Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 240 - REN MENANGIS


__ADS_3

Pagi hari Reyna bangun dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Reyna merasa berpikir bagaimana keadaan Ren sekarang? Karena tadi malam sudah meninggalkan Ren satu malam.


Setelah Reyna membersihkan diri nya, langsung keluar kamar dan mencari makan.


Reyna langsung ke Mansion dan tidak melihat Gale dan yang lainnya.


"Bi, papa kemana?” tanya Reyna.


"Bibi tidak tahu Nona. Mungkin Tuan masih di kamar." Jawab Bibi.


Reyna merasa bingung. Tidak mungkin papa dan yang lainnya tidur di kamar sedangkan semua wanita pada hilang di Mansion.


"Apa Bibi yakin?” tanya Reyna.


"Bibi kurang tahu Nona. Bibi masih belum melihat siapapun di dalam Mansion." jawab Bibi.


Reyna hanya mengangguk saja. Reyna langsung makan sarapannya dengan tenang.


"Nyonya dan yang lainnya masih belum bangun Nona?” tanya Bibi.


"Belum. Biarkan saja mereka tidur lebih lama. Mereka pasti capek." kata Reyna.


"Reyna!!"


Reyna mendengar ada yang memanggil nya langsung menoleh ke depan.


"Semalam kamu dari mana saja?" tanya Gale melihat Reyna sedang makan di meja.

__ADS_1


"Tidur." jawab Reyna singkat.


"Tidur dimana? Kalian membuat papa khawatir karena kalian tidak ada di Mansion." kata Gale.


"Di rumah sebelah. Itu karena papa membuat Mama marah pada Papa jadi semua wanita tidur di kamar terpisah." kata Reyna.


"Marah? Memang nya apa yang papa lakukan sampai Mama marah?" tanya Gale dengan bingung.


"Papa sudah mengcuek Mama semalam." kata Reyna.


"Cuek? Papa tidak pernah cuek pada Mama mu." kata Gale.


Reyna tidak menjawab pertanyaan Gale dan melanjutkan makannya. Gale yang melihat Reyna tidak menjawab langsung ke rumah sebelah melihat Siska.


"Reyna? Kau dari mana saja? Di mana Tante Hana dan yang lainnya?” tanya Aizen yang baru masuk ke Mansion.


"Rumah sebelah."


"Ya. Semuanya ada di rumah sebelah." kata Reyna.


Aizen langsung ke rumah sebelah melihat Hana. Reyna melanjutkan makannya tapi mendengar teriakan lagi membuat Reyna berhenti sarapan lagi.


"Reyy!!!"


"Apa kau tidak bisa berteriak di rumah orang?" tanya Reyna .


"Kau dari mana saja? Aku khawatir dengan mu, karena kau tidak ada di Mansion." kata Ren langsung mendekati Reyna dan memeluknya dengan erat.


"Memang nya kau pikir aku ke mana?" tanya Reyna,

__ADS_1


Ren tidak menjawab malah memeluk Reyna dengan erat. Reyna bisa merasakan kalau Ren sedang gemetar.


"Apa kau takut aku menghilang?" tanya Reyna.


"Tentu saja. Aku sangat takut kau pergi dari sisi ku." kata Ren.


Reyna melihat mata Ren memerah dan bengkak. Reyna tahu kalau Ren tidak tidur dan menangis mencarinya tadi malam.


"Jangan pergi dari sisiku. Aku takut jika kau pergi meninggalkan ku." kata Ren dengan pelan. Ren mengeratkan pelukannya karena takut Reyna akan pergi meninggalkan nya.


"Apa kau sudah makan?” tanya Reyna.


Ren menggelengkan Kepala menjawab pertanyaan Reyna. Reyna langsung memberikan Sarapannya pada Ren.


Ren melihat Reyna ingin mengsuapi nya langsung tersenyum dan membuka mulutnya.


Setelah selesai sarapan, Reyna menyuruh Ren untuk pergi tidur.


Sayangnya Ren tidak mau karena takut Reyna akan meninggalkan nya.


"Ayo pergi tidur. Aku yakin kau pasti tidak tidur semalaman. Aku akan menemani mu." kata Reyna.


"Apa kau akan menemani ku tidur?" tanya Ren.


"Ya."


Ren langsung tersenyum. Ren langsung ke atas bersama Reyna.


Reyna merasa bersalah karena telah membuat Ren tidak tidur semalam. Awalnya Reyna berpikir kalau Ren khawatir mencarinya, tapi Reyna tidak menyangka kalau Ren akan menangis karena tidak dapat menemukannya.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2