Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 161 - AMARAH REN 2


__ADS_3

"Berapa lama testnya keluar?" tanya Reyna minum air yang diberikan Ren.


"Paling cepat 1 Minggu." jawab Andrew.


"Lama benar. Apa tidak bisa lebih cepat?" tanya Ren terkejut hasilnya harus menunggu sampai seminggu.


"Itu sudah normal. Karena memang seminggu hasilnya keluar." kata Andrew.


"Apa tidak bisa 3 atau 4 hari gitu? Seminggu terlalu lama." kata Ren.


"Memangnya apa yang bisa kau berikan padaku jika aku memberikan hasil selama 3 hari?" tanya Andrew.


"Memangnya 3 hari hasilnya sudah keluar?" tanya Rayna.


"Jika aku bisa, apa yang akan kau berikan padaku Ren?" tanya Andrew.


"Apa mau mu?" tanya Ren.


"Bagaimana kalau kau pinjamkan Reyna selama sehari pada ku?" tanya Andrew dengan senyum sudah mulai menggoda Ren.


Ren yang mendengar pinjamkan Reyna padanya langsung menatap tajam dan horor, bahkan muka Ren langsung hitam seperti ingin membunuh Andrew.


"Apa yang barusan kau bilang?" tanya Ren menatap tajam Andrew.


"Aku tidak akan mengatakan dua kali. Cukup kau jawab setuju atau tidak saja." kata Andrew yang masih senyum.


"Kau pikir aku akan memberikannya padamu?! Jangan coba-coba kau mendekati atau menyentuhnya, 10 detik kau melihatnya akan aku congkel mata kau itu." kata Ren dengan dingin dan tajam.


"Reyna, sepertinya pacar kau ini tidak ingin aku meminjamkan ke aku. Padahal aku sudah mau membantunya." kata Andrew ke Reyna.


"Sepertinya kau sangat ingin aku membunuh mu Drew." kata Ren dengan tatapan membunuh.


Reyna hanya diam melihat Andrew dengan Ren beradu mulut mereka.


"Reyna, apa kau tidak menghentikan mereka berdua?" tanya Rayna.


"Kenapa aku harus menghentikan mereka?" tanya Reyna.


"Apa kau tidak takut kalau Dokter akan mengambil mu dari Ren?" tanya Rayna.


"Tidak. Dia tidak akan bisa ambil aku dari Ren. Andrew hanya ingin menggoda Ren saja." kata Reyna.


"Menggoda?"


"Ya. Semenjak Andrew tahu aku dan Ren pacaran, dia suka menggoda Ren seperti Aku ingin pergi berdua dengannya, pergi makan bersama, berbincang bersama supaya membuat Ren cemburu." kata Reyna.


"Kenapa dia suka melakukan itu?" tanya Rayna.


"Karena Ren suka bermuka dingin dan datar, jadi Andrew ingin menggoda dan suka melihat wajah Ren yang cemburu melihat aku bersama lelaki lain." kata Reyna.


Rayna mengangguk mengerti. Calvin hanya diam duduk di kursi mendengarkan Reyna dan Rayna bicara, juga melihat Ren dan Andrew beradu mulut.


Setelah 15 menit akhirnya Ren dan Andrew berhenti. Reyna dan yang lain hanya diam dan mendengarkan mereka berdua beradu mulut.

__ADS_1


"Rey, kau lihat dia. Beraninya dia ingin mengambil kau dari ku." kata Ren langsung memeluk Reyna.


"Jadi, kapan test DNA nya keluar? Kalau bisa lebih cepat lebih bagus." kata Reyna ke Andrew tanpa menjawab pertanyaan Ren.


"Apa kau sangat ingin cepat keluar hasil tesnya?" tanya Andrew.


"Ya." Reyna mengangguk cepat.


"Paling cepat 3 hari." jawab Andrew.


"Apa kau yakin 3 hari sudah keluar?" tanya Reyna.


"Sebenarnya sehari hasil sudah bisa keluar, cuma sayangnya teman aku yang bisa testnya DNA ini lagi urusan mendadak jadi 2 hari lagi baru kembali. Jadi paling lama 3 hari test baru bisa keluar." kata Andrew.


"Apa kau tidak bisa melakukannya sendiri Andrew?" tanya Reyna.


"Jika aku yang melakukannya pasti bisa seminggu sampai 2 Minggu lebih. Teman aku satu ini bisa memakai alat terbaru untuk test DNA, dan hasilnya kurang lebih 1-2 hari baru keluar." kata Andrew.


"Apa kau tidak bisa menggunakan alat itu?" tanya Ren.


"Tidak. Karena itu alat teknologi terbaru, hanya teman aku ini yang bisa menggunakannya." kata Andrew.


"Bagaimana? Apa kalian tidak masalah jika waktunya 3 hari?" tanya Reyna ke Rayna dan Calvin.


"Aku ikut keputusan Rayna saja, karena Rayna yang melakukan test DNA." kata Calvin mengelus kepala Rayna.


"Aku juga tidak masalah. Asalkan sudah bisa test DNA dan hasilnya sudah keluar sudah cukup bagiku." kata Rayna.


"Ok. Jadi kalau hasilnya sudah keluar aku akan menghubungi kalian." kata Andrew.


"Oh itu. Paling sebentar lagi juga telpon." kata Andrew baru saja melihat HP nya langsung ada panggilan.


Ren yang melihat ada panggilan di Hp Andrew langsung menaikan sebelah alisnya melihat nama yang tertera di HP Andrew.


"Kenapa?" tanya Andrew langsung menjawab.


"Maaf... maaf... Aku sedang ada pasien mendadak jadi telat pulang." kata Andrew setelah diam sebentar.


Ren langsung saja mengambil HP Andrew dan menekan tombol speaker supaya terdengar suara di sebrang sana.


"Pasien mendadak? Bukankah kau sudah bilang akan pulang cepat dan akan menemani aku?" tanya orang di sebrang.


"Mau bagaimana lagi, pasien aku ini sangat mendadak ingin bertemu dengan ku. Mau tidak mau aku pergi menemuinya kan." jawab Andrew dengan santai.


"Kenapa kau malah santai bicara nya sialan! Apa segitu pentingnya pasien kau itu dari pada aku?" tanya orang di sebrang.


"Ya. Pasien ini sangat penting, bahkan tidak boleh di tolak." kata Andrew dengan senyum melihat muka Ren sudah menjadi hitam.


"Apa segitu penting nya pasien kau itu dari pada aku?"


"Ya. Jika aku tidak membantunya aku bisa kena hukum." kata Andrew.


"Siapa pasien itu? Rasanya aku ingin memukulnya karena telah menunggu kau sangat lama."

__ADS_1


"Aku rasa kau akan bisa sampai surga jika kau tau siapa pasien ku." kata Andrew.


"Apa maksudmu? Apa kau ingin bilang kalau pasien kau itu adalah seorang gadis cantik?"


"Ya. Sangat cantik, bahkan kau akan terpesona dengannya. Apa kau ingin bertemu dengannya?" tanya Andrew dengan senyum.


"Apa pasien kau ada di sana?"


"Ya."


Rayna dan Calvin hanya diam mendengarkan Dokter bicara di telepon. Sedangkan Reyna awalnya terkejut mendengar suara yang familiar langsung melihat nama di hp Andrew langsung tersenyum.


"Apa kau segitunya ingin bertemu dengan pasien dokter Andrew? Aku bisa bicara dengan mu sekarang." kata Ren dengan dingin.


Di sebrang sudah tidak ada suara lagi setelah mendengar suara Ren.


"Emm Andrew... Kenapa aku merasa mendengar suara yang familiar? Bukankah kau mengatakan kalau pasien kau adalah seorang gadis cantik? Kenapa aku mendengar suara lelaki?" tanya orang di sebrang telpon.


"Ya. Pasien aku adalah seorang gadis cantik bukan seorang lelaki." kata Andrew menahan tawanya.


"Kalau begitu kenapa aku mendengar suara lelaki di sana?"


"Kau sudah tahu kalau suara yang kau dengar adalah suara yang familiar. Apa kau tidak bisa menebak suara siapa itu?" tanya Ren dengan dingin.


"Ini siapa ya?"


"Apa kalian sudah selesai bicaranya?" tanya Reyna.


Di sebrang HP orang itu mendengar suara yang familiar berpikir suara siapa itu. Setelah beberapa menit orang itu langsung berteriak.


"Apakah itu kau Reyna? Kenapa kau ada bersama Andrew?"


"Aku sedang ada perlu dengan Andrew, Kai." kata Reyna.


Benar yang telpon Andrew adalah Kai. Kai ada janji ketemuan dengan Andrew, karena Kai sudah menunggu lama Andrew tidak datang, jadi Kai menghubungi Andrew.


Sedangkan Ren sudah muka hitam pasi karena menahan emosi mendengar Kai mengenal suara Reyna tapi tidak mengenal suaranya.


Ren langsung saja mengambil handphone Andrew dan mengeluarkan semua emosinya.


"Sepertinya kau dan Andrew sangat ingin sekali aku membunuh kalian berdua sampai ingin aku cincang-cincang kalian dan melempar kalian ke sungai piranha." kata Ren dengan dingin dan tajam.


Kai yang mendengar suara yang familiar dan ancaman yang mengerikan langsung terdiam. Bahkan Andrew juga ketakutan mendengar ancaman Ren.


"Ini siapa ya?" tanya Kai.


Ren : "......"


"KAI!!! AKU BENERAN INGIN MEMBUNUH MU SEKARANG JUGA!!!" teriak Ren sampai memecahkan gelas yang di pegang Ren.


"Kau mengenal suara Rey, tapi kau tidak mengenal suaraku. Apa kau ingin aku lempar kau ke sungai piranha biar kau jadi satapan makanan mereka!!" teriak Ren.


Kai yang mendengar suara yang sangat familiar dan ancaman yang mengerikan seperti teringat dengan seseorang yang sangat ia kenal. Kai menelan salivanya dengan pelan dan gugup.

__ADS_1


"Apa itu kau Ren?" tanya Kai dengan gugup.


"Kau baru tahu kalau itu aku. Kau tunggu saja sampai aku pulang bagaimana aku akan menghukum mu!" teriak Ren mematikan sambungan telepon yang masih meluap amarahnya.


__ADS_2