Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 150 - SALAH ORANG


__ADS_3

Di perusahaan Ryuujin Ren sedang mengerjakan dan memeriksa beberapa file dan dokumen.


Awalnya Aizen, Papanya Ren yang mengerjakannya tapi karena Aizen lagi ada pertemuan di perusahaan lain, jadi Aizen menyuruh Ren untuk menggantikannya karena besok filenya mau dipakai untuk meeting kantor.


"Kenapa dokumen ini sangat banyak? Apa orang yang mengerjakan ini semua tidak bisa memberikan angsur gitu? Aku tidak ada waktu istirahat jika mengerjakan semuanya sendiri." gerutu Ren melihat banyak dokumen yang menumpuk di mejanya.


"Apa aku menyuruh Kai membantu aku ya?" gumam Ren karena Kai juga banyak tugas di ruangannya.


"Masa bodoh berpikir terlalu lama. Mendingan aku kasih Kai beberapa karena ini tidak akan selesai dalam 1 hari jika aku mengerjakan semuanya sendiri." kata Ren langsung saja mengambil beberapa File ke meja lain dan segera keluar dari ruangan dan bertemu dengan Kai.


"Kai."


"Ada apa Ren?" tanya Kai yang sedang mengerjakan beberapa file ke komputer langsung berhenti karena Ren memanggilnya.


"Tinggalkan kerjaan mu dan ikut aku. Bantu aku mengerjakan file di ruangan papa aku." kata Ren.


"Kerjaan aku di sini sangat banyak Ren. Mana mungkin aku tinggalkan. Dan lagi bukankah ada papa mu? Kau bisa mengerjakan berdua dengan papa mu." kata Kai.


"Justru papa aku lagi pergi mengikuti pertemuan dengan perusahaan lain bersama sekretarisnya. Makanya aku mengerjakan semua dokumen dan file itu sendirian di ruang Papa aku." kata Ren.


"Tapi bukankah kau bisa mengerjakan semuanya sendirian sampai sore. Aku rasa dokumennya tidak banyak." kata Kai.


"Mendingan kau ikut aku dan bantu aku sekarang. Kau bisa melihat sebanyak apa dokumen di ruangan itu. Aku rasa kau akan terkejut." kata Ren dengan memaksa Kai ikut dengannya.


Kai bingung dengan perkataan Ren. Sebanyak apa dokumen yang harus di selesaikan.


"Baiklah. Tunggu aku bersihkan meja aku dulu sebentar." kata Kai membersihkan mejanya dan beru mengikuti Ren ke ruangan kerja Aizen.


Sampai di ruangan kerja Aizen Kai membulatkan matanya melihat dokumen yang menumpuk seperti gunung di meja kerja Aizen bahkan sampai meja lain dan di sofa juga banyak dokumen.


"Apaan ini? Kenapa dokumen disini sangat banyak? Ini sudah seperti gudang, bukan kantor lagi." kata Kai dengan terkejut melihat banyak dokumen di ruangan Aizen yang sudah seperti gudang penuh dokumen.


"Kalau begitu kau mulai dari dokumen di sofa itu. Kau pisahkan dokumen ini dengan yang ini. Pastikan jangan ada yang salah." kata Ren mengasih beberapa dokumen yang ada di sofa.


"Kau jangan melamun Kai. Jika kau tidak bergerak maka kita akan menginap di sini." kata Ren langsung duduk di kursi Aizen dan memulai memeriksa beberapa dokumen.

__ADS_1


"Menginap? Apa maksudmu?" tanya Kai dengan bingung kenapa harus sampai menginap pula.


"Karena besok semua dokumen ini akan di pakai. Bahkan sebelum jam 10 pagi sudah harus selesai." kata Ren dengan santai.


"WHATTT???!!! APA KAU GILA!!!" teriak Kai dengan terkejut mendengar bahkan semua dokumen ini harus di selesaikan dalam 1 malam. Yang lebih parahnya jam 10 pagi sudah harus selesai.


"Apa kau melihat aku sedang bercanda? Jika aku bercanda kenapa aku menyuruhmu untuk membantu aku?" tanya Ren menatap tajam Kai.


Kai terdiam karena apa yang di bilang Ren ada benarnya. Jika sedikit mana mungkin Ren menyuruh untuk membantunya karena Ren sangat jarang sekali menyuruh membantu dokumen.


Kai mau tidak mau membantu Ren karena jika dia tidak membantu maka nanti akan kena imbas sama Ren.


Setelah beberapa jam Ren dan Kai mengerjakan dokumen di meja mereka sekitar seperempat.


"Ren, apa kau tidak ingin menyuruh orang lain membantu kita? Aku rasa kalau hanya kita berdua tidak akan selesai dalam 1 malam." kata Kai.


"Tidak! Aku tidak mau menyuruh orang lain mengerjakannya nanti mereka salah bagaimana. Nanti yang ada aku kerja dua kali lipat jadinya." tolak Ren.


"Kalau tidak mau sama orang kantor kenapa tidak hubungi Reyna saja untuk membantu kita. Bukankah dia hari ini hanya kerja setengah hari?" tanya Kai.


"Benar juga. Aku hubungi Rey sebentar." kata Ren keluar dari ruangan dan telpon Reyna. Setelah beberapa menit Ren masuk lagi ke dalam.


"Rey bisa datang membantu kita karena Rey juga tidak ada kerjaan setelah pulang kerja." kata Ren.


"Bagusnya. Jika kita mengerjakan bertiga aku rasa bisa cepat selesai." kata Kai.


"Kai, kau pergi beli makan sekalian minuman segar." kata Ren.


"Kenapa harus aku?" tanya Kai.


"Sebentar lagi kan makan siang. Jadi kau pergi beli makan untuk kita berdua. Sekalian beli minuman botol untuk kita." kata Ren.


"Atau kau ingin mengerjakan ini dan aku pergi beli?" tanya Ren.


"Aku akan pergi sekarang juga." jawab Kai dengan cepat keluar dari ruangan dan pergi beli makan supaya Ren tidak menggantikannya untuk beli makan.

__ADS_1


"Jika Ren yang pergi beli nanti aku yang semakin pusing melihat dokumen yang menumpuk seperti gudang itu." gumam Kai.


"Semakin lama aku bisa stress melihat semua dokumen ini." kata Ren yang baru saja sedikit selesai dokumen di mejanya.


Ren langsung saja membersihkan meja dan di sofa karena akan makan siang. Ren menaruh dokumen itu di samping pintu karena dokumennya sangat banyak.


Setelah beberapa menit Ren memindahkan dokumennya langsung duduk di sofa karena sangat capek.


Tok~ Tok~


"Masuk." kata Ren mendengar ada yang mengetuk pintu.


Masuk seorang wanita muda kedalam.


"Permisi tuan, ada yang ingin saya bicarakan." kata seorang wanita.


Ren mendengar suara yang familiar langsung membuka matanya dan melihat ke arah suara itu.


"Rey?" Ren terkejut melihat Reyna.


"Rey?" tanya wanita itu dengan bingung.


"Akhirnya kau datang juga. Aku sudah sangat lelah mengerjakan tugas yang menumpuk ini. Bantu aku...." kata Ren lemas sudah mulai manja melihat Reyna di depannya dan langsung memeluknya.


Sedangkan wanita itu terkejut melihat seorang lelaki yang tidak di kenal memeluknya dengan erat.


"Tu-tuan... lepaskan saya." wanita itu terkejut melihat Ren memeluknya.


"Kenapa Hm....?" tanya Ren dengan lembut mau tidak melepaskannya.


"A-anda salah orang tuan. Aku bukan orang yang anda cari." kata wanita itu dengan gugup.


"Hah? Apa yang barusan kau bilang Rey?" tanya Ren melepaskan pelukannya dan melihat ke Reyna.


"Aku bukan orang yang anda cari tuan. Anda mungkin salah orang." kata wanita itu.

__ADS_1


"Tidak mungkin kau bukan Reyna. Apa kau sedang bermain denganku?" tanya Ren memeluk kembali Reyna dengan erat. Ren mencium aroma Reyna langsung terdiam.


"Anda salah orang tuan! Aku bukan Reyna tuan!" teriak wanita itu langsung mendorong Ren dengan kuat.


__ADS_2