Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 238 - TIDUR SESAMA WANITA


__ADS_3

"Grandma... Grandma..." Rachel memanggil Siska dengan cepat.


"Apa Rachel?" tanya Siska dengan senyum.


Siska mendengar Rachel memanggilnya Grandma membuat Siska semakin senyum dan tidak akan pudar sedikitpun karena sudah mendapatkan cucu yang imut seperti Rachel.


"Apa Rachel boleh tidur dengan Grandma?" tanya Rachel dengan berharap.


"Tentu saja, sayang. Grandma juga ingin tidur bersama Rachel. Kalau Rachel mau, ajak Mommy mu dan Aunty Reyna tidur bersama?" tanya Siska dengan senyum.


"Waiii.... Love you Grandma." kata Rachel dengan senang dan mencium pipi Siska.


Siska yang mendapatkan ciuman dari Rachel membuat Siska semakin tersenyum dan mencium Rachel dengan lembut dan senang karena telah mendapatkan ciuman dari sang cucu.


"Bagaimana Rayna? Apa kau mau tidur dengan Mama?" tanya Siska.


Rayna juga ingin mau tidur dengan Mamanya. Rayna melihat ke Calvin seperti meminta persutujuan, Calvin yang melihat Rayna langsung tersenyum dan mengangguk kepalanya.


Calvin pasti menyetujuinya karena Rayna pasti ingin tidur dengan Mamanya.Β Rayna yang melihat Calvin menyetujuinya langsung tersenyum lebar.


Sedangkan Hana dari tadi hanya diam mendengarkan percakapan Rayna dan Siska. Hana langsung melihat Aizen dari tadi hanya bicara dengan Gale saja.


"Sepertinya para lelaki lebih ingin bicara sesama jenis saja dari tadi." kata Hana memperhatikan Aizen hanya bicara dengan Gale dan Edgar.


"Kau benar. Tapi sayangnya anak lelaki mu itu tidak mau bersatu dengan sesama jenisnya." kata Siska melihat Ren dari tadi di samping Reyna terus dan tidak melepaskan tangan Reyna sedetikpun.


"Ren, kau pergi ke tempat Papa mu sana." kata Hana ke Ren.


"Aku tidak mau Ma. Ngapain aku ke tempat Papa? Aku lebih suka bersama Rey." kata Ren dengan cepat.


HanaΒ  : "......"


"Putra mu seperti sudah menjadi perangko. Sedetikpun tidak mau jauh dari Reyna, bahkan melepaskan tangannya saja tidak mau." kata Siska dengan senyum.


"Pa, lihat putra mu. Dia dari tadi hanya ingin bersama dengan pacarnya saja." kata Hana ke Aizen.


Sayangnya Aizen tidak mendengarkan dan hanya fokus bicara dengan Gale dan yang lain. Hana yang melihat itu semakin kesal.


"Siska, bagaimana kalau kita para wanita tidur bersama semua? Kita biarkan para pria yang tidak mau memperhatikan wanitanya dari tadi. Mereka hanya berada di dunia mereka saja." kata Hana.

__ADS_1


"Ide mu bagus juga. Karena aku masih marah sama Gale, maka aku akan setuju dengan usul mu." kata Siska dengan senyum.


"Bagaimana dengan kalian berdua?" tanya Hana ke Reyna dan Rayna.


"Aku tidak masalah, Tante." kata Reyna dengan senyum. Reyna juga ingin berpisah dengan Ren, karena Ren tidak mau melepaskannya. Ren dari tadi hanya melihat ke Reyna saja dan tidak mau melihat ke arah lain.


"Kalau Rayna harusnya setuju, karena dia sudah mendapatkan izin dari suaminya." kata Siska denga senyum.


"Ren, kau pergi ke tempat papa mu sana. Di sini hanya tempat wanita saja." kata Hana mengusir Ren.


Ren tidak mendengarkan kata Hana dan hanya melihat ke Reyna saja. Ren bahkan tidak mendengarkan pembicaraan Hana dan Siska.


Hana yang melihat Ren tidak melihat atau mendengarnya membuat Hana kesal dan marah.


"Ren, kau pergi ke tempat Papa mu sana. Kita mau pergi mandi." kata Hana mencubit telinga Ren dengan keras karena Ren dari tadi tidak menjawab.


"Au... Kenapa mama menarik telinga ku." kata Ren merasakan sakit di telinganya.


"Reyna dan yang lain mau pergi mandi, jadi kau lepaskan Reyna." kata Hana.


"Oh.. Mau pergi mandi. Kalau begitu aku ikut mandi." kata Ren dengan santai langsung berdiri.


Ren yang melihat ke pacar dan Mamanya yang sedang menatap tajam itu hanya diam saja dan bingung kenapa mereka berdua menatapnya dengan sangat tajam.


"Apa yang barusan kau bilang?" tanya Hana menatap tajam Ren.


"Aku akan pergi mandi juga bersama kalian." kata Ren dengan santai.


BUK


BUK


"Akh... Sakit... Kenapa kalian berdua memukul aku?" tanya Ren dengan kesakitan di kepalanya karena Hana dan Reyna memukulnya.


"Kau ingin cari mati Ren?" tanya Hana menatap tajam Ren.


"Diam kau mesum. Sekarang kau pergi ke para pria di sana." kata Reyna dengan menatap tajam Ren.


Ren melihat Hana dan Reyna menatapnya dengan tajam langsung terdiam. Ren berpikir apa yang membuat mereka marah padanya.

__ADS_1


"Memangnya aku bilang apa sampai kalian marah padaku?" tanya Ren dengan bingung.


"Ayo, Reyna. Kita biarkan Ren di sini. Kita langsung pergi saja. Kita biarkan para pria yang tidak tahu diri itu." kata Hana langsung membawa Reyna dan yang lain naik ke atas.


Ren hanya diam melihat para wanita pergi ke atas. Sedangkan Calvin mendengar semua pembicaraan Hana dan Siska langsung tersenyum.


Calvin merasa kalau Ren tidak tahu apa yang akan terjadi nanti padanya nanti jika tahu kalau Reyna tidak akan tidur satu kamar dengannya.


Calvin merasa kasihan pada para pria yang sudah bersuami dan Ren. Jjika tahu kalau para istri dan pacarnya akan tidur berpisah dengan mereka karena marah pada mereka yang telah mengabaikan para istri, sudah pasti mereka sangat terkejut dan dengan cepat mencari istri mereka.


Walaupun Ren masih pacaran dengan Reyna dan tidur beda kasur, sudah pasti Ren juga akan panik mendengarnya.


"Apa Richie ingin tidur dengan Grandma dan Mommy?" tanya Calvin melihat Richie dari tadi diam saja.


"Tidak usah Daddy." kata Richie dengan menggelengkan kepalanya.


Calvin tersenyum. Calvin tahu pasti Richie juga ingin tidur bersama Grandma dan Mommynya.


"Jika kau memang mau tidur dengan Mommy, pergi saja tidur dengan mereka Richie." kata Calvin dengan senyum.


"Bagaimana dengan Daddy? Apa lagi tadi Grandma juga mengatakan kalau akan tidur sesama wanita saja, itu berarti Richie tidak boleh ikut tidur bersama Grandma dan yang lain kan?" tanya Richie.


"Tidak apa. Nanti Daddy akan bicarakan dengan Grandma. Grandma pasti akan senang bisa tidur dengan cucunya." kata Calvin dengan senyum. Richie yang mendengar itu langsung tersenyum.


Calvin langsung mengajak Richie, Harry, dan Clara untuk mandi dan beristirahat. Calvin membiarkan para pria yang sedang asik bicara tanpa mengetahui para wanita sudah naik ke atas.


Setelah beberapa jam Aizen dan yang lain bicara, mereka akhirnya selesai bicara. Mereka tidak tahu kalau para wanita sudah pergi tidur satu kamar.


"Kemana para Wanita? Kenapa hanya ada kita saja di sini?" tanya Aizen tidak melihat Hana dan yang lain.


"Mungkin mereka sudah tidur. Ini sudah mau tengah malam." kata Gale melihat jam sudah jam 11.30 malam.


"Kalau begitu kita pergi tidur saja. Besok kita bicarakan lagi." kata Aizen.


Langsung para pria itu pergi ke kamar masing-masing. Ren juga pergi ke kamar untuk membersihkan diri.


Bagaimana reaksi para pria ketika melihat para wanita sudah tidak ada di Mansion?


T.B.C

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment nya. πŸ˜„πŸ˜„


__ADS_2