Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 268 - MASA LALU REN 4 - DI CULIK


__ADS_3

Aizen dengan kecepatan penuh jalan ke Villanya.


"Aku mohon kalian baik-baik saja." Aizen sangat cemas dengan keadaan Ren dan Hana.


Aizen sampai di Villa. Aizen melihat pengawal di depan pintu yang sudah di terjatuh.


"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Aizen ke pengawalnya. Aizen melihat mereka pingsan langsung tanpa membangunkan mereka Aizen masuk ke dalam mencari Hana dan Ren.


"Hana....!!! Ren....!!!" teriak Aizen mencari Hana dan Ren di setiap ruangan.


Aizen tidak menemukan Hana dan Ren. Aizen melihat kamar Ren adalah ruangan terakhir. Aizen dengan cepat melihat kamar Ren.


Aizen tidak melihat siapapun di kamar Ren. Aizen masuk ke dalam dan meneliti sesuatu di ruangan Ren.


Entah kenapa Aizen merasa kalau ada sesuatu di kamar Ren. Aizen melihat dengan teliti ruangan tersebut langsung menemukan sesuatu di bawah kasur.


Aizen melihat ada sesuatu di bawah kasur Ren. Aizen melihat dengan lampu Hp-nya tapi tidak menemukan apapun, hanya ada cairan yang basah.


Aizen langsung berdiri, baru saja Aizen ingin mencari tempat lain langsung merasa ada yang aneh.


"Tunggu. Kenapa ada cat luminous di bawah kasur?" Aizen tersadar kalau di bawah kasur Ren adalah cat Lumious.


Aizen melihat lagi di bawah kasur dan memengang dan mencium dan benar adalah lumious. Aizen tanpa ragu mematikan lampu, langsung melihat di bawah kasur lagi.


Aizen melihat ada tulisan di cat tersebut yaitu 秘密


"Hitmitsu? Apa Ren yang menulisnya?" gumam Aizen karena tulisan itu adalah tulisan anak-anak.


Aizen berpikir apa yang di tulis oleh Ren. Setelah beberapa saat Aizen baru mengerti apa yang di tulis oleh Ren.


"Apa mungkin Ren ingin menulis ruangan bawah tanah?" gumam Aizen.


Himitsu dalam bahasa Jepang artinya adalah Rahasia.


Aizen tanpa berpikir panjang lagi langsung membuka ruangan bawah tanah di kamar Ren, karena ruangan bawah tanah hanya ada tersambung dari kamar Ren.


Di ruangan bawah tanah Hana merasa sangat cemas dengan Ren karena tidak kembali. Hana yang merasa sangat cemas langsung terkejut mendengar suara dari atas. Hana takut kalau penyusup itu masuk ke dalam.


Hana semakin takut mendengar suara dari pintu besi itu. Hana langsung bersembunyi di belakang sofa.

__ADS_1


KREK


"Hana....."


Hana mendengar suara Aizen langsung melihat dengan pelan.


"Aizen....."


"Hana.... Aku khawatir dengan mu." Aizen melihat Hana langsung menghampiri dan memeluknya.


"A-aku takut kalau mereka masuk ke dalam." Hana memeluk Aizen dengan gemetar.


"Tidak apa. Aku sudah ada di sini. Aku akan melindungi mu." kata Aizen menenangkan Hana.


Hana sudah mulai tenang. Aizen membawa Hana keluar dari ruang bawah tanah dan memberikan Hana minum supaya lebih tenang.


"Di mana Ren?" tanya Hana yang sudah mulai tenang dan mengingat Ren.


"Ren sedang bersama adik ku, Hana karena Ren tidak mau di sini lagi." jawab Aizen.


"Syukurlah. aku pikir kalau Ren kena culik sama mereka. Mereka sebenarnya siapa?" tanya Hana.


"Aku masih belum tahu. Aku mau pergi memeriksa mereka, apa kau tidak apa di sini sendirian?" tanya Aizen.


"Apa kau mau ke ruangan rahasia dulu. Di dalam juga ada kasur supaya kau bisa tidur." kata Aizen.


"Tapi...." Hana ingin bicara langsung di potong Aizen.


"Tidak apa. Aku akan menyuruh orang menemani mu di dalam supaya kau tidak takut." kata Aizen.


"Hah... Baiklah... Tapi kau harus cepat kembali ya." kata Hana menghela nafasnya.


"Tentu sayang." kata Aizen mencium dahi Hana.


"Aku akan mengambil baju mu. Kau tunggu saja di sini." kata Aizen langsung keluar kamar mengambil baju Hana.


Aizen sudah memberikan Hana baju dan peralatan lainnya untuk di dalam. Awalnya Aizen ingin Hana pergi bersama Adiknya tapi merasakan jika di luar Villa masih ada penyusup yang mengamati mereka.


Aizen sudah menyuruh pengawal wanita untuk menjaga Hana. Aizen langsung mengeluarkan Hp-nya dan menekan nomor.

__ADS_1


"Halo, Aku ingin meminta bantuan mu." kata Aizen dengan serius.


***


Di tempat lain rumah kosong.


"Halo, bagaimana? Apa kau mendapatkannya?" tanya seseorang di telpon.


"Sudah, Tuan. Sekarang target ada bersama kami. Kami sedang dalam perjalanan ke sana."


"Bagus! Jangan sampai dia kabur sebelum aku melihatnya."


"Jangan khawatir Tuan. Dia sudah di bius obat tidur. Jadi tuan tidak perlu khawatir."


"Bagus! Aku akan menunggu kalian." orang itu langsung mematikan telponnya.


"Akhirnya aku mendapatkan kelemahannya. Sepertinya aku harus mencari cara untuk bisa menyiksanya." kata orang itu dengan senyum menyeramkan.


Setelah beberapa saat seseorang telah membawa target mereka ke Tuannya.


"Di mana dia?" tanya orang itu.


"Di sini, Tuan." kata orang suruhannya melihat targetnya.


"Hmm? Bukankah ini anak kecil? Kenapa kau malah membawa anak kecil ini ke sini?" marah Tuannya.


"Tapi, hanya ada anak ini berada di Villa nya Tuan. Mungkin anak ini punya hubungan dengan orang itu." kata orang suruhannya dengan gemtar karena kena marah.


Tuannya menaikkan sebelah alisnya mendenagr suruhannya. Tuan itu melihat muka anak itu langsung tersenyum tertawa riang.


"Hahahaha...... Apa aku tidak salah? Apa dia sudah memiliki seorang putra? Hari ini hari keberuntunganku." tertawa Tuannya dengan keras


"Aku tidak menyangka bisa mendapatkan putranya. Awalnya aku pikir Istrinya sudah boleh, tapi putranya yang datang padaku. Ini sangat menarik." lanjut Tuan itu dengan senang.


"Kalian bawa putra ke ruangan yang aku persiapkan." kata Tuan.


"Baik Tuan." para suruhannya langsung membawa anak itu ke ruangan yang di katakan Tuan mereka.


Orang itu langsung ke kamarnya, Dia duduk di sofa dan meminum Bir dengan santai. Dia tertawa keras karena idenya berhasil.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka bisa semudah ini mendapatkannya. Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada putramu Aizen. Aku akan melakukan hal yang telah kau lakukan padaku ke putra kesayangan mu." Orang itu tertawa keras dan sedang mood sangat baik karena telah mendapatkan putra Aizen.


T.B.C


__ADS_2