Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 62 - MASALAH


__ADS_3

“Akhirnya selesai juga.” kata Reyna sambil menggoyangkan pinggulnya karena kelelahan.


“Kau sudah selesai Reyna?” tanya Yuna.


“Sudah. Apa kau belum selesai?” tanya Reyna.


“Masih ada lumayan banyak.” kata Yuna memperlihatkan banyak dokumen dimejanya.


“Biar aku bantu.” kata Reyna.


Yuna langsung pindah supaya Reyna yang mengerjakannya. Reyna selesai mengerjakannya dalam 15 menit.


“Ok. Ini sudah selesai. Kau tinggal kasih ke ketua saja semuanya.” kata Reyna mengasih faktur ke Yuna.


“Baiklah.” kata Yuna lansung mengasih faktur ke Ren.


“Ketua, ini semuanya sudah selesai.” kata Yuna mengasih faktur ke Ren.


Ren memeriksa faktur yang dikasih Yuna dengan komputernya karena dikomputer Ren juga tersambung dengan program, jadi Ren tidak usah ke meja Reyna lagi untuk mengecek.


“OK. Sudah benar semua. Kalian boleh pulang.” kata Ren yang selesai memeriksa fakturnya.


“Baiklah.” kata Yuna dna kembali ke kursinya.


“Bagaimana?” tanya Reyna.


“Katanya kita sudah boleh pulang.” jawab Yuna.


“Ok. Kita bereskan mejanya.” kata Reyna langsung membersihkan mejanya.


“Kalian mau kemana? Kenapa membersihkan mejanya?” tanya mahasiswa di sebelah.


“Ketua menyuruh kita pulang karena kita sudah menyelesaikan tugas.” kata Reyna.


“APA!! Kalian sudah mengerjakan semua tugas kalian?” tanya mahasiswa disebelah dengan terkejut.


“Kenapa kau begitu terkejut?” tanya Reyna.


“Apa kalian benar-benar menyelesaikannya? Banyak faktur yang bertumpuk dimeja, kalian menyelesaikanya dengan cepat. Apa tidak ada yang salah?”


“Tidak, bahkan ketua sudah mengeceknya. Kalau begitu kita pamir dulu ya.” jawab Reyna dengan santai.


Mahasiswa itu hanya menganga tidak percaya kalau Reyna dan Yuna menyelesaikan tugas mereka dengan sangat cepat.


“Ketua, kita pamit pulang dulu ya.” kata Reyna ke Ren yang masih memeriksa beberapa file.


“Hmm…” jawab Ren dengan datar yang masih memeriksa file.


***


“Setelah ini kita mau kemana?” tanya Reyna.


“Hei gadis kampungan!” teriak mahasiswi ke Reyna dan Yuna membuat mereka menoleh ke arah suara.


“Ada apa?” tanya Reyna.


"Kenapa kalian berada disini? Bukankah kalian harusnya membantu bazar?"


"Kerjaan kami sudah selesai. Jadi kami diperbolehkan untuk pulang." jawab Reyna.


"Apa? Kapan pekerjaan kalian selesai? Diluar masih banyak sampah." kata mahasiswi dengan terkejut.


"Kami membantu di ruang osis, bukan membantu membersihkan di bazar." kata Reyna.

__ADS_1


"Apa!! Kalian mendapat pekerjaan membantu osis?"


"Bagaimana bisa? Bukankah diruang osis sudah ada orang yang urus."


"Salah satu mahasiswi dari bagian keuangan masuk rumah sakit, jadi kami yang menggantikannya." kata Reyna.


"Keuangan? Kalian diterima dibagian keuangan?"


"Benar." jawab Reyna.


"Bagaimana kalian bisa mengelolah keuangan? Bukankah kalian dari jurusan bisnis?"


"Kenapa kalau kita dari jurusan bisnis? Apakah kita dari jurusan bisnis tidak bisa mengelolah keuangan bazar?" tanya Reyna.


"Kalian sendiri kenapa berada disini? Bukankah kalian ada pekerjaan?" tanya Reyna.


"Memang apa urusannya dengan kau."


"Ayo Yuna, kita pergi." kata Reyna.


Yuna hanya mengganguk. Reyna dan Yuna ingin pergi dihalang sama mahasiswi.


"Kalian mau pergi kemana?"


"Kita mau kemana, apa urusannya dengan kalian?" kata Reyna dengan datar.


"Pak, mereka ingin kabur dari pekerjaan mereka." kata Mahasiswi melihat dosen mendekati mereka.


'Sepertinya mereka ingin mencari masalah.' batin Reyna.


Dosen mendengar ada yang memanggilnya langsung mendekati Reyna dan yang lain.


"Ada apa?" tanya dosen.


"Ini pak, mereka ingin pulang, tapi pekerjaan mereka belum selesai." kata Mahasiswi itu.


"Kalian dari mana?" tanya Dosen.


"Dari ruang osis pak." jawab Yuna.


"Ruang osis? Kalian berdua bukan anggota osis kan?" tanya dosen tidak melihat kartu pengenal osis.


"Tidak pak. Kami menggantikan anggota osis karena salah satu anggotanya masuk rumah sakit." jawab Yuna.


"Mereka bohong pak. Kalau mereka membantu anggota osis tidak mungkin mereka secepat ini boleh pulang." kata Mahasiswi dengan cepat.


"Benar pak. Mungkin mereka berbohong supaya cepat pulang."


"Kalian berpikir kalau kita berdua berbohong?" tanya Reyna pada mahasiswi.


"Kalian pasti berbohong, tidak mungkin kalian bagian keuangan sudah selesai dengan cepat. Bazarkan belum selesai."


"Keuangan? Kalian berdua membantu bagian keuangan?" tanya Dosen.


"Benar pak." jawab Reyna.


"Pak, bawa mereka ke ruang dosen saja pak. Mereka pasti berbohong." kata mahasiswi dengan cepat.


"Benar pak." jawab mahasiswi yang lain dengan serempak.


"Sudah... sudah... Jangan ribut." kata Dosen.


"Jika kalian tidak percaya, kenapa tidak keruang osis saja dan menanyakan pada mereka." kata Reyna.

__ADS_1


"Benar pak. Jika bapak juga ingin mengetahuinya kita keruang osis menanyakan pada ketua osis." sambung Yuna.


"Baiklah. Kita keruang osis sekarang. Kalian juga ikut." kata Dosen mengajak mahasiswi dan Reyna pergi keruang osis.


---- Di Ruang Osis ----


Reyna, Yuna, Dosen dan beberapa mahasiswi masuk ke ruang osis.


"Sore, Ren."


"Ada apa pak?" tanya Ren melihat dosen masuk keruang osis bersama dengan Reyna.


"Apa mereka berdua ada membantu kalian?" tanya Dosen menunjuk Reyna dan Yuna.


Ren langsung bingung dengan pertanyaan dosen dan melihat ke Reyna. Reyna hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.


"Ya. Mereka ada membantu kita. Mereka membantu bagian keuangan." kata Ren dengan datar.


Para mahasiswi terkejut ternyata Reyna dan Yuna benar-benar membantu osis.


"Memangnya apa yang terjadi pak?" tanya Ren.


"Tidak. Para mahasiswi bilang mereka membawa tas mereka dan bersiap pulang dan tidak membantu bazar." kata Dosen menjelaskan.


"Mereka ada membantu kita, bahkan membantu anggota yang lain. Siapa yang bilang tidak membantu." tanya Ren pada mahasiswi itu dengan mata tajam.


"Ka-kami...." para mahasiswi itu takut dengan Ren yang menatap dengan tajam.


"Ren, apa mereka benar-benar mengerjakan tugas mereka sampai selesai?" tanya Dosen.


"Ya. Aku sudah memeriksanya dan tidak ada yang salah. Mereka mengerjakannya dengan cepat jadi aku menyuruh mereka pulang karena pekerjaan mereka sudah selesai." jawab Ren dengan pasti.


"Kalian bagian mana? Kenapa bisa ketemu dengan mereka berdua." tanya Ren pada mahasiswi.


"Ka-kami bagian membersihkan lelang silver." kata mahasiswi dengan terbata.


"Kebersihan di lelang silver? Kenapa bisa ada di kampus? Bukankah disana masih banyak kerjaan?" tanya Ren dengan dingin.


"I-itu..." para mahasiswi itu tidak bisa berkata-kata.


Ren langsung menghubungi Kai dan menayakannya. Setelah bertanya dengan Kai, Ren langsung tutup sambungannya dan langsung menatap tajam dan dingin pada mahasiswi membuat mereka menggigil ketakutan.


"Apa kalian kabur dari tugas kalian?" tanya Ren dengan dingin.


"Apa maksudmu Ren?" tanya Dosen.


"Kata Kai ada beberapa mahasiswi kabur dari pekerjaannya dan membawa uang kabur." kata Ren.


"Apa benar yang dikatakan Ren?" tanya Dosen.


"Tidak pak. Itu tidak benar. Kami hanya disuruh membeli minum." jawab Mahasiswi itu dengan cepat.


"Jika disuruh pergi beli minum. Kenapa tidak kembali ke lelang silver? Kai bilang kalian sudah 3 jam lebih tidak kembali. Apa beli minum perlu waktu 3 jam?" tanya Ren dengan dingin.


"Apa benar yang dikatakan Ren? Kalian kabur dari tugas kalian." tanya Dosen.


"I-Itu..." para Mahasiswi tidak bisa berkata apa pun lagi.


'Sial! Ingin menjebak mereka malah kita pula yang kena.' batin mahasiswi.


"Sepertinya mereka tidak bisa berkata apa-pun." kata Reyna melihat mahasiswi itu bisu.


"Kalian semua ikut bapak ke ruang dosen sekarang." kata Dosen dengan tegas.

__ADS_1


Para mahasiswi itu langsung ikut dosen.


"Ingin menjebak orang, malah kena sendiri. Makanya jadi orang jangan suka mencari masalah." kata Reyna dengan senyum.


__ADS_2