
“Paman sudah datang?” tanya Ren ke pamannya yang sudah datang.
“Ren, mana Mira? Dimana Mira sekarang?” tanya Paman ke Ren yang langsung masuk menanyakan Mira
“Nih aku kasih.” kata Ren yang ingin mengasih Mira ke pamannya.
“Ini Mira?” tanya Papa Mira yang melihat Mira yang memakai pakaian laki-laki.
“Iya, paman gendong dia. Aku sudah capek menggendongnya.” kata Ren dengan datar dan ingin memberikan Mira ke pamannya.
“Tidak mau!!” teriak Mira dan semakin mengeratkan pelukannya.
“Mira, ini papa Mira.” kata Papa Mira dengan lembut melihat putrinya tidak mau melepaskan pelukannya dari Ren.
Mira melihat papanya didepannya. Langsung meminta gendong langsung ke papanya. Ren langsung mengasih Mira ke pamannya.
“Mira, sepertinya kau harus diet. Kau bertambah berat.” kata Ren dengan datar dan cuek terhadap Mira.
Mira yang mendengar kakak sepupunya langsung cemberut dan kesal dan menghadap papanya.
“Pa, Ren-nii jahat sama Mira. Ren-nii tidak mau membelikan Mira es krim dan menarik rambut Mira sampai rambut Mira rontok.” kata Mira dengan mengemaskan kepada papanya.
Ren yang mendengar kata Mira langsung membulatkan matanya tidak percaya kalau adik sepupunya berani bilang kalau dia yang menarik rambutnya. Padahal dia sendiri yang menarik rambutnya.
“Hei! Siapa yang bilang aku menarik rambutmu? Bukannya Mira sendiri yang menarik rambutku?” tanya Ren dengan tidak percaya apa yang didengarnya.
“Buktinya ini.” kata Mira dengan memperlihatkan rambutnya berantakan.
“Apa benar apa yang dikatakan Mira Ren?” kata Papa Mira dengan manatap tajam keponakannya.
“WHAT! Paman lebih percaya dengannya dari pada denganku!” teriak Ren tidak percaya Pamannya malah marah kepadanya.
“Mira itu anak kandungku. Tentu saja aku lebih percaya pada putriku sendiri dari pada denganmu.” kata Papa Mira dengan tegas dan mendukung putri kandungnya.
Ren tidak percaya dengan pamannya. Dia lebih mendukung Mira putri kandungnya dari pada dia sendiri. Karena pamannya dari seluruh semua orang disemesta dia lebih memilih Istri dan anak kandung, karena mereka orang yang dicintainya.
“Apa kamu tidak apa-apa Mira? Apa ada yang sakit? Apa kamu sudah makan? Papa khawatir disaat supir ingin menjemputmu kamu sudah tidak ada disekolah.” tanya Papa Mira dengan lembut dan khawatir melihat dengan teliti tubuh Mira.
“Mira tidak apa-apa Pa. Mira sudah makan karena Kak Reyna yang memberikan makan untuk Mira.” kata Mira dengan pelan.
“Kak Reyna?” tanya Papa Mira dengan bingung.
__ADS_1
“Itu kak Reyna pa. Kak Reyna yang memberikan Mira makan dan menemani Mira bermain.” kata Mira dengan Antusias menunjukkan Reyna disamping Ren dan menceritakan apa yang terjadi hari ini.
Papa Mira melihat Mira dengan muka gembira dan senang langsung tersenyum dan bahagia, karena sudah lama dia tidak melihat putrinya tersenyum gembira seperti ini.
“Terima kasih telah menjaga Mira. Maaf banyak merepotkanmu.” kata papa Mira dengan tulus.
"Tidak apa-apa om, yang penting Mira sudah bertemu dengan papanya. Mira anak yang patuh dan tidak merepotkan sama sekali.” Jawab Reyna dengan tulus.
“Apakah anda Ayah dari anak ini?” tanya Satpam yang melihat Mira sudah digendong oleh papanya.
“Iya benar. Saya papanya.” Jawab Papa Mira.
“Syukurlah kalau sudah ketemu. Lain kali jangan pergi sendirian ya adik kecil nanti bisa diculik sama orang.” kata Satpam itu ke Mira.
“Iya paman.” kata Mira dengan senyum.
Wanita yang ingin menculik Mira langsung muka pucat ternyata Ayahnya sudah datang menjemputnya dan dia ingin pergi dari ini segera mungkin. Disaat wanita itu mau pergi langsung dicegah oleh Kai dan Andrew.
“Kau mau kemana?” tanya Kai yang menghalangi dan menangkap wanita itu pergi.
“Siapa dia?” tanya Papa Mira yang melihat wanita yang ingin pergi langsung dicegah oleh Andrew dan Kai.
“Dia wanita yang ingin menculik Mira.” kata Ren dengan datar.
“Apa benar kau yang menculik Mira?” tanya papa Mira dengan mata yang sangat tajam dan menahan amarahnya.
“A… Aku…” kata Wanita itu dengan terbata dan gugup.
“Paman, kata wanita itu pengasuh Mira apa benar?” tanya Ren
“Pengasuh? Sejak kapan Mira ada pengasuh? Mira hanya selalu dengan bibi dirumah dan aku tidak pernah menyewa pengasuh untuk Mira.” kata Papa Mira dengan tegas dan tidak ingat kalau menyewa pengasuh untuk putrinya.
“Dia mengatakan kalau sudah menjadi pengasuh Mira selama 2 Minggu.” Jawab Ren
“Sudah ada bibi dirumah yang menjaga Mira dan mamanya juga tinggal dirumah untuk apa mencari pengasuh?” kata Papa Mira dengan tegas.
“Tante kemana? Kenapa tidak datang?” tanya Ren yang melihat hanya pamannya yang datang dan tantenya tidak datang.
“Tante sedang dirumah sakit menjenguk bibi karena bibi sebelum menjemput Mira disekolah. Bibi kecelakaan hampir tertabrak mobil. Makanya paman yang datang menjemput Mira karena tante menjenguk bibi.” kata Papa Mira dengan menjelaskan.
“Apa bibi terluka parah pa?” tanya Mira dengan khawatir dengan bibi.
__ADS_1
“Bibi tidak apa-apa sayang. Hanya terluka didahinya dan tidak parah.” kata Papa Mira dengan lembut.
“Syukurlah bibi baik-baik saja.” kata Mira dengan lega khawatir terjadi dengan bibi juga.
“Terus apa kau yakin kalau wanita ini yang ingin menculik Mira?” tanya Papa Mira menatap tajam wanita yang ditahan oleh Kai dan Andrew.
“Iya benar paman.” Jawab Ren.
“Kau wanita kurang ajar berani menculik anakku. Apa kau juga yang menjemput Mira disekolah?” tanya papa Mira menatap tajam sedang menahan amarahnya.
“A…aku..” Wanita itu langsung wajah pucat dan ketakutan karena Papa Mira menatapnya dengan sangat tajam.
“Anda tidak usah berbohong, karena aku tau kalau anda yang mengikuti kita dari kita keluar dari toko burger sampai ke toko anak-anak.” kata Reyna dengan santai.
“Bo..Bohong… Aku tidak menculiknya. A… Aku memang pengasuhnya.” kata wanita itu terbata-bata yang tidak mau mengaku.
“Anda tidak mau mengaku?” tanya Reyna dengan senyum penuh arti.
“Me… Memang apa buktinya kalau aku mengikuti kalian!” teriak Wanita itu seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi dalam hatinya sangat takut ketahuan oleh Reyna.
“Jam tangan kakak sangat bagus, kakak beli dimana?” tanya Reyna melihat jam tangan warna biru laut milik wanita itu.
“Oh ini. Saya baru beli kemarin, ini barang limited dan tidak semua orang punya jam tangan ini.” kata Wanita itu dengan memperlihatkan jam tangannya.
“Oh.. Barang limited. Bagus sekali. Apa kakak juga memakainya pas dari pagi?” tanya Reyna dengan penuh arti.
Ren dan yang lainnya hanya diam memperhatikan Reyna bicara dengan wanita itu.
“Iya. Aku memang memakainya dari pagi. Memangnya kenapa? Apa ada hubungannya denganmu?” tanya Wanita itu dengan bingung.
“Ada. Ada hubungannya dengan orang yang menculik Mira.” kata Reyna dengan senyum penuh arti.
“APA!!” teriak semua orang.
“Reyna, apa benar yang kau katakan?” tanya Andrew
“Ya, benar ada hubungannya .” kata Reyna dengan senyum.
“Apa hubungannya?” tanya Ren.
“Karena orang yang mencurigakan mengikuti kita juga memakai jam tangan yang sama.” kata Reyna dengan senyum
__ADS_1
“APA??!!” teriak semua orang
Wanita itu langsung wajah pucat mendengar kalau Reyna pernah melihatnya. Padahal wanita itu merasa dia sudah mengubah penampilannya dan mengubah wajahnya dan pasti tidak ada yang mengenalnya, tapi malah ketahuan dengan Reyna.