Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-105


__ADS_3

Bersama tiga ribu serigala yang menjaganya, Xika sampai di arena pertarungan. Arena itu berupa lapangan besar dengan tempat-tempat terbuka yang memiliki pembatas. Sepertinya itu adalah tempat mereka duduk. Serigala tidak butuh kursi. Saat ia sampai, sudah banyak penonton serigala yang datang. Bahkan di pinggir lapangan, ada yang membuka pertaruhan. Kebanyakan bertaruh pada Lang Jin dan hampir tidak ada yang bertaruh pada Xika.


Xika mengamati sekelilingnya, terkagum dengan pemandangannya. Tapi tidak dengan teman-teman serigalanya. Mereka langsung bergegas pada arena pertaruhan. Dan tentu saja mereka memilih Xika. Tidak semua, memang. Masih ada yang ragu pada dirinya meskipun mereka telah berteman. Tapi tidak sedikit juga yang memiliki keyakinan pada Xika. Bahkan ada juga yang tetap bertaruh pada Xika meskipun yakin bahwa ia akan kalah. Dan salah satunya adalah Lang Hu. Katanya itu adalah bentuk semangat yang bisa diberikannya. Xika hanya tersenyum ketika mendengar hal itu tanpa sengaja.


Kemudian beberapa serigala yang memiliki aura berbeda dari lainnya datang. Mereka berjalan dengan dipimpin tiga serigala. Dan Heiliao adalah salah satunya. Mereka semua adalah para pemimpin kaum serigala. Serigala memiliki banyak kaum, tentu saja. Tapi yang dominan adalah tiga yang memimpin mereka. Sebenarnya Night Shade Wolf dimana Heiliao berasal bukan termasuk kaum yang dominan. Tapi semua berubah sejak Heiliao naik menjadi Alpha sekaligus Pewaris Penguasa Ruang. Tidak ada yang menolaknya menjadi Alpha setelah ia menjadi Pewaris.


Tapi beberapa ratus tahun telah berlalu dan banyak hal telah berubah. Dominasi Heiliao telah memudar dan membuat banyak serigala mempertanyakan dirinya. Dan salah satu alasan yang mereka pakai adalah Heiliao terlalu lemah. Ia mengulang hidupnya, jadi kultivasinya pun mengulang. Tentu saja ia tidak akan sekuat sebelumnya. Tapi penguasaannya terhadap elemen ruang dan warisannya masih tetap ada. Dan hal itulah yang membuat sebagian pemimpin ragu. Heiliao memang telah melemah, tapi ia tetap merupakan Pewaris.


Heiliao menoleh melihat Xika. Serigala itu memberinya geraman semangat. Xika tidak tahu kenapa tapi ia mengerti maksud dari geraman Heiliao. Sementara dua lainnya bersikap tidak peduli padanya. Kemudian ketiganya berjalan menuju tempat terdepan dan duduk bersama dalam posisi yang sama. Tidak ada yang lebih maju atau mundur. Xika baru tahu beberapa saat kemudian bahwa tempat duduk para petinggi menunjukkan status mereka. Tapi tidak dengan anggotanya. Mereka bebas duduk dimana saja.


Dan posisi Heiliao menujukkan statusnya. Ia setara dengan dua pemimpin serigala lainnya. Ia memang telah melemah hingga tidak duduk di depan keduanya lagi, tapi ia juga tidak lebih rendah dari keduanya. Kalau dulu, sudah pasti Heiliao duduk di paling depan. Tapi banyak hal telah berubah sekarang dalam kaum serigala. Dan sedikit banyak Heiliaolah penyebabnya.


Salah satu serigala yang duduk di sebelah kanan Heiliao bicara. Bulunya mirip dengan Lang Jin tapi jauh lebih megah dan memancarkan aura yang kuat.


"Heiliao, kawan lamaku. Kenapa kau benar-benar berpikir bahwa manusia itu bisa mengalahkan anakku?"


"Kau percaya anakmu dan aku percaya temanku. Apa yang salah tentang itu?"


Serigala itu hanya tertawa mengejek. Ia merupakan Ayah Lang Jin. Selama Heiliao pergi, ialah yang paling banyak mengurusi berbagai urusan mengenai kaum serigala. Kepergian Heiliao membuat semua pemimpin termasuk Ayah Lang Jin kebingungan. Akhirnya mereka memutuskan untuk membagi tugas. Bila ada keputusan besar yang akan menyangkut seluruh kaum maka mereka akan mendiskusikannya bersama. Biasanya, Alpha yang akan memimpin dan menentukan hasil diskusi dan tidak ada yang berani berargumen menentang keputusannya.


Tapi ketiadaan pemimpin mereka membuat beberapa serigala tetap berpegang teguh pada pandangan mereka sekalipun banyak yang menentangnya. Dan Lang Yan-Ayah Lang Jin-lah yang membuat mereka bisa mencapai kesepakatan bersama. Bahkan beberapa pemimpin serigala dari kaum minoritas meminta pendapatnya mengenai masalah yang menyangkut kaum mereka. Dan hal itu membuatnya memiliki pengaruh yang kuat. Sekalipun begitu, masih banyak yang ragu ketika Heiliao kembali.


"Siap untuk menjadi musuh serigala?" tanya Lang Jin yang baru datang. Ia tersenyum penuh percaya diri.


"Aku siap untuk menjadi bagian dari kaum serigala." jawab Xika dengan senyum yang tidak kalah percaya diri.


Lang Jin mendengus dan pergi.


Xika berjalan memasuki arena mendekati Heiliao serta dua pemimpin lain dengan diringi lolongan dari kaum serigala. Lang Yan mengerutkan keningnya melihat Xika mendekat.


"Apa yang kau mau?"


"Salam, senior. Saya disini hendak menanyakan hal apa yang akan senior sekalian nilai dari saya."


Lang Yan mendengus, sama persis dengan anaknya.


"Kau tidak diperkenankan mengetahuinya. Kami sendiri yang akan memutuskan apakah kau layak atau tidak."


Xika mengerutkan keningnya sementara Heiliao berdiri dan memancarkan auranya.


"Lang Yan. Sejak kapan kau bertambah sombong, hah?"


Lang Yan berdiri dan memancarkan auranya.


"Sejak kau pergi dan mengabaikan tugas serta tanggung jawabmu ratusan tahun yang lalu."


"Jadi kau sekarang berani menentangku secara terang-terangan?"


Lang Yan tidak menjawab. Tapi aura yang ia keluarkan semakin kuat dan tajam.


Heiliao menyalak buas. Ia menyeringai memperlihatkan taringnya yang tajam. Dan aura yang dikeluarkannya tidak kalah sedikitpun dari Lang Yan. Bahkan sedikit lebih kuat. Dan Lang Yan menarik mundur auranya.


"Aku tetap tidak bisa memberitahunya penilaian kita."


"Kalau begitu beritahu aku."


"Lalu bagaimana kalau kau diam-diam memberitahu anak itu?"


"Dan bagaimana kalau kau diam-diam mengubah ketentuannya hingga dia tidak diterima?"


"Kalau begitu berarti semua yang telah kubaca tentang serigala mengenai kehormatan mereka adalah kebohongan belaka." jawab Xika untuk pertanyaan Heiliao. Serigala itu menoleh menatap Xika dengan bingung. Lang Yan menatap Xika dengan tidak suka karena Xika berani bergabung dalam pembicaraan mereka sementara serigala satu lagi yang berbulu putih cukup kagum karena tindakannya itu.


"Tak apa Heiliao. Karena Pemimpin Yan tidak mau memberitahukannya padaku maka tidak ada gunanya lagi aku berdiri disini. Lebih baik aku kembali dan bersiap-siap."


Kemudian Xika mengangguk sedikit dan berjalan pergi.


"Bocah. Aku bersumpah demi kehormatan seluruh kaum serigala bahwa aku tidak akan mengubah penilaian yang telah disepakati bersama. Pemimpin Snow Howl Wolf dapat bersaksi untukku. Aku membuat penilainnya bersama dengannya. Ia akan tahu kalau aku mengubah penilaiannya."


Xika tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Aku percaya pada Pemimpin Yan."


Lang Yan tidak mempedulikan Xika. Ia menatap Heiliao dengan pandangan yang berkata 'puas sekarang?'. Tapi Lang Xuehao-Pemimpin kaum Snow Howl Wolf menyadari bahwa senyuman Xika tidak sesederhana kelihatannya. Ia bisa merasakan samar-samar ketajaman anak itu. Dan ia mulai menduga darimana kepercayaan Heiliao akan Xika berasal.


Xika berjalan ke tengah arena. Lang Jin sudah menunggunya.


"Kau memiliki cakar dan taring, jadi tidak masalah bukan kalau aku menggunakan senjata?"


"Aku tidak peduli."


"Bulumu kuat. Jadi menggunakan pelindung tubuh juga tidak masalah bukan?"


"Aku tidak peduli."


"Apa kau punya pil atau ramuan penyembuh?"


"Aku percaya dengan tubuhku."


"Kalau begitu aku juga tidak akan menggunakan pil penyembuh."


Kemudian Xika melepas cincin spasialnya dan melemparnya pada Heiliao yang menatapnya dengan pandangan bertanya bercampur kemarahan. Xika nyengir. Heiliao tidak bisa melakukan apa-apa.


"Aku menyarankanmu mengambil kembali cincin itu."


"Aku akan mengambilnya kalau kau menggunakan ramuan penyembuh."


"Regenerasi kaum serigala jauh lebih cepat dari manusia."


"Terima kasih atas informasinya."


Tapi Xika tetap diam berdiri di depan Lang Jin. Ia tidak mengambil cincinnya. Ia akan bertarung melawan serigala. Ia akan melakukannya seperti yang sudah lama diimipikannya. Bila ayahnya ada disini maka ia juga akan setuju dengan tindakan Xika.


Xika menatap sekelilingnya dan suasana berubah menjadi hening. Tidak ada lagi yang bicara atau mengobrol. Heiliao dan serigala lainnya juga tidak lagi bicara. Kini semua mata mengarah pada Xika dan Lang Jin.


"Jadi.......apa kita bertarung sekarang?"


Xika ingin menendang moncong Lang Jin, tapi sepertinya ia tidak akan bisa membuat serigala itu terpental ke atas. Jadi ia memilih untuk berputar dan menghindar ke samping.


Berbagai serigala bersorak ketika melihat Xika berhasil menghidari serangan pertama Lang Jin. Pasalnya, Lang Jin cukup cepat dan tidak banyak serigala di generasi muda yang dapat menyaingi kecepatannya.


Lang Jin berbalik dan menembakkan beberapa bola qi dari mulutnya. Xika mengubah Space Shifter dari gelang menjadi tongkat kemudian memutarnya beberapa kali sebelum menangkis semua serangan Lang Jin. Tapi Lang Jin tidak berhenti.


Ketika Xika sedang menangkis serangannya, ia telah berputar ke belakang Xika dan kini ia mengarahkan cakarnya hendak mengoyak rusuk Xika.


BAM!


Dan cakarnya dipukul mundur oleh Space Shifter yang telah dilapisi qi.


Lang Jin terkejut untuk sesaat karena Xika berhasil menahan serangannya dari titik buta. Dan kini giliran Xika yang menyerang. Ia mengayunkan Space Shifter mengincar kepala Lang Jin.


"Katanya bulumu kuat ya?"


Lang Jin menunduk menghindar. Kemudian ia meraung dan membuat Xika terlempar mundur karena gelombang suaranya.


Xika berputar beberapa kali sebelum berhenti. Tapi ia tidak berhenti di tanah. Ia berhenti di udara, membuat banyak serigala termasuk Lang Jin cukup terkejut. Tapi Lang Jin tetap menyerang meskipun terkejut. Bulu-bulunya berdiri dan sesaat kemudian terlepas dan mengarah pada Xika.


"Waw. Jadi serigala juga bisa melakukan itu? Kenapa Heiliao tidak pernah melakukannya?" tanya Xika sambil menangkis bulu-bulu itu sambil sesekali menghindar.


Di tempat paling depan, Heiliao ingin sekali berteriak 'karena itu akan membuatku botak, bodoh!' tapi ia berusaha menahannya karena kalau tidak citranya akan hancur.


Tanah meninggi dan Lang Jin menjadikannya pijakan untuk melompat menggapai Xika. Ia kembali membuka moncongnya memperlihatkan giginya yang tajam dan liar.


Xika menggunakan elemen angin untuk berpindah posisi sehingga berada di bawah Lang Jin. Kemudian ia menusuk Lang Jin menggunakan Space Shifter.


TANG!


Yang terdengar bukanlah suara tongkat menusuk daging melainkan tongkat bertemu besi.


"Wow. Bulumu benar-benar kuat."

__ADS_1


Lang Jin mendarat. Xika memberinya cambukan menggunakan Space Shifter yang memanjang.


Serigala itu menghindar. Ia berusaha menggigit Space Shifter tapi gagal. Yang ada malah Space Shifter yang mengenai tubuhnya. Tapi ia tidak merasakan apapun selain gatal sedikit.


"Kalau hanya itu yang kau bisa maka kau tidak akan mampu mengalahkanku."


"Ohh." balas Xika sambil mengangguk. Kemudian kedua ujung Space Shifter membara dan ia memutarnya. Ia menendang tanah melesat maju. Banyak pasang mata melebar melihat Xika menguasai dua elemen.


Xika mengayunkan tongkatnya yang kini membara pada Lang Jin. Serigala itu menghindar. Mereka bertukar serangan. Lang Jin mengayunkan cakarnya semenatara Xika mengayunkan tongkatnya.


BUK!


Space Shifter yang kini membara berhasil mengenai Xika. Dan bunyinya kini tidak lagi terdengar seperti tongkat bertemu besi melainkan tongkat bertemu daging. Tapi Lang Jin masih kelihatan baik-baik saja.


"Eh.....kenapa kau tidak terluka?"


"Apa kau tahu dibalik bulu terdapat otot?"


"Ah....benar juga ya......." Xika mengelus kepalanya. Kemudian ia melompat mundur menghindari taring Lang Jin. Tapi tanah meninggi dan membuat Xika tersandung. Dengan sigap, ia menahan badannya dengan kedua tangannya dalam posisi kepala di bawah kemudian menggunakannya untuk mendorong tanah dan melompat lagi dan mendarat dengan posisi kepala di atas.


"Wah......kau bisa mengendalikan elemen tanah?"


Lang Jin tidak menjawab. Tapi tanah kembali naik dan kini membungkus kaki Xika hingga ia tidak bisa bergerak. Setelah itu Lang Jin berlari menuju Xika.


"Wow."


DUAK!


Tapi balok tanah naik dan membentur kepalanya hingga ia menghentikkan larinya.


Lang Jin, Lang Yan, Lang Xuehao serta serigala lain yang ada disana menatap Xika dengan mata lebar.


"A-anak itu.........?" tanya Lang Yan pada Heiliao. Tapi yang ditanya hanya tersenyum.


"Hehe....aku juga bisa......." ucap Xika sambil tersenyum lebar. Kemudian ia memecahkan tanah yang menahan kakinya. Tidak sulit, karena Lang Jin kehilangan konsentrasi.


Lang Jin  menggelengkan kepalanya beberapa kali. Kemudian ia kembali berlari. Kali ini ia menjaga pikirannya agar tetap fokus sehingga tidak akan mudah bagi Xika untuk menyerangnya menggunakan elemen tanah lagi. Tapi kenapa harus elemen tanah?


"Hati-hati langkahmu."


Tapi ucapan Xika terlambat. Lang Jin sudah berlari melewati kubangan air yang ia buat dan serigala itu terpeleset. Ia berlari dengan cukup cepat, terpeleset, dan sekarang ia berguling-guling tak terkendali menuju Xika.


"Ini akan sakit."


Sebelum Lang Jin sempat berhenti atau para hadirin kembali heboh karena Xika menguasai empat elemen, Xika telah menusukkan Space Shifter dengan empat simbol elemen di ujungnya pada Lang Jin.


BLAR!


Xika mengangguk mendengar bunyinya. Kali ini benar-benar terdengar dan terasa seperti memukul sesuatu.


Lang Jin terlempar beberapa meter. Tubuhnya baik-baik saja kecuali di satu titik dimana Xika menusuknya tadi. Dan di titik itu, bulunya botak dan memperlihatkan dagingnya. Bulunya berfungsi sebagai perisai dan Xika telah menghancurkan perisai itu. Ia berdiri tapi tidak langsung menyerang. Sama seperti serigala lain yang hadir, fakta bahwa Xika menguasai empat elemen bukanlah hal yang dapat mudah diterima. Sementara itu, sebagian serigala mulai mengerti kenapa Heiliao mau menjadi 'pengasuh' Xika.


Lang Jin mengangkat kepalanya menatap Xika. Tapi ia tidak menemukan Xika.


"Wah! Jadi begitu daging serigala kalau tidak tertutupi bulu."


"Se-sejak kapan......."


BUK!


Tapi Xika sudah mengarahkan pukulannya pada Lang Jin. Tentu saja di depan pukulannya juga terdapat empat simbol elemen.


Lang Jin kembali terlempar. Tapi ia tidak jatuh kali ini. Ia memandang tanah dekat kakinya dan menyadari sebuah fakta yang cukup mengerikan. Nafasnya sedikit memburu. Tapi ia langsung menstabilkannya dengan cepat.


Xika menatap Lang Jin.


"Apa kau terkejut melihatku menggunakan empat elemen?"


Tapi diluar dugaan, Lang Jin tersenyum. Itu bukan senyum bodoh yang tidak tahu apa-apa. Ia tahu. Ia tahu Xika menyembunyikan kekuatannya.

__ADS_1


__ADS_2