
Reyna selesai mengsiapkan kamar untuk Ren tidur, tiba-tiba dapat foto dari nomor yang tidak diketahui. Reyna melihat foto itu membulatkan matanya melihat foto itu dan langsung keluar kamar membawa handuk baru.
"Ren, baju kamu gimana?" tanya Reyna baru keluar kamar dengan sikap biasa saja.
"Aku ada bawa." jawab Ren memperlihatkan kantong yang berisi bajunya.
"Kenapa kau bawa baju? Apa kau sudah ada rencana tidur disini?" tanya Reyna.
"Menurutmu?" jawab Ren dengan senyum.
"Pasti sudah rencana kau Ren. Jika tidak, tidak mungkin kau bawa baju." kata Reyna dengan pasti.
Ren hanya tersenyum. Awalnya di hanya ingin melihat Reyna saja, tapi tidak tau sudah mau tengah malam ingin mencoba tidur di apartemen Reyna dan ternyata Reyna setuju langsung. Baju yang Ren bawa adalah baju yang barusan dia beli di Mall.
"Ini handuk untukmu." kata Reyna mengasih handuk baru.
"Baiklah aku pergi mandi. Apa kau mau mencoba mandi bersama?" tanya Ren menggoda Reyna.
Reyna hanya tersenyum dan mendekati Ren. Reyna sudah didepan Ren hanya beberapa centi meter saja. Reyna langsung meninju perut Ren dengan keras membuat Ren kesakitan.
"Aawww... Sakit..." Ren merasa kesakitan di perutnya.
"Jika kau mau, aku akan membuatmu merasa lebih enak dari pada mandi. Bagaimana?" tanya Reyna senyum menyeramkan menatap Ren.
"Ok... Ok... Aku hanya bercanda Rey." kata Ren merasa kesakitan di perutnya dan tidak takut dengan tatapan Reyna.
"Bercanda kau tidak lucu. Aku sekarang lagi bad mood Ren. Jangan coba-coba menggoda aku." kata Reyna dengan seram.
"Baiklah. Jangan marah lagi ok." kata Ren mengelus kepala Reyna dengan lembut.
"Pergi mandi sana. Kau bau tau." kata Reyna menutup hidungnya dengan tangan menyuruh Ren cepat mandi.
Ren hanya terkekeh melihat kelakuan Reyna dan langsung pergi mandi.
'Kenapa dia tiba-tiba bad mood? Padahal tadi sikapnya biasa saja.' batin Ren dengan heran.
Reyna melihat Ren masuk ke kamar mandi. Reyna langsung membuka HP-nya melihat Cecilia menggandeng tangan Ren membuat Reyna langsung bermuka hitam melihat foto itu.
'Sepertinya Cecilia ingin bermain api dengan aku.' batin Reyna menatap tajam foto Cecilia yang senyum menggoda Ren.
'Walaupun aku masih belum memberitahu siapapun hubungan aku dengan Ren, itu bukan berarti aku diam saja melihat pacar aku digoda oleh orang lain.' sambung Reyna.
'Lihat saja bagaimana aku menghukum orang yang berani mengambil pacar orang.' batin Reyna senyum licik.
Reyna tidak sadar kalau Ren sudah selesai mandi bahkan sudah ada didepannya.
"Rey, apa kau tidak mandi?" tanya Ren membuat Reyna terkejut.
"Astaga! Sejak kapan kau berada didepan aku Ren?" tanya Reyna terkejut melihat Ren sudah didepannya.
__ADS_1
"Kau yang terlalu fokus dengan Hp mu. Apa yang kau lihat sampai tidak mengetahui aku sudah didepanmu." tanya Ren.
"Tidak, hanya melihat berita heboh kampus saja." kata Reyna dengan cepat.
"Berita heboh?" tanya Ren dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Ya. Ada berita heboh yang pertama ada yang mau berebut tanah yang jauh dari kota dengan harga 3,5 Triliun. Kedua orang yang membeli tanah itu menjual tanah dengan harga rendah." jawab Reyna.
"Oh berita itu aku juga tau, karena aku juga berada di lelang itu. Walaupun aku tidak tau siapa yang berebut tanah itu." kata Ren.
Reyna terkejut Ren ternyata juga berada diruangan yang sama dengannya tapi langsung lega karena Ren tidak tau yang berebut tanah itu adalah dia sendiri.
"Baiklah aku pergi mandi dulu." kata Reyna langsung ke kamar mandi.
Setelah 15 menit Reyna mandi langsung ke kamarnya.
Tok tok...
"Rey." kata Ren mengetok pintu Reyna.
"Ada apa Ren?" tanya Reyna membuka pintu kamarnya.
Ren terdiam dan terpatung melihat wajah asli Reyna. Reyna yang bermuka sangat cantik dan putih. Hidung mancung, mata biru, pipi yang merah, bibir yang seperti buah cherry itu.
'Cantik benar. Seperti malaikat.' batin Ren.
'Ini beneran Rey? Bukan malaikat?' batin Ren melihat wajah Reyna.
Waktu itu Ren pernah melihat wajah asli Reyna tapi tidak melihatnya dengan jelas karena panik Reyna keluar dari kamarnya tanpa menyamar.
"Ren?" kata Reyna melihat Ren hanya diam.
"Ren, kau kenapa?" tanya Reyna.
Ren tidak menjawab, hanya menatap muka Reyna seperti patung.
Reyna langsung bertepuk tangan dekat muka Ren agak keras dan membuat Ren terkejut.
"Kau kenapa Ren? Diam sendiri?" tanya Reyna.
"Ti-tidak ada. Hanya berpikir sesuatu saja." kata Ren dengan cepat.
"Kau ada perlu apa?" tanya Reyna.
"Oh ya. Apa kau ada Charger HP? Boleh aku pinjam sebentar, aku mau kasih tau sama Kai supaya tidak menunggu aku pulang." tanya Ren.
"Kenapa dia harus menunggumu?" tanya Reyna.
"Aku tidak membawa kunci apartemen aku. Jadi aku menyuruh Kai menuggu aku pulang." kata Ren.
__ADS_1
"Baiklah. Tunggu sebentar aku ambilkan." kata Reyna mencari charger hp.
"Ini chargernya." kata Reyna mengasih chargernya ke Ren.
"Thanks, Rey." kata Ren.
"Apa ada yang lain?" tanya Reyna.
"Tidak. Good night Rey. Have sweet dream." kata Ren mencium dahi Reyna.
"Good night too." jawab Reyna dengan senyum.
Ren langsung masuk ke kamarnya dan charger hpnya karena Hp Ren sudah mati.
Setelah beberapa menit Ren membuka hpnya dan menghubungi Kai. Dalam deringan ke dua langsung diangkat oleh Kai.
"Halo, Kai."
"Ada apa Ren? Kapan kau pulang?" tanya Kai.
"Aku tidak jadi pulang. Kau tidak usah menunggu aku." kata Ren langsung ke inti.
"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Kai dengan cemas.
"Tidak ada. Aku menginap di apartemen Rey. Jadi kau tidak usah menunggu aku pulang." jawab Ren.
"Oh. Baiklah. Apa kalian tidur dikamar yang sama?" tanya Kai dengan senyum.
"Tidak!" jawab Ren dengan dingin.
"Hahahaha......"
"Apa yang kau ketawakan Kai?" teriak Ren melihat Kai karena menertawakannya.
"Tidak ada. Kalian sudah berpacaran, tapi tidak tidur satu kamar. Apa Reyna melarangmu?" tanya Kai dengan senyum.
"Tidak. Aku yang tidak mau satu kamar dengannya." jawab Ren dengan cepat karena tidak mau jujur dengan Kai karena nanti Kai tidak akan berhenti menertawakannya.
"Tumben. Di apartemen kita saja kau ingin benar tidur dengannya. Sekarang kau malah tidak mau?" tanya Kai memancing Ren.
"Tidak ada. Kalau tidur bersama takut ketahuan sama orang lain. Apa lagi Rey tidak ingin ada yang melihat hubungan kita walaupun diapartemen." kata Ren dengan alasan.
"Hahaha iya juga. Kau harus punya rumah sendiri baru bisa tidur berdua dengannya. Kapan kalian memberitahukan semua orang tentang hubungan kalian?" tanya Kai.
"Sudah malam. Aku tidur dulu ya bye..." kata Ren langsung menutup telponnya.
"Cik. Kebiasaan belum selesai ngomong sudah dimatikan." kata Kai merasa kesal dengan Ren.
Ren langsung saja tidur, tapi tidak bisa karena melihat muka Reyna tadi membuatnya ingin melihatnya lagi.
__ADS_1
"Akhhh sial!! Kenapa tidak bisa tidur!!" teriak Ren dengan kesal.
"Gara-gara melihat muka Reyna tanpa make up bikin aku ingin mencium dan tidur dengannya." kata Ren mengingat muka Reyna tadi.