Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 71 - RENCANA PEMBALASAN


__ADS_3

“Yuna, setelah ini kita pergi beli minum sebentar ya. Aku haus.” kata Reyna melihat beberapa brosurnya sudah sedikit.


“Ok. Kau mau minum apa?” tanya Yuna.


“Aku ingin minum yang segar dan dingin.” kata Reyna.


“Apa kau mau es buah? Didepan kampus ada jual es buah.” kata Yuna.


“Boleh. Kita pergi sekarang. Aku sudah sangat haus.” kata Reyna.


Reyna dan Yuna langsung pergi kedepan kampus beli es buah.


***


“Sial! Gara-gara gadis kampungan itu aku jadi menyusun barang yang berat ini.” kata Cecilia dengan marah sambil memukul meja dengan keras.


“Cecil, kau kenapa?” tanya Serena yang baru masuk ruangan.


“Aku disuruh membersihkan semua ini sendirian.” kata Cecilia dengan kesal.


“Hah? Kok bisa? Bukankah kau menyuruh gadis kampungan itu untuk membereskan semuanya?” tanya Serena.


“Awalnya begitu. Tapi Ren tidak sengaja mendengar pembicaraan aku dengan mereka kalau aku menyuruh mereka membawa semua barang di kelas ke sini. Akhirnya Ren menyuruh mereka membagikan brosur yang harusnya aku lakukan, dan aku harus membersihkan semua ini.” kata Cecilia dengan kesal.


“Kok bisa Ren bersama dengan mereka? Apa mungkin mereka sengaja membiarkan Ren mendengar pembicaraan mu dengannya?” tanya Serena.


“Bisa jadi. Kalau tidak kenapa Ren bisa tau kalau aku menyuruh mereka. Lihat lah aku akan membalas mereka terutama dengan di gadis culun kampungan itu. Aku akan membuatnya menyesal.” kata Cecilia dengan mengepalkan tangan dengan kuat.


“Bagaimana caranya membalas mereka?” tanya Serena.


“Tidak tau. Apa kau punya ide?” tanya Cecilia.


Serena dan Cecilia berpikir begitu lama sampai Serena langsung ada ide sampai memukul meja sampai Cecilia terkejut.


“Aku tau!!” teriak Serena.


“Kau jangan langsung memukul meja. Kau bikin aku terkejut.” kata Cecilia sambil memukul meja.


“Maaf..”


“Jadi, apa idemu?” tanya Cecilia.


“Aku masih belum yakin kalau ini akan mengungkapkan jati dirinya.” kata Yuna.


“Apa itu?” tanya Cecilia.


“Bagaimana kalau kita menghapus make upnya?” tanya Serena.


“Menghapus make upnya? Apa ada masalah dengan wajahnya?” tanya Cecilia dengan bingung.


“Aku pernah dengar rumor kalau diculun itu melakukan operasi plastic dan operasinya gagal. Makanya dia sengaja bermake-up jadi culun. Dengar rumor muka dia pernah kena air keras, jadi mukanya sangat jelek.” kata Serena.


“Operasi plastik? Apa kau yakin rumor itu benar?” tanya Cecilia yang kelihatan ragu.


“Aku juga kurang yakin dengan rumor itu.” kata Serena yang merasa ragu.


“Dari mana kau dengar?” tanya Cecilia.

__ADS_1


“Dari kelas sebelah.” kata Serena.


“Coba kau tanya sama mereka apa benar yang dikatakannya?” kata Cecilia.


“Baiklah.” kata Serena.


Serena baru saja ingin keluar langsung dihentikan oleh Cecilia.


“Tunggu Serena.” kata Cecilia.


“Ada apa?” tanya Serena.


“Apa kau bisa mencarikan bantuan untuk membersihkan semua barang ini?” tanya Cecilia sambil menunjukkan barang yang berantakan di ruangan itu.


“Baiklah. Aku akan cari orangnya.” kata Serena langsung keluar dari ruangan.


“Lihat saja. Nanti aku akan membalas yang kau lakukan pada aku.” kata Cecilia dendam pada Reyna.


3 Hari Kemudian


"Tidak terasa 3 hari sudah berlalu ya." kata Reyna.


"Benar Reyna. Aku bahkan sangat gugup." kata Yuna yang merasa gugup benar.


"Kenapa kau begitu gugup? Apa kau baru pertama kali naik panggung?" tanya Reyna.


"Ya. Ini baru pertama kali aku jadi peran." kata Yuna.


"Apa masa-masa sekolah kau tidak pernah ikut drama?" tanya Reyna.


"Peran sebagai apa?" tanya Reyna.


"Pohon, cermin, patung." jawab Yuna dengan datar.


".........."


"Malang benar nasibmu Yuna mendapatkan peran jadi pohon." kata Reyna.


"Ya."


"Tapi kali ini kau mendapatkan peran sebagai Ratu. Bukankah itu peran besar." kata Reyna.


"Ya. Tapi peran ini membuat aku gugup. Karena baru pertama kali dapat peran besar." kata Yuna.


"Tidak apa Yuna. Aku yakin kau pasti bisa. Papa kau pasti akan mendukungmu." kata Reyna.


"Benarkah?" tanya Yuna.


"Ya. Kau santai saja, tidak usah berpikir apa-apa fokus saja dengan dramanya." kata Reyna.


***


"Bagaimana dengan persiapannya?" tanya Cecilia.


"Sudah semua Cecil." kata Serena.


"Apa kau yakin ini akan berjalan dengan lancar?" tanya Cecilia.

__ADS_1


"Tentu saja. Kita kan sudah ada bukti." kata Serena.


"Ada buktinya?? Kenapa kau tidak kasih tau ke aku?" tanya Cecilia dengan geram.


"Apa belum aku kasih ke kau Cecil? Seingat aku sudah aku kirim ke Hp mu." kata Serena.


"Kapan kau kasih? Kenapa di Hp aku tidak ada notifnya?" tanya Cecilia langsung membuka Hpnya.


"Tadi pagi. Di Hp aku sudah terkirim." kata Serena memperlihatkannya ke Cecilia.


Cecilia mengambil Hp Serena dan melihat memang sudah terkirim ke Hp-nya. Cecilia langsung melihat Hp-nya ternyata internetnya mati.


"Sial! Internet aku mati. Pantas tidak masuk fotonya." kata Cecilia dengan kesal.


"Pakai Wi-Fi kampus saja." kata Serena.


Cecilia langsung memakai Wifi kampus. Setelah wifinya tersambung, Cecilia langsung melihat foto yang di kirimkan oleh Serena. Setelah melihat foto itu Cecilia langsung tersenyum licik.


"Aku tidak menyangka dia punya rahasia seperti ini. Serena, kau yakin ini foto asli kan?" tanya Cecilia.


"Tentu saja Cecil. Ini dapat foto langsung dari dia. Sebentar lagi dia datang." kata Serena.


"Datang untuk apa?" tanya Cecilia.


"Tentu saja bertemu denganmu. Dia sangat benci dengan culun itu karena dia berani merebut Enzi darinya." kata Serena.


"Merebut Enzi? Apa culun itu suka dengan Enzi?" tanya Cecilia.


"Mungkin. Semenjak mereka berdua menjadi peran pangeran dan putri, mereka berdua semakin dekat membuat semua fans Enzi jadi cemburu dan benci dengannya." kata Serena.


"Dia benar-benar jadi pelakor. Suka menggoda semua lelaki tampan di kampus kita. Kita harus benar membuatnya jatuh dan malu." kata Cecilia.


Tok


Tok


"Mungkin itu orangnya." kata Serena mendengar suara pintu langsung membuka pintu melihat seorang gadis yang cantik masuk kedalam.


"Baiklah. Karena orangnya sudah datang. Bagaimana kalau kita mulai saja rencana pembalasan dengan gadis pelakor itu." kata Cecilia dengan senyum menyeramkan.


---- Bandara ----


Seorang pria tampan memakai kacamata hitam berjalan dengan elegan dengan sekretarisnya di bandara membuat semua orang terpesona dengan ketampanan mereka.


"Hai, kawan. Lama tidak jumpa. Bagaimana kabarmu?" kata seorang pria dengan senyum melihat teman lamanya.


"Cukup basa-basi kau. Langsung saja ke intinya." kata Pria tampan dengan dingin mendekati temannya.


"Seperti biasa kau sangat dingin. Apa kau tidak bisa bicara dengan lembut?" tanya temannya.


"Dari pada kau bicara yang tidak penting. Mendingan kau bicara saja apa mau mu sampai menyuruh aku jauh-jauh dari luar negeri sampai datang ke sini." kata Pria tampan dengan dingin.


"Ok. Akan aku bilang jika kita sudah sampai tujuan." kata temannya.


"Memangnya kita mau kemana?" tanya pria tampan.


"Kau akan tau nanti." jawab temannya dengan senyum.

__ADS_1


__ADS_2