
"Sangat banyak perusahaan yang ingin kontrak dengan perusahaan ini. Walaupun banyak yang di tolak." kata Yuna.
"Benarkah?" tanya Kai.
"Ya. Mungkin mereka tidak memenuhi Kriteria perusahaan ini." kata Reyna.
"Aku rasa kita bisa masuk kriteria perusahaan ini." kata Ren dengan senyum.
"Benarkah?" tanya Yuna.
"Ya. Aku yakin 100% mereka pasti akan menerima surat kontrak kita." jawab Ren.
"Aku rasa kalau perusahaan Ryuujin pasti di terima, karena mereka punya orang IT yang pintar bahkan sistem pengaman sistem mereka sangat kuat." kata Reyna.
"Ternyata kau tau tentang perusahaan papa aku Rey?" tanya Ren dengan senyum.
"Tentu saja. Tidak ada yang tidak tau tentang perusahaan Ryuujin. Perusahaan Ryuujin ini sangat terkenal di kota ini. Mereka punya keamanan sistem yang sangat kuat, bahkan hacker yang pro saja tidak bisa masuk ke dalam sistem perusahaan Ryuujin." jelas Reyna.
"Aku juga tau kalau perusahaan Ryuujin punya keamanan yang sangat kuat." kata Yuna.
"Kalian berdua sangat tau tentang perusahaan papa ku." kata Ren dengan senyum.
"Kalau kau mau ketemu dengan pak Satya nanti jam 3 saja, karena setelah makan siang pak Satya akan mengadakan rapat." kata Reyna.
"Ok. Kalau begitu kau temani aku selama aku disini." kata Ren.
"Kenapa harus aku? Aku harus bekerja." kata Reyna dengan bingung.
"Bukankah kalian bekerja disini. Kita ini ingin mengadakan kontrak kerja sama perusahaan ini. Kalian sebagai anak magang bukankah harusnya menemani kita." kata Ren dengan senyum.
"Bilang saja kau ingin mengambil waktu bekerjaku untuk bersama denganmu Ren." kata Reyna tau apa yang di inginkan Ren. Ren hanya tersenyum jahil.
"Dan lagi pekerjaanmu pasti sudah selesai kan. Ditinggal sebentar selama 2 jam untuk ku harusnya tidak masalah bagimu." kata Ren.
"Ya... Ya... Aku tau walaupun aku menolak kau pasti tidak mau menyerah. Jadi aku akan menemanimu sampai pak Satya selesai meeting." kata Reyna santai.
"Kau memang yang terbaik Rey." kata Ren dengan senyum.
"Bagaimana kalau Yuna juga ikut dengan kita." kata Kai.
"Tapi..." Yuna merasa tidak enak jika waktu bekerjanya dia hanya bersantai.
__ADS_1
"Tidak masalah. Nanti aku akan memberitahu pada pak Satya." kata Ren.
Yuna melihat ke Reyna apakah boleh menemani Ren dan Kai atau tidak. Reyna mengganguk kepalanya bertanda Iya. Yuna jadi menemani Ren dan Kai bersama Reyna.
Selama 2 jam lebih Ren dan yang lain bicara sampai Meeting pak Satya selesai. Pak satya yang baru saja selesai meeting langsung saja turun ke bawah menemui Ren dan Kai.
"Siang." kata pak Satya mendekati Ren dan yang lain.
"Pak satya." kata Yuna langsung berdiri dengan Reyna. Ren dan Kai mendengar Yuna menyebut pak Satya langsung melihat ke samping. Pria tua yang sudah mulai berumur mendekati mereka.
"Siang pak. Apa dengan pak Satya? Perkenalkan aku karyawan dari perusahaan Ryuujin." kata Ren bersalama dengan pak Satya.
"Iya. Salam kenal. Ada perlu apa dengan saya?" tanya pak Satya langsung duduk di kursi. Ren dan yang lain juga ikut duduk setelah pak Satya duduk.
"Kami ingin mengajukan surat kontrak sama perusahaan ini pak." kata Ren mengasih Map coklat.
"Saya akan melihatnya dulyu ya." kata Pak Satya membuka map coklat dan membaca isi kontraknya.
Setelah membaca semua isi kontraknya pak Satya melihat ke Ren dengan datar dan tidak ada kegelisahan atau gugup.
"Saya merasa akan setuju dengan perusahaan tuan, karena kami juga sedang mencari orang IT. Jika perusahaan tuan ingin mengajukan kontrak pada kita maka kita akan setuju jika tuan ingin memberikan beberapa orang IT dari perusahaan tuan." kata pak Satya.
"Tapi, dalam beberapa hari lagi saya akan memberikan kontrak pada tuan. Karena saya harus mengadakan rapat untuk ini dulu. Bagaimana?" tanya pak Satya.
"Baiklah. Kalau begitu dalam beberapa hari ini saya akan memberikan surat kontrak ke perusahaan tuan." kata pak Satya.
"Baik pak. Terima kasih." kata Ren dengan senyum bersalaman dengan pak Satya.
"Kalian berdua tidak bekerja?" tanya pak Satya ke Reyna dan Yuna.
"Ka-kami..." Yuna merasa sangat gugup takut pak Satya memarahi mereka berdua.
"Mereka teman kampus kita pak. Karena kami berdua bosan disini kami menyuruh mereka berdua menemani kami." kata Kai.
"Oh, kalian berdua anak magang?" tanya pak Satya terkejut.
"Ya pak." kata Kai.
"Ya sudah tidak apa, karena kalain berdua lama menunggu saya jadi saya tidak mempermasalahkan hal ini. Kalian berdua siap untuk pulang saja, karena sudah mau waktu pulang kantor." kata pak Satya.
"Baik pak. Terima kasih." kata Yuna dan Reyna serempak.
__ADS_1
Pak Satya langsung pergi. Yuna tidak melihat pak Satya lagi langsung lega.
"Kau terlalu takut dengan pak Satya Yuna." kata Reyna dengan senyum.
"Habisnyaa... Aku takut kena marah." kata Yuna dengan cemas.
"Tidak apa Yuna. Pak Satya tidak akan marah sama kita." kata Reyna.
"Benar. Kan kita yang menyuruh kalian untuk menemani kita. Kau lihat sendiri kan Pak Satya tidak marah sama kita." kata Kai.
"Kalian pergi ambil tas kalian berdua. Aku antar kalian pulang." kata Ren.
"Antar pulang? Bukankah kalian harus balik ke perusahaan dulu memberikan laporan dulu pada Bos kalian?" tanya Yuna dengan bingung.
"Tidak usah. Karena tas sudah ada di mobil." kata Ren.
"Tapi tas aku masih di kantor Ren." kata Kai.
"Punyamu juga sudah aku ambil. Kita langsung antar Reyna dan Yuna pulang, setelah itu baru kita pulang." kata Ren.
"Kapan kau mengambilnya?" tanya Kai.
"Pas aku ambil kunci mobil." kata Ren datar memegang tangan Reyna pergi mengambil tasnya.
Setelah mengambil tas Reyna dan Yuna, mereka berempat langsung pulang naik mobil sport Ren mengantar Reyna dan Yuna pulang.
"Apa tidak apa kau tidak mengantarkan map ke perusahaan mu?" tanya Yuna.
"Tidak apa. Besok aku bisa kasih." kata Ren.
"Apa Bos kalian tidak menunggu kalian?" tanya Yuna.
"Tidak apa Yuna. Bosnya tidak akan marah ataupun menunggu Ren." kata Reyna.
"Kenapa?" tanya Yuna.
"Ren kan anak Bos perusahaan Ryuujin. Jadi Bosnya menunggu pun tidak akan marah ataupun menunggunya karena Bos Perusahaan Ryuujin adalah perusahaan Papa Ren." jelas Reyna.
"Apa??!!! Ketua adalah putra keluarga Ryuujin?" teriak Yuna dengan terkejut.
"Apa kau tidak tau? Kau tidak tau nama lengkap Ren?" tanya Kai.
__ADS_1
Yuna menggelengkan kepalanya mengatakan tidak tau karena saking terkejutnya tidak bisa bicara.
Reyna dan Kai hanya diam tersenyum melihat muka Yuna yang terkejut mendengar identitas Ren. Padahal sudah lama berteman tapi tidak tau apapun tentang Ren.