
“Apa kau yakin Kai? Reyna ada dikamar Ren?” tanya Andrew dengan tidak percaya.
“Kalo kau tidak percaya, kau lihat saja sendiri.” kata Kai dengan datar dan langsung ke kamar Ren dan Andrew langsung mengikutinya.
Kai membuka pintu kamar Ren dan masuk dengan Andrew melihat Ren duduk dikursi sambil baca buku.
“Ren, Andrew sudah datang.” kata Kai yang melihat asik baca buku.
“Kau lihat dia sekarang.” kata Ren dengan dingin sambil menunjukkan Reyna di kasur.
Andrew melihat itu sangat tidak percaya dengan matanya. Bahkan Andrew mengucek matanya berkali-kali melihat Reyna benar-benar tidur di kasur Ren. Andrew langsung mendekat Reyna dan memeriksanya.
Setelah beberapa menit Andrew memeriksa Reyna dia langsung melihat Ren masih membaca buku dan Kai hanya memerhatikan Andrew.
“Bagaimana keadaannya?” tanya Kai
“Memang dia ada sakit apa?” tanya Andrew setelah memeriksa Reyna
“Dia ditenggelamkan mukanya ke dalam wastafel sampai dia tidak bernafas.” kata Kai
“Tenggelam??? Apa kau yakin Kai??” tanya Andrew dengan terkejut
“Iya. Kata Ren dia ditenggelamkan oleh Serena dan Cecilia di WC.” kata Kai
“Terus apa lagi yang mereka lakukan?” tanya Andrew
“Hm… Menendang perutnya dengan keras.” kata Kai dengan santai.
“Apa kau sangat yakin? Apa kau melihat mereka menendangnya?” tanya Andrew
“Aku tidak melihatnya secara langsung, Ren yang melihat semuanya.” kata Kai sambil menunjuk Ren yang sedang baca buku.
Langsung saja Andrew menanyakan ke Ren.
“Ren, apa kau yakin mereka melukai Reyna?” tanya Andrew dengan kepastian dari Ren.
“Iya benar. Emang benar mereka memasukkan kepalanya ke wastafel dan menendang perutnya. Emang kenapa dengannya?” kata Ren sambil menaruh bukunya di meja dan menatap Andrew.
“Aku sudah memeriksanya. Dia tidak ada terluka sama sekali kecuali kakinya aku ganti perbannya aja.” kata Andrew dengan pelan.
“WHATTT???” kata Ren dan Kai dengan serempak.
“Apa kau yakin Andrew? Dia baik-baik saja?” tanya Ren terkejut.
“Iya aku yakin benar dia tidak apa-apa, pernafasan dan perutnya tidak ada masalah semuanya normal.” kata Andrew dengan pasti
Ren terkejut mendengar perkataan Andrew dan melihat Reyna yang tidur pulas.
__ADS_1
“Bagaimana mungkin dia baik-baik saja? Padahal sebelum kesini mukanya sangat pucat.” kata Ren dengan tidak percaya.
“Oh.. Itu mungkin…” Andrew mau bicara langsung terpotong suara dehem Reyna. Sontak semuanya langsung melihat Reyna.
“Hem…. Aku dimana?” kata Reyna yang baru membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan.
“Kamu sudah bangun Reyna? Apa ada yang sakit?” tanya Andrew melihat Reyna baru bangun.
“Aku kenapa disini? Ini kamar siapa?” tanya Reyna yang melihat kamar itu seperti kamar seseorang.
“Kau ada dikamar Ren.” kata Kai yang dari tadi diam langsung bicara.
Reyna langsung melihat ke Kai dengan tidak percaya kalau dia ada dikamar Ren dan dia melihat Ren menatapnya dengan datar. Tapi matanya mengatakan harus menjelaskan apa yang terjadi. Disaat Reyna mau bicara langsung perut Reyna menginginkan makan.
Kyuukkk~…
Spontan Reyna memegang perutnya dan semuanya melihat perut Reyna yang sedang meminta diisi.
“Apa kamu lapar?” tanya Andrew yang melihat Reyna memegang perutnya.
“I..Iya.. Sekarang sudah jam berapa?” kata Reyna dengan terbata karena melihat Ren menatapnya dengan tajam.
“Ini sudah jam 8 malam. Apa kau lapar?” kata Ren dengan datar dan menatap Reyna yang menginginkan pertanyaan yang terjadi tadi sore.
“Whattt… Jam 8 malam?” Reyna terkejut ternyata sudah lewat jam malam malam.
Kai yang mau bicara langsung dipotong oleh Ren. “Kau mau makan boleh, tapi kau jawab pertanyaan aku dulu.” kata Ren dengan datar dan menatap tajam Reyna.
“Ta…Tanya apa?” kata Reyna dengan terbata melihat Ren menatap tajam dan menahan emosinya.
“Kenapa kau bisa baik-baik saja, sedangkan kau ditenggelamkan kepalamu dan ditendang perutmu?” tanya Ren tegas dengan tajam seakan meminta jawaban sekarang juga.
“I… Itu…” Reyna agak terbata melihat Ren menatapnya dengan tajam. Reyna langsung menarik nafasnya dan menenangkan dirinya.
“Kau kenapa bicara seperti itu padanya Ren? Reyna itu gadis bukan lelaki?” kata Andrew dengan agak tinggi dan memegang tangan Reyna karena Ren menatap tajam Reyna.
“Diam kau Andrew! Aku sedang bicara dengannya bukan denganmu!” kata Ren menatap tajam Andrew emosinya makin marah karena Andrew memegang tangan Reyna dan menatap Reyna yang dari tadi diam saja.
“Kau….” Andrew mau bicara langsung ditenangkan oleh Reyna.
“Tidak apa-apa dok.” kata Reyna dengan pelan dan menatap Ren.
“Apa kamu ingin menanyakan apa yang terjadi tadi sore?” tanya Reyna
“Ya. Aku ingin mengetahuinya sekarang.” kata Ren dengan tajam.
Reyna yang melihat Ren seperti bukan cuma hanya menanyakan kejadian dan melihat matanya tertuju kearah dokter Andrew seakan ingin marah dan menahan emosinya yang ingin mencabik-cabik dokter Andrew sekarang juga. Reyna melihat lagi mata Ren ternyata tertuju tangannya yang dipegang oleh Andrew. Langsung saja Reyna tersenyum kecil melihat Ren sangat prosesif dengannya.
__ADS_1
“Baiklah kalau kamu emang mau tau.” Reyna tersenyum melihat Ren cemburu.
Langsung Andrew dan Kai menatap Reyna begitu juga Ren yang dari tadi penasaran.
“Kenapa aku bisa baik-baik saja, karena aku tau apa yang mereka lakukan kepadaku.” kata Reyna tiba-tiba bicara tidak formal karena ada Ren diruangan itu.
Reyna kebiasaan bicara Formal kepada orang yang tidak dikenalnya. Reyna bicara tidak formal hanya kepada keluarga dan orang terdekatnya saja.
“Apa maksudmu? Apa kau tau kalau mereka akan membawamu keWC dan memasukkan kepalamu ke Air?” kata Ren dengan tidak percaya.
“Ya aku tau.” kata Reyna dengan santai.
Sontak mereka sangat terkejut dengan perkataan Reyna.
“Bagaimana mungkin kau bisa tau?” tanya Kai dengan tidak percaya.
“Aku tau karena aku melihat sebelum mereka mendekatiku mereka keWC. Jadi aku bisa perkirakan apa yang akan dilakukan mereka padaku. Jadi saat mereka memasukkan kepala ku kedalam air aku menahan nafasku.” kata Reyna dengan santai.
“Terus? Bagaimana dengan perutmu? Apa tidak terasa sakit saat Cecilia menedangmu?” tanya Kai dengan tidak percaya.
“Tidak sakit sama sekali.” kata Reyna dengan memegang perutnya.
Ren, Kai dan Andrew menatap Reyna dengan tidak percaya.
“Jadi semuanya hanya aktingmu Reyna?” tanya Ren dengan tidak percaya apa yang dikatakan Reyna.
“That’s Right! Jadi apa aku boleh minta makan?” Pinta Reyna dengan senyum manisnya.
“Wah kamu bisa jadi Aktris terkenal Reyna.” kata Andrew dengan kagum sambil memegang tangan Reyna dengan lembut.
Ren yang melihat Andrew memegang tangan Reyna langsung menatap tajam Andrew rasanya ingin melempar Andrew keluar jendela sekarang juga.
“Oh ya Reyna, apa kau sudah punya pacar?” kata Andrew dengan tiba-tiba.
“Hah?” Reyna dan Kai terkejut dengan pertanyaan Andrew sedangkan Ren membulatkan matanya mendengar Andrew menanyakan soal pacar.
“Em….Aku…” Reyna mau bicara langsung dipotong oleh Ren.
“Emangnya kenapa kalo dia punya pacar atau tidak? Emang ada hubungan apa denganmu?” tanya Ren dengan nada intimidasi dan menahan emosi.
“Kalau Reyna tidak punya pacar, aku mau jadi pacarmu.” kata Andrew dengan senyum.
“WHAT!!!!” teriak Reyna, Ren dan Kai serentak mendengar perkataan Andrew.
“Bagaimana Reyna, mau nggak jadi pacarku?” kata Andrew dengan nada memohon.
“A.. Aku…”
__ADS_1