Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 178 - AKTING


__ADS_3

"Em....."


"Ini dimana?" melihat sekeliling. Seperti masih belum sadar penuh, Ingin memegang kepala tapi tangan tidak bisa di gerakkan langsung membuka matanya dengan lebar.


"I-ini dimana?" Dia terkejut melihat tangan dan kakinya terikat di kursi. Dia langsung melihat sekeliling ruangan hanya berada di ruangan kosong.


"Kau sudah bangun." kata seseorang yang pakai topeng masuk ke dalam ruangan.


"Siapa kamu? Lepaskan saya! Kenapa kamu membawa aku di sini?" tanya Rayna yang terikat di kursi meronta melepaskan dirinya dari ikatan tersebut.


"Tidak secepat itu. Karena selama ini apa yang kau lakukan padaku, aku akan membuat kau merasakan hal yang sama." kata orang itu dengan senyum sinis.


"Memang apa yang telah aku lakukan padamu? Kenapa kau membawa aku ke tempat seperti ini?" tanya Rayna ingin meronta-ronta.


"Kau hanya tinggal tunggu saja akhir mu. Akhirmu sebentar lagi akan berakhir di dunia." kata Orang bertopeng langsung meninggalkan ruangan.


"Ah ya. Aku sudah memberitahu suami mu kalau kau sedang bersama ku. Aku yakin sekarang dia pasti cemas dengan mu." kata orang bertopeng.


"Kak Calvin." gumam Rayna dengan pelan.


"Tapi sayangnya kau simpan nama yang aneh. My Rey.R. Apa itu nama khusus untuk suamimu? Karena aku melihat kau mengirimkan foto anakmu padanya jadi aku kirimkan saja dan memberikan peringatan padanya." kata orang bertopeng berhenti sebentar.


Rayna terkejut mendengar perkataan orang itu. 'My Rey.R? Apa mungkin dia mengirimkan ke Reyna?' batin Rayna.


"Tu.... Hmm....." Rayna ingin bicara tapi tidak bisa karena seseorang lelaki sudah duluan menutup mulutnya pakai lakban.


"Jangan coba-coba bicara yang tidak jelas. Kau hanya menantikan kehidupan terakhirmu saja." kata orang bertopeng setelah selesai bicara langsung keluar kamar.


Sedangkan Rayna ingin berteriak dan memberontak ingin melepaskan ikatannya, tapi tidak bisa karena di ikat dengan kuat dan mulutnya di lakban.


***


"Bagaimana? Apa kau tau di mana Rayna berada?" tanya Reyna.


"Jika kita hanya tau kotanya saja juga sulit. Karena kota itu sangat besar." kata Calvin.


"Hp-nya Rayna pun mati. Aku rasa di sengaja oleh Bos mereka mematikan Hp Rayna." sambung Calvin dengan stres karena tidak tau di mana keberadaan Rayna.


"Apa Rayna punya alat komunikasi lain yang sambung ke internet? Seperti Headset kecil atau earphone gitu?" tanya Ren.


Calvin berpikir sebentar setelah itu langsung teringat sesuatu. "Ah ya. Kalau tidak salah cincin pernikahan Rayna bisa di lacak." kata Calvin yang langsung teringat.


"Benarkah? Jika memang bisa di lacak. Maka kita bisa melacak keberadaannya. Tapi apa Rayna memakai cincin itu? Aku tidak pernah melihat Rayna memakai cincin." kata Ren memang tidak pernah melihat Rayna memakai cincin.


"Rayna memang sudah tidak pernah memakai cincin pernikahan itu lagi, tapi Rayna selalu membawanya karena aku menyuruhnya untuk membawa cincin itu supaya jika dia terjadi sesuatu padanya, maka aku bisa pergi menemuinya." jelas Calvin.

__ADS_1


"Ok. Kalau begitu kita coba cari lokasinya." kata Ren mengambil Hp di saku celananya.


Ren langsung mencari keberadaan Rayna dengan cincin pernikahannya.


"Apa di sini Rayna berada?" tanya Ren ke Reyna.


"Coba lihat gedung luarnya." kata Reyna membuka video yang diberikan oleh orang yang telah menculik Rayna.


Ren langsung melihat gedung luar lewat maps dan membandingkan dengan video punya Reyna.


"Ya. Benar di gedung ini Rayna berada." kata Reyna melihat gedungnya sama dengan video di Hp Reyna.


"Dimana Rayna, Ren?" tanya Calvin ke Ren karena mendengar lokasi Rayna sudah di temukan.


"Di Kota XX, tempat daerahnya di gedung kosong yang sudah tidak ada penghuni lagi." kata Ren.


"Sepertinya mereka sengaja memilih tempat itu karena disana banyak gedung kosong dan agak jauh dari kota." kata Reyna.


"Kita pergi menyelematkan nya sekarang. Aku khawatir terjadi sesuatu pada Ray." kata Calvin dengan cepat mengambil HP dan kunci mobilnya.


"Sabar Cal. Jika kita pergi menyelamatkan Rayna tanpa strategi, nanti yang ada kita kena perangkap mereka. Mereka pasti memang mau kita lengah karena khawatir dengan Rayna." kata Reyna dengan pelan.


"Jadi kita harus bagaimana? Aku takut terjadi sesuatu padanya." kata Calvin dengan cemas pada Rayna.


"Apa?" tanya Ren dan Calvin serempak melihat ke Reyna.


Reyna ingin bicara tapi terdengar suara bunyi bel di depan.


TING TONG~


"Siapa yang datang ke sini?" tanya Ren melihat ke luar.


"Mungkin temanmu Ren. Bukankah kau tadi menelpon dan menyuruhnya datang untuk melihat Reyna?" tanya Calvin.


"Benar juga. Aku pergi buka pintu dulu." kata Ren langsung pergi buka pintu.


"Tidak usah. Aku tidak sakit." kata Reyna.


"Apanya yang tidak sakit? Apa kau tidak bisa melihat kaki kau itu Rey? Kaki kau itu harus di obati secepatnya." kata Ren.


"Tapi kaki aku ini...."


"Tidak ada bantahan." tegas Ren langsung pergi keluar kamar Reyna dan membuka pintu depan.


"Benar, Reyna. Kaki kau harus cepat di obati." kata Calvin dengan lembut.

__ADS_1


"Tapi kaki aku tidak sakit sama sekali." kata Reyna dengan datar.


"Tidak mungkin tidak sakit? Bukankah ini banyak darah?" tanya Calvin melihat kaki Reyna sudah keluar banyak darah bahkan sudah di ikat pakai kain untuk menghentikan pendarahannya.


"Ini...." Reyna ingin bicara tapi Ren sudah masuk ke dalam bersama Andrew.


"Rey, biarkan Andrew melihat lukamu dulu. Kau periksa kakinya." kata Ren ke Andrew.


"Kenapa dengan kakimu Reyna? Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Andrew melihat kaki Reyna.


"Kau jangan banyak bicara dan itu bisa di bicarakan nanti. Kau hentikan pendarahannya dulu." kata Ren menatap tajam Andrew.


"OK.. Ok... Biar aku lihat luka mu Reyna." kata Andrew langsung melihat kaki Reyna.


"Ini...." Andrew menaikkan sebelah alisnya melihat luka Reyna.


"Kenapa? Apa lukanya dalam?" tanya Ren.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak terluka. Aku tidak sakit. Kaki aku juga tidak ada yang terluka atau tergores sedikitpun. Kenapa kalian malah bilang kaki aku banyak darah?" kata Reyna dengan datar melihat Andrew melihat kakinya dengan bingung.


"Ren, Rayna tidak ada yang terluka atau tergores sedikitpun." kata Andrew.


"Hah? Apa yang barusan kau bilang?" tanya Ren dengan bingung.


"Apa maksudmu?" tanya Calvin juga bingung.


"Rayna baik-baik saja Ren." kata Andrew dengan jelas.


"Bagaimana mungkin baik-baik saja? Bukankah itu banyak darah?" tanya Ren dengan terkejut.


"Ini bukan darah, tapi tomat di campur sambal makanya terlihat seperti darah." jawab Reyna.


Ren dan Calvin : "......"


"Kalau yang biru-biru itu apa?" tanya Ren menunjuk ke arah kaki Reyna yang terlihat seperti bengkak.


"Ini hanya bedak. Aku kasih bedak supaya kaki aku terlihat seperti bengkak." jawab Reyna.


Ren dan Calvin : "......"


"Terus kenapa tadi kau bilang kalau kaki kau sakit?" tanya Ren.


"Semuanya hanya akting Ren. Aku melakukan itu karena aku ingin tau apa yang ingin tahu tujuan 2 orang asing itu." kata Reyna melihat Ren sepertinya tidak tau kenapa dia melakukan semua itu.


3 orang tampan itu terdiam dan terkejut melihat kelakuan Reyna di bilang kalau itu adalah aktingnya untuk mengetahui tujuan 2 lelaki yang membongkar isi apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2