Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 168 - PERTEMUAN IBU DAN ANAK


__ADS_3

"Kita masak apa?" tanya Reyna.


"Hm.... Bagaimana kalau mulai dari ayam saos?" tanya Rayna.


"Ok. Kalau begitu aku potong ayamnya dulu." kata Reyna mengambil ayam dan potong di bagi menjadi delapan.


Sedangkan Rayna mengambil sayur dan potong bawang dan bumbu lainnya.


"Oh ya, Rayna. Karena hari ini kita tau kalau kita bersaudara nanti aku akan memberikan kau hadiah." kata Reyna.


"Hadiah? Apa itu?" tanya Rayna.


"Nanti kau akan tau." kata Reyna dengan senyum penuh arti.


***


"Apa kalian sudah siap?" tanya Ren.


"Kita mau ke mana Tuan?"


"Menemui kesayangan kalian." kata Ren datar.


"Kesayangan?" tanya nya dengan  bingung.


"Apa kita akan menemui mommy?" tanya seorang gadis kecil yang sudah berdandan cantik.


"Kenapa kau berpikir seperti itu?"


"Tentu saja Rachel tau kak. Karena paman ini pasti akan mengantarkan kita ke tempat mommy." kata Rachel dengan senyum.


"Bukankah kakak sudah bilang kalau panggil tante itu tante Reyna. Dia bukan mommy kita Rachel." kata Richie.


"Kalau begitu kenapa tante itu bisa mirip dengan tante kita? Atau mungkin tante itu memang Mommy kita?" tanya Rachel.


Richie terdiam langsung melihat ke pamannya. Karena Richie juga tidak tau jawabannya.


Harry yang melihat ke Richie seperti meminta penjelasan untuk Rachel. Harry meliht ke Rachel juga seperti meminta penjelasan.


"Paman. Apa benar kalau tante itu bukan Mommy Rachel?" tanya Rachel.


"Tante Reyna bukan Mommy kau Rachel." kata Harry dengan senyum kecil. 


Harry takut kalau Rachel akan sedih jika tau kalau Reyna bukan mommy kandungnya. Jika Rachel dan Richie tau kalau orang tua kandung mereka sudah meninggal takut mereka akan sedih dan tidak bisa mendapatkan kasih sayang orang tua.


"Jadi, Mommy Rachel kemana?" tanya Rachel yang sudah mata berkaca-kaca.


"Paman tua. Rachel mau pulang. Rachel tidak mau pergi ke tempat mommy." kata Rachel ke Ren.

__ADS_1


"Apa kau bisa berhenti memanggil aku paman tua? Aku masih muda." kata Ren dengan kesal sama Rachel kalau terus-terusan memanggilnya paman tua.


Jika Rachel hanya memanggil paman saja Ren masih bisa menerima karena Rachel adalah keponakan Reyna, Tapi jika di panggil paman tua maka Ren malah berpikir dia telah menjadi tua, padahal umurnya masih 20 tahun.


"Bukankah paman lebih tua dari pada paman Harry? Berari Rachel harus memanggil paman tua dong." kata Rachel dengan polos.


Ren     : "........"


"Dengar ya. Memang aku lebih tua dari pada paman kalian. Tapi aku hanya beda 2-3 tahun darinya, Dari mana kau bisa memanggil aku dengan sebutan paman tua? Apa aku terlihat tua di muka mu?" tanya Ren dengan kesal.


Ren bisa-bisa sudah mencabik-cabik Rachel jika Ren tau diri kalau Rachel adalah keponakan Reyna, jika tidak maka Ren sudah marah dan memukul Rachel bahkan meninggalkan Rachel di jalan raya.


"Rachel tidak boleh bicara seperti itu pada Tuan ini. Panggil saja dengan sebutan paman saja. Jangan panggil paman tua. Tidak sopan." kata Harry.


"Entah kenapa aku merasa di panggil dengan sebutan paman juga merasakan aku sudah tua. Bagaimana kalau kalian panggil aku uncle saja?" tanya Ren.


"Bukankah artinya sama saja?" tanya Richie.


"Jika kalian menurut, maka uncle akan memberikan hadiah spesial pada kalian bagaimana?" tanya Ren.


"Hadiah apa Uncle?" tanya Rachel spontan memanggil Ren dengan sebutan paman karena penasaran dengan hadiahnya.


"Hadiah special untuk mu. Uncle jamin kau akan senang." kata Ren dengan senyum kecil,


"Benarkah? Jika Rachel tidak suka maka Rachel akan terus memanggil Uncle dengan sebutan paman hebi." kata Rachel.


"Artinya paman ular." jawab Richie.


Ren     : ".....!!!!"


Ren tesentak terkejut mendengar Rachel akan memanggilnya paman ular. Apa dia berpikir kalau dia berani berbohong padanya akan di panggil paman hebi? Apa dia berpikir aku ini hewan pemangsa?


Untung saja Ren sudah mau sampai apartemen. Jika masih jauh maka Ren tidak segan-segan akan melempar gadis kecil itu keluar yang berani memanggilnya paman hebi.


"Keluar." kata Ren dengan dingin.


Harry, Rachel dan Richie keluar dari mobil, melihat gedung yang tinggi di depan mereka.


"Ngapain kita ke sini Tuan?" tanya Harry.


"Kalian masuk saja ke dalam, dan naik lift ke lantai 55. Kalian langsung masuk saja ke kamar 555." kata Ren dengan datar.


"Tuan bagaimana?" tanya Harry.


"Nanti aku menyusul. Ini kartunya." kata Ren mengasih kartu sama Harry. Ren membuka mobil belakangnya dan mengambil sesuatu.


Harry hanya mengangguk dan masuk kedalam apartemen menuju ke Lift naik ke lantai 55.

__ADS_1


***


"Reyna, Apa kita tidak masak terlalu banyak?" tanya Rayna.


"Tidak. Yang makan kan banyak." kata Reyna dengan santai.


"Banyak? Memangnya berapa orang yang datang? Bukankah kau bilang kalau kau akan mengundang seseorang ke sini?" tanya Rayna.


"Ya. Paling sebentar lagi mereka sampai. Aku menyuruh Ren menjemput mereka." kata Reyna.


"Siapa yang kau undang?" tanya Rayna.


"Nanti kau juga akan tau Rayna. Aku pergi mandi sebentar ya." kata Reyna dengan senyum langsung pergi ke kamarnya.


"Kenapa Ray?" tanya Calvin.


"Kenapa aku merasa kalau Reyna sedang menyembunyikan sesuatu padaku?" tanya Rayna.


"Mungkin hanya perasaanmu saja Ray, atau mungkin dia sengaja menyembuyikan sesuatu padamu dan ingin membuat kejutan untukmu." kata Calvin dengan senyum.


"Kejutan?" tanya Rayna membuat Calvin mengangguk kepalanya.


"Reyna tadi juga bilang kalau dia akan memberikan aku hadiah. Apa mungkin tamu kita ini kejutan untuk kita?" tanya Rayna.


"Tidak tahu juga ya." kata Calvin.


"Aku jadi merindukan anak-anak kak." kata Rayna.


"Ini belum waktunya Ray." kata Calvin dengan pelan.


"Tapi ini sudah beberapa hari kita di kota ini kak. Bagaimana mungkin aku tidak merindukan mereka?" tanya Rayna.


"Bagaimana kalau hari minggu? Kita pergi menemui mereka bersama-sama. Jika kau pergi sendirian, aku takut terjadi sesuatu padamu Ray." kata Calvin dengan lembut.


"Baik kak. Pasti ya hari minggu. Karena aku sudah sangat kangen sama mereka." kata Rayna.


"Ya. Kalau begitu aku ganti baju dulu ya." kata Calvin dengan lembut langsung ke kamar ganti baju.


Calvin yang baru saja pulang dari kantor langsung saja membantu Reyna dan Rayna memasak. Calvin tidak mengganti bajunya karena jika ganti baju maka yang ada nanti bajunya akan kotor lagi.


Ting~ Tong~


Rayna mendengar suara bunyi bel langsung saja pergi membuka pintu.


"Ya. Siapa?" tanya Rayna membuka pintu. Setelah Rayna melihat siapa itu di langsung mematung.


"Hay, kak Reyna." kata Harry dengan senyum.

__ADS_1


"Ha-Harry?" kata Rayna dengan terbata. Rayna lebih terkejut lagi Harry membawa kedua anak kecil yang mirip dengannya bersama dengan Harry.


__ADS_2