Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 56 - TIDUR DI APARTEMEN


__ADS_3

"Hari ini sangat menyenangkan, apa lagi belanja sangat banyak dengan Yuna." kata Reyna tidur di sofa sambil melihat foto dengan Yuna di Mall.


Reyna melihat berita site kempusnya. Di berita tersebut ada 2 berita heboh. Yang pertama di lelang gold terdapat ada 2 orang yang berebut tanah high hells dengan harga tinggi, kedua orang yang mendapat tanah high hells menjual tanah itu ke orang lain dengan harga rendah dibandingkan di lelang tadi.


Banyak orang yang comment kenapa orang itu mau menjual tanah yang sudah dilelangnya dengan harga lebih rendah, banyak menganggap dia itu bodoh mau membeli tanah dengan harga mahal malah di jual dengan harga yang rendah.


"Hanya orang bodoh membeli tanah hanya dengan nama tempat tanah itu saja dengan harga tinggi, lalu dijual lagi dengan harga rendah." kata Reyna dengan senyum.


"Aku masih belum puas bermain denganmu Maria. Karena kau yang membuka peti hartanya maka aku akan membuat lebih lama kau mengambilnya dulu." kata Reyna dengan senyum penuh arti.


"Baiklah. Karena melihat berita ini membuat aku puas. Aku langsung mandi dan tidur." kata Reyna langsung berdiri dan pergi mandi.


Ting tong~


"Siapa malam begini datang ke tempat aku?" kata Reyna mendengar bunyi pintu apartemennya.


Reyna langsung ke pintu depan melihat di kaca pintu siapa yang datang.


"Kenapa Ren datang ke tempat aku malam begini?" tanya Reyna dengan terkejut melihat Ren datang ke apartemennya.


Ren menekan belnya lagi karena Reyna tidak membuka pintu.


Ting tong~


Ting tong~


"Kenapa malam begini ketempat aku, Ren?" tanya Reyna membuka pintu.


Ren tidak menjawab pertanyaan Ren langsung masuk kedalam. Reyna melihat Ren langsung masuk kedalam dan duduk di sofa dengan tenang.


"Ren, jawab pertanyaan aku. Kenapa kau datang malam-malam ke tempat aku?" tanya Reyna.


Ren hanya diam saja menatap Reyna. Reyna mendekat ke Ren, tiba-tiba Ren menarik tangannya ke sofa sampai Ren sudah berada diatas Reyna dan memeluknya dengan erat.


"Ren... Aku tidak bisa bernafas." kata Reyna melihat Ren memeluknya dengan erat dan membuatnya sesak.


Ren melonggarkan pelukannya. Memegang muka Reyna dan mencium pipi Reyna dengan lembut.


Reyna melihat kelakuan Ren merasa ada yang aneh.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Reyna.


"Tidak ada." jawab Ren.


"Jika tidak ada kenapa kau datang ke tempat aku malam begini?" tanya Reyna.

__ADS_1


"Hanya ingin bertemu dengan kau." jawab Ren mencium pipi Reyna.


Reyna bingung dengan perkataan Ren dan berpikir kenapa hanya ingin bertemu dengannya sampai datang ke apartemennya.


"Bukannya besok juga bisa ketemu?" kata Reyna dengan pelan.


"Aku ingin bertemu denganmu sekarang juga." kata Ren tegas.


Reyna langsung duduk disofa dan ingin berdiri langsung di cegah oleh Ren dengan memeluknya dengan erat.


"Jangan coba kabur dari aku Rey." kata Ren dengan tegas melihat Reyna ingin pergi dari sisinya langsung memeluknya dengan erat.


"Aku tidak kabur. Aku ingin ambil minum. Apa kau tidak haus?" pinta Reyna ke Ren untuk melepaskannya.


Ren melihat ke Reyna sepertinya tidak bohong dan langsung melepaskannya. Reyna langsung berdiri dan pergi kedapur membuat minum untuk Ren.


Ren melihat Reyna ke dapur akhirnya diam. Ren melihat banyak kantong belanjaannya di meja. Ren langsung saja melihat apa saja yang dibeli Reyna.


Banyak yang Reyna beli, baju, celana, bahan make-up, dan masih banyak lagi yang dibelinya.


Setelah 10 menit Reyna kembali membawa minum dan snack untuk Ren.


"Minumlah. Ini ada snack, kalau mau kau makan saja." kata Reyna.


Ren langsung meminum dan memakannya. Sekali makan snack itu membuat Ren ketagihan dan makan sampai habis.


"Apa snacknya masih ada?" tanya Ren.


"Tunggu sebentar." jawab Reyna langsung kedapur mengambil snack yang Ren mau.


"Apa kau tidak makan? Kenapa makan snack sebanyak itu?" tanya Reyna melihat Ren langsung mengambilnya dari tangannya.


"Aku ada makan dengan Andrew dan Kai sebelum kesini." jawab Ren dengan datar memakan snack itu dengan lahap.


"Sudah makan malam, kenapa makan snack lagi? Makan snack dimalam hari membuat kau bisa gemuk Ren." kata Reyna melihat Ren memakan sangat rakus.


"Snacknya enak jadi ketagihan ingin makan lagi." jawab Ren.


"Seenak itu kah?" tanya Reyna dengan senyum.


"Ya." jawab Ren dengan senyum.


"Kau ngapain ke apartemen aku malam begini? Jangan bilang yang kau bilang ingin bertemu dengan aku karena kangen dengan aku Ren." kata Reyna menebak.


"Rey, kau ini apa mungkin bisa melihat isi hati orang?" Ren bukannya menjawab malah bertanya.

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak mungkin bisa melihat isi hati orang lain. Jika aku bisa kenapa aku bertanya padamu?" tanya Reyna.


"Terus kenapa kau berpikir kalau aku kangen denganmu?" tanya Ren.


"Hanya menebak saja." jawab Reyna dengan datar.


"Jika aku beneran kangen gimana?" tanya Ren dengan senyum memeluk Reyna dengan lembut.


"Jika benar, berarti kau beneran seperti anak kecil Ren." kata Reyna.


"Apa maksudmu?" tanya Ren dengan bingung.


"Kau seperti anak yang tidak ingin jauh dari induk Ren. Kita hanya tidak ketemu setengah hari saja kau sudah sangat kangen. Bagaimana kalau aku pulang ke luar negeri sendirian kau disini gimana?" tanya Reyna.


"Jika itu terjadi maka aku akan menyusulmu ke luar negeri." jawab Ren dengan senyum mengecup pipi Reyna.


"Jika kau disini sibuk dan tidak bisa ditinggalkan gimana?" tanya Reyna.


"Aku akan mengerjakannya dengan cepat dan menyusulmu." jawab Ren.


"Rey." kata Ren.


"Apa?" tanya Reyna menghadap muka Ren dan mereka saling berhadapan.


"Aku benar-benar tidak bisa jauh darimu Rey. Jika aku terpisah denganmu sebentar saja membuat aku tidak tenang. Aku bahkan tidak tau kenapa aku tidak bisa berjauh denganmu." kata Ren meletakan kepalanya di bahu Reyna.


Reyna hanya diam dan mendengar semua perkataan Ren.


"Apa kau tidak ingin pulang Ren? Ini sudah jam 11 malam." kata Reyna melihat jam sudah jam 11 lewat.


"Apa aku boleh tidur disini?" tanya Ren.


"Kalau kau mau aku bisa menyiapkan kamar untukmu." kata Reyna.


"Apa aku boleh tidur denganmu?" tanya Ren senyum jahil.


"Boleh. Jika kau ingin mengulang kejadian waktu itu." kata Reyna dengan senyum manis.


Ren teringat waktu hari pertama ke apartemennya, Ren mengajak Reyna tidur dengannya. Ren bukan tidur bersama dengannya malah dia yang tidur dilantai dengan tangan dan kaki terikat.


Ren mengingat kejadian itu malah membuatnya keluar keringat dingin.


"Em... Aku rasa tidur dikamar tamu saja." kata Ren dengan cepat.


"Baiklah. Aku siapkan dulu." kata Reyna langsung berdiri membersihkan kamar untuk Ren tidur.

__ADS_1


'Mau tidur dengannya nanti mendapat hukuman. Aku harus bersabar sampai hari itu tiba.' batin Ren sambil memakan snack dimeja yang membuat ketagihan tidak perduli mau gemuk atau tidak.


__ADS_2