Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 132 - KUE BOLU


__ADS_3

"Siapa namamu?" tanya Hana.


"Reyna tante." jawab Reyna.


"Nama yang catik seperti orangnya. Ayo makan sebanyak-banyaknya." kata Hana dengan senyum.


"Pa, Ren, pastikan kalian habiskan semua makanan di meja. Tidak boleh ada yang tersisa." kata Hana dengan tegas.


"Hah? Apa mama ingin kami berdua menghabiskan semua makanan di meja ini?" tanya Aizen menatap Hana.


"Tentu saja. Karena kalian berdua yang ingin menyuruh mama masak semua kesukaan kalian pastikan kalian habiskan. Jika tidak maka lain kali mama tidak akan pernah memasak untuk kalian berdua." kata Hana santai.


Ren   : "......."


Aizen : "......."


Ren dan Aizen terdiam perkataan sang mama menyuruh mereka menghabiskan semua makanan di meja. Ren melihat ke meja makan bukan hanya 2 atau 3 jenis makanan tapi ada 6 sampai 7 makanan bahkan porsinya untuk 3 sampai 4 porsi.


Bagaimana mereka bisa menghabiskan semua makanan di meja? Mereka bisa-bisa mual dan tidak sanggup memakan semua makanan di meja makan.


"Aku tidak bisa memakan semua makanan di meja ini Ma. Apa mama ingin aku tidak makan selama 3 hari jika aku memakan semua ini." kata Ren.


"Itu salah kalian berdua sendiri. Kalian yang ingin mama memasak semua makanan favorit kalian bukan? Jadi kalian habiskan. Jika tidak di habiskan jangan harap mama akan memasak lagi untuk kalian." ancam Hana.


Ren dan Aizen merasa sangat di siksa oleh Hana. Ancaman Hana tidak bisa di hentikan oleh mereka berdua, karena Hana sangat jarang memasak untuk keluarganya.


Ren melihat Reyna sudah memakan habis nasinya, tapi Ren melihat Reyna seperti ingin minta tambah tapi dia terlihat sangat segan karena mata Reyna masih melihat lauk di meja seperti ingin memakannya.


"Apa kau ingin tambah Rey?" tanya Ren melihat Reyna melihat lauk dimeja.


"Apakah boleh?" tanya Reyna menatap Ren seperti masih ingin tambah.


"Tentu. Bolehkan Ma? Sepertinya Rey sangat suka makanan mama." kata Ren ke Hana.


"Tentu saja. Jika suka di tambah saja tidak usah sungkan Reyna." kata Hana dengan senyum.


Reyna melihat Ren dan mama Ren menyuruh tidak usah sungkan jadi dia langsung saja tambah nasi.


Hana agak terkejut melihat Reyna mengambil nasi sangat banyak bahkan mengambil lauknya juga banyak. Apa lagi Aizen juga terkejut melihat Reyna makan sangat banyak.

__ADS_1


"Apa kau lapar Reyna? Apa kau tidak makan pagi?" tanya Hana melihat Reyna makan sangat banyak dan melihat Reyna kelihatan sangat lapar.


"Aku memang lapar tante. Pagi tadi aku sudah makan sandwich." kata Reyna yang masih fokus makan.


"Makanmu sangat banyak Reyna. Apa kau sangat suka dengan masakan tante?" tanya Hana.


"Sangat suka. Bahkan aku merasa ketagihan makan masakan tante." kata Reyna.


"Kalau begitu jangan sungkan makannya. Kalau kau mau habiskan saja makanan di meja." kata Hana dengan senang melihat Reyna makan sangat lahap.


"Benarkah tante aku boleh makan semua di meja?" tanya Reyna melihat Hana dengan mata berbinar-binar.


"Tentu saja. Makan sepuasmu." kata Hana dengan senang karena Reyna suka dengan masakannya.


Reyna tanpa ragu langsung memakan semua makanan di meja dengan lahap. Sementara Ren dan Aizen tersenyum melihat Reyna karena Reyna adalah penyelamat mereka yang ingin menghabiskan semua makanan di meja. Jika mereka  berdua yang makan mereka pasti tidak sanggup.


Setelah 20 menit Reyna memakan habis semua makanan di meja. Ren merasa sangat takjub dengan Reyna bisa memakan semua makanan di meja.


"Bagaimana rasanya?" tanya Hana.


"Masakan tante enak. Aku rasa ingin makan lagi masakan tante." kata Reyna dengan senyum.


"Kalau sudah makan kita ke ruang tamu." kata Ren membawa kue yang Reyna kasih ke bibi untuk memotong kuenya dan membawa ke ruang tamu.


"Baik Tuan muda." kata Bibi langsung membawa kue ke dapur untuk memotongnya tapi dihentikan Hana.


"Bawa pisau dan piring kecil saja Bi. Nanti di ruang tamu saja potongnya." kata Hana mengambil kue di tangan Bibi.


"Baik Nyonya." kata Bibi.


"Apa kau sudah puas makannya?" tanya Ren duduk di samping Reyna.


"Kenyang. Tapi aku masih bisa makan." kata Reyna dengan santai mengambil kue kecil di meja dan memakannya.


"Kau sudah makan sangat banyak bahkan aku rasa kau makan di meja tadi sekitar untuk 7-8 orang makan dan kau makan semuanya sendiri. Aku sangat penasaran dengan tubuhmu Rey, kau makan sangat banyak tapi tubuhmu sangat normal." kata Ren tidak habis pikir dengan porsi makan Reyna.


"Tentu saja rahasia wanita. Kenapa kau makan tidak banyak tadi? Bukankah mama mu sudah lama tidak masak untuk mu?" tanya Reyna.


"Aku sudah makan banyak Rey. Bahkan aku sudah tambah 3x. Dari mananya aku makan sedikit." protes Ren ke Reyna mengatakan makannya sedikit.

__ADS_1


"Benarkah? Aku rasa pas aku masak untuk mu kau bahkan sampai tambah 5x." kata Reyna ingat kalau dia pernah memasak untuk Ren bahkan pernah tambah sampai 5x.


"Itu sandwich Rey bukan makan nasi. Nasi dan roti berbeda." kata Ren dengan santai.


"Tapi tetap saja banyak bukan tambah sampai 5x." kata Reyna santai.


"Ayo kita makan kue." kata Hana menaruh kue di meja. Bibi sudah membawa piring kecil, garpu dan jus.


Hana membuka kotak kuenya. Dia merasa ngiler melihat kue bolu yang di bawa Reyna.


"Ini sepertinya enak." kata Hana memotong kecil bolu itu.


"Sudah makan nasi makan bolu lagi. Papa merasa hari ini makan sangat banyak." kata Aizen.


"Jika papa tidak mau jangan makan. Biar mama yang makan sendiri." kata Hana dengan santai.


Setelah memotong bolunya langsung menaruh di piring kecil dan kasih ke Ren, Reyna dan untuknya sendiri.


"Apa bibi mau coba?" tanya Hana melihat Bibi seperti sangat penasaran dengan kue bolunya. Hana langsung mengasih Bibi sepotong.


"Terima kasih nyonya." kata Bibi.


"Mari kita coba bolu yang di kasih Reyna." kata Hana memakan bolu itu. Setelah makan Hana terdiam membuat Ren dan Aizen melihat ke Hana.


"Ada apa Ma?" tanya Aizen melihat Hana diam saja.


"I... Ini...." kata Hana terbata-bata.


"Kenapa ma?" tanya Aizen sudah merasa cemas dengan Hana.


"Ini sangat enakkk....." kata Hana dengan gembira.


Aizen : "......."


"Benar ini sangat enak. Aku baru pertama kali memakan bolu seperti ini." kata Ren memakan sedikit bolunya.


"Mama baru pertama kali memakan bolu seenak ini. Benar kan Bi?" tanya Hana.


"Iya Nyonya. Bolu ini sangat enak. Bibi juga tidak pernah memakan bolu yang enak seperti ini." jawab Bibi.

__ADS_1


"Kau beli dimana Reyna bolu ini? Tante rasanya ingin jadi pelanggan tetap toko ini." kata Hana dengan lahap makan bolu.


"Benar Rey, kau beli dimana kue bolu ini?" tanya Ren.


__ADS_2