Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-49


__ADS_3

Setelah keluar dari toko Lian Minjie, Xika berjalan menuju toko baju yang sebenarnya. Ia sempat berpikir meminta saran toko baju, tapi niat itu langsung ia urungkan karena tidak yakin Lian Minjie akan memberikan saran yang benar. Bisa-bisa ia mengirim Xika pada temannya yang satu lagi.


Jadi Xika memutuskan untuk mencari toko baju dengan usahanya sendiri.


Beberapa kali ia bertanya pada orang, dan semuanya menatapnya dengan sinis karena mengira ia hendak merampok toko baju, jadi tidak ada yang memberitahunya.


Butuh waktu sekitar 1 jam bagi Xika untuk menemukan sebuah toko baju.


Namun bahkan setelah ia sampai di depan toko itu, penjaga toko sudah menatapnya dengan sinis dan hendak mengusirnya.


Xika segera mengeluarkan kantong uang dari balik jubahnya dan berkata,


"Aku bukan pengemis. Aku tidak disini untuk meminta uang atau pekerjaan. Aku disini untuk membeli barang."


Selesai berkata begitu, Xika menggoyang-goyangkan kantung uang di depannya dan terdengarlah bunyi gemerincing koin.


Penjaga toko itu tidak jadi mengusirnya dan menutup mulutnya, tapi masih menatapnya dengan tajam. Sepertinya penjaga toko itu berpikir Xika mendapatkan uang itu dari hal kotor, tapi Xika terlalu malas untuk memikirkan masalah itu, jadi ia melangkah masuk ke dalam toko baju begitu saja.


Banyak pasang mata menatapnya dengan sinis ketika ia memasuki toko, tapi Xika tidak terlalu peduli.


Ia melangkah pada salah satu rak baju dan bertanya pada pelayan,


"Berapa harga baju ini?"


"1 perak." kata pelayan itu dengan muka yang tidak ramah karena yakin bahwa Xika hanya datang untuk melihat-lihat dan pada akhirnya tidak jadi membeli.


"Bungkus baju ini untukku."


Pelayan itu menatap Xika dengan tatapan curiga, tidak yakin ia bisa membayar baju tersebut.


"Kenapa kau diam saja?" tanya Xika sambil melemparkan 1 koin perak untuk membayar baju itu.


Pelayan itu buru-buru menangkap koin yang Xika lemparkan dan merubah sikapnya. Ia mengira koin yang dilemparkan Xika adalah untuknya.


"Ah, baik baik. Apa lagi yang tuan muda butuhkan? Saya akan memenuhi keinginan tuan muda semampu saya."


"Jangan salah sangka. Koin yang kulemparkan tadi itu bukan untukmu. Itu untuk membayar baju yang kulihat tadi. Aku hanya memintamu untuk membayarkannya."


Seketika wajah pelayan itu kembali masam, tapi ia tidak berani bersikap tidak sopan pada Xika setelah mengetahui bahwa Xika sepertinya memiliki latar belakang yang tidak biasa mengingat ia melemparkan koin perak dengan begitu mudahnya.


Sebenarnya Xika tidak begitu tahu tentang nilai uang, atau bagaimana kondisi ekonomi di suatu kota. Bagi kota besar 1 koin perak bukanlah apa-apa, tapi bagi kota menengah apalagi kota kecil, satu koin perak itu cukup, bahkan sangat berharga.


Tapi Xika tidak pernah mengerti hal seperti itu. Saat kecil, orangtuanya belum mengajarinya tentang nilai uang, ketika ia tinggal dengan pamannya, ia juga tidak diajari nilai uang, dan ketika ia bersama Huo Bing, tidak perlu diragukan lagi bahwa burung yang telah tertidur lama itu tidak mengerti apa-apa tentang nilai uang saat ini.


Xika berjalan mengelilingi toko dan akhirnya ia membeli beberapa baju lainnya. Ia hendak menyimpan mereka di cincin spasialnya, berjaga kalau-kalau ia akan merusak bajunya lagi, setidaknya ia tidak perlu diperlakukan sebagai pengemis.


Ia menghabiskan total 10 koin perak dari 35 perak. Kini ia hanya punya 25 perak. Tapi ia tidak terlalu memusingkan hal itu. Kalau ia kekurangan uang, ia dapat menjual beberapa bagian Spirit Beast lagi pada Tuan Qin.


Xika langsung berganti baju dan mengenakan pakaian yang baru dibelinya itu. Setelah mengganti pakaian, Xika berpikir apa lagi yang harus dilakukannya.


"Mengganti pakaian sudah. Membeli senjata atau pertahanan tidak perlu karena aku sudah punya sendiri, terlebih masih ada hadiah dari kak Lian. Mungkin sebaiknya aku mencari makan saja."


Kemudian Huo Bing bicara.x


"Jangan lupa mencari penginapan. Itu hal penting. Menjelang malam, biasanya penginapan mulai penuh. Bisa-bisa kau tidur di jalan malam ini."


Xika menyetujui ucapan Huo Bing, jadi setelah mengisi perutnya, ia mencari penginapan.


Ia pergi ke beberapa penginapan untuk membandingkan harga serta kualitas mereka.


Di tengah jalan, ia bertemu lagi dengan Lian Minjie.


"Xika? Apa yang sedang kau lakukan?"


Ketika Xika memberitahu Lian Minjie bahwa ia sedang mencari penginapan yang terbaik, Lian Minjie langsung berkata,


"Tidak perlu mencari penginapan."


"Eh?"


"Kau tidak akan tidur malam ini."


"Apa maksud senior?"


"Pokoknya jangan lupa, jam 7."


Kalimat terakhir ia katakan dengan berbisik. Setelah itu Lian Minjie menepuk pundak Xika dan melangkah pergi.


Xika menggaruk-garuk kepalanya melihat Lian Minjie yang berjalan pergi.

__ADS_1


"Kalaupun kau tidak tidur malam ini, kau masih akan tidur besok."


Huo Bing kembali mengingatkan Xika.


"Betul juga."


Jadi Xika tetap memeriksa penginapan yang menurutnya paling layak disewa.


Ketika ia selesai, hari sudah mulai gelap, tapi belum terlalu gelap. Kira-kira pukul enam.


Kini Xika bingung. Sudah tidak ada lagi yang perlu ia lakukan. Kalau Lian Minjie tidak memintanya datang dan mengatakan bahwa ia tidak akan tidur malam ini, ia pasti sudah sibuk berlatih di penginapan saat ini.


Jadi Xika memutuskan untuk pergi lebih awal ke toko Lian Minjie.


Ketika ia sampai di depan toko, ia langsung mendorong pintu karena yakin Lian Minjie tidak akan membukakan pintu.


Tapi ternyata pintunya terkunci.


Xika berusaha beberapa saat lagi dan akhirnya yakin bahwa pintu itu benar-benar terkunci dan tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membukanya.


Setelah bingung selama beberapa saat, Xika memutuskan untuk pergi ke toko Tuan Qin.


Sesampainya di depan toko, penjaga sebelumnya sudah tidak mengenalinya lagi.


"Mohon maaf, tuan muda. Sebentar lagi toko kami akan tutup. Silahkan datang besok lagi bila tidak keberatan."


Xika diam sesaat karena bingung kemudian mendekat dan bicara.


"Ini aku. Apa tuanmu ada di dalam? Aku ingin bertemu dengannya."


"Maaf, saya tidak mengerti apa yang tuan muda bicarakan."


"Aku yang kau sangka pengemis sebelumnya. Aku yang hendak menjual bagian tubuh Spirit Beast."


"Ah! Apa itu benar-benar kau? Kau tampak sangat berbeda."


"Ya, ini aku. Apa Tuan Qin ada di dalam? Aku ingin bertemu dengannya."


"Ya, dia ada di dalam. Masuklah. Apa kau mau menemuinya sekarang juga?"


Xika dan penjaga itu berjalan masuk ke dalam toko.


Kemudian penjaga itu membawa Xika menemui tuannya.


Ia sampai di depan pintu dan mengetuknya.


"Permisi tuan? Anak yang tadi siang hendak menemuimu."


"Masuklah."


Xika berjalan masuk sementara si penjaga kembali ke tempatnya.


"Ada apa?"


"Anu, Tuan Qin....."


Saat ini Tuan Qin masih menggunakan penampilannya yang sama dengan tadi siang.


Xika mengeluarkan kartu yang Lian Minjie berikan tadi siang.


"Ah, apakah aku harus memanggilmu kakak Qin?"


Tuan Qin menatap kartu yang ditunjukkan Xika dan sedikit mengangguk.


"Ah, ya. Si Aneh Lian sudah memberitahuku tadi."


Setelah berkata begitu, penampilan tuan Qin berubah. Sama seperti Lian Minjie, ia juga menjadi lebih muda.


"Namaku Qin Mo. Kau bisa memanggilku kakak Qin. Ada keperluan apa?"


"Anu, kakak Qin....Kak Lian memintaku datang ke tokonya pada pukul 7 dan melakukan apa yang perlu kulakukan. Saat ini tidak ada lagi yang perlu kulakukan jadi aku berniat ke tokonya namun ternyata tempat itu dikunci. Jadi apakah tuan-maksudku-anda-kak Qin....tidak keberatan bila aku menetap disini sebentar?"


"Tidak masalah.


Jiang Feng! Antarkan anak ini ke ruangan untuk beristirahat."


"Terimakasih Tuan.....eh, kak Qin."


Qin Mo tertawa kecil ketika mendengar Xika yang masih agak kaku memanggilnya.

__ADS_1


"Ah, nanti kita pergi bersama ya."


Xika tidak terlalu mengerti, tapi ia mengangguk saja pada Qin Mo.


Penjaga toko yang sebelumnya datang dan mengantarkan Xika menuju sebuah kamar yang cukup luas.


Xika tidak terlalu mempedulikan apa yang ada dalam kamar itu, ia langsung masuk dan berlatih.


Ia mengubah Space Shifter menjadi tongkat kemudian mengayunkannya beberapa kali.


Setelah itu, Space Shifter ia ubah menjadi kapak, rantai, dan pisau.


Ia masih penasaran bagaimana cara menggunakan benda-benda itu dengan benar. Rantai paling susah dilatih karena ia takut merusak dinding kamar.


Setelah berlatih selama sekitar setengah jam, ia mengistirahatkan tubuhnya.


"Hei Xika. Aku punya firasat bahwa kau harus memperkuat Space Shhifter."


Huo Bing muncul dan membentuk wujud fisiknya karena saat ini sedang tidak ada orang, meskipun sebenarnya tidak apa-apa ketika ada orang, tapi Huo Bing cukup terganggu, jadi ia hanya muncul ketika berdua saja dengan Xika, sekaligus berjaga-jaga.


"Memangnya kenapa?"


"Entahlah. Mendadak saja aku punya firasat."


Xika menyetujui usul Huo Bing terlepas alasannya yang tidak terlalu masuk akal. Lagipula, tidak ada salahnya meningkatkan kekuatan.


"Apa saja yang kau punya? Berikan padaku semuanya."


"Tidak bisa semuanya. Aku masih harus memiliki setidaknya setengah dari barang-barang ini, kalau-kalau aku kekurangan uang."


"Terserah. Beri saja serelamu."


Xika memberikan beberapa kuku serta gigi macan ruang yang ia kumpulkan, kemudian ia menambahkan ekor Black Scorchpion, dan kini memandang tulang ular yang Heiliao bunuh sebelumnya.


"Aku yakin bahwa tulang itu akan cukup banyak memperkuat Space Shifter."


"Tapi ini pasti akan bernilai cukup mahal."


"Kalau begitu potong saja. Setengah kau gunakan untuk Space Shifter, setengah lagi kau simpan."


Xika berpikir sebentar kemudian menyetujui usul Huo Bing.


Ia memberikan tulang itu pada Huo Bing karena tidak mampu memotongnya.


Setelah memotongnya, Huo Bing mengembalikan tulang itu pada Xika setengahnya, setengah lagi ia lelehkan bersama dengan benda-benda lainnya.


Kemudian benda-benda itu akhirnya menyatu dengan Space Shifter dan membuatnya semakin kuat, terutama tulang ular itu.


Proses ini memakan waktu kurang lebih 30 menit.


Tepat setelah benda-benda itu menyatu dengan Space Shifter, terdengar suara Qin Mo di luar memanggilnya.


"Xika, apa kau sudah siap?"


"Ah, ya. Tunggu sebentar kak Qin."


Xika segera mengubah Space Shifter menjadi gelang, kemudian keluar.


Huo Bing segera masuk kembali ke dalam dantian Xika.


Xika dan Qin Mo berjalan bersama menuju toko Lian Minjie.


Tapi sebelum ia meninggalkan toko Qin Mo, ia melihat bahwa kini toko itu terlihat seperti toko yang sudah bangkrut. Tidak ada apa-apa lagi disana. Bahkan spanduk nama tokonya saja tidak ada.


"Kak Qin, apa yang terjadi dengan tokomu?"


Ia terkekeh sebentar kemudian berkata,


"Kau akan tahu."


"Omong-omong, kenapa kau mengirimku pada toko kak Lian sebelumnya?"


"Hm? Oh, aku sempat melihat kartu dari balik jubahmu saat itu. Kupikir orang yang membawa kartu kemana-mana pasti mengetahui permainan Capsah dan cukup menguasainya, atau paling tidak, menyukainya."


Xika mengangguk-angguk mendengar penjelasan aneh Qin Mo.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Merampok, tentu saja. Itulah alasanku mengemasi tokoku sebelum pergi."

__ADS_1


"........"


__ADS_2