Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 9 – KAMAR REN


__ADS_3

----Flashback ke Ren----


Setelah Ren menghentikan mobilnya di parkir. Ren dan Kai langsung ke Market belanja. Kai pergi beli sabun dan shampoo. Setelah mereka mengambil semua barang yang mau dibeli, mereka langsung pergi bayar, sesudah giliran Ren tiba-tiba dia mencari dompetnya tidak ada di sakunya.


“Kok dompet aku tidak ada?” kata Ren heran sambil mencari dompetnya.


“Kenapa Ren?” tanya Kai yang sudah membayar belanjanya.


“Dompet aku tidak ada.” kata Ren


“Apa ketinggalan dimobil? Coba kau ingat lagi.” kata Kai sambil memegang barang belanjanya.


Ren langsung berpikir dimana dia ketinggalan dompetnya, setelah itu dia baru sadar kalau dompetnya ketinggalan diruang kesehatan dan langsung mengambil HP-nya melihat ternyata Reyna meneleponnya dan WA dia ternyata dompetnya ketinggalan di kampus.


“Kenapa Ren?” tanya Kai yang dari tadi melihat Hp-nya.


“Dompet aku ketinggalan dikampus, kita balik ke kampus sekarang.” kata Ren langsung keluar market dan pergi ke kampus dan Kai mengikuti Ren.


Setelah mereka sampai dikampus, Ren langsung turun dari mobil dan langsung melihat didepan Reyna sedang duduk dikursi sambil menunggunya. Disaat Ren mau panggil Reyna, Ren langsung berhenti melihat Cecilia yang marah sama Reyna.


Ren melihat semua yang dilakukan Cecilia ke Reyna sampai mereka Ke WC. Disaat di WC Ren melihat Cecilia memasukkan kepala Reyna ke dalam air. Ren langsung darah tinggi dan marah besar melihat Reyna dilakukan seperti itu dan langsung menghentikannya.


----Flashback Off----


“Apa yang kalian lakukan!” Teriak Ren


Cecilia dan Serina terkejut orang yang berteriak didepan pintu. Setelah mereka berbalik mereka lebih terkejut ternyata Ren melihatnya.


“Re…Ren kau kenapa disini? Bukankah kau sudah pulang?” kata Cecilia dengan nada pelan dan keringat dingin takut Ren melihat apa yang dilakukannya ke Reyna.


“Justru aku yang bertanya apa yang kalian lakukan disini?” tanya Ren dengan dingin dan langsung menuju ke Reyna.


“A… aku mau ke WC, Pas buka pintu melihat dia pingsan disini, Jadi aku mau membantunya.” kata Cecilia dengan gagap.


Ren melihat Reyna tidak sadarkan diri dan mukanya agak pucat. “Benarkah?” kata Ren dingin menatap Cecilia dengan tajam sambil menahan amarahnya.


“Be..benar kok, Kalau kau tidak percaya tanya sama Serina. Di..dia juga melihatnya.” kata Cecilia agak terbata dan menatap Serina seakan berkata benar.


“Be..benar kata Cecil. Ren, kita menemukannya disini.” kata Serina yang takut dengan mata Ren yang menatap dengan tajam.


“Ok. Kalau itu yang kalian lihat, jadi mendingan kalian pulang sekarang.” kata Ren dengan menahan amarahnya ke Cecilia karena tidak mau membuang waktu karena mau cepat membawa Reyna ke rumah sakit.

__ADS_1


Ren langsung saja mengendong Reyna dan membawanya ke rumah sakit, karena takut terjadi apa-apa sama Reyna. Sedangkan Cecilia dan Serena langsung terkejut melihat Ren mengendong Reyna keluar.


Cecilia mau ikut tapi Ren menatapnya dengan tajam, Cecilia langsung takut melihat Ren yang sangat marah sama dan diam aja di WC.


“Huft… Kenapa Ren bisa ada disini?” kata Cecilia yang lega karena Ren sudah pergi.


“Tidak tau Cecil, mungkin ada yang ketinggalan.” kata Serena


“Semoga  Ren tidak melihat kita apa yang dilakukan sama sijelek itu.” kata Cecilia dengan pelan


“Kalau Ren tau harusnya dia marah dari tadi, tapi kenapa Ren harus marah sama kita kan Ren tidak ada hubungannya dengan jelek itu.” kata Serena dengan santai


“Iya juga, tapi kenapa Ren mengendongnya keluar?” kata Cecilia dengan bingung


“Iya juga ya, Ren kan selalu dingin sama semua Gadis dikampus. Kenapa mau menolong gadis jelek itu?” kata Serena yang ikut bingung


“Sudahlah, besok aku tanya sama Ren. Hari ini aku beneran kena sial gara-gara sijelek itu! Awas kau akan aku balas dengan berkali lipat.” kata Cecilia yang sangat menahan amarahanya ke Reyna.


Sementara itu Kai tunggu didepan gerbang sambil menunggu Ren. melihat Ren menggendong Reyna langsung saja Kai terkejut.


“Ada apa Ren, kenapa gadis itu?” tanya Kai yang terkejut melihat Ren manggendong Reyna.


“Kita Kerumah sakit sekarang.” kata Ren yang tidak memperdulikan kata Kai langsung membuka pintu mobil belakang dan naik mobil.


“Ok, kita ke apartemen aja. Kita jalan sekarang. Kamu hubungi Andrew.” kata Ren langsung masuk mobil dan menyalakan mobil.


“OK.” Langsung saja Kai telepon Andrew dan mereka langsung ke apartemen.


----10 menit kemudian----


Sesampai apartemen Ren langsung mengendong Reyna ala Bride, sedangkan Kai langsung ke apartemen buka pintu


“Dia mau taruk dimana? Kamar kita hanya ada 2.” kata Kai sambil membuka pintu.


“Taruk dikamar aku aja.” kata Ren dengan santai sambil mengendong Reyna.


Kai langsung berhenti dan terkejut dengan perkataan Ren. ‘Apa dia serius mau menaruh gadis itu dikamarnya?’ kata Kai dalam hati dengan terkejut.


“Kau lihat apa? Cepat buka kamarku!” kata Ren dengan dingin melihat Kai hanya bengong dan diam aja di depan pintu langsung menedang kaki Kai.


Kai langsung tersadar dan langsung pergi membuka kamar Ren. Ren langsung masuk kamar setelah Kai membuka kamarnya langsung menaruk Reyna dikasur.

__ADS_1


“Ren, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba mengendongnya?” kata Kai dengan penasaran.


“Dia hampir tenggelam karena Cecilia dan Serena.” kata Ren dengan menahan amarahnya.


“Tenggelam? Dimana tenggelam? kolam renang kita kan lagi dibersihkan, mana mungkin ada air?” tanya Kai dengan heran.


“Di WC. Mereka menaruh kepalanya di wastafel dan menahannya sampai tidak bernafas.” kata Ren yang sedang menahan emosi.


“Apa! Apa mereka ingin membunuh orang?!” kata Kai dengan terkejut apa yang dilakukan Cecilia dan Serena terhadap Reyna.


“Lihat lah nanti mereka akan mendapatkan balasannya.” kata Ren dengan marah.


Kai yang melihat Ren sangat marah dengan Cecilia dan Serena hanya untuk Reyna dia langsung heran.


‘Kenapa Ren sangat emosional karena gadis itu? Siapa sebenarnya gadis itu? Sebenarnya apa hubungan Ren dengan gadis bernama Reyna itu? Sampai Ren mau menolongnya bahkan membawanya ke kamarnya? Ren aja sangat tidak suka dekat dengan wanita aja bisa langsung panik karena keadaan gadis itu.’ kata Kai dalam hati dengan banyak pertanyaan dan sangat penasaran dengan Reyna.


~ting tong… (terdengar suara bunyi pintu bel)


“Mungkin itu Andrew. Aku pergi buka pintu dulu.” kata Kai langsung keluar kamar.


Ren langsung memegang tangan dan muka Reyna yang pucat. Ren sangat sedih melihat Reyna seperti ini.


‘Awas aja kalian, nanti kalian akan mendapatkan balasan dariku karena berani menggangu Reyna.’ kata Ren dalam hati dan akan membalas dendam apa yang dilakukan oleh Cecilia dan Serena.


Kai membuka pintu langsung melihat Andrew di depan pintu langsung menyuruh masuk kedalam.


“Ada apa mendesak memanggilku? Apa Ren sakit?” kata Andrew sambil tersenyum kecil.


“Bukan Ren yang sakit.” kata Kai sambil menutup pintu.


“Bukan Ren? Lalu siapa yang sakit?” kata Andrew dengan heran


“Gadis mahasiswi yang baru pindah dikampus hari ini.” kata Kai dengan pelan


Andrew langsung berhenti mendengar kata Kai.


“Gadis mahasiswi baru? Apakah Reyna? Apa gadis itu memakai pakaian kampungan?” tanya Andrew dengan banyak pertanyaan.


“Iya gadis culun yang berkacamata besar dan mahasiswi pindahan baru dikampus.” kata Kai dengan santai.


“Dimana dia sekarang?” tanya Andrew ambil melihat diruang tamu tidak ada siapa-siapa.

__ADS_1


“Dia ada dikamar Ren.” kata Kai dengan santai.


“WHATTT!!” teriak Andrew dengan terkejut.


__ADS_2