Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 141 - SINGA SI API CEMBURU


__ADS_3

Di depan pintu Heaven Corporation Reyna dan Yuna sedang menunggu jemputan.


"Reyna, nanti kau pulang dengan ketua kan?" tanya Yuna.


"Ya. Aku ada makan malam bersama dengannya." kata Reyna.


"Kalau begitu aku duluan ya." kata Yuna melihat jemputan sudah datang.


"Ya. Byee...." kata Reyna.


Setelah 10 menit Ren datang jemput Reyna.


"Apa kau menunggu lama?" tanya Ren membuka kaca jendelanya.


"Tidak juga sih. Tumben lama jemput aku." kata Reyna masuk ke dalam mobil.


"Maaf ya menunggu lama. Aku harus membantu papa aku karena banyak kerjaannya." kata Ren dengan lembut.


"Apa sudah selesai kerjaannya?" tanya Reyna.


"Sudah dong. Kalau begitu kita pergi ke supermarket beli bahan lalu kembali ke apartemen untuk makan malam." kata Ren.


"Apa kau yang akan memasak Ren?" tanya Reyna.


"Tentu saja. Karena aku sudah janji padamu kalau aku yang akan memasak." kata Ren dengan senyum.


"Makan malam makan apa?" tanya Reyna.


"Hi-Mi-Tsu." (Rahasia) kata Ren dengan senyum manis.


"Apa tidak bisa memberitahu padaku?" tanya Reyna.


"No. Nanti tidak akan asik jika aku memberitahumu sekarang. Kau tunggu sampai aku masak selesai." kata Ren dengan senyum.


Reyna merasa agak kesal karena Ren tidak mau memberitahu apa yang akan di masaknya. Sedangkan Ren hanya senyum manis melihat Reyna kesal yang menurutnya imut.


Setelah beli bahan Ren dan Reyna balik ke apartemen Reyna. Sampai apartemen Ren langsung saja ke dapur sambil membawa bahan untuk makan malam.


Sedangkan Reyna langsung masuk ke kamarnya untuk bersiap mandi. Awalnya Reyna ingin membantu Ren tapi Ren dengan keras menolak karena jika Reyna juga ikut membantu maka nanti dia akan tau apa yang akan di masak oleh Ren.


Setelah Reyna selesai mandi dia langsung mencium bau yang enak. Reyna melihat Ren sepertinya sudah selesai masak. Reyna dengan cepat membersihkan dirinya karena sudah sangat lapar.

__ADS_1


Ren melihat Reyna sepertinya sudah sangat lapar, Ren langsung membersihkan meja dan menaruh makanan yang di buatnya di meja makan.


"Apa sudah siap? Aku sudah sangat lapar." kata Reyna dengan cepat keluar dari kamar.


"Ini sudah siap. Tunggu aku cuci tangan baru kita makan bersama." kata Ren sedang mencuci tangannya. Reyna juga ke dapur untuk mencuci tangannya dan duduk di meja makan.


"Bukankah ini ramen?" tanya Reyna melihat mangkuk mie di meja.


"Ya. Aku sudah membuat banyak untukmu. Kalau masih lapar bisa di tambah." kata Ren.


"Tentu. Aku sangat suka dengan Ramen." kata Reyna dengan senang.



Ramen adalah mie khas Jepang. Ramen punya ukuran mie yang medium. Ramen memiliki banyak pilihan rasa dan dapat dinikmati dengan kaldu ayam, kaldu sapi, kaldu babi, hingga kaldu sayuran. Penggunaan topping dalam ramen juga bervariasi, tergantung selera.


"Ramen yang kau buat sangat enak Ren. Aku rasa bisa tambah banyak." kata Reyna dengan senang ternyata Ren bisa masak ramen.


"Makan sampai kau puas Rey. Karena aku sudah buatkan ramen yang banyak khusus untukmu." kata Ren dengan senang karena Reyna suka Ramen buatannya.


Setelah selesai makan malam Reyna merasa sangat puas dan kenyang dengan masakan Ren. Ren langsung membersihkan meja dan mencuci


"Jika kau mau aku bisa masak lagi untukmu." kata Ren dengan senyum.


"Rey, minggu depan apa kau ada luang waktu?" tanya Ren.


"Ada. Kenapa?" tanya Reyna balik.


"Kau mau keluar? Kemana?" tanya Ren.


"Kerumah Harry." jawab Reyna.


"Harry? Siapa itu? Jangan bilang kau malah ingin berkencan dengan lelaki lain? Jika itu terjadi maka aku akan menolak kau untuk pergi menemuinya." kata Ren sudah nada cemburu api.


"Kenapa kau selalu berpikir aku akan berpacaran dengan lelaki lain. Aku sudah berpacaran denganmu tapi kau malah berpikir aku akan pergi kencan dengan lelaki lain." kata Reyna melihat Ren yang selalu posesif terhadapnya jika sedang berbicara tentang lelaki lain atau ingin bertemu dengan lelaki lain.


"Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan lelaki manapun menggoda atau menyentuhmu. Kau hanya boleh disentuh dan di goda olehku dan kau hanya milikku seorang." kata Ren dengan serius dan tegas sampai menatap tajam Reyna.


"Ya... ya... ya.... Aku memang hanya untukmu seorang Ren. Dan aku tempat Harry hanya pergi menemui Rachel bukan untuk pergi menemui Harry." kata Reyna melihat Ren sudah menatap dengan tajam.


"Rachel? Apa anak gadis kecil yang waktu pesta itu?" tanya Ren.

__ADS_1


"Ya. Harry bilang kalau Rachel kangen dengan aku. Jadi aku ingin pergi menemuinya." kata Reyna.


"Oh. Apa kau kesana pergi sendirian?" tanya Ren dengan serius.


Reyna melihat Ren seperti masih cemburu karena jika dia mengatakan akan pergi sendiri maka yang ada Ren pasti tidak akan mengizinkannya pergi.


"Aku pergi dengan Yuna. Sekalian aku dan Yuna juga ingin keluar jalan bersama." kata Reyna dengan alasan.


"Bagus kalau begitu. Jika kau pergi sendiri maka aku akan menghentikanmu bahkan di hari kau akan pergi pastikan dalam 1 hari kau tidak bisa berjalan 1 meterpun atau keluar dari rumahmu." kata Ren dengan serius.


'Apa yang mau di lakukannya jika aku pergi sendiri? Bahkan sampai tidak bisa berjalan 1 meter.' batin Reyna berpikir apa yang akan di lakukan oleh Ren.


"Bukankah sudah saatnya kau pulang Ren?" tanya Reyna melihat jam sudah 10 lewat.


"Tapi aku masih ingin bersama denganmu." kata Ren dengan manja memeluk Reyna dengan lembut.


"Besok lagi. Aku juga lelah dan ingin tidur." kata Reyna sudah menguap.


"Baiklah. Tidur cepat ya. Pagi aku akan menjemputmu lagi." kata Ren dengan lembut mencium dahi Reyna.


"Ya. Hati-hati ya." kata Reyna.


"Ingat! Jangan sampai kau pergi sendiri ke tempat di Harry itu sendirian. Jika kau pergi sendirian maka aku akan menghukummu di rumah." ancam Ren.


"Hah~" Reyna menghela nafasnya.


"Kenapa Rey? Apa ada yang sakit?" tanya Ren yang langsung cemas.


Reyna melihat Ren yang sudah cemas langsung mehela nafasnya dengan pelan. "Cepat pergi kau dari sini singa si api cemburu!! Kau membuang waktu istirahatku!" teriak Reyna membuat Ren terkejut.


Reyna dengan cepat menarik Ren keluar dari apartemennya dan menutup pintu dengan keras.


BRAKKK


Ren yang masih mematung di depan pintu terkejut dan bingung dengan Reyna karena dia tiba-tiba marah padanya.


"Apa aku mengatakan membuatnya marah?" tanya Ren dengan bingung yang masih berdiri di depan pintu.


"Hah~ Mau sampai kapan dia seperti ini? Aku merasa sangat lelah melihat sifat prosesifnya." kata Reyna merasa sangat lelah.


"Mendingan tidak usah di pikirkan singa cemburu itu, mendingan aku pergi tidur sekarang." kata Reyna langsung masuk kamar dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2