Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 152 - PERTEMUAN TAKDIR


__ADS_3

Tok~ Tok~


Mendengar ada yang mengetuk pintu semuanya langsung menoleh ke arah pintu.


"Ren, apa kau ada di dalam?"


Ren yang mendengar suara wanitanya langsung tersenyum dan berdiri pergi membuka pintu dan langsung memeluk gadis pujaannya.


"Rey, aku merindukanmu. Aku sudah lama menunggu mu. Kenapa kau sangat lama?" tanya Ren dengan cepat mencium pipi Reyna dengan lembut, dan langsung saja bercumbu dengan Reyna tanpa rasa malu dilihat oleh orang kantor.


Ren sama sekali tidak tau tempat jika sudah bertemu dengan Reyna. Walaupun itu di luar kantor ataupun itu di dalam kantor.


"Maaf lama. Karena antriannya lama jadi aku datang lama." kata Reyna.


"Apa kau ada kedatangan tamu?" kata Reyna melihat di meja ada dua minuman gelas tapi tidak bisa melihat orang yang duduk di dalam karena terhalang pintu.


"Ya. Tamu penting." jawab Ren dengan senyum mencium Reyna dengan gemes.


"Jika kau kedatangan tamu, kau bisa bicara dengan mereka dulu. Aku akan menunggu mu. Tidak enak jika mengganggumu Ren." kata Reyna.


"Tidak usah. Karena tamu pentingnya untuk mu." kata Ren.


"Apa maksudmu?" tanya Reyna dengan bingung.


"Tamu penting ini ingin bertemu dengan mu Rey." kata Ren dengan senyum manisnya.


"Kenapa dia ingin bertemu dengan ku?" tanya Reyna dengan bingung.


"Kau akan tau jika kau bertemu dengannya." kata Ren dengan senyum penuh penasaran membuat Reyna menaikkan sebelah alisnya dan berpikir siapa yang ingin bertemu dengannya.


Sedangkan Rayna dan Calvin sedang berbicara berdua setelah Ren ingin membuka pintu. Tapi baru saja beberapa menit mereka mendengar suara yang familiar.


"Kak Calvin, kenapa suara wanita itu sangat familiar ya?" tanya Rayna.


"Ya. Bukan cuma hanya familiar tapi suaranya sangat mirip denganmu." kata Calvin.


"Mirip denganku?" tanya Rayna menunjukkan dirinya sendiri.


"Ya." Calvin mengangguk.

__ADS_1


"Apa kau yakin suaranya mirip dengan ku?" tanya Rayna.


"Iya sayang. Suara wanita diluar itu sangat mirip dengan mu. Mungkin karena itu pak Ren tiba-tiba memeluk mu karena kau mirip dengan wanitanya." kata Calvin dengan lembut.


"Siapa wanita yang suaranya mirip dengan ku?" tanya Rayna.


Calvin menggelengkan kepalanya mengatakan tidak tahu.


"Apa kau ingin bertemu dengannya Ray?" tanya Calvin melihat Rayna seperti penasaran.


"Tidak usah kak." kata Rayna menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Bisa kemungkinan wanita itu ada hubungannya dengan mu Ray." kata Calvin.


"Aku takut kak. Walaupun wanita itu memang ada hubungannya dengan ku aku takut dia tidak mau menerima aku kak." kata Rayna menundukkan kepalanya dengan tangan gemetar.


Rayna sangat takut jika bertemu dengan keluarganya takut mereka tidak mau menerimanya dan meninggalkannya seperti keluarga Calvin karena keluarga Calvin sangat tidak suka dengan Rayna karena berpikir kalau Rayna telah menjebak Calvin yang menjadi suaminya untuk uang dan kekuasaan saja.


Walaupun Rayna terlihat kuat tapi hatinya sangat lemah. Rayna sangat takut jika orang akan memukul atau menyiksanya seperti keluarga Calvin.


"Tidak apa Ray. Aku bersamamu. Walaupun kau bertemu dengan orang tua kandungmu dan mereka tidak menerima mu, kan masih ada aku Ray. Aku akan tetap bersamamu dan mencintaimu seumur hidupku." kata Calvin memeluk Rayna dengan lembut dan menenangkan Rayna supaya tidak berpikir masa lalunya.


"Memangnya siapa yang ingin bertemu denganku?" tanya Reyna membuka pintu melihat ke Ren.


"Kau akan tau jika bertemu dengannya." jawab Ren dengan senyum.


Rayna dan Calvin langsung saja melepaskan pelukan mereka karena mendengar suara pintu terbuka. Reyna membeku dan membulatkan kedua matanya melihat gadis yang mirip dengannya bersama dengan seorang lelaki.


Sedangkan Rayna dan Calvin yang ingin bersifat biasa saja langsung membeku juga melihat wajah Reyna apa lagi Rayna lebih terkejut melihat ada wajah yang mirip dengannya.


"Kau..." kata Reyna dan Rayna serempak sambil menunjuk satu sama lain.


"Kenapa kau tidak masuk dan duduk saja Rey? Dari pada berhenti di depan pintu." kata Ren sudah tau reaksi Reyna setelah melihat wajah Rayna.


"Ah. Maaf." kata Reyna langsung saja masuk kedalam dan duduk di sofa. Sedangkan Ren menutup pintu dan menguncinya supaya tidak ada orang lain yang masuk ke dalam.


"Em... A-anu...." Rayna merasa tidak nyaman melihat Reyna menatap dengan sangat teliti.


"Rey, kau jangan menatapnya seperti itu. Kau membuatnya gugup." kata Ren langsung duduk di sebelah Reyna dan merangkulnya.

__ADS_1


"Maaf. Karena aku merasa seperti melihat cermin karena melihat wajahnya sangat mirip denganku." kata Reyna dengan senyum.


"Ti-tidak apa. Aku juga merasa terkejut juga." kata Rayna dengan agak terbata-bata.


"Ternyata bukan cuma hanya wajah dan penampilan yang mirip tapi suara kita pun hampir sama." kata Reyna dengan senyum.


"I-iya nyonya." spontan Rayna mengatakan Reyna dengan sebutan Nyonya karena saking gugupnya. Setiap kali Rayna bicara dengan orang yang baru di temuinya suka langsung gugup dan bicara terputus-putus.


"Kau tidak perlu bicara gugup seperti itu. Aku bahkan tidak akan memakan mu. Bicara seperti biasa kau bicara dengan keluargamu." kata Reyna merasa sangat lucu melihat kelakuan Rayna seperti sangat gugup bicara dengannya.


"Ma-maaf... Aku tidak terbiasa bicara dengan orang lain." kata Rayna menundukkan kepalanya dan gemetar seperti ketakutan.


Reyna melihat Rayna seperti ketakutan dan sangat gugup langsung saja mendekati Rayna dan duduk di sampingnya. Sedangkan Rayna melihat Reyna mendekati dan duduk disampingnya langsung semakin ketakutan, takut kena pukul atau kena marah.


Reyna langsung mendekati Rayna dan memeluknya dengan lembut sambil mengelus punggung Rayna dengan pelan.


"Tidak apa. Jangan takut ya. Tarik nafasmu dengan pelan dan tenangkan dirimu." kata Reyna memeluk dan mengelus punggung Rayna dengan lembut supaya Rayna bisa tenang dan tidak takut.


Rayna melihat Reyna memeluknya dengan lembut dan pelan membuatnya tenang. Rayna tanpa sadar memeluk Reyna dan merasa sangat nyaman dengan Reyna membuat kegugupan dan ketakutannya mulai pudar.


"Apakah sudah tenang?" tanya Reyna melepaskan pelukan Rayna.


"Ya. Terima kasih." kata Rayna dengan senyum.


Calvin yang berada di samping Rayna agak terkejut melihat Rayna tidak ketakutan dengan orang lain bahkan orang yang baru saja di temuinya. Tapi setelah itu langsung saja tersenyum melihat Rayna sudah tenang bahkan senyum dengan orang lain.


'Biasanya dia sangat ketakutan mendekati orang lain. tapi setelah wanita ini bisa menenangkan Rayna bahkan membuatnya tersenyum. Entah kenapa aku percaya bahwa Rayna memiliki hubungan yang erat dengan wanita ini.' batin Calvin tersenyum melihat Rayna tersenyum ke Reyna.


"Apakah kau yang bernama Rayna?" tanya Reyna dengan lembut.


"Ya. Perkenalkan namaku Rayna Richelle. Sedangkan dia adalah Calvin suamiku." kata Rayna memperkenalkan dirinya dan Calvin.


"Senang bertemu denganmu Rayna dan Calvin." kata Reyna dengan senyum.


"Aku rasa pertemuan kita telah di takdirkan oleh Tuhan." kata Reyna dengan senyum.


"Apa maksud anda? Takdir?" tanya Rayna dengan bingung.


"Perkenalkan nama aku Reyna Richelle. Kemungkinan kau adalah saudara aku yang telah lama menghilang." kata Reyna dengan senyum memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"APA??!!" teriak Rayna dan Calvin terkejut dan membulatkan mata mereka mendengar bahwa Reyna adalah saudaranya yang selama ini mereka cari.


__ADS_2