan teknik tersebut pada Zhen Fang? Bukankah itu artinya ia adalah orang yang harusnya disalahkan atas keadaan Zhen Fang sekarang alih-alih Xika?


"Bocah, kalau begitu maksudmu kau tidak bersalah karena serangan yang kau berikan masih termasuk dalam kewajaran? Lalu bagaimana dengan seranganmu terhadap anakku? Serangan terakhirmu itu melebih batas kewajaran! Bagaimana kau akan beralasan kali ini, hah?" Han Li langsung menyela begitu ada kesempatan. Seperti yang ia duga, tetua dari Immortal Pearl Pavillion sekalipun tak akan sanggup menghadapi lidah tajam Xika.


Xika menoleh dan menatap Han Li selama beberap detik sebelum akhirnya terkekeh.


"Hehehe.....saya tak menyangka bahwa Senior Han bisa bercanda juga....."


Sama seperti Han Li, tamu-tamu lain juga tak mengerti apa maksud Xika. Apa yang ia maksud dengan bercanda?


"Kalau Senior benar adalah ayah dari Han Feng, maka Senior pasti tahu bahwa putra anda berada di Low-Jack. Bahkan, di menit terakhir ia menggunakan Berserk Pill sehingga berada di Middle-Jack. Saya rasa semua orang sudah jelas dengan perarturan dari Mu Zhan Academy bahwa yang bisa mengikuti kompetisi ini hanyalah murid baru.


Pertama, putra anda, Han Feng atau siapalah nama aslinya, telah melanggar peraturan dengan mengikuti kompetisi yang hanya dapat diikuti oleh murid baru. Hal itu jelas telah melewati kewajaran. Kedua, putra anda menggunakan Berserk Pill yang memberikannya kekuatan di luar batas kewajaran. Dan sekarang anda bertanya mengapa saya memberikan serangan di luar batas kewajaran? Pftttt........"


Sekali lagi para tamu terkesima dengan Xika. Ia begitu piawai dan mampu membalikkan perkataan Han Li. Dan sekali lagi, ia membalikkannya dengan tersirat, tapi disiratkan dengan cukup jelas. Putra Han Li jelas telah melewati batas kewajaran. Mengapa Xika masih harus memikirkan batas kewajajran padahal Han Feng  jelas-jelas telah melewati batas kewajaran?


Tanpa memberi jeda bagi Han Li untuk membalas, Xika segera melanjutkan sambil menatap tetua dari Di Clan.


"Dan senior yang disana, kalau tidak salah anda berasal dari Di Clan, ya? Apa anda juga akan mempertanyakan tindakan saya? Perlukah saya menjelaskan bahwa Di Lang terluka karena efek samping teknik yang digunakannya, mirip seperti Zhen Fang?"


"Ini......." Tetua dari Di Clan tampaknya juga tak tahu harus bicara apa lagi. Selain itu, tampaknya ia juga memiliki keraguan tersendiri. Mungkin Di He sudah berbicara duluan dengan tetua itu sehingga tidak terlalu agresif seperti sekte lainnya.


"Bocah! Persetan dengan omong kosong! Bagaimana kau akan menjelaskan luka yang diderita murid sekteku, hah?! Aku melihat dengan jelas melalui kedua mata kepalaku sendiri bahwa kau sengaja menghancurkan dantian Tian Li. Jangan katakan bahwa itu juga adalah kecelakaan atau kesalahan Tian Li!"


"Hm? Ah, tetua dari Sky Devouring Castle, ya? Kau mempertanyakan tindakanku menghancurkan dantian Tian Li? Maaf, tapi kurasa kau tidak punya hak menanyakan hal itu."


"Ti-tidak punya hak?! Bocah! Kau berani sekali! Kau pikir siapa dirimu? Aku tidak punya hak? Kalau begitu, katakan! Siapa yang memiliki hak untuk menanyakan hal itu?! Hah?!" Tetua dari Sky Devouring Castle itu berteriak dengan amarah yang menggebu-gebu.


Xika tersenyum sinis menanggapi perwakilan dari Sky Devouring Castle.


"Tian Yin dari Sky Devouring Castle. Orang yang disebut sebagai jenius nomor satu Dinasti Lin. Panggil bajingan itu kesini dan aku akan menjawab semua pertanyaanmu."

__ADS_1


__ADS_2