Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-173


__ADS_3

"Huo Bing!"


Xika bergegas mendekati Huo Bing yang terkapar di tanah. Burung, yang kini berwujud pemuda itu, terlihat pucat. Keringat mengucur deras.


"Hoi! Jangan bercanda! Kau baik-baik saja kan?"


WHOSH!!


Tubuh baru Huo Bing mengeluarkan aura familiar yang berbentuk burung yang berhasil membuat Xika mundur beberapa langkah. Setelah beberapa saat, aura itu kembali masuk ke dalam tubuh Huo Bing.


"Tadi itu........apa yang terjadi......?"


"Xika! Ada apa?" Heiliao datang beberapa saat kemudian jadi ia tidak melihat aura yang keluar dari tubuh Huo Bing. Xika menceritakan apa yang barusan terjadi pada serigala itu kemudian Heiliao memeriksa Huo Bing baik-baik.


"Hahhhh....."


"Bagaimana? Apa dia baik-baik saja?" tanya Xika cemas melihat raut Heiliao yang gelap.


"Ini cukup buruk. Rohnya masih belum bisa menyatu benar dengan tubuh barunya. Kita perlu semacam tanaman spiritual khusus untuk benar-benar mengikat roh dan tubuh barunya. Tapi sayangnya tanaman semacam itu benar-benar langka dan sulit didapatkan."


Heiliao menggelengkan kepalanya selesai bicara. Ia memandang raut wajah Xika yang tak kalah buruk dengan wajahnya, kemudian menangkap sesuatu yang berada di belakang Xika.


"Apa itu?"


"Hm?" Xika menoleh dan melihat bunga yang ditanyakan Heiliao, "Entahlah. Aku memanggilmu barusan karena bunga itu. Warnanya benar-benar berbeda dari bunga Hydrangea yang biasa biru cerah. Yang ini biru tua gelap dan memiliki motif darah. Apakah tanaman itu berbahaya? Haruskah kita singkirkan sekarang?"


Heiliao tidak menjawab pertanyaan Xika dan melangkah mendekati satu-satunya bunga Hydrangea yang masih hidup itu. Pandangan matanya tak pernah lepas dari bunga itu barang sedetik, kemudian ia mengendusnya beberapa kali dan raut wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat.


Tanpa mempedulikan tatapan penasaran dari Xika, Heiliao menggali bunga itu perlahan-lahan. Kemudian cepat-cepat membawanya menuju Huo Bing.


BUK!


Serigala hitam itu memukul perut Huo Bing sampai mulutnya terbuka lebar dan segera memasukkan bunga yang baru ia petik itu ke dalam mulut Huo Bing.


Setelah itu, Heiliao menunduk dan mengalirkan qinya ke dalam tubuh Huo Bing secara perlahan dan membuat tubuh burung-pemuda itu menjadi stabil. Setelah melakukan proses itu selama beberapa saat, Heiliao mengangkat kepalanya dan perlahan menjauh dari Huo Bing.


"Ada apa? Kenapa kau memasukkan bunga itu ke dalam mulut Huo Bing? Apa itu tidak berbahaya? Bunga apa itu sebenarnya? Dan apa serigala tidak punya cara lain untuk memberi obat?"


Setelah melihat raut tegang yang ditampilkan serigala itu beberapa saat lalu sudah menghilang, Xika langsung memberikan rentetan pertanyaan pada Heiliao.


"Satu-satu. Burung itu bisa dibilang cukup beruntung, bahkan sangat beruntung. Ia mendapatkan tubuhnya tanpa melalui proses panjang dan bantuan dari para ahli. Sebelumnya, ia pingsan karena rohnya belum sepenuhnya menyatu dengan tubuhnya. Aura yang kau ceritakan itu adalah bukti kuat bahwa tubuhnya masih belum menyatu sepenuhnya."


Dan seperti yang kubilang tadi, kita membutuhkan tanaman spiritual yang sangat langka untuk menyatukan roh dan tubuh barunya itu. Beruntungnya, kau menemukan tanaman itu. Bunga Hydrangea abnomal itu memiliki khasiat yang cukup bagus.


Bisa dibilang momennya sangat tepat. Huo Bing tak akan bertahan lama tanpa tanaman spiritual khusus itu, ketika ia sudah mencapai batasnya, maka ia harus meninggalkan tubuh itu untuk mencegah jiwanya ikut hancur. Sedangkan Hydrangea abnormal itu juga lahir di saat yang tepat.


Sebelumnya, itu hanyalah bunga Hydrangea biasa. Namun karena serangan para ular dan kau yang mempertahankan kebun itu mati-matian hingga menumpahkan banyak darah, bunga itu berevolusi. Ia menyerap darah-darah yang tumpah membasahi tanah di sekelilingnya hingga jadilah bunga yang kau temukan tadi.


Memang bunga itu memancarkan aura yang tidak mengenakkan, tapi khasiatnya tak perlu diragukan lagi. Di dunia ini banyak hal aneh yang terjadi dan tak ada yang benar-benar mustahil. Karena darah yang diserapnya mengandung banyak kebencian, maka bunga itu juga tak akan bertahan lebih dari beberapa hari.


Setelah itu, bunga tersebut akan hancur dan membuat seluruh tanah mati bersamanya. Jadi bisa dibilang semuanya terjadi secara tepat."

__ADS_1


Sepanjang Heiliao menjelaskan, Xika menyimaknya dengan baik. Ia benar-benar terkejut dengan kebetulan yang terjadi itu. Sepertinya takdir benar-benar ada.


"Lalu sekarang, apa ada lagi yang bisa kita lakukan untuknya?"


"Tidak. Kita sudah membantu sebisa kita. Sisanya terserah burung itu. Dengan pengalaman dan bakatnya, menyerap bunga itu dan menyatu dengan tubuh barunya secara keseluruhan bukanlah hal sulit. Kita hanya perlu menunggu ia bangun saja."


Setelah mengatakan itu, Heiliao berbalik dan pergi untuk mengurus beberapa hal dengan serigala lainnya. Meskipun Xika sudah dianggap sebagai serigala juga, ia menolak untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan merepotkan yang biasa dilakukan Heiliao.


Jadi ia memilih untuk menyesuaikan kekuatan barunya sambil menunggu Huo Bing bangun sekaligus menjaga burung itu kalau-kalau sesuatu terjadi.


Tapi tampaknya ia tidak bisa menyesuaikan kekuatan barunya karena beberapa sosok kecil sudah berlari mendekatinya.


Bruk!


Keenam sosok itu tidak berhenti berlari sampai mereka menabrak Xika. Mereka semua memeluk Xika erat-erat seolah takut ia akan menghilang.


"Aduh, aduh.....pelan-pelan peluknya......aku tak akan menghilang kok......."


"Apa itu benar?"


"Hm? Apanya yang benar?"


"Yang Xing Ge katakan tadi bahwa kau takkan menghilang."


"Ahahaha........memangnya kau pikir aku akan menghilang ke mana?"


"Entahlah......pergi ke tempat lain mungkin? Xing Ge......tak mungkin diam disini selamanya bukan?"


Tapi sekarang semuanya sudah selesai. Tak ada lagi yang menahannya di tempat ini. Setelah Huo Bing bangun, ia memang berencana pergi meskipun masih belum menentukan tujuan. Namun ketika ia melihat raut sedih yang muncul di wajah anak-anak ia jadi sedikit ragu untuk pergi.


"Kau benar. Aku tak akan diam di sini selamanya." ucap Xika sambil tersenyum lembut pada Li Fan dan lainnya.


"Kalau begitu........apa Xing Ge akan kembali.....?" tanya Liang Zhu.


"Bicara apa kau, tentu saja aku akan kembali." ucap Xika sambil mengacak-acak rambut Liang Zhu.


"Janji...?" Liang Zhu menyodorkan kelingkingnya dan diikuti lima anak lainnya.


"Janji." Xika mengaitkan jari kelingkingnya pada mereka semua.


Keenamnya sontak memberikan senyum cerah pada Xika. Setelah itu mereka bermain seharian bersama Xika. Xika tak menolak, orangtua mereka juga tidak melarang. Jadi saat ini, Xika tengah berbaring menatap bintang di langit bersama enam orang anak disampingnya.


Keenamnya telah terlelap. Hanya Xika seorang yang masih bangun. Ia menatap langit malam yang bertabur bintang. Kenangan ketika ia tiba di desa ini melintas di kepalanya. Sejujurnya, kalau tanpa keenam anak ini, Xika ragu ia bisa bertahan di desa tanpa nama ini selama setahun.


Pada saat itu, sebagian dari dirinya ingin cepat-cepat pergi dari desa ini dan ingin mengabaikan firasatnya, sementara sebagian lainnya memaksa dirinya untuk tetap tinggal meskipun menyebalkan. Namun saat ini, ia bahkan merasa ragu untuk meninggalkan desa ini.


Semuanya karena enam orang anak ini. Bisa dibilang keenam anak inilah yang mengikat Xika dengan desa ini.


Malam berganti menjadi pagi. Saat ini Huo Bing sudah selesai menyerap Hydrangea abnormal yang ditemukan Xika dan tubuh serta jiwanya sudah menyatu sepenuhnya. Ia berniat membangunkan Xika, namun malah anak-anak duluan yang terbangun.


Ia mendapat reaksi kaget dari mereka saat tahu bahwa ia adalah kakak hantu yang bermain dengan mereka sebelumnya. Setelah bermain sebentar dengan mereka, ia kembali membangunkan Xika dan usahanya kali ini berhasil.

__ADS_1


Huo Bing berbincang sebentar dengan Xika, keduanya sepakat bahwa mereka memang harus pergi. Jadi keduanya bergegas mencari Heiliao untuk bersiap pergi. Keenam anak itu ikut dengan raut sedih yang tak bisa disembunyikan dari wajah imut mereka.


Xika menemukan Heiliao sedang bicara dengan Lang Shan dan beberapa serigala lainnya. Ia mengajak serigala itu pergi dan ia setuju.


"Tapi sebelum itu kita harus kembali ke Tanah Para Serigala. Ada yang harus kubicarakan."


Lang Shan berbincang sebentar lagi dengan Heiliao kemudian kembali ke Tanah Para Serigala melalui lubang hitam yang Heiliao ciptakan. Semua serigala lain mengikuti di belakangnya. Kini hanya tinggal Xika, Huo Bing, dan Heiliao.


Bagaimanapun juga, dalam setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Dan perpisahan itu tak dapat dihindari. Yang bisa kita lakukan hanyalah merelakannya dan percaya bahwa takdir akan mempertemukan keduanya sekali lagi.


Ketiganya menatap lekat-lekat enam anak yang memiliki mata berkaca-kaca. Mereka memang sudah tahu Xika dan lainnya akan pergi, tapi tetap saja mereka merasa sangat sedih. Xika sudah mengajarkan hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, begitu juga dengan Huo Bing dan Heiliao.


Selain itu mereka sudah melewati banyak waktu bersama. Jadi mereka benar-benar sedih saat harus berpisah.


"Aku tahu kalian akan merasa sedih. Tapi percayalah, kita akan bertemu lagi."


Keenamnya masih memiliki keengganan di wajah mereka.


"Begini saja. Aku akan memberikan kalian hadiah sebagai salam perpisahan. Kalian simpan hadiah itu baik-baik dan ingat itu setiap kali memikirkan kami. Selama kalian menyimpan hadiah itu baik-baik, kami pasti akan kembali. Bagaimana?"


"Hadiah apa?"


Xika tersenyum. Ia menggenggam seonggok tanah, kemudian melemparkannya ke udara dan kedua elemen yang berbeda itu saling menyatu. Setelah itu Huo Bing maju. Tangannya berputar beberapa kali dan memanggil air dan api.


Lalu air dan api itu menyatu dengan tanah serta angin yang dibuat Xika sebelumnya. Enam orang anak itu menyaksikan semuanya dengan penuh kekaguman. Tapi itu belum selesai.


Terakhir giliran Heiliao. Serigala itu maju dan menggeram. Dari mulutnya keluar asap kehitaman yang perlahan menyatu dengan empat elemen lainnya. Bukan saja menyatu tapi juga mengikat sehingga kelimanya benar-benar menjadi satu kesatuan.


Kelima elemen itu kemudian terpecah menjadi enam bagian yang berbentuk kartu. Masing-masing melayang menuju tiap anak.


Ketika kartu itu menyentuh tangan Li Fan dan Jun Si, Huo Bing bicara.


"Li Fan, hatimu terbuka lebar untuk semua orang. Itulah dasar dari keramahanmu. Tapi berhati-hatilah, ada beberapa orang yang tak layak mendapat keramahanmu."


"Jun Si, tubuhmu merupakan yang paling besar. Jangan merasa rendah diri, tapi juga jangan tinggi hati. Kau akan menjadi kultivator yang kuat. Gunakan kekuatanmu untuk melindungi mereka yang pantas."


Heiliao maju selangkah.


"Liang Zhu, kau akan menjadi wanita yang mempesona. Kau memiliki sifat pemalu yang berdasarkan ketulusan hatimu. Jangan berikan ketulusan itu secara sembarang, karena ketulusan memiliki harga yang sangat tinggi."


"San Du, kau adalah anak yang tertutup. Kau tidak mudah percaya pada seseorang, tapi ketika kau telah percaya, maka kesetiaanmu tak akan dipertanyakan. Carilah orang yang tepat untuk kau percayai di masa depan."


Terakhir, Xika memandang kakak beradik itu dengan senyum di wajahnya.


"Fan Ao, kau adalah kakak yang baik. Bukan hanya bagi Fan Mu, tapi bagi semua anak yang lain. Ingatlah untuk selalu menjaga adik-adikmu."


"Fan Mu.........kau memiliki mata yang besar dan senyum yang lebar. Senyummu itu membangkitkan semangatku. Tetaplah menjadi cahaya penyemangat."


Saat tiap kartu mendarat di pemiliknya, keenam anak itu tak bisa lagi membendung tangis mereka. Xika, Huo Bing, dan Heiliao menatap keenamnya dengan senyum rumit. Mereka tak mengatakan apa-apa lagi. Hanya salam perpisahan.


"Sampai jumpa."

__ADS_1


SWOSHHH!!!!


__ADS_2