
"Kakek..." Calvin terkejut melihat kakeknya pulang bersama Harry.
"Cal..vin.. Itu benar kau nak..." kata Kakek melihat Calvin ada di depan matanya.
"Calvin.. Kau masih hidup." sang kakek langsung memeluk Calvin dengan erat.
"Nanti saja bicara nya. Bawa Kakek duduk di dalam." kata Reyna.
Calvin dan Harry langsung membawa kakeknya duduk di sofa. Rayna juga memberikan minuman untuk kakek Calvin.
"Kakek kenapa ada di sini? Bukankah kakek pergi bersama Papa dan Mama?" tanya Calvin.
Kakeknya hanya diam menundukkan kepalanya dan tidak menjawab. Setelah beberapa menit, kakeknya langsung mengeluarkan air matanya.
"Ada apa kek?" tanya Calvin melihat Kakeknya menangis.
"Apa yang terjadi Har?" tanya Calvin ke Harry.
"Aku bertemu dengan kakek di Bandara kak." jawab Harry.
"Bandara? Kau menjemput kakek di bandara?" tanya Calvin.
"Aku pergi ke Bandara menjemput Client penting perusahaan. Aku berkeliling bandara karena pesawat Client masih belum mendarat. Jadi pas mau balik aku tidak sengaja bertemu kakek bersama pengawal dan manager Bandara. Mereka bilang kalau Kakek di tinggalkan oleh papa dan mama di bandara, sedangkan papa dan mama sudah pergi naik pesawat." jelas Harry panjang lebar.
Calvin tidak percaya apa yang di dengar nya. Orang tua nya berani meninggalkan kakeknya tinggal di bandara.
"Apa kau yakin dengan perkataan mu Har?" tanya Calvin sudah mau marah tapi ditahannya kerena tidak ingin marah di depan kakeknya.
"Benar kak. Bahkan tiket pesawat kakek seminggu lalu. Sedangkan papa dan mama tiket mereka 3 hari yang lalu." kata Harry mengasih tiket pesawat kakek ke Calvin.
"Kenapa mereka melakukan itu pada orang tuanya?" tanya Calvin tidak percaya.
__ADS_1
"Kalau Clara bagaimana? Dimana dia tinggal?" tanya Calvin.
"Clara bersama dengan ku kak. Clara tinggal di apartemen bersama aku." jawab Harry.
"Berarti sekarang rumah kita kosong?" tanya Calvin.
"Iya kak."
"Apa kita bawa Kakek saja pulang ke rumah?" tanya Calvin.
"Tidak usah. Di rumah juga tidak ada orang." kata Kakek.
"Tidak ada orang? Apa maksud kakek?" tanya Harry dan Calvin dengan serempak melihat sang kakek.
Kakeknya hanya diam tidak menjawab membuat Harry dan Calvin saling pandang.
"Apa mungkin di rumah tidak ada orang dan kakek tidak ingin tinggal sendirian?" tanya Rayna.
"Kakek, apa aku boleh tanya sesuatu pada kakek?" tanya Reyna.
"Apa?" tanya kakek Harry.
"Tadi kakek bilang kalau di rumah tidak ada orang. Apakah di rumah memang sudah tidak ada orang?" tanya Reyna.
Kakek Harry hanya diam menunduk saja dan tidak menjawab pertanyaan Reyna. Reyna melihat kakek hanya diam saja langsung menghela nafasnya akhirnya tahu kenapa kakeknya tidak mau pulang ke rumah.
"Kenapa kek?" tanya Harry melihat kakeknya hanya diam saja.
"Kak, apa kita bawa saja kakek ke rumah?" tanya Harry.
"Ya, aku rasa kita harus membawa kakek pulang ke rumah." kata Calvin.
__ADS_1
"Aku rasa jika kalian pulang ke rumah juga tidak ada orang. Mendingan Kakek tinggal saja di sini untuk sementara." kata Reyna.
"Apa maksudmu Reyna? Dirumah tidak ada orang?" tanya Calvin.
"Aku rasa terjadi sesuatu antara kakek mu dan orang tua mu. Ini hanya firasat aku saja.." kata Reyna.
"Apa itu Reyna? Jangan membuat aku penasaran." tanya Calvin yang sudah penasaran.
"Aku rasa orang tua mu kabur dan menjual semua aset Kakek mu dan kabur ke luar negeri." kata Reyna membuat semua orang terkejut kecuali kakek Harry.
"Apa??!!!" teriak Calvin.
"Itu tidak mungkin kak. Tidak mungkin orang tua aku kabur membawa aset Kakek dan kabur keluar negeri?" tanya Harry tidak percaya apa yang dikatakan Reyna.
"Kalau begitu, besok kita lihat rumah kalian besok. Kalau sekarang sudah malam, mendingan kita istirahat dan besok baru pergi melihat rumah kalian." kata Reyna.
"Jika apa yang kau katakan benar, bagaimana dengan sekolah Clara? Bagaimana dengan biaya apartemen dan kuliah Harry? Tidak mungkin papa dan mama tidak memberikan uang untuk sekolah anak mereka." kata Calvin tidak percaya.
"Tenang kak. Besok kita lihat saja rumah papa dan mama. Besok kita akan tau, mendingan sekarang kita istirahat dulu." kata Rayna menenangkan Calvin.
Calvin ingin memastikan dan bicara dengan kakeknya tapi melihat kakeknya tidak mau bicara, jadi Calvin hanya bisa menunggu besok dan melihat rumahnya dengan matanya sendiri.
"Bagaimana dengan Clara, Har? Apa kau sudah memberikan makan?" tanya Calvin.
"Belum kak. Setelah membawa kakek ke sini aku mau pergi mencari makan untuk Clara dan anak-anak." kata Harry.
"Kau bawa saja makanan di sini. Jangan makan terus beli di luar. Tidak bagus makan diluar terus." kata Reyna.
"Baik kak." kata Harry.
Akhirnya semua orang makan malam bersama. Besok baru pulang ke rumah.
__ADS_1
T.B.C