Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-67


__ADS_3

Setelah jatuh berkali-kali ditemani suara tawa yang semakin lama semakin mengesalkan, Xika akhirnya berhasil duduk dengan benar tanpa terjatuh karena sayapnya.


Ia duduk diam menikmati hasil kerja kerasnya. Ia merasa cukup bangga bisa duduk dengan sayapnya tanpa terjatuh.


"Hah, hanya seperti itu dan kau sudah merasa bangga? Tunggu sampai kau bisa terbang."


Huo Bing sebenarnya bermaksud mengejek, tapi Xika justru termotivasi.


"Benar juga. Aku ingin tahu bagaimana rasanya terbang."


Xika semakin bersemangat berlatih.


Ia membiasakan diri beberapa saat setelah berhasil duduk. Kemudian ia mulai berusaha menggerakan sayapnya beberapa kali.


Sebelumnya, ia hanya menggerakkan tubuhnya tanpa menggerakkan sayapnya.


Cukup kaku, tapi ia berhasil.


Xika tidak langsung berdiri. Ia mencoba mengerakkan sayapnya dan membiasakan diri dengan benda itu. Sama seperti ketika kakimu baru pulih dan kau baru bisa menggerakkannya setelah seminggu, kau akan menggerak-gerakkannya untuk membiasakan diri.


Xika mencoba merentangkan sayapnya selebar mungkin, tapi ia langsung terjatuh karena sayapnya semakin berat.


Sebelumnya ia berlatih dengan sayap setengah tertekuk. Wajar saja ia langsung jatuh ketika merentangkannya.


"Benar. Jangan coba berdiri dulu. Cobalah untuk membiasakan diri dengan sayapmu dulu. Kau harus mengetahui pergerakan sayapmu." ucap Huo Bing menasehati.


Selama beberapa jam, Xika terus menggerakkan sayapnya dan membiasakan diri.


Tapi kemudian, perutnya berbunyi dan mengganggu fokusnya.


"Benar juga. Bagaimana kita bisa hidup tanpa makanan disini?"


"Bukan kita. Kau. Sebenarnya, aku tidak butuh makanan." Huo Bing menegaskan dengan muka mengesalkan yang seolah berkata 'itu masalahmu, bukan masalahku'.


Kemudian Xika menoleh pada Heiliao. Bagaimanapun juga, Heiliao adalah mahkluk hidup, bukan jiwa seperti Huo Bing.


Tapi Heiliao membuka mulutnya dan lubang hitam muncul menyerap qi di sekitarnya.


"Kalau terpaksa, aku bisa menggunakan qi sebagai makananku."


"..........."


Ia mencoba bangun untuk melihat keadaan sekitar.


Oleng sedikit, tapi ia berhasil berdiri tanpa terjatuh. Sambil berjalan, ia mencoba menekuk dan merentangkan kedua sayapnya.


Lama-kelamaan, ia mulai mengetahui bagaimana posisi sayap yang paling cocok untuk berjalan.


Ia mengelilingi ruangan itu, tapi tidak menemukan apapun yang bisa dimakan.


Kemudian matanya menangkap sesuatu.


Ular.


Mayat ular-ular itu bisa ia jadikan sebagai makanan.


Ia berjalan mendekati salah satu mayat ular. Dari corak di tubuhnya, ia adalah Coral.


Ia memotong sedikit dari tubuh ular itu dengan Space Shifter, kemudian mengulitinya. Kemudian ia potong lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar lebih mudah untuk dibakar. Setelah itu ia menusukkan kartunya dan membakar daging ular itu.


Ia sedikit bingung karena baik Huo Bing maupun Heiliao tidak ada yang berbicara.


Jadi ia berbalik dan menemukan dua pasang mata yang menatap dagingnya dengan air liur menetes. Terutama Heiliao.


"Apa lihat-lihat?"


"Hehehe.........Xika, kita ini kan-"


"Tidak. Kau mengatakan hanya aku yang membutuhkan makanan, jadi aku tidak mau berbagi."


Kemudian Heiliao menatapnya dengan pandangan bersinar.

__ADS_1


"Kau juga. Bukankah sebelumnya kau bilang bisa menggunakan qi sebagai makanan? Kalau begitu makan saja Qi sana. Lagipula tidak ada dari kalian berdua yang membantuku sebelumnya."


Selesai mengatakan itu, Huo Bing langsung mengayunkan sayapnya beberapa kali dan memoton Coral menjadi bagian-bagian yang cukup kecil untuk dibakar.


Heiliao juga tidak mau kalah, ia langsung berpindah ruang dan memisahkan semua daging yang telah Huo Bing potong dengan cakarnya. Setelah selesai, ia kembali ke depan Xika.


Kemudian mereka berdua kembali menatap Xika.


"............."


Xika bingung harus berkata apa. Sepertinya selera makan mereka benar-benar sama.


"Baiklah, tapi-"


Belum selesai Xika bicara, dua mahkluk itu sudah memakan daging yang Xika bakar sebelumnya.


"Dengarkan aku bicara dulu, sialan!"


Kemudian Xika bergabung dan ikut makan bersama mereka.


Jadi untuk sementara permasalahan makan selesai.


"Tunggu. Apa yang harus kita minum?"


Heiliao langsung berpindah ruang ke samping bagian tubuh Coral yang masih cukup besar. Kemudian ia menusukkan cakarnya dan darah mengalir.


"Kau tidak bermaksud..........."


Heiliao mengangguk.


"Apa tidak ada pilihan lain?"


Heiliao menggeleng.


"Bagaimana rasanya?"


Heiliao melemparkan daging di sampingnya itu sebagai jawaban.


Dan akhirnya ia meminum darah ular tersebut. Ia mengernyitkan matanya ketika meminumnya.


Ia tidak mengatakan apa-apa kemudian melanjutkan makannya.


"Tunggu. Apakah aku tidak akan keracunan meminum dan memakan ular? Apa mereka tidak akan tahu posisi atau apa yang kulakukan?"


Ia menatap Huo Bing dan Heiliao yang balas menatapnya dengan pandangan datar.


Mereka menggeleng bersamaan.


Dan Xika kembali melanjutkan makanannya.


Selesai makan, ia kembali berlatih menggunakan sayapnya. Ia mencoba berjalan lagi.


Masih miring, tapi sudah lebih baik dari sebelumnya. Kemudian setelah ia bisa berjalan tanpa terganggu dengan sayapnya baik ditekuk maupun direntangkan, ia mulai mencoba berlari.


Lari dengan sayap terentang cukup, bahkan sangat sulit bagi Xika.


"Untuk bisa meniru burung, kau harus memperhatikan burung terlebih dulu. Perhatikan bagaimana mereka ketika berjalan di tanah, bagaimana ketika mereka akan terbang, bagaimana mereka mengepakkan sayap, dan bagaimana mereka menghadapi angin kencang."


"................."


Xika tidak menjawab Huo Bing, hanya menatapnya.


Pasalnya, saat ini Huo Bing sedang tiduran sementara satu-satunya burung yang ada disini hanyalah dirinya.


"Kalu begitu, bisakah kau memperlihatkan padaku bagaimana beraktivitas dengan sayap, Tuan Burung Setengah Matang?"


"Tentu. Setelah aku mengumpulkan niat tentu saja."


Tidak lama setelah ia mengatakan itu, Huo Bing tertidur.


Xika ingin sekali memukul burung dua warna itu, tapi ia menahannya dan berusaha menggunakan energinya untuk berlatih.

__ADS_1


Ia berdiri dengan sayap tertutup. Kemudian berlari, masih dengan sayap tertutup. Dan perlahan, ia membuka sayapnya.


Ia terangkat.


Ia terbang.


"HUO BING! LIHAT AKU!"


"Mm?"


Huo Bing membuka matanya dan melihat Xika yang jatuh dengan kepalanya duluan.


"Hmm, pose yang sangat bagus Xika. Lain kali kau mau jatuh, bangunkan aku lagi."


Setelah mengatakan itu, Huo Bing menutup matanya kembali.


Xika hanya mampu terbang sebentar. Agak kurang tepat bila disebut terbang karena ia hanya sedikit terangkat dari tanah ketika merentangkan sayapnya.


Ia mencoba hal yang ia lakukan sebelumnya.


Ia kembali terbang. Tapi kali ini ia tidak langsung membangunkan Huo Bing. Ia diam sebentar, kemudian ia jatuh kembali. Kali ini kakinya yang jatuh duluan, setelah itu mukanya langsung menghantam lantai.


Xika tidak menyerah. Ia mencobanya lagi.


Berkali-kali ia jatuh, berkali-kali ia bangun lagi.


Tanpa sadar, Heiliao menontonnya dari samping. Tapi tidak dengan mata penuh ejekan seperti Huo Bing sebelumnya, ataupun dengan tertawa keras. Melainkan dengan pandangan kagum melihat betapa keras tekad Xika.


"Aku membuat keputusan yang tepat."


Setelah beberapa puluh, mungkin ratusan kali jatuh, Xika mulai mengerti mengapa ia tidak bisa terbang. Ia hanya bisa melayang sebentar kemudian jatuh.


Ia lupa mengepakkan sayapnya.


Setelah berlari dengan sayap tertutup, kemudian membukanya, langkah selanjutnya yang harus ia lakukan adalah mengepakkan sayapnya.


Tapi meskipun ia sudah mengerti teorinya, prakteknya tetaplah tidak mudah.


Saat berlari, sayapnya lebih kaku dari yang ia pikirkan.


Jadi Xika mencoba mengepakkan sayapnya dulu sebelum kembali berlari.


Selama beberapa hari, Xika tidak tahu berapa kali ia terjatuh. Tapi ia tidak pernah menyerah. Ia selalu bangkit kembali dengan tatapan yang sama di matanya.


Tatapan pantang menyerah dan yakin bahwa ia pasti bisa.


Dan ia membuahkan hasil.


Kini ia sudah bisa terbang beberapa meter di atas tanah. Ia masih tidak bisa terbang lebih tinggi karena tekanan udara yang semakin kuat. Untuk sementara, beberapa meter di atas tanah merupakan batasnya.


Saat ini, ia sedang belajar bagaimana caranya mendarat. Ia sudah berhasil terbang, tapi masih belum bisa mendarat. Jadi setelah ia terbang dan merasakan angin di wajahnya, tanah datang dan menggantikan angin di wajahnya.


"Kepakkan sayapmu lebih lebar. Lebih lebar tapi lebih pelan. Bukan,bukan seperti itu!"


Huo Bing juga membantu. Ia memberi saran dan mencontohkannya. Hal itu membuat Xika maju dengan cepat.


Selain berlatih menggunakan sayap, Xika juga diajari Huo Bing teknik menempa, janjinya sebelumnya.


Cukup sulit karena Huo Bing tidak menggunakan tungku seperti kultivator lainnya. Terlebih ia menggunakan dua elemen yang sangat menyita konsentrasi.


Heiliao juga tidak mau kalah. Entah sejak kapan ia mulai berkompetisi dengan Huo Bing. Ia mengajarkan Xika bagaimana cara membuat pil.


Namun sayangnya, tidak ada tanaman spiritual di sini selain yang ia ambil untuk Huo Bing. Jadi mereka tidak bisa berlatih.


Xika tiduran di lantai karena kecewa tidak bisa belajar memurnikan pil. Kemudian ia merasakan sesuatu di kantungnya.


Dia menyimpan cincin spasial Bai Feng sebelumnya. Ia sampai lupa akan hal itu.


Xika mengecek isinya dan menemukan cukup banyak tanaman spiritual di dalamnya.


Jadi dengan itu, berlanjutlah persaingan antara Heiliao dan Huo Bing.

__ADS_1


__ADS_2