
‘Shitt.. Kenapa Rey keluar dengan penampilan seperti itu?’ kata Ren dalam hati dengan terkejut.
Ren langsung saja mendekati Reyna dan menarik tangannya dan masuk kedalam kamar.
“Ren kemana?” tanya Andrew yang tidak melihat Ren.
“Mungkin dikamar melihat Reyna. Kan kakinya sakit.” jawab Kai sambil membersihkan meja.
Andrew hanya mengganguk mengerti dan ikut membantu Kai membersihkan meja.
“Andrew, apa boleh aku menanyakan sesuatu?” tanya Kai yang membuka pembicaraan
“Tanya apa?” tanya Andrew
“Apa kau beneran mau jadikan Reyna pacarmu?” tanya Kai dengan penasaran.
Andrew terkejut dengan pertanyaan Kai dan langsung tersenyum. “Menurutmu?” tanya Andrew balik.
“Menurutku kau sengaja bilang kayak gitu supaya Ren mengatakan kalau dia suka sama Reyna.” jawab Kai dengan santai yang melihat Andrew senyum dengan penuh arti.
“Tepat sekali, karena pas bertemu Ren yang menggendongnya keruang kesehatan tadi siang aku terkejut, kenapa Ren mau menggendong sampai tidak mau lepas matanya dan khawatir terhadap Reyna.” kata Andrew dengan senyum.
“Aku juga terkejut melihat Ren mau menggendong Reyna ke ruang kesehatan, awalnya kupikir Ren tidak bakal mau mengantarkannya. Ternyata diluar dugaanku dia mengantarkannya bahkan menggendongnya ala Bride.” kata Kai dengan senyum mengingat kejadian tadi siang.
“Kayaknya Ren benar-benar menyukai Reyna dengan sepenuh hatinya bahkan terlalu posesif. Kau lihat sendirikan aku memegang tangan Reyna saja Ren langsung menatapku dengan tajam dan sangat marah.” kata Andrew dengan tertawa mengingatkan kejadian barusan.
“Benar kata kau Andrew, aku tidak pernah melihat Ren bisa bicara selembut itu terhadap Reyna. Sepertinya mereka memiliki sifat yang sama. Mungkin mereka memang berjodoh dari kecil.” kata Kai yang melihat ada kesamaan Kai dengan Reyna tidak ingin berteman dengan orang yang licik dan dari status.
“Benar kata mu Kai. Aku juga melihat hal yang sama melihat mereka berdua seperti memiliki kesamaan yang sama.” kata Andrew dengan santai.
----Dikamar REN----
Setelah Ren menarik Reyna kedalam kamar dan menutup pintu langsung Ren menatap Reyna.
“Kenapa kau berpenampilan seperti ini Rey?” tanya Ren dengan agak keras.
“Emangnya kenapa dengan penampilanku?” tanya Reyna sambil melihat penampilannya.
“Ganti penampilan sebelumnya?” kata Ren dengan tegas
“Penampilan apa?” tanya Reyna dengan bingung.
“Penampilan culunmu itu.” kata Ren dengan agak keras.
“Memangnya kenapa dengan penampilan culun ku?” tanya Reyna dengan bingung.
“Hish… Reyna…. Kau mau menampakkan mukamu dengan penampilan seperti ini?” Ren geram melihat penampilan Reyna.
“Apa ada yang salah dengan penampilanku?” tanya Reyna dengan bingung sambil melihat penampilannya apa yang ingin dikata kan oleh Ren.
__ADS_1
“Sekarang aku tanya sama kau, apa kau mau membiarkan penampilanmu sebenarnya atau penampilan Culunmu?” tanya Ren dengan pelan
“Untuk sekarang aku tidak mau membiarkan siapapun melihat muka asliku dong. Kalau hubungan denganmu masih bisa, karena mereka temanmu. Kalau wajah aku ketahuan walaupun itu sama temanmu. Kalau ada kejadian yang tidak terduga nanti mereka bisa membantuku jika aku berpenampilan aku yang sebenarnya.” kata Reyna berpikir dengan pelan.
“Kalau kau tidak mau orang lain tau, kenapa kau tidak berpenampilan seperti ini?” kata Ren dengan tegas.
“Emangnya kenapa aku berpenampilan seperti ini, bukankah aku sudah berpenampilan baik?” tanya Reyna
“Coba kau melihat ke cermin, kau berpenampilan seperti apa?” tanya Ren dengan senyum penuh arti.
Reyna bingung dengan pertanyaan Ren, langsung saja melihat ke cermin. Setelah melihat penampilannya di cermin Reyna langsung membulatkan matanya dan merasa malu langsung melihat ke Ren yang senyum kecil.
“Apa kau sudah melihat penampilanmu Rey?” tanya Ren dengan senyum kecil.
“Em…. Maaf aku lupa Ren… Hehehehe” Reyna langsung malu sendiri dan tertawa kecil melihat penampilannya yang seperti biasa. Langsung saja Reyna mengambil make upnya di dalam tasnya dan langsung mengubahnya ke penampilan culunnya.
“Kenapa kau bisa lupa diri?” tanya Ren melihat Reyna mengubah penampilannya.
“Maaf Ren, karena kebiasaan aku setelah mandi pasti langsung lupa karena langsung makan dulu baru bermake up.” kata Reyna dengan pelan.
Ren langsung menggeleng kepalanya melihat Reyna suka melupakan hal lain jika sudah kelaparan atau soal makan.
“Apa kau sudah siap?” Ren melihat Reyna yang dari tadi bermake up.
“Sudah. Kita keluar sekarang. Aku sudah sangat lapar.” kata Reyna dan langsung keluar kamar bersama Ren.
“Maaf lama menunggu.” kata Reyna dan langsung duduk di kursi.
“Makannya kan pakai sendok, bukan tangan. Kenapa harus cuci tangan?” kata Reyna dengan cemberut yang baru mulai makan malah disuruh cuci tangan dulu.
“Kau bukan anak kecil lagi Rey, harusnya kau tau kalau sebelum makan harus cuci tangan dulu. Ayo cuci tangan dulu.” kata Ren yang membawa Reyna untuk mencuci tangannya.
“Hish…..” Reyna geram melihat Ren menyuruhnya layak anak kecil. Langsung saja Reyna langsung pergi mencuci tangan dengan wajah cemberut. Ren yang melihat itu Reyna seperti anak kecil yang tidak tau apa-apa.
Setelah mereka makan 20 menit mereka langsung mencuci piring dan membersihkan meja.
“Oh ya Reyna, kau tidur disini saja. Ini kan sudah terlalu malam terlalu bahaya kau pulang sendirian” kata Kai melihat jam sudah jam 11.00 malam.
“Hmm.. Apa tidak merepotkan kalian?” kata Reyna sangat segan untuk menginap di apartemen Ren.
“Tidak apa-apa Rey. Kau tidur saja dikamar ku.” kata Ren dengan mengelus kepala Reyna dengan lembut.
“Benar, biar Ren tidur dikamarku saja.” kata Kai.
“Aku tidur denganmu saja ya, biar nggak kesepian.” kata Ren dengan senyum penuh arti.
“WHAT!!” kata Andrew dan Kai dengan serempak. Sedangkan Reyna hanya menatap Ren dengan datar.
“Ren kau tidak boleh tidur dengannya kalian belum menikah, tidak boleh tidur bersama.” kata Andrew dengan tegas.
__ADS_1
“Boleh.” Tiba-tiba Reyna menjawab dengan tersenyum.
Semuanya melihat ke Reyna dan tidak percaya apa yang didengarnya.
“Apa kau yakin Reyna?” tanya Kai dengan pasti.
“Iya boleh.” jawab Reyna dengan tersenyum penuh arti.
“YESS!!!” Ren langsung teriak gembira dan menari-nari diruangan tamu.
“Reyna apa kau yakin ingin tidur bersama dengan Ren? Kalian kan belum menikah, apalagi...” kata Andrew dengan pelan langsung dipotong oleh Reyna.
“Tidak apa-apa Andrew, kau bisa lihat saja nanti.” kata Reyna dengan senyum.
“Rey, kau yakin kan ingin tidur denganku?” tanya Ren yang mendekati Reyna dan memeluknya dengan lembut.
“Tentu Ren. Kalau kau mau tidur denganku. Aku pastikan kau akan tidur nyenyak malam ini.” kata Reyna dengan penuh arti.
“Ok. Kita tidur sekarang. Kalian tidur saja dikamar.” kata Ren ke Andrew dan Kai yang dari tadi diam saja. Ren langsung membawa Reyna kekamarnya untuk tidur.
“Kai apa kau yakin mereka akan tidur bersama?” tanya Andrew dengan pelan.
“Tidak tau ya. Kalau Reyna ingin tidur bersama dengan Ren mau gimana lagi?” kata Kai dengan mengangkat bahunya.
“Kok aku kayak merasa akan terjadi sesuatu nanti malam.” kata Andrew yang memiliki perasaan yang tidak enak.
“Kok sama ya, aku juga memikirkan hal yang sama.” jawab Kai dengan perasaan yang tidak enak.
“Ya sudah, dipikirkan juga tidak ada gunanya. Kita tidur saja.” kata Andrew mengajak untuk tidur.
“OK.” kata Kai dan mereka langsung ke kamar untuk tidur.
----Di kamar REN----
“Kau tidur saja dulu Ren, aku mau membersihkan mukaku dulu.” kata Reyna melihat Ren keluar dari kamar mandi langsung ke kamar mandi membersihkan muka dan gosok giginya.
“Baiklah.” Ren yang keluar dari kamar mandi langsung tidur dikasur dengan tersenyum sendiri.
‘Aku pastikan kau tidak bisa tidur malam ini Rey’ kata Ren dengan senyum penuh arti.
15 menit kemudian Reyna keluar dari kamar. Melihat Ren sudah tidur duluan di kasur dan mendekatinya.
‘Aku pastikan kau tidak bisa tidur makan ini Ren’ kata Reyna dengan senyum penuh arti.
Reyna memegang muka Ren dan melihatnya dengan teliti apakah Ren sudah tidur atau belum. Melihat Ren sudah tidur sangat pulas Reyna langsung melakukan aksinya.
****************
apakah kalian suka dengan ceritanya?
__ADS_1
jika suka jangan lupa like, comment, dan difavorit kan. ☺️☺️☺️