
Mall Alexander.
“Pertama kita mau beli apa dulu Reyna?” tanya Yuna.
“Apa yang duluan di lihat kita beli saja. Disitu ada jual kursi. Kita kesana dulu.” kata Reyna melihat didekat mereka ada banyak kursi.
“Ok.”
Reyna dan Yuna langsung melihat kursi.
“Siang. Ada yang bisa saya bantu?” tanya pegawai.
“Kami ingin membeli kursi. Kursi kantor yang bagus ada tidak ya?” tanya Reyna.
“Mari ikut saya. Saya akan memperlihatkan pada nona.” kata pegawai itu.
“Ini adalah yang terbaru. Kursinya nyaman dan empuk.” kata pegawai memperlihatkan kursi tersebut pada Reyna.
“Apa ada yang lebih bagus dari ini? Aku ingin membeli kursi terbaik disini.” tanya Reyna.
Karyawan itu terkejut mendengar kalau Reyna ingin membeli kursi kantor yang terbaik dan termahal. Awalnya karyawan itu merasa Reyna tidak akan dapat membelinya tapi dia tidak bisa bilang begitu saja karena dia adalah tamu pembeli. Akhirnya Karyawan itu memperlihatkan ke Reyna.
“Ini dia nona. Ini yang paling berkualitas dan sangat nyaman. Kursi ini dibuat dengan bahan berkualitas tinggi. Dikursi ini bisa disetel tinggi dan bisa dimundurkan kebelakang. Kursi ini ada kamera kecil dan bisa detek sijik jari di tangan kursi.” kata karyawan tersebut dengan penjelasan yang jelas.
“Oh. Ada kamera di tangan kursi ini? Apa aku bisa melihat dan mengetesnya?” tanya Reyna.
“Tentu nona.”
Karyawan itu memperlihatkan ke Reyna dan Yuna. Reyna melihat memang ada kamera kecil di tangan kursi itu. Reyna langsung duduk dikursi itu memang rasanya nyaman dan empuk beda dengan kursi yang lain.
Karyawan itu mengasih Reyna tablet dan memperlihatkan sidik jari yang tertempel dikursi itu terdeteksi di tabletnya.
__ADS_1
“Bagus juga kursi ini. Apa meja ini juga sama dengan kursi ini?” tanya Reyna melihat ada meja dengan bahan yang sama dengan kursinya.
“Benar nona. Kursi dan meja ini 1 paket. Meja ini juga ada kamera kecil. Kalau nona membeli 1 paket ini harganya bisa lebih murah.” kata karyawan itu.
“Baiklah. Aku beli meja dan kursi ini.” kata Reyna dengan pasti.
Karyawan dan Yuna terkejut dengan apa yang di bilang oleh Reyna akan membeli meja dan kursinya.
“Em… Nona apa nona tidak melihat harganya? Harga kursi dan meja ini ratusan juta nona.” tanya Karyawan wanita itu dengan cemas, takut Reyna tidak bisa membayarnya. Karena harganya ratusan juta.
“Aku tidak perduli dengan harganya. Jika memang kursi den meja ini yang terbaik dari yang lain maka aku akan membelinya sekarang juga.” kata Reyna.
“Stok meja dan kursi ini ada berapa?” tanya Reyna.
“Sisa 2 nona. Keduanya warna hitam.” jawab karyawan.
“Aku beli keduanya. Pastikan semua yang aku beli ini tidak ada yang tergores dan atau rusak. Jika ada maka aku akan minta potongan harga.” kata Reyna.
“Nona ingin membayar pakai kartu atau cash?” tanya karyawan.
“Pakai kartu saja.” jawab Reyna
“Baik nona. Saya akan segera melakukan proses.” kata Karyawan itu dengan senyum. Awalnya dia ingin bertanya apakah Reyna ada uang atau tidak tapi dia berpikir kedua kali karena jika memang Reyna tidak bisa membayar kenapa dia sampai memesan 2 paket..
“Yuna, kita pergi melihat sofa lagi.” kata Reyna langsung pergi dan membiarkan karyawan itu membuat proses pembayarannya.
“Hah? Apa tidak apa kau membeli sebanyak itu Reyna? Apa teman kau tidak marah kau membeli dengan harga ratusan juta?” tanya Yuna dengan terkejut Reyna masih ingin membeli sofa lagi padahal kursi dan meja itu saja 1 paket sudah ratusan juta apalagi beli 2 paket.
“Tidak masalah. Karena dia telah pesan pada aku kalau beli peralatan kantor untuk ruangannya harus yang terbaik dan nyaman. Dia tidak perduli dengan berapa harga yang akan di keluarkan yang penting barangnya sesuai dengan harganya.” kata Reyna dengan santai.
Yuna masih belum tau kalau Reyna membeli peralatan kantor untuk perusahaannya sendiri bahkan khusus untuk ruangannya. Reyna tidak ingin ruangannya di masukkan dengan barang yang biasa. Reyna ingin membeli dengan harga yang sesuai dengan levelnya sebagai presiden dan pemilik Heaven Corporation.
__ADS_1
Di Heaven Corporation tidak mungkin membeli peralatan kantor dengan harga murah. Sebagai presiden dan pemilik perusahaan pasti akan membeli sesuai dengan seleranya. Jika dia membeli dengan harga murah apa yang akan dibilang oleh orang lain perusahaan besar hanya mengisi ruangannya dengan barang murahan.
Reyna langsung pergi melihat sofa. Setelah keliling melihat sofa Reyna tidak melihat ada yang bagus. Reyna langsung melihat sofa yang ada di suatu ruangan khusus dan terpana melihat sofa itu.
"Kenapa Reyna? Apa kau suka dengan sofa itu? Tapi itu harganya ratusan juta loh." kata Yuna melihat Reyna seperti suka dengan sofa itu.
"Kita pergi lihat sofa itu. Sepertinya sofa itu juga bisa di jadikan tempat tidur." kata Reyna.
Yuna mau tidak mau ikut Reyna pergi melihat sofa itu. Setelah masuk ruangan itu Reyna memegang dan mencoba duduk di sofa itu dan ternyata rasanya sangat nyaman dan empuk.
Reyna langsung mencoba merubah sofa itu seperti kasur dan mencobanya untuk tidur di sofa itu. Reyna berbaring di kasur itu beberapa menit dan terasa sangat nyaman. Yuna juga mencobanya karena penasaran.
"Sepertinya aku beli sofa ini juga." kata Reyna langsung berdiri.
"Hah? Beli sofa ini? Apa kau ingin beli sofa ini juga Reyna?" tanya Yuna dengan terkejut mendengar Reyna ingin membeli sofa ini juga.
"Tentu saja. Kenapa tidak?" kata Reyna.
"Apa orang itu tidak marah kalau kau membeli barang yang mahal. Ini bukan barang murah Reyna." kata Yuna.
"Tidak akan. Kenapa dia harus marah dengan aku? Diakan sudah berpesan beli barang dengan barang yang berkualitas. Apa kau tidak percaya padaku?" tanya Reyna melihat Yuna seperti sangat takut melihatnya membeli barang dengan harga ratusan juta.
"Bukannya aku tidak percaya Reyna. Aku takut kau kena marah saja karena kau membeli barang dengan harga yang sangat mahal." kata Yuna dengan ragu.
"Tidak apa. Atau kau mau aku menelponnya supaya kau percaya padaku?" kata Reyna merasa Yuna sangat takut mengeluarkan uang yang sangat banyak padahal dia membeli untuk dirinya sendiri di perusahaan miliknya.
Tapi Reyna tidak mungkin bilang untuk perusahaannya karena pasti Yuna tidak akan percaya padanya.
"Baiklah. Aku percaya padamu. Aku hanya takut kau kena marah karena membeli barang yang mahal tanpa memberitahukan padanya." kata Yuna dengan cemas.
"Kau sangat perhatian Yuna. Percaya padaku, dia tidak akan marah. Jika kau mau nanti setelah ini kita pergi melihat ke perusahaannya." kata Reyna dengan senyum.
__ADS_1