
Malam berlalu dan pagipun tiba. Setelah membereskan tenda, Xika dan lainnya segera pergi menuju titik pertemuan yang sudah disepakati kemarin. Di perjalanan, mereka melalui beberapa pertempuran tapi tidak berhenti untuk mengeliminasi.
Mereka hanya mengamati sebentar kemudian kembali berlalu. Zhen Fang meminta mereka berkumpul di waktu yang sama jadi sebisa mungkin Xika tidak ingin terlambat. Selain itu, pertarungan-pertarungan yang ia lewati tidak terlalu memukau. Namun karena tidak ingin terlambat, ia tidak mengeliminasi mereka.
Beberapa waktu berlalu dan mereka sampai di tempat pertemuan. Di sana, terlihatlah dua orang yang tengah menunggu kedatangan finalis lainnya. Mereka adalah Zhen Fang dan Han Feng. Tapi anehnya, Xika tidak melihat adanya keberadaan sosok lain. Apakah keduanya tidak berhasil merekrut finalis lain?
Mengingat kekuatan Han Feng dan kemampuan bicara Zhen Fang, tampaknya tidak mungkin keduanya gagal bila membujuk seseorang, jadi Xika menyimpulkan bahwa keduanya tidak menemui sosok yang cukup kuat untuk diajak bergabung.
Zhen Fang melambai ketika melihat kedatangan Xika dan Li Tang. Senyumnya semakin lebar ketika melihat sosok ketiga di belakang Xika dan Li Tang. Ia sudah tak sabar dengan potensi muda yang dibawa Xika dan Li Tang.
"Halo, Saudara Zhen. Tampaknya yang lain belum sampai ya?"
"Tampaknya begitu, Saudara Xing. Kutebak yang di belakangmu ini adalah finalis yang kau bawa?" Zhen Fang langsung bertanya tanpa basa-basi.
"Benar. Kenalkan, Saudara Zhen ini Yun Xingzhao. Yun Xingzhao, dia adalah Zhen Fang, Tuan Muda dari Immortal Pearl Pavillion yang mengusulkan ide gila yang membuat kita semua berkumpul di sini." Xika memperkenalkan keduanya dengan senyum lebar. Dalam hati ia penasaran bagaimana reaksi Zhen Fang ketika mengetahui bahwa finalis yang ia bawa adalah saingan dagangnya sendiri.
"Ahahaha.....Saudara Xing terlalu memuji." Zhen Fang tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya. Tapi ketika ia melihat sosok Yun Xingzhao yang mengenakan jubah Star Border Association, senyumnya langsung membeku.
Yun Xingzhao melangkah sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum dalam hati ketika melihat senyum Zhen Fang yang membeku.
Zhen Fang menyambut tangan Yun Xingzhao dengan kaku. "Saudara Yun, senang bertemu denganmu. Kalau aku boleh tahu, dari mana asalmu?"
"Ahahaha.....tempatku berasal tidak layak disebut di hadapan Tuan Muda Immortal Pearl Pavillion. Aku hanya berharap kita dapat bekerja sama dengan baik."
Zhen Fang segera menghapus ekspresi terkejut di wajahnya dan menjawab Yun Xingzhao dengan senyum ramah di wajahnya. "Tentu."
Dalam hati, Zhen Fang tersenyum mengejek. Huh, baguslah kau masih tahu tempatmu. Sampai kapanpun juga, Star Border Association-mu tidak akan bisa menyaingi Immortal Pearl Pavillion-ku.
"Kalau aku tidak salah, yang disampingmu ini adalah Han Feng dari Burning Abyss Sect, bukan begitu Saudara Zhen?" Yun Xingzhao kembali bicara.
"Benar sekali. Saudara Han Feng, ini adalah rekan kita yang sudah kusebutkan. Li Tang dari Dark Shade Abyss, Yun Xingzhao yang dibawa mereka, dan Xing Xika."
Han Feng hanya mendengus tanpa menoleh sama sekali ketika mendengar nama Li Tang dan Yun Xingzhao. Ia bahkan tidak peduli meskipun tahu Li Tang berasal dari Dark Shade Abyss yang terkenal misterius itu. Tapi ketika mendengar nama Xika, ia menoleh sedikit.
"Oh? Ini adalah Xing Xika yang terkenal itu?"
Xika menyipitkan matanya ketika mendengar reaksi Han Feng. "Ahahaha....aku tidak yakin Saudara Han mengenalku. Mungkin saja Saudara Han mengenal orang yang memiliki nama sama denganku. Lagipula aku tidak seterkenal itu."
Han Feng hanya tersenyum tipis tidak berniat melanjutkan percakapan. Tapi Zhen Fang malah tertarik ketika mendengar ucapan Han Feng.
"Oh? Saudara Han mengenal Saudara Xing? Dimana kau mendengarnya?"
"Hahaha.....kurang tepat bila dikatakan mengenal. Aku hanya pernah mendengar sekilas tentangnya. Mengenai dimana aku mendengarnya, maaf aku lupa."
"Sayang sekali." Zhen Fang menggeleng kemudian menoleh pada Xika. "Rupanya Saudara Xing cukup terkenal."
"Saudara Zhen pasti bercanda."
Sebelum Zhen Fang sempat menjawab, tiga sosok lain telah muncul. Tian Li, Di Lang, dan sepertinya yang di belakang mereka adalah finalis baru. Rupanya mereka juga hanya berhasil merekrut satu orang.
"Rupanya semua orang sudah berkumpul." Di Lang memandang semua yang hadir dan sedikit menaikkan alisnya ketika melihat Yun Xingzhao. Ia mencapai kesimpulan bahwa dialah finalis yang dibawa oleh Xika dan Li Tang. Kemudian, seolah tak mau kalah, iapun memperkenalkan finalis yang ia bawa.
"Kenalkan, ini adalah finalis yang kubawa. Liang Jihua dari Northern Light Palace. Salah satu dari Empat Gadis Tercantik. Bagaimana? Kupikir akan membosankan bila semua finalis yang ada adalah pria, jadi aku mencoba merekrut seorang wanita. Kebetulan aku bertemu dengan Saudari Liang di perjalanan.
Sekalipun ia luar biasa cantik, jangan meremehkan kemampuannya. Mungkin saja ia lebih kuat dari beberapa di antara kita, siapa tahu?"
__ADS_1
Ketika mengucapkan 'beberapa di antara kita' tatapan Di Lang jatuh kepada Xika. Tapi Xika tak peduli. Daripada itu, ia lebih tertarik dengan gadis yang Di Lang bawa. Bukan tertarik dalam arti suka. Sekalipun, Liang Jihua tampak rupawan dan sebanding dengan Wu Liao dan Qing Hu, Xika tetap tidak akan menaruh hati padanya.
Baginya, wanita yang ia cintai adalah Xingli dan hanya Xingli. Tak ada yang lain. Dan untuk bertemu dengan Xingli, ia membutuhkan kekuatan yang cukup. Jadi sampai ia cukup kuat, ia tak akan memikirkan wanita.
Daripada itu, ada dua hal yang menarik perhatian Xika. Pertama, sosok Liang Jihua tampak menyerupai Xingli. Ia mengenakan pakaian putih yang serasi dengan wajah cantik nan dinginnya. Selain itu, ketika Di Lang mengatakan 'Empat Gadis Tercantik' Xika memutar matanya.
Sekarang sudah buka lagi Empat, melainkan Tiga karena Xingli telah pergi. Xika pikir hanya dirinya yang tahu kepergian Xingli selain Heiliao dan Huo Bing. Tapi entah mengapa tampaknya Liang Jihua memiliki pikiran yang sama dengannya. Gadis itu juga tahu bahwa kini hanya tinggal Tiga Gadis Tercantik.
Dan pada saat keduanya memikirkan Tiga Gadis Tercantik, pandangan keduanya bertemu. Xika sempat bertanya-tanya apakah gadis ini juga mampu membaca tatapannya seperti yang Xingli lakukan, tapi kemudian Liang Jihua memalingkan wajahnya. Tampaknya itu hanya perasaannya saja.
"Hahaha......Terima kasih atas kerja kerasnya Saudara Di. Sekarang kita semua berjumlah delapan orang, kurang delapan lagi untuk mewujudkan rencana kita."
"Dan apa sebenarnya rencanamu itu?"
Dari atas pohon, turunlah dua sosok berjubah coklat yang memancarkan aura luar biasa. Dari penampilan keduanya, mereka sepertinya bukanlah peserta pertandingan ini. Apakah mereka adalah pengawas yang ditempatkan Jing Wei?
Selain itu, meskipun aura mereka hanya di tingkat Forming Qi 9, keduanya memancarkan perasaan yang membuat semuanya merasa tertekan. Aura itu hanya bisa dimiliki oleh seorang sepuh yang telah berlatih bertahun-tahun.
Seketika, kedelapan orang itu langsung waspada. Tak ada satupun dari mereka yang menyadari keberadaan dua orang ini. Itu artinya kedua orang ini memiliki kemampuan yang cukup tinggi. Masalahnya, apakah mereka lawan, atau kawan?
Kalau keduanya hanya peserta biasa yang tertarik dengan rencana mereka, Zhen Fang lebih dari senang untuk mengundang keduanya bergabung. Hanya saja, aura yang dipancarkan keduanya tak mungkin dikeluarkan oleh peserta kompetisi ini yang hanya berumur belasan sampai dua puluhan tahun. Zhen Fang jadi ragu perlukah ia menceritakan rencananya atau tidak.
"Kalian berdua, boleh aku tahu darimana kalian berasal?" Zhen Fang yang pertama bicara. Ia bicara sambil menangkupkan kedua tangannya dengan hormat.
"Kami berasal dari Mu Zhan Academy. Dan kau tak perlu terlalu sopan pada kami." Sosok pertama kembali bicara.
Seketika Zhen Fang dan lainnya menghela nafas lega, tapi tidak dengan Xika. Ia mengerutkan keningnya ketika mendengar jawaban pria pertama. Disaat yang lain menurunkan kewaspadaan mereka, Xika justru semakin meningkatkannya. Sepertinya mereka adalah elder yang berasal dari Akademi.
Li Tang, Yun Xingzhao, dan Liang Jihua menyadari sikap Xika yang tak biasa dan meningkatkan kewaspadaan mereka. Tapi tidak dengan sisa empat lainnya. Mereka mengira keduanya adalah perwakilan Akademi. Zhen Fang baru saja mau memuji tindakan nekat Akademi yang hanya mengirim dua perwakilan ketika sosok kedua berbicara.
SYUSH!
Kedua sosok itu langsung menerjang kedelapan calon finalis buatan Zhen Fang. Kebetulan posisi mereka saat itu 5-3 dengan Zhen Fang, Han Feng, Di Lang, Tian Li, dan Liang Jihua di sebelah kiri sementara Xika, Li Tang dan Yun Xingzhao di sebelah kanan.
Sosok pertama menuju ke kelompok Zhen Fang sementara sosok kedua menuju kelompok Xika. Karena kurangnya kewaspadaan, kelompok Zhen Fang jatuh ke dalam asap yang ditimbulkan sosok berjubah cokelat pertama.
Di sisi Xika, sosok kedua hendak melakukan hal yang sama dengan rekannya, namun karena Xika sudah siap, ia segera membuat angin kencang yang seketika menerbangkan asap tersebut.
"Ho? Kau lumayan hebat. Wajahmu juga tidak asing. Darimana kau berasal?" Sosok tersebut malah memuji Xika ketika berhasil mengusir asapnya. Tampaknya ia cukup percaya diri mampu mengalahkan mereka jadi tidak terburu-buru.
"Nama saya tak layak disebut dihadapan anda. Wajah anda juga tidak asing. Apa anda yang menjadi pengawas di pertandingan saya di babak pertama?"
"Hm, entahlah. Mungkin saja. Aku mengawasi banyak pertandingan dalam satu hari. Aku tak mengingat semuanya. Aku Elder Xu dan yang di sana itu Elder Fang. Sekalipun kami hanya di tingkat Forming Qi 9, sebaiknya kalian tak meremehkan kami atau kalian akan dikeluarkan dengan menyedihkan."
"Elder, tampaknya andalah yang meremehkan kami."
Elder Xu mengerutkan keningnya karena tak mengerti apa yang Xika katakan. Kemudian ketika ia berniat maju menghajar Xika, kakinya tak bisa bergerak. Ia melihat ke bawah dan baru menyadari bahwa kakinya terikat oleh bayangannya sendiri.
"Kerja bagus, Saudara Li. Saudara Yun, ini kesempatan kita. Bisakah kau maju dan menghantam dia dengan berubah menjadi meteor atau apalah seperti yang sebelumnya kau lakukan?"
Yun Xingzhao mengangguk. Ia tak banyak bertanya karena apabila mereka gagal mengalahkan dua sosok dihadapan mereka ini, kesempatannya untuk menyebarluaskan nama Star Border Asssociation bisa pupus. Jadi ia segera membungkus dirinya dengan lapisan keras dan lapisan api kemudian segera menerjang Elder Xu.
"Heh, memang kenapa kalau kakiku diikat? Aku masih punya tangan!"
BUK!
__ADS_1
Sayangnya, Yun Xingzhao gagal menghantam Elder Xu. Sesaat sebelum Yun Xingzhao mengenainya, Elder Xu menyatukan kedua tangannya kemudian memukul kepala Yun Xingzhao dengan keras sampai menghantam tanah dan menggagalkan tekniknya.
"Saudara Li, apakah memungkinkan bagimu untuk membungkus pria itu seluruhnya dengan teknik bayanganmu?" Xika bertanya dengan cepat. Yun Xingzhao gagal. Ia harus segera membuat strategi baru.
"Aku tidak yakin. Kalaupun bisa, itu akan menghabiskan banyak qi dan aku tidak bisa mempertahankannya lama-lama."
Xika tak sempat bicara lagi karena Elder Xu sudah melayangkan tinju tepat ke arahnya. Tampaknya, Elder Xu menghantam Yun Xingzhao ke bawah bukan tanpa alasan. Lapisan api yang menyelimuti Yun Xingzhao mampu membakar tali bayangan yang mengikat kaki Elder Xu.
"Aku akan coba bertukar beberapa serangan dengannya. Kau cobalah membuat strategi dengan Yun Xingzhao." ucap Xika setelah memiringkan kepalanya menghindari kepalan Elder Xu.
Li Tang ingin melayangkan protes melihat Yun Xingzhao yang berjalan sempoyongan akibat hantaman Elder Xu, tapi Xika sudah bertukar serangan dengan Elder Xu.
WHUK!
Sekali lagi, Elder Xu melayangan tinjunya. Xika merasa ragu untuk menahan tinju Elder Xu melihat Yun Xingzhao yang langsung sempoyongan hanya karena satu hantaman. Jadi ia berusaha menghindari saja, namun tinju Elder Xu bukan saja kuat, tapi juga cepat.
Xika bahkan harus menggunakan angin untuk membantu dirinya bergerak saking cepatnya Elder Xu. Bahkan, itupun masih kurang. Kalau hanya menghindar, Xika tak bisa menghindar sepenuhnya hanya dengan bantuan angin, jadi Xika berusaha menangkis atau menggeser sedikit arah serangan Elder Xu.
Li Tang yang menyaksikan dari samping berdecak kagum melihat kecepatan Xika. Sekalipun tidak sempat membalas, tapi Xika mampu menghindari semua serangan Elder Xu. Pertarungan keduanya sampai menghasilkan bayangan saking cepatnya.
"Bocah, kau cukup hebat mampu menghindari semua pukulanku. Tapi kau tidak lupa bahwa aku juga punya kaki kan?"
Saking fokusnya Xika dengan pukulan-pukulan yang dilayangkan Elder Xu, ia jadi melupakan kaki Elder Xu. Ketika ia sadar, itu sudah terlambat.
DUAK!
Untungnya, Xika sempat menahan tendangan Elder Xu dengan kedua tangannya. Tapi tetap saja ia terlempar sampai menabrak pohon di belakangnya. Setetes darah menetes keluar dari sudut bibir Xika, dan tangannya bergetar. Entah karena tendangan barusan, atau memang sudah bergetar sejak ia menangkis pukulan Elder Xu. Bagaimanapun juga, pukulan Elder Xu cukup kuat. Namun ia tak menghiraukannya dan langsung berdiri.
Tapi Elder Xu malah mengerutkan keningnya. Ia merasakan ada sesuatu yang menahan tendangannya tadi. Kemudian ketika ia melihat pakaian Xika yang berkibar, barulah ia sadar bahwa tendangannya tadi sempat tertahan oleh angin.
Rupanya Xika bukan hanya menahan tendangannya dengan kedua tengan, tapi juga sempat mengarahkan angin agar menahan tendangannya. Pantas saja ia bisa langsung berdiri setelah terhempas seperti itu. Elder Xu memberikan senyum tipis. Ia jadi penasaran sejauh apa kemampuan anak ini.
WHUSH!
Elder Xu kembali menerjang maju. Ia kembali bertukar serangan dengan Xika. Hanya saja kali ini serangan Elder Xu lebih ganas dibanding sebelumnya.
Set!
TAK!
BRUK!
"Sial!"
Elder Xu berhasil menyapu kaki Xika dan menyebabkannya terjatuh. Tentu saja Elder Xu tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Ketika Xika mendongakkan kepalanya, kaki Elder Xu sudah berjarak kurang dari lima senti dari wajahnya.
WUSH!
SYUT!
SET!
PRANG!
BUK!
__ADS_1