
Rachel dan Richie seperti tidak ada niat lagi pergi ke pantai karena kejadian dengan Sara. Mereka seperti masih takut karena jika ke pantai takut bertemu lagi dengan Sara.
"Rey..!!!"
Reyna yang awalnya ingin santai minum tapi langsung tersedek karena tiba-tiba mendengar teriakan dari depan.
"Uhuk.. Uhuk...." Reyna terbatuk karena tersedek.
"Kau tidak apa Rey?" tanya Rayna mengelus punggung Reyna supaya lebih nyaman.
"Tidak... Tidak apa." Reyna langsung minum dengan pelan.
Reyna melihat di depan pintu sudah ada Ren bersama Calvin dan yang lain.
"Kenapa mereka ada di sini? Dan juga....." Reyna terkejut melihat Ren tiba-tiba datang, apa lagi Reyna juga terkejut melihat muka Ren yang dia hias bersama Rachel dan Richie tadi pagi.
"Kayaknya Ren masih belum tahu kalau mukanya berubah? Apa mungkin dia tidak pergi mandi?" tanya Reyna melihat muka Ren masih di hias.
Ren di depan melihat sekeliling langsung melihat Reyna sedang melihat ke arahnya. Ren tersenyum dan berjalan menuju Reyna dan memeluknya dengan lembut.
"Apa kau tidak pergi mandi?" tanya Reyna.
"Tentu saja aku pergi mandi." jawab Ren dengan senyum. Ren mencium pipi Reyna.
"Kalau kau pergi mandi, kenapa muka mu seperti itu?" tanya Reyna.
"Ah.. Aku memang mandi, tapi hanya bilas muka saja dengan air." kata Ren.
'Pantas saja. Jika hanya membilas muka pakai air sudah pasti hiasnya tidak akan hilang.' batin Reyna.
"Kenapa kau bertanya? Apa ada sesuatu di muka ku?" tanya Ren memegang mukanya.
"Hm... Kenapa Rachel? Sepertinya dia sangat tidak bertenaga." kata Ren meliohat ke Rachel hanya diam saja. Biasanya jika Dia datang Rachel pasti sudah berteriak padanya.
"Hm.. Uncle?" Rachel melihat Ren datang.
"Kenapa? Sepertinya kau sangat lelah." kata Ren.
Rachel ingin menjawab tapi Rachel baru sadar melihat muka Ren dan ingin menahan tawanya tapi tidak bisa akhirnya tertawa lepas.
"Pfffff.... Bu Hahaha......" Rachel tertawa lepas melihat muka Ren.
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa kau tertawa Rachel? Apa ada yang salah?" tanya Ren dengan bingung. Ren masih belum tahu kalau mukanya masih di Hias.
Rachel hanya tertawa saja begitu juga dengan Richie melihat wajah Ren. Ren masih bingung dengan anak kembar itu hanya tertawa dan membuatnya bingung.
"Ada apa dengan mereka? Apa ada yang lucu dengan wajah ku?" tanya Ren dengan bingung.
Reyna dan yang lain tidak menjawab ataupun bicara membuat Ren semakin bingung. Ren seperti merasa ada yang aneh dan langsung mencari kaca kecil di dekat meja dekat TV.
Ren melihat wajahnya di cermin.
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
Sampai 10 detik Ren baru sadar ada yang aneh dengan mukanya.
"What the... APA-APAAN INI???!!!" Ren melebarkan matanya melihat mukanya sudah sangat jelek dan tidak bisa di katakan apa bentuk mukanya.
Muka Ren sudah seperti di makeup seperti perempuan, pakai lipstik, maskara, alis mata palsu, dan ada coretan di kedua pipi, dahi, mata dan dagunya. Karena Ren sudah cuci muka dan hanya lipstik saja yang hilang, make up yang lain masih tersisa. Alis mata palsu Reyna pakai lem kuat jadi walaupun kena air tetap tidak akan bisa lepas.
"Siapa yang melakukan ini padaku???" teriak Ren dengan kesal dan marah.
"Bukan aku." jawab Reyna dengan santai.
"Kalau bukan kau siapa lagi yang bisa membuat aku seperti ini?" tanya Ren dengan cemberut dan ingin marah pada Reyna.
"Kedua keponakan ku yang cantik dan ganteng ini yang melakukannya padamu." kata Reyna dengan senyum.
"!!!!......" Ren membulatkan kedua matanya dan melihat ke Rachel dan Richie yang masih tertawa.
"Kenapa Uncle?" tanya Rachel degan tersenyum menahan tawa melihat wajah Ren.
"Kenapa kalian melakukan ini padaku?" tanya Ren dengan terkejut.
"Memangnya kenapa Uncle? Bukankah Uncle selalu merepotkan Aunty? Jadi Uncle harus menerima hukuman dari kami." kata Richie.
"Kapan aku pernah merepotkan Aunty kalian?" tanya Ren dengan terkejut.
"Kami dengar dari Aunty kalau Uncle sudah membuat Aunty tidak bisa tidur nyenyak. Maka dari itu kami menghukum Uncle." kata Rachel.
__ADS_1
"Tidak bisa tidur nyenyak?" Ren langsung melihat ke Reyna yang hanya diam saja.
"Benar, Uncle. Coba saja kalau Uncle membuat Aunty marah atau sedih maka aku dan Rachel yang akan menghukum Uncle." kata Richie.
Ren : "......."
Ren mau bicara tapi tidak ada kata yang pas untuk Rachel dan Richie. Ren seperti mati kutu mendengar perkataan anak kembar yang mirip dengan Reyna.
Mau marah tidak bisa karena mereka masih anak-anak, mau marah juga sudah pasti Reyna berpihak pada mereka dan yang ada dirinya yang kena amukannya.
"Sepertinya Ren tidak bisa berkata apapun lagi." kata Reyna melihat Ren mati kutu.
"Dari pada kau hanya diam saja di sini, mendingan kau pergi bersihkan muka mu itu. Apa kau tidak takut orang di Villa ini melihat mu?" tanya Calvin angkat bicara.
Ren tersadar dengan perkataan Calvin dan melihat sekeliling dalam Villa itu terlihat beberapa pelayan bersembuyi dan menahan tawa membuat Ren malu.
Ren dengan cepat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan mukanya. Tapi sayangnya Ren bertemu dengan Siska dan Hana sebelum dia masuk ke kamar mandi.
"Astaga Ren. Kenapa dengan muka mu?" tanya Hana terkejut melihat muka Ren.
"Jangan lihat lebih lama, Ma." Ren dengan cepat masuk kamar mandi membersihkan mukanya.
"Ada apa dengannya? Kenapa mukanya seperti itu?" tanya Siska juga terkejur melihat muka Ren.
Siska dan Hana hanya saling pandang dan langsung bertanya pada Reyna. Reyna dengan singkat mencaritakannnya. Setelah mendengar penjelasan Reyna, Siska dan Hana langsung tertawa lepas.
"Hahaha.... Ternyata itu kelakuan kau dan anak-anak. Pantas saja mukanya sangat jelek." Hana tertawa terbahak-bahak.
"Itu hukuman yang pantas untuk Ren. Kapan dia sadar mukanya sudah di ubah oleh kalian?" tanya Siska.
"Saat Rachel yang lagi suntuk dan Ren bertanya padanya jadi Rachel langsung tertawa melihat wajah Ren." kata Reyna.
"Itu berarti baru saja Ren tahu kalau mukanya berubah?" tanya Hana.
"Ya, Tante. Bahkan Ren ingin marah pada Rachel dan Richie saja tidak bisa karena takut mereka menangis." kata Reyna.
"Aku yakin Ren dengan panik membersihkan mukanya." kata Calvin.
"Tentu saja. Ren membersihkan pakai sabun dan air saja tidak akan hilang karena makeupnya tebal. Ren harus pakai Remover make up baru bisa hilang." kata Reyna.
"Biar tante kasih sama Ren. Kasihan juga melihat Ren lama di kamar mandi hanya membersihkan muka saja." kata Hana.
__ADS_1
Hana langsung ke kamar mengambil Remover make up dan memberikan pada Ren.
T.B.C