
Enam hari berlalu dengan cepat. Kini Mu Zhan Academy penuh dengan kumpulan orang luar yang ingin menonton pertarungan memperebutkan gelar Jenius Nomor Satu Dinasti Lin. Sebenarnya pertarungan ini adalah hukuman untuk Xika, tapi entah mengapa banyak orang salah mengartikannya sebagai ajang perebutan gelar Jenius.
Awalnya Mu Zhan Academy ingin menutup pertarungan ini dan tidak terbuka untuk umum. Namun dikarenakan banyak desakan dari berbagai pihak termasuk dari para murid maka akhirnya Mu Zhan Academy menjual tiket untuk pertarungan Xika. Hasilnya luar biasa, banyak orang yang ingin menononton pertarungan Xika.
Sementara orang awam bersemangat untuk menonton pertarungan Xika melawan Tian Yin, sekte-sekte lain mengawasi gerak-gerik Han Li dengan ketat. Mereka sudah mendapat pemberitahuan dari perwakilan murid mereka terkait rencana Han Li. Xika meminta para perwakilan untuk menyebarkannya pada sekte-sekte lain namun tidak menggunakan nama dia dan hanya mengatakan kejanggalan sikap Han Li dan meminta mereka berjaga-jaga.
Di Halaman Utama sudah banyak orang yang berkumpul. Berbagai orang sibuk berdiskusi dan membuat spekulasi. Bahkan ada yang membuka taruhan mengenai siapa yang akan menang dalam pertarungan kali ini.
"Hei, menurutmu siapa yang akan menang?"
"Kau bertanya siapa yang lebih kuat atau siapa yang lebih berbakat? Kalau lebih kuat sih, sudah tentu Tian Yin."
"Apa? Bukankah kau terlalu meremehkan Xing Xika? Kudengar ia bahkan berhasil mengalahkan Han Feng yang telah menggunakan Berserk Pill dan melangkah ke Middle-Jack lho!"
"Yah, itu memang hebat. Bahkan Tian Yin sendiripun mungkin tak akan bisa melakukan hal serupa ketika ia berada di Forming Qi 8. Tapi saat ini kita membicarakan siapa yang lebih kuat. Dalam kondisi normalpun Tian Yin dapat mengalahkan Han Feng dengan mudah. Tingkat kultivasinya lebih tinggi dari Han Feng. Xika memang hebat dapat mengalahkan lawan yang berbeda alam, namun tampaknya hanya sampai disitu saja. Ia tak mungkin dapat melompat lebih jauh lagi."
"Benarkah? Sialan, aku sudah bertaruh untuk Xing Xika. Kurasa uangku akan hangus......"
"Tapi beda kasusnya kalau kau menanyakan siapa yang lebih berbakat. Aku jelas akan memilih Xing Xika. Memang Tian Yin hebat dapat menguasai dua elemen apalagi keduanya saling tolak menolak, namun Xing Xika jauh lebih hebat. Ia menguasai empat elemen. Bisa kau bayangkan itu? Ia menguasai semua elemen dasar. Selain itu, seperti yang kukatakan, Xika mampu mengalahkan lawan yang berbeda alam dengannya. Tian Yin tidak. Jadi kurasa sudah jelas siapa yang lebih berbakat."
"Hm...." Temannya mengangguk-ngangguk mendengar penjelasan tersebut.
"Hei, cepat lihat! Tian Yin dan Sky Devouring Castle sudah datang!"
Suasana semakin heboh ketika para perwakilan dari Sky Devouring Castle memasuki Halaman Utama. Apalagi ketika yang berjalan depan adalah pria yang selama ini selalu disebut sebagai Jenius Nomor Satu Dinasti Lin, Tian Yin. Jubahnya yang khas, dipadukan dengan gaya jalannya yang sombong namun menawan, membuat banyak orang terkesima. Bahkan tidak sedikit wanita yang dibuat terpesona olehnya.
"Wow. Tian Yin dan Sky Devouring Castle memang luar biasa. Mereka layak dinobatkan sebagai kekuatan besar di Dinasti Lin."
"Benar. Aku jadi penasaran bagaimana lawannya, Xing Xika. Kurasa harusnya ia tak akan kalah memukau bukan?"
Sayangnya, pria itu segera menutup mulutnya ketika melihat tiga orang pria berjalan dari arah yang berlawanan. Ketiganya merupakan kombinasi yang aneh bila dibandingkan dengan Tian Yin dan Sky Devouring Castle. Di sebelah kanan, berjalanlah seorang pria dengan tampang arogan yang tidak kalah dari Tian Yin. Pria itu mengenakan jubah mencolok dengan warna biru dan merah di kiri dan kanannya.
Di sebelah kiri, terdapat seorang pria yang sangat tak mencolok. Kalau ia diam saja di keramaian mungkin tak akan ada yang tahu ia hadir. Berbanding terbalik dengan pria di kanan, pria tak mencolok ini tidak memiliki ekspresi arogan, melainkan ekspresi tak peduli. Seolah semua yang ada di dunia ini tak layak untuk masuk di matanya.
Terakhir, pria yang berjalan di tengah. Ia tampak seperti orang yang paling biasa. Penampilannya tidak menyedihkan, tapi juga tidak memukau. Awalnya bahkan tak banyak yang menaruh perhatian pada ketiga orang ini. Namun bisik-bisik mulai menyebar dan akhirnya para penonton tahu bahwa pria yang berpakaian paling biasa itu, adalah Xing Xika yang akan bertarung dengan Tian Yin memperebutkan gelar Jenius Nomor Satu.
"Apa? Aku tidak salah dengar? Pria itu adalah Xing Xika? Kau yakin tidak salah orang?"
__ADS_1
"Harusnya tidak. Beberapa orang yang sudah menjadi saksi dapat memastikan bahwa pria biasa itu adalah Xing Xika, juara yang dibicarakan banyak orang baru-baru ini."
"Kau serius? Mengapa aku tak dapat merasakan sesuatu yang luar biasa darinya? Mungkinkah kemenangannya hanyalah keberuntungan? Lagipula, lawannya itu Tian Yin dari Sky Devouring Castle. Setidaknya kenakanlah pakaian yang cocok untuk menghormati lawanmu."
"Entalah. Menurutmu begitu? Aku yakin kemenangannya bukanlah keberuntungan. Hanya keberuntungan belaka tak akan dapat membuat seorang kultivator Forming Qi 8 mengalahkan Middle-Jack. Selain itu, sekalipun ia tak memukau dan menawan seperti Tian Yin, aku merasakan ada sesuatu yang tersembunyi dalam pria itu yang membuatnya semakin menarik. Rasanya apa yang ia tampilkan saat ini hanyalah permukaan."
Kedua orang itu berhenti berdebat ketika melihat Xing Xika dan Tian Yin berjalan menuju satu sama lain. Tian Yin dengan wajah arogannya, sedangkan Xika dengan senyum santai di wajah tenangnya.
TAP!
Tepat di jarak satu meter, keduanya sama-sama berhenti. Mereka menatap satu sama lain dan membuat suasana yang tidak biasa. Para penonton segera menghentikan diskusi mereka dan menciptakan suasana hening akibat adu tatap antara Xika dan Tian Yin.
Kemudian keheningan itu dipecah oleh Xika. Masih dengan senyum santai di wajahnya, ia bertanya,
"Heh, apa kabar lukamu waktu itu? Sudah sembuh?"
"Cih, aku tak ingin mendengar hal seperti itu dari anjing yang kabur ketakutan." balas Tian Yin dengan senyum sinis di wajahnya.
"Bukankah sudah kubilang bahwa kali berikutnya kita bertemu, aku akan membunuhmu? Sebaiknya kau cuci dulu lehermu sana."
"Masih besar mulut seperti dulu. Haruskah aku merobek mulutmu kali ini?"
Perbicangan keduanya itu segera menimbulkan kehebohan luar biasa di antara penonton. Berbagai diskusi panas meledak.
"Apa-apaan ini? Mereka sudah pernah bertemu sebelumnya?"
"Lebih dari itu. Tampaknya mereka sudah pernah bertarung sebelumnya."
"Jadi pertarungan ini bagaikan babak kedua? Siapa sebenarnya Xing Xika ini? Sebelumnya ia sudah pernah bertarung dengan Yin Xingli sebelum tiba di Akademi, sekarang ia bahkan sudah pernah bertarung dengan Tian Yin juga?"
"Kalau begitu, siapa yang menang di pertarungan sebelumnya?"
"Tentu saja Tian Yin. Kau tak dengar apa katanya tadi? Xika melarikan diri seperti anjing kabur."
"Tidak mungkin. Kau tidak mendengar ucapan Xika ya? Dari awal Xika menanyakan luka Tian Yin, pasti itu luka yang sudah diberikan oleh Xika."
Kini penonton terpecah. Sebagian mendukung Tian Yin sementara sebagian sisanya mendukung Xika. Namun terlepas dari siapa yang mereka dukung, kenyataan bahwa keduanya sudah pernah bertarung sebelumnya adalah hal yang mengejutkan.
__ADS_1
Suasana semakin memanas bahkan sebelum pertarungan dimulai. Keadaan menjadi semakin tak terkendali sampai akhirnya para perwakilan dari sekte besar muncul dan membuat suasana menjadi tenang. Kali ini, kepala dari Mu Zhan Academy, Burning Abyss Sect, Immortal Pearl Pavillion, Sky Devouring Castle, Di Clan, Divine Array Clan, dan Northern Light Palace semuanya datang.
Xika memang sudah menduga bahwa beberapa ketua atau setidaknya wakil dari sekte besar akan datang karena ia sudah melukai murid mereka dengan keji. Tapi ia sendiri tak pernah menyangka bahwa seluruh ketua dari sekte besar akan datang dalam pertarungan ini.
Namun, daripada gugup Xika lebih merasakan perasaan lain. Ada perasan bahaya sekaligus curiga. Hanya kedatangan Kepala dari sekte-sekte besar tak akan membuatnya gentar. Namun ia mencurigai motif dari kedatangan Kepala sekte-sekte besar tersebut. Dan hal itu pasti berhubungan dengan rencana Han Li.
Xika berjalan maju dan menangkupkan kedua tangannya.
"Salam kepada para pemimpin sekte. Saya Xing Xika, pada hari ini ingin memohon anda sekalian untuk menjadi saksi yang seadil-adilnya dalam pertarungan ini."
Ketika bicara, Xika mengarahkan pandangannya pada Han Li. Pesannya jelas. Kupenuhi syaratmu, melawan Tian Yin. Jangan menjilat ludahmu dan menambahkan kondisi lain.
Para ketua sekte saling berpandangan sebelum akhirnya menganggukkan kepala mereka. Kemudian Jing Wei membawa mereka menuju kursi-kursi terbaik untuk menonton. Xika dan Tian Yin akan bertarung di arena paling lebar dan berada di tengah Halaman Utama.
Xika dan Tian Yin berjalan menuju arena paling tengah sebelum kembali berdiri berhadapan. Karena pertarungan ini sebenarnya bukanlah pertarungan resmi seperti kompetisi sebelumnya, jadi tak ada juri maupun komentator untuk pertandingan. Pertandingan akan dimulai ketika kedua belah pihak saling menyerang.
"..................."
"..................."
"Blast Rain Lotus."
BLAR!
Tanpa aba-aba, tanpa persiapan, Tian Yin mengangkat tangannya dan seketika itu juga hujan turun. Namun, hujan tersebut hanya turun di arena pertarungan, lebih tepatnya hanya turun ke belakang Tian Yin. Kemudian tetes-tetes hujan tersebut menyatu dan berkumpul sehingga membentuk sebuah bunga raksasa di belakangnya.
Kemudian bunga itu berputar dan melemparkan jarum-jarum air yang menuju Xika dengan kecepatan tinggi.
Tian Yin melakukan teknik luar biasa seperti itu dengan mudah dan tanpa kesulitan berarti sehingga membuat banyak orang berseru kagum. Memang, jenius dari Sky Devouring Castle tak dapat dipandang remeh. Kemudian mereka mengalihkan pandang pada Xing Xika.
Kuda hitam dalam kompetisi kali ini, apa yang akan ia lakukan untuk menghadapi serangan Tian Yin?
Sama seperti Tian Yin yang tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya, Xika juga tetap diam di tempat. Wajahnya masih tenang dan santai seolah tak melihat jarum-jarum berkecepatan tinggi yang mengarah padanya. Kemudian ketika jarum-jarum itu semakin dekat Xika memajukan bibirnya dan meniup angin.
Namun yang keluar dari bibirnya bukanlah angin melainkan api. Semburan api yang luar biasa yang seketika itu juga langsung menguapkan jarum-jarum air Tian Yin. Semburan api yang bertabrakan dengan jarum air itu menyebabkan asap di sekitar arena.
Ketika asap mulai menghilang, terlihatlah kedua sosok masih pada tempatnya, berdiri dengan tenang seolah apapun yang terjadi di dunia ini tak akan bisa membuat mereka bergerak.
__ADS_1
"Heh. Hanya segitu saja kemampuanmu?"