
Setelah Reyna masuk kamarnya, Ren dan Riku saling pandang satu sama lain.
"Ini semua gara-gara kau. Jika kau tidak ada, aku sudah bisa masuk ke kamar Rey." kata Ren menatap tajam Riku.
"Harusnya itu pertanyaan ku, bocah sialan!" teriak Riku tidak mau kalah sama Ren.
"Bukankah kalian sama saja. Siapa yang masuk ke dalam kamar Reyna sudah pasti akan kena marah sama dia." kata Calvin yang dari tadi diam langsung angkat bicara.
"Kau siapa?" tanya Riku.
"Diam Calvin. Kau jangan mengganggu aku." kata Ren menatap tajam Calvin.
"Baiklah. Aku akan diam dan pergi ke kamar. Daripada aku melihat kalian berdua bertengkar di sini." kata Calvin langsung berdiri dan mengajak Rayna masuk ke kamarnya.
"Apa tidak apa membiarkan mereka di luar sendirian?" tanya Rayna.
"Tidak apa. Ayo masuk, aku juga sudah mengantuk." kata Calvin dan langsung masuk kamar dengan Rayna.
"Oh ya. Aku mau memperingati kalian berdua. Jika kalian ingin bertengkar atau mau berdebat, pastikan kalian jangan terlalu ribut." kata Calvin.
__ADS_1
"Memangnya apa urusannya dengan mu?" tanya Ren dengan dingin.
"Apa kau tau jika kau ribut, kau akan kena marah sama ratu kau yang sedang istirahat?" tanya Calvin membuat Ren terdiam.
Ren ingat perkataan Reyna jika berani masuk ke kamarnya maka akan membuatnya tidak bisa tidur nyenyak. Itu berarti jika dia ribut di luar dan mengganggu nya tidur sudah pasti akan kena marah dan kena hajar sama Reyna.
Calvin melihat Ren terdiam langsung tersenyum karena Calvin tahu pasti Ren takut Reyna marah padanya.
"Mendingan kau pulang sekarang pak tua, karena aku sudah capek meladeni mu." kata Ren langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya.
"Cih! Dia tidak berani melawan ku." kata Riku dengan dingin dan meremehkan Ren.
"Kita balik saja, aku tidak mau tidur satu kamar dengan bocah itu." kata Riku langsung keluar dari apartemen Reyna.
Rui langsung mengikuti Riku dan mengunci pintu apartemen Reyna dan pulang dengan Riku.
Reyna melihat CCTV di kamar nya melihat Riku sudah pergi langsung lega.
"Akhirnya dia pergi juga. Mau sampai kapan di berada di apartemen aku? Dan lagi tempat untuk di tidur di sini saja tidak ada." kata Reyna langsung lega melihat Riku sudah keluar dari apartemen nya.
__ADS_1
"Apa aku beritahu padanya soal Rayna ya?" kata Reyna sambil berpikir.
Setelah berpikir agak lama akhirnya Reyna tidak mau mengatakan soal Rayna.
"Biar kan saja dia mencari sendiri tentang Rayna. Aku juga tidak mau memberitahu tentang tes DNA itu. Biar dia cari sendiri sampai kapok mencari informasi Rayna." kata Reyna.
"Tapi bagaimana kalau besok dia bertanya pada Rayna ya? Mendingan aku suruh Rayna jangan bilang siapa pun tentang hubungan aku dengannya deh." kata Reyna sambil berpikir akhirnya ingin merahasiakan hubungannya dengan Rayna.
"Jika dia tahu sendiri tentang hubungan aku dengan Rayna, aku pura-pura tidak tahu saja. Biarkan dia sendiri yang cari tau sendiri, karena aku malas bicara dengan nya. Dan lagi dendam aku masih belum selesai sampai aku puas melihatnya menderita." kata Reyna.
Reyna tidak mau memberitahu hubungan nya dengan Rayna ke Riku karena masih menyimpan dendam karena tidak mau mengabulkan permintaannya.
Walaupun Reyna dendam dengan Riku, tapi Reyna tidak mau memukul atau membunuh Riku. Reyna hanya ingin menyakiti hati Riku sampai Reyna puas saja.
Reyna langsung ke kamar mandi menggosok giginya dan pergi tidur.
T.B.C
Maaf ya hari ini sedikit, karena Author sibuk dan lelah di dunia nyata. π£π£
__ADS_1
Jangan lupa like, comment nya ya. βΊοΈ