
Menyerap qi di sekitarmu dan memasukkannya ke dalam tubuhmu kemudian mengalirkannya pada orang lain jauh lebih mudah untuk diucapkan daripada dilakukan. Bahkan Xika sekalipun tidak langsung berhasil. Saat ia mencoba menyerap qi ke dalam tubuhnya, pikirannya terbagi dan membuat qi yang ia alirkan pada Shu Mang berhenti.
Untunglah ia hanya berhenti selama sepersekian detik. Ia langsung mengalirkan qi kembali pada Shu Mang. Setelah kembali stabil, ia tidak langsung mencoba. Ia memikirkannya lagi. Kenapa ia gagal? Kenapa pikirannya tidak bisa terbagi? Kenapa saat ia mencoba menyerap qi, ia berhenti mengalirkan qi pada Shu Mang?
Sebelumnya ia bisa membagi pikirannya. Tidak mudah memang, tapi tidak sesulit ini. Ia menguasainya secara bertahap. Dari mulai merasakan sekelilingnya, hingga bicara dengan santai. Lalu apa bedanya kali ini? Xika mencoba mencari jawaban atas semua pertanyaan itu baik-baik.
Lang Jin memperhatikan Xika dalam diam. Anak itu mencoba sekali dan gagal. Setelah itu ia tidak langsung mencobanya lagi. Ia memikirkannya baik-baik kenapa ia gagal. Itu tindakan yang patut dikagumi. Dan sejujurnya, Lang Jin sudah mengagumi Xika.
Seperti yang sebelumnya Xika bilang, struktur tubuh manusia dan serigala cukup berbeda. Aliran qi dan polanya pun akan jauh berbeda. Itulah alasan utama kenapa sulit untuk membagikan qi pada ras lain. Tapi Xika kelihatannya tidak menemui kesulitan berarti. Ia gagal beberapa kali, tentu saja. Tapi setelahnya ia belajar dengan cepat. Kemudian ketika beralih dari dirinya yang adalah serigala menuju Shu Mang yang adalah manusia, Xika tidak gagal sama sekali.
Memang, ia tidak berharap Xika untuk gagal. Tapi setidaknya akan ada kendala atau semacamnya. Siapa yang menyangka Xika akan dapat melakukannya dengan sangat normal tanpa ada kesulitan? Sejujurnya, ada cara lebih mudah bagi Xika untuk tetap memberikan qi nya pada Shu Mang tanpa harus menyerap qi.
Yaitu dengan mengkonsumsi pil. Siapa yang tidak tahu Heiliao adalah alkemis jenius? Bahkan ras lainpun mengetahui kejeniusannya dalam membuat pil. Dan sudah bisa dipastikan bahwa Heiliao membekali Xika dengan berbagai pil. Ia yakin salah satunya ada pil yang berguna untuk memulihkan qi. Tapi ia tidak mengatakannya pada Xika. Ia penasaran dengan batas kemampuan Xika.
Ia sudah merasakannya ketika bertarung dengan Xika. Dan bukannya terpenuhi, ia malah semakin penasaran. Dan disinilah dirinya sekarang, memperhatikan anak itu dan menunggunya memperlihatkan batasnya. Tapi sepertinya rasa penasarannya masih tidak akan terpenuhi dalam waktu dekat.
Setelah berpikir cukup lama, Xika akhirnya menemukan jawabannya. Atau setidaknya ia memiliki dugaan. Alasan-yang ia duga-kenapa ia gagal sebelumnya adalah karena pola aliran qi. Ia mengingat kembali ketika ia mengalirkan qi nya pada Lang Jin, kemudian membandingkannya dengan Shu Mang. Awalnya ia tidak terlalu mengerti.
Pola aliran qi mereka berbeda. Sangat berbeda. Tapi dari sekian banyak kerumitan yang ada pada pola masing-masing, ia menemukan satu persamaan. Meskipun bentuk qi itu mengalir dengan bentuk yang aneh, pada akhirnya mereka semua membentuk sebuah pola. Sama halnya dengan Lang Jin. Mereka hanya membentuk satu pola di tubuh mereka.
Jadi Xika menebak bahwa alasan ia gagal sebelumnya adalah karena ia berusaha membentuk dua pola dalam tubuhnya. Satu untuk mengalirkan qi pada Shu Mang, dan satu lagi untuk menyerap qi. Sepertinya tidak banyak manusia yang bisa membentuk dua pola aliran qi dalam tubuhnya. Atau mungkin tidak ada sama sekali, ia tidak tahu.
Tapi hal itu tidak menjadikannya putus asa. Justru ia malah bersemangat. Ia merasa tertantang untuk melakukan hal yang tidak bisa dilakukan orang lain. Yah, meskipun sebenarnya ia sudah melkaukannya. Menguasai lima elemen sebelum mencapai tahap Forming Qi merupakan sebuah pencapaian yang akan membuat semua orang mengakui bahwa ialah jenius tertinggi. Tapi ia tidak memikirkannya.
Ia berfokus untuk membuat dua aliran qi dalam tubuhnya. Ia mencoba selama tiga puluh menit dan tidak berhasil. Membentuk dua pola dalam tubuhnya ternyata lebih sulit dari yang ia pikirkan. Kemudian sebuah suara terdengar di kepalanya.
"Oi, bocah cacat. Apa yang kau lakukan?"
"Huo Bing? Apa yang kau lakukan selama ini? Kenapa kau baru muncul sekarang?"
"Tidur tentu saja. Apa lagi? Oh, dan sesekali aku terbang mengelilingi pegunungan ini."
"Terbang? Jadi apa kau sudah mengelilingi pegunungan ini dan mengetahui setiap seluk-beluknya?"
"Yah, tidak juga sih. Aku tidak berhasil mengelilingi pegunungan ini. Tempat ini jauh lebih besar dari yang kukira."
"Apa? Lalu kenapa kau bilang kau mengelilingi pegunungan ini?"
__ADS_1
"Aku.......ah, lupakan saja. Kau sedang melakukan sesuatu yang cukup rumit kelihatannya?"
"Ya. Aku berusaha membagi qi ku pada Shu Mang sambil menyerap qi di sekitar."
Dan Xika mulai menceritakan bagaimana ia gagal ketika berusaha melakukan keduanya secara bersamaan, lalu pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepalanya, dan jawabannya yang masih belum pasti. Huo Bing hanya mengangguk-ngangguk.
"Sepertinya teorimu benar. Pola aliran.........Ya, kau benar. Tidak salah lagi. Jadi sekarang kau berusaha membentuk dua pola aliran dalam tubuhmu?"
"Tepat."
"Dan kau berniat melakukannya dengan resiko pemuda itu mati kalau kau gagal?"
"Ya. Dan karena itu aku harus berhasil."
Setelah itu Huo Bing tidak mengganggu Xika lagi. Bocah itu kelihatannya juga sudah mulai berkonsentrasi lagi. Huo Bing mengulang-ulang teori Xika di kepalanya. Entah kenapa ia merasa harus melakukan hal itu. Kemudian suatu teknik terlintas dalam kepalanya.
Ultimate Deck Method.
Ia kembali memeriksa ingatannya mengenai metode kultivasi yang satu itu. Butuh beberapa saat, tapi akhirnya ia menemukannya. Ia memeriksa setiap bagian metode itu, setiap kata yang ditulis, setiap baris yang disusun, dan setiap gambar yang ada.
Kemudian Huo Bing membentuk tubuhnya dan keluar dari dantian Xika. Kemunculannya itu agak mengejutkan Lang Jin, tapi baik Lang Jin maupun Huo Bing tidak mengatakan apa-apa. Lang Jin hanya diam memperhatikan apa yang dilakukan Huo Bing, sementara burung itu sendiri asik menggambar di tanah untuk memastikan dugaan yang terlintas di kepalanya.
Setelah selesai, ia kembali memperhatikan pola-pola penyusun elemen yang telah ia gambar. Burung itu mengerukan keningnya. Masing-masing pola penyusun elemen yang telah ia gambar terlihat familiar. Ia pernah melihat susunan seperti itu juga, tapi bukan di alam. Ia berpikir keras untuk mengingat dimana ia pernah melihatnya, tapi ia tidak berhasil.
Kemudian ia memperhatikan Xika. Keningnya sudah tidak berkerut lagi dan mukanya terlihat santai. Sepertinya anak itu sudah berhasil membentuk dua pola dalam tubuhnya. Huo Bing tersenyum mengetahui hal itu. Dan ia mendadak ingat di mana pernah melihat susunan itu.
"Benar juga! Kenapa aku bisa melupakannya?"
Ia kembali masuk ke dalam tubuh Xika dengan cepat hingga membuat Xika sedikit tersentak, tapi tidak terlalu mengganggunya. Burung itu kembali menjelajahi tubuh Xika. Terutama dantian-dantian Xika, selain dari empat dantian utamanya yang terbesar. Dan seketika itu juga Huo Bing terkejut.
Ia sangat senang sampai ingin langsung memberitahu Xika saat itu juga, tapi Xika masih dalam keadaan fokus. Jadi ia menunggunya selesai. Ia kembali menjelajahi tubuh Xika untuk membunuh waktu. Beruntung, sepuluh menit kemudian Shu Mang selesai menyerap semua khasiat obat itu. Yang artinya Xika juga sudah selesai.
Shu Mang membuka matanya dan memperhatikan apa yang berbeda dengan tubuhnya. Ia menatap perutnya. Tempat itu mengeluarkan cairan ungu yang jatuh dan membuat tanah mengering seketika. Cairan itu menetes selama beberapa saat sebelum akhirnya berhenti. Racunnya sudah mulai keluar.
Kalau proses ini terus dilanjutkan, maka tidak butuh waktu lama baginya untuk sembuh sepenuhnya. Dan semuanya itu karena Xika. Kemudian ia menoleh hendak berterimakasih pada anak itu. Kalau bukan karena anak itu yang membagi qi miliknya, maka ia akan kehabisan qi dan entah apa yang terjadi.
Tapi sebelum Shu Mang sempat berterimakasih, Huo Bing muncul dan memanggil Xika seolah ada hal mendesak yang harus disampaikannya. Dan memang itulah kebenarannya.
__ADS_1
"Xika! Xika! Cepat bangun! Anak itu sudah berhenti, kenapa kau masih belum? Cepatlah bangun! Ada hal penting yang harus kutunjukkan padamu!"
Akhirnya Xika membuka matanya karena desakan Huo Bing. Ia tidak langsung membuka matanya karena masih mengamati pola aliran qi yang telah berhasil ia bentuk. Sebelumnya, ia tidak sempat membandingkan keduanya, jadi ia ingin melakukannya sekarang. Tapi panggilan Huo Bing membuatnya terpaksa menunda hal itu.
"Iya, iya. Aku bangun. Ada apa? Kau berisik sekali."
"Cepat! Cepat! Lihat pola yang kugambar ini. Kemari! Cepat!" ucap Huo Bing tak sabar ingin memberitahukan penemuan barunya.
Xika mengikuti pandangan Huo Bing dan menemukan empat simbol elemen dengan pola-pola aneh di samping tiap elemen. Sebelum ia sempat bertanya, Huo Bing sudah kembali bicara.
"Nah, sekarang ingatlah pola-pola ini dengan baik. Atau kalau kau kesusahan, kau bisa mengingat salah satu dulu. Sisanya akan menyusul."
Xika menatap pola aneh yang berada di samping elemen air. Ia menghafalkan pola itu dalam setengah menit.
"Sudah. Sekarang apa?"
Huo Bing tidak menjawab. Ia masuk ke dalam dantian Xika dan bicara di kepala Xika.
"Perhatikan dantianmu. Empat dantian terbesar, yang ketiga dari kiri. Perhatikan dengan baik."
Xika mengikuti perkataan Huo Bing. Burung itu kembali bicara.
"Sudah? Sekarang coba perhatikan dantianmu yang lain. Yang tersebar di dekat dantian ketiga dari kiri itu. Perhatikan polanya."
Xika memeriksa letak dantiannya yang lain menggunakan qinya. Awalnya ia tidak mengerti apa yang dibicarakan Huo Bing. Kemudian ia memeriksa letak dantiannya beberapa kali lagi dan menemukan apa yang Huo Bing maksud. Letak dantian kecilnya yang paling dekat dengan dantian ketiga, sama persis dengan pola aneh yang digambar Huo Bing di samping simbol air. Sama persis.
Xika membuka matanya dan menemukan burung dua warna itu menatapnya. Keduanya terdiam selama beberapa saat membuat Lang Jin dan Shu Mang yang memperhatikan jadi bingung. Kemudian Huo Bing kembali meminta Xika menghafalkan pola aneh di simbol yang lain.
Kali ini ia memilih simbol angin. Huo Bing memintanya memperhatikan dantian pertama dari empat dantian terbesarnya dengan susunan kiri ke kanan. Dan dantian kecil yang terletak di dekat dantian pertama itu membentuk pola yang sama persis lagi dengan pola aneh itu. Ia memperhatikannya sekali lagi karena tidak yakin, tapi hasilnya masih tetap sama.
Dan seketika itu juga muncullah sebuah dugaan dalam kepala Xika. Dugaan yang sama yang ada dalam kepala Huo Bing sebelumnya. Xika menggelengkan kepalanya tidak percaya sambil melihat Huo Bing.
"Tidak.....tidak.......ini tidak mungkin.........kenapa pola yang kau gambar sama dengan..........?"
Huo Bing tidak menjawab. Ia hanya memberikan senyum yang terkesan misterius. Senyum yang menunjukkan bahawa ia mengetahui sesuatu yang tidak Xika ketahui.
"Tunggu! Pola lainnya.......tidak mungkin.........kan?"
__ADS_1
"Periksa saja sendiri." kata Huo Bing masih dengan senyum di wajahnya.
Dan Xika kembali melakukan hal yang sama dengan sebelumnya. Ia memperhatikan pola aneh dari dua elemen yang tersisa, dan membandingkannya dengan dua dantian besar lainnya. Hasilnya............................sama persis.