Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 216 - KABUR KE LUAR NEGERI


__ADS_3

"Reyna, liburan besok kau ada rencana?" tanya Yuna.


"Liburan?" tanya Reyna.


"Ya, 2 bulan lagi kita kan liburan di kampus." kata Yuna.


"Masih belum tahu sih. Jika memang tidak ada rencana jalan-jalan, ya paling pulang ke rumah." kata Reyna.


"Kalau tidak salah kau tinggal di luar negeri ya?" tanya Yuna.


"Ya. Semua keluarga aku tinggal di luar negeri." jawab Reyna.


"Aku juga ingin coba ke luar negeri tempat kau tinggal, tapi sayangnya aku sudah ada rencana." kata Yuna yang ingin pergi ke kampung Reyna.


"Memangnya kau ada mau pergi ke mana?" tanya Reyna.


"Ke rumah paman, di luar kota. Aku juga sudah lama tidak ke sana selama beberapa tahun ini, jadi tahun ini pulang ke rumahnya sekalian melihat kakek dan nenek." kata Yuna


"Oh. Bagus dong. Sesekali melihat kakek dan nenek mu. Buat kenangan bersama dengan keluarga mu Yuna." kata Reyna


"Ya. Aku juga akan membuat kenangan yang terindah bersama kakek dan nenek. Karena kita tidak tahu berapa lama lagi bisa bersama." kata Yuna.


"Apa kau akan memberikan mereka oleh oleh?" tanya Reyna.


"Tentu saja. Aku sudah membelinya 3 hari lalu. Kalau kau Reyna? Apa kau sudah memberikan oleh oleh untuk orang tua mu di luar negeri?" tanya Yuna.


"Tentu saja. Aku sudah mempersiapkan hadiah spesial untuk mereka. Aku rasa mereka pasti akan terkejut dan mendapatkan hadiah yang terindah dalam hidup mereka." kata Reyna dengan senyum.


Reyna dan Yuna bercerita berdua, karena di kantor sedang sepi jadi mereka bisa berbincang lama di kantor.


Sedangkan di Perusahaan Ryuujin. Ren memberikan surat keterangan tanah rumahnya yang di jual oleh Edward ayah Calvin.


Calvin membacanya dan tidak percaya apa yang di lihatnya. Papanya benar benar menjual rumah mereka, bahkan dengan isi rumahnya. Di isi surat tersebut sudah ada tanda tangan dan sidik jari papa nya.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kau sudah percaya kalau papamu menjual rumah nya?" tanya Ren.


"Aku tidak tahu Ren. Bahkan aku merasa ingin bertanya padanya secara langsung, tapi sayangnya aku tidak tahu sekarang dia berada di mana." kata Calvin dengan lemas dan kecewa benar dengan papanya.


"Apa kau ingin aku mencari keberadaan papa mu?" tanya Ren.


"Tidak usah Ren. Aku tidak mau merepotkan mu." kata Calvin.


"Ada apa Ren? Kenapa kau ada di sini?" tanya Aizen melihat Ren seperti bicara dengan serius.


"Tidak ada Pa. Teman aku hanya meminta aku mencari sesuatu untuknya." kata Ren.


"Sesuatu? Apa itu?" tanya Aizen dengan dengan bingung.


Aizen langsung mendekati Ren dan Calvin. Aizen melihat Calvin sedang membaca sesuatu langsung melihatnya. Aizen semakin bingung melihat apa yang di lihat oleh Calvin adalah surat tanah yang di beli olehnya, bahkan itu adalah lambang keluarga Ryuujin.


"Kenapa kau membaca surat tanah ini? Ini surat tanah rahasia dan kau tidak boleh membacanya dengan seenaknya saja." kata Aizen ke Calvin.


"Maafkan saya pak." kata Calvin meminta maaf kepada Aizen.


"Ren, ini adalah surat penting. Tidak boleh sembarang orang melihat surat tanah ini. Jika mereka melihat, bisa jadi mereka bisa membuat surat palsu." kata Aizen marah ke Ren.


"Ya kan tidak apa Pa. Dan lagi surat tanah itu adalah milik orang tuanya Calvin dan tentu saja dia boleh melihatnya." kata Ren.


"Apa maksudmu Ren?" tanya Aizen.


"Orang yang menjual tanah ini pada kita adalah orang tua Calvin pa." jelas Ren.


Aizen melihat ke Calvin langsung melihat ke Ren lagi.


"Coba aku lihat suratnya." kata Aizen meminta surat tanah.


"Ini Tuan." Calvin langsung mengasih surat tersebut pada Aizen.

__ADS_1


Aizen membaca surat itu dengan atas nama Edward Thomas. Aizen mengerutkan keningnya melihat nama tersebut.


"Kau dari keluarga Thomas?" tanya Aizen ke Calvin.


"Dulu iya, Tuan. Tapi sekarang saya tidak memakai nama itu lagi Tuan." kata Calvin.


"Apa maksudmu?" tanya Aizen dengan bingung.


"Saya mengganti nama keluarga saya Tuan. Saya sudah tidak menyandang nama Thomas lagi." kata Calvin.


"Sekarang kau memakai nama keluarga siapa?" tanya Aizen.


"Saya sekarang memakai nama keluarga Leonardo, Tuan. Saya memakai nama keluarga ibu saya." kata Calvin dengan pelan.


"Leonardo? Kau dari keluarga Leonardo? Apa mungkin kau anak Celestia? Anak paman Edgar Leonardo?" tanya Aizen dengan terkejut.


"Benar Tuan. Saya anak Celestia dan cucu Edgar Leonardo." jawab Calvin.


Aizen terkejut mendengar kalau Calvin adalah anak Celestia.


"Kenapa Pa?" tanya Ren melihat Aizen terkejut.


"Bagaimana keadaan Paman Edgar?" tanya Aizen.


"Baik Tuan. Kakek sekarang sudah pulih." kata Calvin.


"Pulih? Apa maksudmu? Dan kenapa kau ingin tahu kenapa papa mu menjual rumahnya? Bukankah harusnya kau tanya saja pada papa mu?" tanya Aizen.


"Karena rumah itu di jual oleh papa nya dan kabur ke luar negeri, Pa. Maka dari itu Calvin ingin memastikan apakah benar papanya menjual rumah dan membawa semua hartanya pergi ke luar negeri." Bukan Calvin yang menjawab melainkan Ren.


"APA?? DIA KABUR KE LUAR NEGERI??" teriak Aizen dengan terkejut.


Aizen terkejut kalau Edward menjual tanah rumah orang tuanya dan kabur keluar negeri.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2