Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-182


__ADS_3

TES!


Darah menetes. Tidak, lebih tepat disebut mengalir. Darah mengalir dari tubuh pria besar itu. Garis merah panjang membentang dari bahu kirinya sampai ke pinggang kanan membuat pria itu berlutut tak berdaya.


"Hah.....hah......Tidak........mungkin....."


Bruk!


Pria itu pingsan. Darah yang keluar memang banyak, tapi bukan itu penyebab utama ia pingsan. Gadis yang ia sukai, pujaan hatinya, baru saja menyerangnya karena pria lain.


"............"


Entah sejak kapan, orang-orang mulai berkumpul. Mereka sudah mulai bisik-bisik ketika Xika berhasil menahan serangan pria besar itu. Tapi kini, tak ada suara yang terdengar sedikitpun. Bahkan kalau seseorang menjatuhkan jarum, maka akan terdengar sangat jelas.


Srek!


Tap! Tap!


Xingli menyarungkan pedangnya, menatap Xika sesaat, kemudian berjalan pergi seolah pria yang jatuh itu tak ada hubungan dengan dirinya sama sekali.


"Hei? Tunggu aku!"


Mendengar Xika bersuara, banyak orang mulai tersadar. Tapi tetap saja, mereka tidak mempercayai penglihatan mereka. Yang menjadi fokus utama mereka saat ini bukanlah pria besar yang berbaring tak berdaya di tanah, namun gadis yang berhasil membuat pria itu tak berdaya, serta seorang pria yang terlihat dekat dengannya.


"A-aku tak percaya.....jadi rumor kalau Nona Yin memiliki hubungan dengan murid baru itu benar?"


"Ya....sepertinya begitu. Tadinya aku tak mau percaya, tapi melihat hal ini langsung di depan mataku membuatku tak bisa menolaknya lagi."


Kabar tentang murid baru yang berhasil masuk dengan mengalahkan murid baru terkuat sebelumnya sudah menyebar. Tapi bukan itu yang membuat berita ini dibicarakan banyak orang tanpa henti. Sosok gadis dingin secantik dewilah yang membuat berita ini menyebar dengan sangat cepat.


Yin Xingli, gadis misterius yang muncul secara misterius dua tahun lalu. Tak ada yang tahu darimana ia muncul, dan kenapa ia muncul di tempat ini. Meskipun Akadami Mu Zhan adalah tempat mengajar terbaik di Dinasti Lin, tapi sejujurnya, banyak orang merasa bahwa Akademi masih terlalu buruk untuk gadis itu.


Awalnya, banyak pria yang mengejarnya ketika melihat parasnya yang tiada tanding itu. Beberapa menggunakan cara halus, sementara yang lainnya menggunakan cara kasar. Tapi dua-duanya tak ada yang berhasil. Gadis misterius dengan paras menawan yang terlihat rapuh, banyak yang mengira akan mudah untuk menundukkannya dengan kekuatan.


Tapi tak ada yang menyangka bahwa ia sanggup mengalahkan sepuluh orang yang berniat buruk padanya. Ia tak membunuh mereka, tapi semua orang tahu itu bukan karena ia tak bisa, melainkan karena mereka tak cukup penting untuk mengotori tangannya.


Meskipun begitu, Xingli tidak membiarkan mereka begitu saja. Ia meninggalkan 'oleh-oleh' sebagai peringatan pada mereka yang mengganggunya berupa ratusan sayatan di seluruh tubuh.


Reputasinya melesat cepat hanya dalam semalam. Banyak pria yang hendak menggunakan cara kasar mulai berpikir dua kali, bahkan tiga kali sebelum akhirnya menggelengkan kepala menyerah terhadap rencana busuk mereka.

__ADS_1


Sekalipun Xingli berhasil menorehkan ratusan sayatan di tubuh para pengejarnya, nasibnya tak akan bertahan lama. Karena bagaimanapun juga para pengejarnya berasal dari kekuatan yang tak bisa dianggap remah. Atau setidaknya begitulah pikiran para masyarakat awam.


Namun nyatanya, tak ada yang terjadi pada gadis itu. Para kekuatan yang berada di balik pengejarnya itu hanya duduk berpangku tangan seolah tak tahu apa yang terjadi pada anggota mereka. Satu tahun berlalu dan masih tak ada gerakan apapun dari para kekuatan besar.


Bahkan masyarakat yang paling bodoh sekalipun tahu bahwa gadis bernama Yin Xingli ini memiliki identitas luar biasa. Sejak saat itu tak ada yang berani macam-macam dengannya. Masih banyak yang mengejarnya, tapi tak ada yang berani menggunakan cara kasar.


Pernah ada seorang elder dari kekuatan besar yang tak terima muridnya dihajar begitu parah oleh Xingli. Elder itu mendatangi Xingli secara terbuka. Ia masuk ke kediaman Xingli, namun sampai sekarang, tak pernah ada yang melihat elder itu lagi.


Yin Xingli, gadis misterius yang luar biasa. Parasnya, melebihi wanita terindah di Dinasti Lin. Kekuatanya, bakatnya, tak ada yang berhasil menandinginya. Identitasnya, tak ada yang mengetahuinya, juga tak ada yang meragukannya. Yin Xingli, tak ada yang biasa tentang gadis itu.


Dengan itu, setahun berlalu dengan damai dan tak ada yang berani mencari masalah dengan gadis itu. Tapi sebuah kabar mengatakan bahwa pada saat hari terakhir penerimaan murid baru Mu Zhan Akademy, tiga orang murid luar biasa muncul dan diterima dengan cara yang tak biasa.


Dan salah satu dari tiga murid itu dikabarkan memiliki hubungan yang tak biasa dengan Yin Xingli. Tentunya kabar itu mengundang berbagai reaksi. Kebanyakan tak percaya dan hanya menganggap itu sebagai kabar angin yang akan segera berlalu.


Tapi ada beberapa orang yang mulai menduga-duga. Yin Xingli memiliki identitas misterius. Kemudian pria yang sama misteriusnya muncul dua tahun kemudian. Keduanya memiliki hubungan yang tak biasa juga. Apakah pria itu berasal dari kekuatan yang sama dengan gadis itu? Apakah pria itu merupakan tunangan dari Xingli?


Dan saat ini, dugaan liar itulah yang dipikirkan semua orang yang hadir ketika melihat Xingli ikut turun tangan demi Xika. Bahkan nama merekapun terdengar mirip dan sama sama memiliki huruf Xing (星) yang berarti bintang.


Xika saat ini tentu saja tidak tahu apa yang dipikirkan orang banyak. Ia hanya berjalan santai dengan Xingli dan Huo Bing serta Heiliao. Ia mengabaikan dua mahluk terakhir karena keduanya tak berhenti berdebat.


"Kau ganas juga rupanya ya. Dari pertemuan pertama juga begitu sih. Tapi tak apalah, lebih baik ganas daripada terlalu lembut."


Akhirnya mereka sampa ke Halaman Utama yang dibicarakan Elder Bai. Sudah cukup banyak murid yang hadir. Tapi Xika sadar bahwa murid-murid itu terbagi menjadi dua kelompok. Satu yang memiliki aura lemah. Jumlah mereka lebih banyak. Sementara kelompok yang lain memiliki aura yang lebih kuat. Jumlah mereka sedikit, tapi kalau kedua kelompok itu bertarung, maka Xika yakin kelompok yang memiliki jumlah lebih sedikit akan menang.


Menyadari tatapan Xika, Xingli mengambil sebuah pin dengan huruf Mu (木) dari dadanya dan mengangkatnya tinggi-tinggi agar Xika melihatnya.


"Hm? Ada apa?"


Xingli mendorong pin itu dan memaksa Xika melihat pin itu dengan lebih jelas. Seperti biasa, gadis itu tak mengatakan apapun. Tapi ia sudah mengalami banyak perubahan. Sekalipun masih tak banyak bicara, bahkan bisa dibilang tak bicara sama sekali, tapi gadis itu menjadi lebih aktif didekatnya.


Xika sendiri terkejut dengan perubahan Xingli ini. Mulai dari kemunculan pertama Xingli kemarin, terlihat jelas bahwa gadis itu menyerang Han Shan karena mengira pria itu melukai Xika, kemudian ketika Xingli menyerang pria besar itu karena melancarkan serangan menyelinap pada Xika, dan saat ini, ketika Xingli menyodorkan pinnya pada Xika.


"Apa ini.....semacam tanda? Untuk membedakan para murid?"


Xingli mengangguk.


"Hmm......" Xika berpikir lagi apa makna selanjutnya dari pin itu dan kenapa Xingli memintanya memperhatikan pin itu dengan seksama.


Sebagai petunjuk, Xingli menunjuk beberapa elder yang datang dengan membawa beberapa kertas dan terlihat seperti akan mengadakan tes.

__ADS_1


"Hm? Elder.....kertas......tes? Apa mereka hendak mengadakan tes?"


Xingli kembali mengangguk. Kali ini ia mengangkat tangannya dan menunjukkan angka tiga.


"Tiga? Para murid terbagi menjadi tiga? Murid luar, dalam, dan inti? Tes itu untuk....murid luar yang hendak menjadi murid dalam! Betul? Dan pin itu adalah tanda seorang murid dalam?"


Xingli mengangguk dengan puas. Setelah itu ia mengambil kembali pin itu dan memasangkannya di pakaiannya. Berikutnya ia berbalik dan menatap para elder. Memberikan punggungnya pada Xika.


"Hahhh......."


Tapi helaan nafas Xika membuat gadis itu kembali berbalik. Ia menatap Xika dengan bingung.


"Apa? Kau mau tau kenapa aku menghela nafas? Tentu saja karena dirimu. Kau melakukan banyak gerakan dan membuatku menebak-nebak daritadi. Kenapa tidak bicara saja? Memang apa susahnya sih? Kau kan tidak bisu." ucap Xika dengan polosnya.


Slash!


Ucapan Xika itu sukses membuat Xingli mengayunkan tebasan beruntun.


"Pftttt......"


"....bocah bodoh....."


Huo Bing berusaha keras menahan tawanya sementara Heiliao tak bisa menahan dirinya untuk tidak mengatai Xika. Melihat sikap Xika dalam menghadapi wanita memang merupakan tontonan yang menarik. Untuk hal yang satu itu, Huo Bing dan Heiliao sepakat.


Slash!


"Eh? Kenapa kau malah mengayunkan pedangmu?"


Whush!


"Tuh kan. Buktinya kau lebih memilih menyerangku daripada menjelaskan padaku. Apa ini yang disebut berbagai bentuk komunikasi? Kau berkomunikasi dengan pedangmu?"


Xingli tak berhenti mengayunkan pedangnya mengincar Xika.


Pada saat ini, entah berapa banyak pria yang mengutuki Xika dalam hatinya. Meskipun terlihat seolah sedang bertarung dengan Xika, bahkan terlihat ingin melukai Xika, kalau kau menajamkan matamu dan melihat mereka baik-baik, pasti kau akan tahu bahwa Xingli tidak bermaksud serius.


Xingli hanya bermain-main. Tebasan pedangnya tak mengandung aura permusuhan atau kebencian. Juga tak ada aura es yang selama ini selalu menyelimuti gadis itu. Padahal Xika sudah menghinanya. Xingli telah bersikap baik pada Xika, bahkan tak terhitung jumlah lelaki yang rela berada di posisi Xika. Mereka rela harus menebak-nebak maksud Xingli kalau bisa bersama gadis itu seumur hidup.


Tapi Xika bukannya bersyukur bisa berinteraksi dengan gadis dewi yang misterius itu, ia malah meminta lebih. Meskipun begitu, Xingli tidak terlihat kesal dengan Xika. Xingli hanya bersikap seperti ini pada Xika seorang. Dan hanya Xika seorang yang bisa dan berbuat begitu pada Xingli.

__ADS_1


__ADS_2