
“Kai, aku ketoilet dulu ya. Kau tunggu saja dilobby.” kata Reyna yang melihat ada toilet dekat lobby.
“OK. Aku tunggu.” kata Kai dan langsung ke lobby.
Reyna langsung saja ke toilet, disaat mau masuk toilet, Reyna melihat ada anak kecil perempuan yang sedang duduk di depan pintu toilet. Tapi Reyna tidak memperhatikannya karena ingin cepat ke toilet.
Setelah Reyna selesai ke toilet, Reyna masih melihat anak kecil itu duduk di lantai dengan posisi berjongkok menutup kepalanya dengan memegangi lututnya. Setelah Reyna melihat dengan teliti gadis kecil itu ternyata menangis dengan suara kecil. Reyna langsung mendekatinya.
“Adik, kenapa kamu disini? Dimana orang tuamu?” tanya Reyna yang melihat anak kecil itu didepan pintu.
“Huu… Hu…. Mama…” kata anak kecil itu dengan menangis terisak-isak.
“Apa kamu tersesat dengan mamamu?” tanya Reyna dengan memegang kepala anak itu dengan lembut.
Anak itu langsung menegakkan kepalanya melihat Reyna dan langsung memegang bajunya.
“Hu… Hu… Kakak aku tidak tahu mamaku dimana? Tadi ada orang yang ingin membawa ku ketemu dengan mama tapi dia sudah pergi meninggalkanku.” kata Gadis kecil itu dengan nada terisak-isak.
“Kenapa dia meninggalkanmu?” tanya Reyna
“Aku tidak tahu kak, tadinya dia bilang ingin pergi sebentar dan menyuruhku menunggu disini tapi tidak kembali dari tadi.” kata gadis kecil itu.
“Siapa namamu?” tanya Reyna
“Mira kak. Kak apa kakak bisa menemukan mamaku?” Pinta Mira dengan nada kecil yang mengemaskan.
Reyna melihat kiri dan kanan banyak orang yang tidak peduli dengannya akhirnya Reyna membawa Mila dengannya.
“Baiklah, Mira ikut kakak supaya kakak mencari mama Mila.” kata Reyna dengan senyum.
“Benarkah kak?” tanya Mira dengan mata antusias.
“Benar, ayo ikut kakak.” kata Reyna dengan melambaikan tangannya ke tangan Mila.
Mira langsung memegang tangan Reyna dan berdiri mencari mamanya.
Kai duduk dekat lobby sambil melihat hp-nya sambil menunggu Reyna. Setelah melihat Reyna sudah terlihat Kai langsung menyimpan Hp-nya dan ingin menyapa Reyna tapi Kai heran melihat Reyna bersama dengan anak gadis yang sekitar berusia 5 tahun sambil memegang tangan Reyna.
“Kai, apa kau menunggu lama?” tanya Reyna
“Ah… Tidak. Ini anak siapa?” Kai langsung tersadar dan langsung menanyakan gadis kecil yang memegang tangan Reyna.
“Namanya Mira dia terpisah dengan mamanya. Aku menemukannya didepan pintu WC wanita.” kata Reyna dengan pelan.
“Apa dia tau nomor mamanya atau alamat rumahnya?” tanya Kai
“Ah iya, aku lupa menanyakannya.” kata Reyna langsung memukul dahinya karena lupa menanyakan hal yang penting.
__ADS_1
Reyna langsung jongkok supaya sama tinggi dengan Mira. “Mira, apa kamu tau kontak mamamu atau keluargamu?” tanya Reyna dengan lembut.
“Tidak kak, tapi mama ada kasih Mira ini katanya harus disimpan baik-baik tidak boleh sampai hilang.” kata Mira yang membuka tasnya mengambil kertas dan mengasih sama Reyna.
Reyna mengambil kertas itu, ternyata ada alamat dan nomor telepon dikertas. Reyna langsung menelepon nomor tersebut.
Deringan pertama tidak diangkat, sampai deringan ketiga baru diangkat.
“Halo. Selamat sore.” kata Reyna
“Sore, ini dengan siapa ya?” Jawab suara wanita muda diujung telepon.
“Apakah ini dengan mama Mira?” tanya Reyna
“Iya dengan saya sendiri. Ini siapa ya?” tanya mama Mira.
“Saya Reyna bu, sekarang Mira ada bersama saya.” kata Reyna dengan pelan.
“Benarkah? Dimana dia sekarang? Apakah Mira baik-baik saja?” tanya mama Mira dengan gembira kalau Mira telah ditemukan.
“Saya menemukan Mira di depan WC, sekarang ada bersama saya. Apakah tante bisa ke Lobby depan dekat J.CO untuk bertemu dengan Mira.” kata Reyna dengan pelan.
“Lobby depan dekat J.CO?” tanya mama Mira dengan bingung
“Iya tante, di lobby depan dekat J.CO. kita sekarang di depan lobby utama Mall Alexander.” kata Reyna
“Ma…. Mall Alexander? Apakah kalian di Mall Alexander?” tanya mama Mira dengan terkejut.
“Ba.. baiklah. Saya sekarang diluar. Apakah bisa menunggu sebentar lagi saya kesana sekarang.” kata mama Mira.
“Baiklah tante. Kami akan menunggu.” kata Reyna
“Terima Kasih nak, terima kasih untuk menjaga putri saya.” kata mama Mira.
“Sama-sama tante.” kata Reyna dan memutuskan telponnya.
“Bagaimana?” tanya Kai.
“Katanya dia diluar lagi menuju kesini.” kata Reyna
“Baiklah, kita tunggu saja.” kata Kai
“Mira, mama sedang dijalan kita tunggu disini ya.” kata Reyna sambil menatap Mira.
“Benarkah kak? Mama akan jemput Mira?” tanya Mira dengan antusias.
“Iya. Kita tunggu disini dan menunggu mama Mira jemput ya.” kata Reyna dengan senyum.
__ADS_1
“Baik kak.” kata Mira dengan senyum mengemaskan.
Mereka duduk di kursi sambil menunggu mama Mira jemput, tapi sesaat Mira melihat ada anak kecil yang memakan burger dan Mira menatap anak yang memakan burger itu Mira jadi ingin makan burger juga karena dari siang tidak makan. Tapi, Mira tidak bisa mengatakannya dan hanya bisa menahan lapar.
Reyna yang ingin bicara sama Mira menatap Mira melihat anak yang makan burger dan tersenyum.
“Apakah Mira ingin makan burger?” tanya Reyna dengan mengelus kepala Mira dengan lembut.
“Hm…. Mau kak….” kata Mira dengan agak ragu.
“Kalau mau ayo, kita pergi beli burger.” kata Reyna dan mengajak Mira pergi makan burger.
“Tapi… Mira tidak punya uang kak.” kata Mira dengan pelan sambil menundukkan kepalanya.
“Tidak apa, biar kakak yang bayar. Ayo kita pergi sekarang.” kata Reyna sambil mengendong Mira dan mengajak Kai pergi makan burger.
Setelah Reyna mengajak Kai makan burger, Reyna pesan burger dan mereka makan di meja.
“Ini burgernya. Makan lah.” kata Reyna mengasih paket burger dengan kentang dan minum ke Mira. Mira menatap Reyna dan berkata dengan ragu.
“Apa Mira boleh makan kak?” kata Mira dengan ragu.
“Iya, makan lah. Mira lapar kan? Makan lah selagi panas Mira, karena Burgernya baru jadi. Makan pasti enak.” kata Reyna dengan senyum.
“Terima kasih kak.” kata Mira dengan gembira langsung makan burger itu dengan lahap.
Reyna melihat Mira makan dengan lahap, Reyna langsung tersenyum.
‘Kenapa Mira ada di depan pintu WC wanita? Saat telepon mamanya bahkan tidak ada di mall dan bahkan terkejut Mira ada di mall? Sepertinya ada yang tidak beres.’ batin Reyna berpikir ada yang tidak beres.
“Kau kenapa Reyna?” tanya Kai melihat Reyna hanya diam dan tidak makan.
“Ah… Tidak. Hanya berpikir sesuatu saja.” kata Reyna dengan pelan dan langsung makan.
Sementara diluar tidak jauh dari Reyna dan yang lain ada 2 orang berbaju hitam yang sedang bolak-balik mall yang sedang tergesa-gesa mencari sesuatu.
“Apa kau menemukan anak itu?” tanya orang pertama.
“Tidak. Dia kabur kemana?” kata orang kedua yang terasa capek karena berlari terus.
“Sial! Kemana anak itu? ini semua karena kau! Masa tidak bisa menjaga anak kecil yang berusia 5 tahun!” kata orang pertama dengan marah.
“Ma… Maaf.” kata orang kedua dengan takut.
“Ayo kita cari lagi, jangan sampai tidak dapat nanti kita tidak bisa menagih uang tembusan dari orang tuanya karena tidak menemukan anak itu!” kata orang pertama
“Ba..baik.” kata orang kedua dan mereka langsung pergi.
__ADS_1
Tanpa diketahui kedua orang itu Mira melihat kedua orang yang sangat familiar dan hanya menatap dengan datar. Sedangkan Reyna menatap keluar ada 2 orang yang mencurigakan berbaju hitam hanya bolak-balik mall dekat tempat mereka makan.
‘Siapa mereka?’ batin Reyna dengan sebelah alis terangkat dengan curiga.