
Sejujurnya, luka Xika sudah cukup banyak membaik berkat pil buatan Heiliao, jadi memberinya tiga bulan cukup menguntungkan. Sebulan berlalu dan luka Xika hampir pulih sepenuhnya. Meskipun begitu, Heiliao masih berusaha keras dalam membuat berbagai pil. Baik untuk saat ini ataupun untuk pertarungan nanti. Ia membuat beberapa puluh pil dan masih akan terus melanjutkan kalau Xika tidak menghentikannya.
"Heiliao, sudahlah. Kau sudah membuat cukup banyak. Baik untuk sekarang ataupun nanti. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu."
"Tidak. Masih belum cukup. Setidaknya aku harus membuat beberapa lagi."
"Kau sudah mengatakan itu lima kali."
"Kali ini yang terakhir."
"Itu juga sudah lima kali."
Heiliao tidak menjawab. Ia kembali berfokus pada beberapa tanaman spiritual yang ada di depannya. Xika masih ingin bicara tapi ia menunggu Heiliao selesai.
WHOSH!
Beberapa pil melayang menandakan Heiliao berhasil. Sebelum serigala itu mengambil bahan-bahan lain, Xika langsung menghentikannya.
"Heiliao. Kau bisa mencicil tugasmu sekarang. Satu tahun memang lebih baik dari tiga bulan. Tapi aku yakin tugas yang terbengkalai selama bertahun-tahun sulit diselesaikan dalam satu tahun. Kau sudah membuat cukup banyak pil. Aku bisa melakukan ini. Apa kau tidak percaya padaku?"
Heiliao memalingkan wajahnya.
"TIdak ada salahnya untuk berjaga-jaga."
"Salah kalau itu berlebihan. Dan itulah yang kaulakukan saat ini."
Heiliao kembali membuka mulutnya. Tapi Xika sudah lebih dulu bicara.
"Heiliao. Tidakkah kau lihat ada beberapa serigala yang ingin mengunjungiku? Mereka mengurungkan niatnya karena dirimu. Mungkin saja aku bisa mendapatkan informasi berguna dari mereka. Lagipula aku yakin kau akan cukup kerepotan selama setahun ini. Lebih baik kau mencicilnya mulai sekarang."
"Bisa jadi mereka adalah mata-mata."
"Apa ini? Kau tidak percaya pada kaummu?"
Xika menghela nafas.
"Heiliao, saudaraku. Aku tidak bisa membiarkanmu melakukan kesalahan yang sama dua kali. Kau melalaikan tugasmu karena kekasihmu bukan?"
Heiliao terdiam.
"Kalau kau terus bersikap seperti ini, besar kemungkinan kau akan melalaikan tugasmu lagi."
Heiliao terlihat masih tidak terima. Tapi Xika tahu serigala itu sudah menyerah.
"Setidaknya, biarkan aku membuat satu pil lagi."
"Heiliao, yang itu sudah kau ucapkan sepuluh kali."
Xika maju menepuk Heiliao.
"Tak apa. Pergilah. Aku akan baik-baik saja."
"Apa yang akan kau lakukan bila kau kalah?" Heiliao menatap Xika memintanya jaminan bahwa ia tidak akan kalah. Setidaknya lolos persyaratan.
"Aku tidak akan kalah." ucap Xika dengan matanya yang penuh dengan sarat kepercayaan diri.
Heiliao menghela nafas. Ia berbalik melihat Huo Bing.
"Aku akan menjaganya. Ingat untuk menyelesaikan semua tugasmu tepat waktu."
Serigala besar itu mengangguk. Kemudian ia melihat Xika sekali lagi, sebelum akhirnya berlari pergi menyelesaikan tugas-tugasnya yang belum selesai.
Xika menatap kepergian Heiliao selama beberapa saat sebelum beralih ke Huo Bing.
"Aku tidak percaya ia serigala yang sama saat kita pertama kali menemuinya."
"Aku juga sama. Aku bahkan tidak akan percaya kalau tidak melihatnya dengan mataku.
Sekarang apa yang akan kau lakukan?"
__ADS_1
Xika tidak menjawab. Ia duduk di tanah kemudian menutup matanya. Ia ingin berkultivasi. Setidaknya ia harus mencapai tahap Forming Qi sebelum ia bertarung dengan Lang Jin. Tapi Huo Bing langsung mengganggunya. Burung itu hinggap di pundaknya dan mengguncang-guncangkannya sampai ia bangun.
"Sialan, ada apa?"
"Kalau kau ingin berkultivasi, jangan disini. Setidaknya jangan gunakan kemampuan serigala itu."
Kalimat terakhir Huo Bing ucapkan melalui jiwa mereka jadi serigala-serigala lain tidak bisa mendengar setajam apapun pendengaran mereka. Xika juga membalas dengan jiwanya, sadar bahwa ada sesuatu.
"Memangnya kenapa?"
"Begini. Aku sudah berpikir dan ini bukanlah pertarunganmu seorang. Aku akan membantumu. Tapi besar kemungkinan bahwa mereka tidak akan membiarkanku ikut bertarung. Jadi yang bisa kuberikan padamu hanyalah saran."
"Dan apa saranmu?"
"Sederhana. Kita sembunyikan salah satu elemenmu. Elemen lainnya boleh kau pakai sesukamu. Senjatamu, baik itu kartu atau Space Shifter boleh kau pakai sesukamu. Tapi elemen yang satu itu tidak boleh kau gunakan."
"Menarik. Lalu elemen apa yang harus kusembunyikan? Elemen destruktif? Elemen api?"
"Tidak. Elemen ruang. Sama seperti pertarunganmu dengan bocah sombong sialan itu. Kali ini kau tidak punya alasan untuk menolak saranku ataupun menggunakan elemen ruang. Kita di wilayah kaum serigala. Mereka semua tahu kemampuan Heiliao. Kalau kau berkultivasi menggunakan kemampuan serigala itu maka Lang Jinpun akan curiga bahwa kau menguasai elemen ruang. Pada saat itu terjadi, sudah tidak ada gunanya."
"Tapi bagaimana aku harus berkultivasi? Akan membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan untuk menembus tahap Forming Qi."
"Setidaknya jangan biarkan para serigala tahu bahwa kau memiliki kemampuan Heiliao. Atau setidaknya Lang Jin."
Xika mengulang-ulang kalimat terakhir Huo Bing.
"Jadi aku bisa berkultivasi dengan kemampuan Heiliao kalau serigala-serigala ini berada di pihakku dan tidak akan melapor pada Lang Jin?"
"Kurang lebih, ya. Tapi sepertinya akan sulit membuat mereka berpihak padamu."
"Mari kita lihat."
Xika berjalan mendekat pada beberapa serigala yang sedang berkumpul. Mereka mengobrol.
"Hei, kawan. Boleh aku bergabung?"
"Apa yang kalian bicarakan?"
Meskipun beberapa serigala terlihat ragu, mereka memberitahu Xika topik obrolan mereka.
"Dia." kata serigala pertama menunjuk serigala ketiga.
"Ada apa dengannya?"
"Pftt...."
Beberapa serigala tertawa mendengar pertanyaan Xika. Serigala pertama mendekatkan moncongnya pada telinga Xika dan berbisik.
"Ia sedang patah hati, sobat. Kami sedang berusaha menghiburnya. Yah, tidak juga sih. Kami hanya ingin mendengar ceritanya yang menyedihkan."
"Pfftttt......"
Xika berusaha menahan tawanya. Serigala ketiga yang patah hati terlihat sedikit tersinggung.
"Maaf, kawan. Tidak bermaksud menghina. Bagaimana kalau kau bercerita padaku? Mungkin saranku akan berguna."
"Entahlah. Aku tidak yakin saran manusia berguna untuk serigala."
Xika berjalan maju kemudian menepuk pundak serigala ketiga.
"Kawan, cinta itu tidak mengenal jenis dan usia. Dalam cinta, tidak ada benar dan salah. Kau bisa mencoba saranku. Siapa tahu berhasil."
Di pundak kiri, Huo Bing berusaha keras menahan tawanya.
"Sobat, kenapa burung di pundakmu itu terlihat seperti menahan berak?"
Kali ini giliran Xika yang berusaha menahan tawa.
"Entahlah."
__ADS_1
Beberapa serigala lain mendekat.
"Hei! Apa benar-benar ada roh burung di pundaknya?" tanya serigala yang satu.
"Heh, kau terlalu lemah jadi tidak bisa melihatnya." jawab serigala lain dengan sombong.
"Ah, berhenti dengan burung sialan di pundakku ini. Bagaimana menurut kalian? Tidakkah sebaiknya aku mendengar ceritanya dan memberi saran?"
Mereka saling bergumam satu sama lain dan mereka sepakat.
"Jadi? Apa masalahmu kawan?"
"A-aku.........aku jatuh cinta dengan dia." katanya sambil menunjuk serigala-serigala betina yang sedang berkumpul menggosip.
Perkataannya itu menimbulkan berbagai reaksi. Ada yang tertawa dan mengatakan itu mustahil, ada yang bilang mereka lumayan cocok, ada yang bilang ia memiliki selera yang bagus, ada juga yang hanya mengangguk-ngangguk.
"Lalu? Apa masalahmu? Katakan perasaanmu."
Serigala itu langsung menggeleng.
"Tidak semudah itu. Serigala tidak bisa langsung mengungkapkan perasaan mereka."
Xika mengerutkan keningnya.
"Kenapa? Apa ada aturan dalam kaum serigala?"
"Tidak, hanya saja........aku tidak tahu bagaimana perasaannya. Bisa saja ia tidak menyukaiku. Bagaimana kalau ia menolakku? Apakah manusia juga merasakan hal yang sama?"
Xika berpikir sebentar.
"Mmm.......ya. Kurang lebih begitu. Jadi intinya kau takut ia tidak menyukaimu dan menolakmu?"
Serigala itu mengangguk.
"Yah, kalau begitu aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi coba kau pikir kawan. Mungkin, saat ini kau takut ditolak olehnya. Itu memang cukup menakutkan, kuakui. Tapi kau harus mengutarakannya. Mungkin, kau akan ditolak. Itu sakit, aku yakin. Tapi setidaknya kau sudah mengutarakannya. Lebih baik ditolak tapi hatimu lega karena kau sudah mengatakannya daripada kau menahannya terus-menerus hingga akhirnya ia diambil pria-ehm-serigala lain dan akhirnya menyesal. Setidanya, kau sudah mengatakannya. Kau sudah melakukan bagianmu, sisanya kehendak langit.
Coba kau pikir. Mungkin saja ia juga menyukaimu dan sudah menunggumu menyatakan sejak lama. Tapi kau tidak pernah menyatakan dan akhirnya memutuskan sudah saatnya berhenti berharap. Kemudian ia memilih pria-lelaki-pasangan lain. Dan kau baru mengetahuinya bertahun-tahun kemudian ketika ia telah memiliki keturunan. Bukankah itu lebih menyakitkan?"
Serigala-serigala lain mengangguk. Mereka sependapat dengan Xika. Bahkan, beberapa kagum dengan pemikirannya. Sementara Huo Bing hanya menahan tawa sekuat tenaga. Lain kali bila Xika akan menyatakan perasaanya pada Xingli, Huo Bing akan mengatakan hal yang sama padanya.
Serigala itu memikirkan apa yang dikatakan Xika. Itu cukup masuk akal. Dan ucapan Xika menghilangkan ketakutannya. Ia akan mengutarakan perasaannya sekarang juga.
Serigala itu langsung berdiri.
"Mulai sekarang kau adalah kawanku, Lang Hu. Aku akan mendukung pertarunganmu."
"Aku juga! Kau juga kawan dari Lang Yi."
"Jangan lupakan aku!"
Dan beberapa serigala lain juga bersorak untuk Xika. Ia tertawa dan berterima kasih. Kemudian Lang Hu berjalan mendekati serigala betina yang ia sukai.
"Pergilah. Aku, Xing Xika, mendukungmu."
Lang Hu mengangguk. Ia berjalan dengan diikuti Xika serta beberapa serigala lain.
Dalam sekejap, setengah dari serigala yang ditugaskan menjaga Xika sudah mengelilingi Lang Hu dan serigala betina yang bernama Lang Hongbai yang sesuai dengan warna bulunya, merah putih. Hal itu membuat Lang Hu tambah gugup. Tapi kemudian ia mengingat perkataan Xika dan kegugupannya hilang.
"Ho-hongbai........"
Lang Hu diam sesaat. Ia menoleh menatap Xika dan kawan-kawannya. Mereka semua mengangguk.
"Aku suka padamu." ucap Lang Hu sambil menutup matanya. Kemudian ia sadar dan membuka matanya. Ia harus menatap Hongbai tepat di matanya.
Lang Hongbai menundukkan kepalanya. Wajahnya terlihat merah (untuk pertama kalinya dalam hidup Xika melihat serigala bisa merona) dan malu-malu. Ia menoleh dan menatap banyak orang memperhatikannya dan itu membuatnya tambah maulu. Tapi ini adalah momen yang ia tunggu-tunggu sejak lama. Ia tidak bisa membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Lalu ia maju dan menjilat pipi Lang Hu (ini seperti ciuman untuk binatang).
Para penonton langsung bersorak. Mereka menyorakkan nama Lang Hu dan Lang Hongbai. Kemudian ada beberapa yang meminta makan-makan dan entah sejak kapan sorakkan berubah menjadi permintaan makan-makan. Sungguh teman sejati.
Dan ditengah sorakkan itu Lang Hu menatap Xika dengan pandangan penuh terima kasih. Xika membalasnya dengan senyum.
__ADS_1