
“Kenapa Reyna?” tanya Yuna melihat Reyna seperti memikirkan sesuatu.
“Tidak… tidak apa-apa. Setelah ini mau kemana?” kata Reyna.
“Tidak tau ya. Kita sudah keliling kampus dan sudah hampir semua kita lihat. Apa ada yang ingin kau pergi?” tanya Yuna.
Reyna berpikir kemana lagi. Selagi Reyna berpikir HP Yuna berbunyi. Yuna melihat Papanya telpon, Yuna langsung mengangkatnya.
“Halo pa.”
“……..”
“Halo pa… pa…” Yuna memanggil papanya tidak menjawab dan telponnya terputus.
“Ada apa Yuna?” tanya Reyna.
“Katanya aku disuruh tunggu di depan kampus.” kata Yuna.
“Apa ada masalah?” tanya Reyna.
“Tidak tau.” jawab Yuna.
“Itu nanti kita tanya sama paman. Kita sekarang ke depan kampus saja dulu bertemu dengan paman.” kata Reyna.
“Baiklah.” kata Yuna.
Reyna dan Yuna ke depan kampus bertemu dengan papa Yuna.
“Yuna..” teriak papa Yuna.
Yuna melihat papanya didepan dan langsung mendekati papanya.
“Pa, apa yang terjadi?” tanya Yuna.
“Yuna, apa kamu bisa menggantikan papa untuk lelang nanti?” tanya Papa Yuna.
“Apa yang terjadi pa? Kenapa harus Yuna?” tanya Yuna.
“Papa hal mendesak diperusahaan jadi papa tidak bisa meninggalkannya. Papa ingin kau menggantikan papa dilelang nanti.” kata Papa Yuna menjelaskan.
“Hal mendesak apa pa? Apa tidak bisa ditinggalkan sebentar? Sebentar lagi lelang akan dimulai.” kata Yuna.
“Papa tidak bisa menjelaskannya Yuna. Papa hanya ingin kamu mendapatkan tanah itu. Papa tau ini sulit buat kamu, tapi papa tidak bisa menyuruh orang lain.” kata Papa Yuna.
“Tapi pa, Yuna pasti tidak bisa mendapatkan tanah itu.” kata Yuna dengan cemas.
__ADS_1
Yuna melihat ke Reyna langsung mendekati Reyna.
“Reyna, apa bisa kau menggantikan papa aku dan mengikuti lelang itu.” kata Yuna memohon.
“Aku?” tanya Reyna dengan menunjukkan dirinya.
“Benar Reyna, aku ingin kau menggantikan papa aku untuk mengikuti lelang itu.” kata Yuna. memohon dengan Reyna.
Papa Yuna terkejut kalau putrinya menyuruh teman yang baru berteman dengannya ingin menggantikannya. Papa Yuna dengan cepat langsung menolak Yuna.
“Yuna, jangan membiarkan orang lain terlibat dengan masalah kita. Papa hanya ingin kamu yang mengikutinya.” kata Papa Yuna .
“Tapi pa, Yuna merasa yakin kalau Reyna pasti bisa mendapatkannya.” kata Yuna dengan yakin.
Papa Yuna melihat mata putrinya seperti percaya dengan Reyna. Papa Yuna sangat tidak ingin membiarkan orang lain menggantikannya karena dia masih belum percaya dengan Reyna karena takut suatu hari nanti akan mencelakai keluarganya.
“Reyna apa kau mau bantu aku.” kata Yuna dengan memohon.
“Kenapa harus aku? Kau bisa sendiri kan Yuna, hanya tinggal sebutkan harganya saja.” kata Reyna.
“Aku tidak bisa Reyna. Reyna aku mohon bantu aku.” kata Yuna dengan memohon.
“Kenapa kau yakin aku akan menolong mu? Jika aku bisa mendapatkan tanah itu, bisa kemungkinan aku akan menghianati mu dan mendapatkan tanah itu.” tanya Reyna.
Reyna melihat Yuna memohon. Reyna menghela nafasnya dan menganggukkan kepalanya setuju membuat Yuna tersenyum langsung memeluk Reyna.
“Terima kasih Reyna. Pa, kita suruh Reyna mengikuti lelang supaya bisa mendapatkan tanah itu.” kata Yuna ke papanya.
“Tapi yuna…” Papa Yuna terasa ragu.
“Paman, apa paman tidak mempercayai aku?” tanya Reyna melihat Papa Yuna kelihatan ragu.
“Bukan Reyna, paman bukannya tidak mempercayaimu.” kata Papa yuna dengan gugup.
Reyna melihat Papa Yuna gugup bicara dengannya. Reyna ingin saja membantu mereka tapi karena baru ketemu pasti Papa Yuna merasa tidak begitu percaya dengannya.
“Apa aku boleh menanyakan sesuatu?” tanya Reyna.
“Apa Reyna?” kata Yuna.
“Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini tapi aku merasa ada yang aneh. Kenapa kalian begitu ingin mendapatkan tanah baru itu? Bukankah tanah yang masih banyak yang bagus? Kenapa harus tanah dilelang itu?” tanya Reyna penasaran.
Yuna dan Papanya hanya diam saja tidak mengatakan apapun. Bahkan Yuna menundukkan kepalanya tidak berani bicara. Reyna melihat mereka hanya diam saja tidak bicara sedikitpun. Reyna berpikir pasti ada masalah serius sampai tidak bisa mengatakannya.
“Baiklah aku akan membantu paman untuk mendapatkan tanah itu walaupun kalian tidak ingin menjelaskan kenapa ingin tanah itu. Tapi, ada syaratnya.” kata Reyna.
__ADS_1
Yuna dan Papanya tidak percaya Reyna akan membantu mereka untuk mendapatkan tanah tersebut. Namun mendengar Reyna minta Syarat membuat papa yuna berpikir pasti ingin mendapatkan penghasilan yang besar.
“Apa syaratnya Reyna?” tanya Yuna.
“Sebelum aku menjawab. Aku ingin bertanya paman membuka perusahaan apa?” tanya Yuna.
“Perusahaan Entertainment.” jawab papa Yuna.
“Apa paman juga ingin membuka perusahaan hiburan yang baru lagi?” tanya Reyna.
“Ya benar. Paman bekerja sebagai CEO diperusahaan paman sekarang.” kata Papa Yuna.
“Paman sekarang punya berapa banyak penghasilan untuk lelang tanah nanti?” tanya Reyna.
“Sekitar 5 Miliar.” jawab Papa Yuna.
“Baiklah. Aku rasa cukup.” kata Reyna dengan senyum.
“Terus Reyna, apa syaratnya?” tanya Yuna.
“Itu nanti aku bilang kalau sudah mendapatkan tanahnya.” kata Reyna dengan senyum.
“Em… Reyna… Apa bisa bicara dengan paman berdua?” tanya Papa Yuna.
“Papa mau bicara apa dengan Reyna pa?” tanya Yuna.
Reyna tau maksud Papa Reyna dan melihat ke Yuna dan berkata, “Yuna, apa bisa pergi belikan minuman dingin untuk aku? Cuaca lagi panas jadi aku ingin minum dingin.”
Yuna melihat Reyna sepertinya ada yang ingin dibicarakan dengan papanya langsung menganggukkan kepalanya dan pergi beli minum supaya mereka bisa bicara berdua.
Setelah Yuna pergi, Papa Yuna mengajak Reyna masuk ke mobil untuk bicara berdua. Setelah mereka berdua masuk berdua papa yuna melihat kearah Reyna dengan teliti.
“Paman, jika ada yang ingin dibicarakan langsung saja ke intinya, karena waktu untuk lelang tanahnya akan segera dimulai.” kata Reyna dengan datar.
“Baiklah Reyna. Paman ingin bertanya kenapa kau ingin membantu paman? Padahal kita baru saja ketemu beberapa jam yang lalu.” tanya Papa Yuna.
“Tidak ada. Aku hanya ingin membantu saja. Aku dan Yuna kan berteman tentu aku akan membantunya.” kata Reyna dengan senyum.
“Menurutmu Yuna itu seperti apa?” tanya Papa Yuna ke Reyna karena menurutnya tidak mungkin Reyna ingin berteman dengan Yuna hanya karena penampilannya saja.
“Yuna itu orangnya polos dan hatinya sangat lembut. Dia bahkan memikirkan orang yang tidak dikenalnya karena kena tipu.” jawab Reyna.
“Apa maksudmu?” tanya Papa Yuna dengan heran.
Reyna memberitahukan apa yang dia lihat di Lelang Silver ke Papa Yuna. Papa Yuna terkejut mendengar penjelasan Reyna bukan karena Yuna ingin menolong orang yang ditipu itu, tapi Reyna tau kalau baju yang dilelang itu adalah palsu.
__ADS_1