Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-84


__ADS_3

TAP!


Xika menangkap bola api itu. Kemudian meremasnya sampai hancur.


Pria yang dipanggil Tuan Muda itu mengangkat alisnya.


"Hoo? Rupanya kau punya kemampuan. Aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi.


Jawab pertanyaanku. Apa yang dikatakan pria tua itu benar?" tanyanya sambil menunjuk kusir kudanya.


Xika mengoreng-ngorek kupingnya sebentar. Ia bicara tanpa berbalik.


"Hahhh.......Sudah menyerang dari belakang, sekarang bersikap sok hebat. Memangnya kau siapa bisa memberikanku kesempatan?"


Ucapan Xika itu suskses menimbulkan kehebohan. Baik Tuan Muda itu maupun orang-orang yang mengantri sama-sama terkejut.


Wajar saja mereka terkejut. Pria yang disebut Tuan Muda tadi merupakan anak kedua dari ketua klan Cao. Pria itu bernama Cao Ping. Karakterknya memang tidak terlalu begitu bagus, tapi bakatnya cukup lumayan. Di usianya yang keenambelas, ia sudah mencapai Forming Qi tingkat 2.


Tapi bukan hanya itu yang membuatnya sombong. Kakaknya, Cao Shi telah mencapai Forming Qi 5 dan saat ini usianya baru 18 tahun. Dengan bakatnya, ia telah berhasil mengamankan kursi patriark untuk Klan Cao di masa depan. Semuanya memanggil dirinya Patriark Muda. Cao Ping sebenarnya sedikit iri dengan kakaknya. Tapi bila dirinya bisa menggunakan nama kakaknya itu semua tidak masalah.


Ia tetap dihormati dan dipanggil sebagai Tuan Muda Cao. Meskipun bakatnya tidak sebagus kakaknya, ia masih akan menjadi pilar penting di kota Yuan. Karena itu, tidak ada yang berani memandang rendah, atau bersikap tidak sopan padanya.


Tapi sekarang, seorang pria yang kira-kira seusia dengannya berani berskiap tidak hormat padanya? Ia harus memberia pemuda itu pelajaran.


Xika mengetahui asal-usul dan identitas Tuan Muda di depannya ini dari kerumunan. Mereka sibuk membicarakan Tuan Muda Cao ini.


"16 tahun berlatih dan baru mencapai Forming Qi 2? Bahkan siputpun lebih cepat berlatih daripada dia." kata Xika pelan.


Di pundak kiri dan kanannya, Huo Bing dan Heiliao tertawa.


"Memangnya semua orang memiliki lubang hitamku?" tanya Heiliao bangga.


"Tapi bukan hanya lubang hitammu. Aku kan punya empat dantian. Tapi aku berhasil mencapai Qi Gathering 9 dalam satu tahun. Padahal sebelumnya aku hanya manusia biasa."


"Itu semakin membuktikan bahwa lubang hitamku luar biasa."


"Yah, tentu saja Xika bisa sampai sejauh ini karena memiliki guru yang hebat." balas Huo Bing tak mau kalah.


Tapi kali ini Huo Bing dan Heiliao tidak berdebat. Mereka menantikan apa yang akan dilakukan Cao Ping. Sudah lama mereka tidak melihat pertunjukkan.


Badan Cao Ping bergetar menahan amarah karena ucapan Xika.


"Apa kau tahu siapa aku?"


Masih dengan punggung menghadap Cao Ping, Xika menjawab,


"Cao Ping. Forming Qi 2. Usia 16 tahun. Anak kedua dari patriark Klan Cao, adik dari Cao Shi yang sudah mencapai Forming Qi 5 di usia 18 tahun dan dikatakan akan menjadi patriark Klan Cao berikutnya."


Cao Ping tersenyum puas. Xika tahu identitasnya, berarti ia tidak akan bersikap kurang ajar lagi.


"Bagus. Minta maaflah kemudian jawab pertanyaanku sebelumnya."

__ADS_1


Xika memasang wajah heran tapi Cao Ping tidak bisa melihatnya karena Xika masih berdiri membelakanginya. Xika menggaruk-garuk kepalanya kemudian berbalik. Ia tersenyum dan berkata,


"Kalau kau punya otak, kau harusnya sudah tahu jawaban dari pertanyaanmu sendiri. Meskipun aku ragu kau memilikinya."


Badan Cao Ping kembali bergetar. Xika dengan jelas mengatakan bahwa ia tidak memiliki otak di hadapan banyak orang. Mau ditaruh di mana mukanya?


"Dasar bocah rendahan! Minta maaf sekarang juga!"


Masih dengan senyum di wajahnya, Xika menjawab,


"Bocah rendahan ya?"


Kemudian Xika menatap Cao Ping dengan cukup tajam sampai membuat pria itu mundur selangkah.


"Apa kau tahu bahwa bocah rendahan ini bisa membunuhmu?"


"Ap-"


WHUSHHH!!!


Xika melesat maju kemudian menutupi wajah Cao Ping dengan tangannya. Setelah itu ia membantingnya ke tanah.


Bruk!


Semua orang terdiam melihat hal itu. Tak ada yang menyangkan bahwa bocah yang tak jelas asal-usulnya akan menyerang Cao Ping. Mereka juga tak menyangka bahwa Cao Ping dapat semudah itu diserang.


"Kalau aku membantingmu lebih kuat, kau sudah mati sekarang." kata Xika masih dengan tangannya menempel di wajah Cao Ping.


Cao Ping hanya melebarkan matanya tanpa mampu berkata apa-apa.


"Apa ada masalah Tuan Muda Cao?"


Seorang gadis muda keluar dari kereta itu. Usianya sepertinya sedikit lebih muda dari Xika. Gadis itu memiliki paras yang cukup cantik untuk dikatakan sebagai seorang peri. Ditambah dengan suara lembut nan merdunya, gadis itu telah berhasil merebut ribuan hati kaum adam.


Tentu saja Xika tidak tergerak sedikitpun. Gadis itu memang cantik, tapi bila dibandingkan dengan Xingli, ia masih kalah.


Cao Ping buru-buru berdiri dan bersikap dengan elegan.


"Hanya masalah kecil nona Wu. Bukan apa-apa." kata Cao Ping dengan senyum percaya dirinya.


"Tentu saja. Pantat terbakar bukanlah apa-apa bagi Tuan Muda Cao Ping yang luar biasa. Itu hanya masalah kecil baginya." ucap Xika yang entah sejak kapan telah berdiri di belakang Cao Ping.


Cao Ping membutuhkan dua detik untuk menyadari situasi.


Xika telah membakar celananya sampai pantatnya.


Ia langsung melapisi bagian tersebut dengan qi. Memadamkan api dan berusaha mengurangi rasa sakit yang diterima.


Nona Wu itu tertawa sedikit. Sayangnya ia menggunakan cadar. Bila tidak, pasti sudah banyak laki-laki yang pingsan karena melihat wajahnya. Ketika gadis itu membuka matanya, Xika tidak lagi berada di belakang Cao Ping. Ia sudah kembali ke depan penjaga kota.


Gadis itu sedikit terkejut dengan kecepatan Xika. Tapi Xika tidak melihatnya karena menghadap penjaga kota. Kalaupun melihat juga ia tidak akan peduli.

__ADS_1


"Kakak penjaga kota. Ini sudah kesekian kalinya saya bertanya. Berapa biaya masuk kota? Apakah anda tidak mengizinkan saya masuk?"


"Li-lima keping perak." jawab penjaga kota itu tergagap karena melihat kecepatan dan kekuatan Xika.


Xika mengeluarkan lima keping perak dan menyerahkannya ke penjaga kota. Tapi sebelum penjaga kota itu menerimanya, gadis itu bicara.


"Tunggu," katanya, "Biar aku saja yang membayar biaya masuk Tuan ini."


Xika menoleh dengan bingung. Kemudian ia tersenyum dan berkata,


"Terima kasih nona. Tapi saya tidak perlu. Sampai jumpa."


Xika segera menyerahkan uangnya kepada penjaga kota kemudian melangkah masuk kota sebelum gadis itu bicara lagi.


Cao Ping tidak terlalu memperhatikan ini. Ia sibuk dengan bagian belakang celananya. Ketika ia selesai emngganti celananya, Xika sudah menghilang.


"Dimana anak itu?"


Nona Wu menoleh.


"Siapa yang kau cari Tuan Muda Cao?"


Sepertinya Cao Ping melupakan kehadiran gadis itu selama sesaat. Ia langsung memasang sikap elegannya dan berkata,


"Ah, bukan siapa-siapa. Hanya seseorang yang tidak layak untuk Nona Wu."


Nona Wu atau yang memiliki nama lengkap Wu Liao mengangguk. Kemudian ia masuk kembali ke kereta bersama dengan Cao Ping dan membuat banyak kaum adam menyorakkan kekecewaan mereka. Tapi mereka langsung berhenti ketika melihat tatapan Cao Ping.


Kereta kuda itu masuk ke dalam kota setelah sang kusir membayar biaya masuk.


Cao Ping mengeluarkan kepalanya melalui jendela kemudian mencari sosok Xika yang telah berhasil mempermalukan dirinya. Beberapa saat kemudian ia menemukannya.


Ia membuka telapak tangannya kemudian api menyala. Ia melemparkannya pada Xika seperti serangan sebelumnya.


Xika menyadari serangan itu. Baginya serangan itu sangat lambat. Ia bahkan sempat bicara dulu dengan Heiliao dan Huo Bing.


"Hahhh......apa orang itu tidak punya jurus lain?"


Ketika bola api berjarak kurang dari semeter dengan kepala Xika, ia menolehkan kepalanya sehingga bola api Cao Ping mengenai orang lain. Xika sedang berdiri di jalan utama, tentu saja banyak orang disana. Melihat Cao Ping menyerang membuktikan ia memang tidak memiliki otak.


Xika berbalik kemudian melihat punggung pria di sebelahnya terbakar.


"Hm? WAH! TUAN MUDA CAO MENYERANG TANPA ALASAN!"


Orang-orang sekitar langsung heboh dan berlarian ke sana kemari sambil mengulang-ngulang kata 'TUAN MUDA CAO MENYERANG TANPA ALASAN'.


Cao Ping hanya diam dengan bingung di keretanya. Bodohnya, ia tidak memasukkan kepalanya kembali, jadi banyak orang menatapnya dengan pandangan marah.


Wu Liao juga melihat kejadian itu. Ia memutar matanya kemudian membalikkan kepalanya.


Orang-orang mulai mendekati kereta Cao Ping dan memintanya memberikan penjelasan kenapa menyerang secara mendadak seperti itu. Terutama pria yang punggungnya terbakar karena Cao Ping.

__ADS_1


Tentu saja Cao Ping hanya diam dengan wajah bingung melihat berbagai tatapan penuh amarah ditujukan pada dirinya.


Sementara itu, Xika sudah berbaur dengan kerumunan dan menghilang dari pandangan Cao Ping.


__ADS_2