
“Pagi, Reyna.” kata Kai melihat Reyna masuk ke kelas.
“Pagi Kai, Ren kemana?” kata Reyna
“Ren tidak mau masuk kelas, karena hari ini hanya 1 mata kuliah.” jawab Kai.
“Kenapa begitu? walaupun hanya 2 jam bukankah juga harus masuk kelas?” tanya Reyna.
“Kau tau sifatnya Reyna, walau hanya 2 jam dia pasti tidak akan mau masuk kelas. Apa lagi pelajaran hari ini adalah tentang bisnis dia tidak bakal ikut, karena kalau tentang bisnis Ren nomor 1.” jawab Kai.
‘Memang benar sih, kalau tentang bisnis Ren pasti nomor 1 karena dari kecil sudah diajarkan bisnis dari orang
tuanya karena keluarganya usaha terbesar dikota ini.’ batin Reyna.
“Reyna kau tau nggak kalau kampus ini juga punya keluarga Ren?” tanya Kai
“Tau, kenapa?” tanya Reyna.
“Kenapa orang yang punya kekuasaan selalu bertindak seenaknya saja ya? Walaupun keluarga Ren adalah salah satu pemilik kampus ini.” kata Kai dengan heran.
“Belum tentu orang yang memiliki kekuasaan bisa bertindak seenaknya, Setiap orang memiliki sifat yang berbeda maupun status atau penampilan. Walaupun Ren adalah anak salah satu pemilik kampus ini bukan berarti Ren bisa melakukan seenaknya saja kan?” kata Reyna.
“Benar juga, tapi aku merasa ada yang aneh dengan Ren kemarin.” kata Kai.
“Aneh kenapa? Apakah dia ada masalah?” tanya Reyna.
“Anehnya pas pulang Ren langsung muka cemberut dan membanting pintu, seperti ada yang terjadi sesuatu. Aku dan Andrew bahkan tidak berani bertanya padanya. Apakah kau tau sesuatu Reyna?” tanya Kai.
“Tidak. Setelah mengantarkan aku pulang dia masih seperti biasa saja. Mungkin ada orang yang membuatnya marah.” kata Reyna.
“Siapa yang membuat Ren marah?” tanya Kai
“Tidak tau.” jawab Reyna dengan senyum.
Setelah selesai jam kuliah kuliah Reyna langsung pergi ke WC, tetapi Reyna tau ada yang mengikutinya.
'Kenapa semua orang suka benar menhina dan mengerjai aku?’ batin Reyna dengan menghela nafasnya dan tidak peduli dengan mereka langsung ke WC. Disaat Reyna masuk kesalah satu WC tiba-tiba ada yang menguncinya dari luar membuat Reyna terdiam dan mendengar ada beberapa orang yang bicara dengan suara pelan.
“Apa dia sudah masuk kedalam?”
“Ya, dia sudah masuk kedalam.”
“Apa sudah kalian siapkan?”
“Sudah, tinggal dilempar saja.”
“Bagus, kita lempar sekarang dan menguncinya di WC ini.”
“OK.”
Langsung saja mereka melempar isi tong sampah besar ke WC dimana Reyna berada.
__ADS_1
“Akh…… Siapa?” teriak Reyna.
“Rasain kau karena berani mendekati Ren! Ini baru mulai untuk mengerjai kau!” teriak seorang wanita dengan marah.
Setelah mereka selesai melempar tong sampah ke Reyna mereka langsung keluar dan membiarkan Reyna didalam WC dan menguncinya.
‘Ternyata tidak kapok orang yang ingin membully aku?’ batin Reyna sambil duduk dikloset sebelah dengan menaikkan kedua kakinya supaya tidak ketahuan. Setelah mendengar tidak ada suara orang lagi Reyna langsung keluar dari WC sebelah.
Saat Reyna mendengar ada orang yang ingin mencelakainya membuatnya menghelas nafas dan langsung berpindah ke WC sebelahnya, karena lubangnya lumayan besar jadi Reyna bisa pindah kesebelah dengan mudah.
“Sepertinya aku harus membalas apa yang mereka lakukan padaku barusan.” kata Reyna sambil mencuci tangannya dan keluar ingin dari WC ternyata dikunci membuat Reyna mengepalkan tangannya menahan amarahnya pada mereka.
‘Kalian sepertinya benar-benar ingin bermain dengan aku ya. Baiklah, akan aku layani dengan sangat baik dan membuat kalian senang.’ batin Reyna dengan senyum licik.
Reyna langsung mengambil jepit rambut dikepalanya dan membuka pintu itu dengan mudah. Setelah Reyna keluar tidak ada siapa-siapa, Reyna langsung pergi mencari orang yang ingin mengerjainya.
Reyna pergi ke kampus belakang, karena menurut Reyna jika ada orang yang ingin mengerjai seseorang pasti selalu pergi ketempat yang sepi dan jarang orang yang akan datang, karena pasti mereka ingin mencelakai orang itu dengan cara lain lagi sampai puas.
Reyna ke belakang kampus melihat ada 4 mahasiswi yang berkumpul dengan wajah senang makan dan minum. Reyna melihat sekeliling tidak ada CCTV membuatnya tersenyum dan melakukan aksinya untuk membalas mereka.
“Apa kau mendengar teriak sijelek itu, dia pasti menangis sekarang.” kata mahasiswi pertama dengan senyum.
“Benar, itu karena dia berani mendekati Ren. Memangnya dia pikir Ren itu milik dia sendiri?” kata Mahasiswi kedua.
“Benar, Ren itu milik kita semua. Si jelek itu beraninya digendong oleh Ren. Aku bahkan bisa membuat lebih parah dari ini.” kata Mahasiswi ke tiga.
“Selanjutnya kita bagaimana mau membullynya?” tanya Mahasiswi ke empat.
“Mungkin merobek bajunya, mencoret mejanya kasih tinta merah.” jawab Mahasiswi pertama.
“Aku ingin menyiramnya dengan tinta hitam, melihat kulitnya yang mulus saja membuat aku muak.” jawab mahasiswi ke tiga.
“Aku ingin melukai mukanya yang polos itu.” kata mahasiswi ke empat.
Semua mahasiswi itu terus berpikir bagaimana bagusnya membully Reyna, sedangkan Reyna sedang asik melakukan aksinya untuk mereka berempat.
‘Sepertinya ini sudah cukup. Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kalian.’ batin Reyna dengan senyum licik.
“Kita pergi sekarang yuk, nanti ada orang curiga kalau kita lama-lama disini.” kata Mahasiswi pertama.
“Benar. Kita pergi sekarang juga.” kata Mahasiswi ke tiga dan mengajak temannya semua untuk pergi sekarang juga.
Mereka berempat langsung pergi kekelas untuk mengambil tas mereka. Disaat salah satu mahasiswi membuka pintu tiba-tiba ada ember jatuh dari atas pintu membuat mereka terkejut dan berteriak.
“Akh…..”
“Apa ini? Bau benar…”
“Baju aku kotor semua.”
“Ini sepertinya isi kotoran sampah? Siapa yang menaruhnya disini?” salah satu melihat ada ember yang berisi isi sampah.
__ADS_1
Diantara 4 orang Mahasisiwi hanya 3 orang yang kena, teman yang satunya tidak kena karena berada dibelakang mereka.
“Mendingan kita ganti baju aja sekarang, dari pada nanti ada yang melihat” kata mahasiswi yang tidak kena kotoran sampah.
“Benar, kita langsung saja ganti baju. Untung saja aku ada bawa baju ganti.”
“Biar aku yang ambil untuk kalian, kalian tunggu saja disini.” salah satu bicara mengambil baju ganti untuk mereka semua. Disaat ingin mengambil tas mereka tiba-tiba mahasiswi itu terpleset dan terjatuh.
“Akh… Sakit… Siapa yang mengasih minyak dilantai?” katanya karena kakinya kesakitan.
“Ada apa?” tanya temannya yang berada di depan pintu.
“Ada yang mengasih minyak dilantai sampai aku terpleset.”
“Itu nanti diurus cepat bawa tas kami, kita pergi ke WC ganti baju sekarang juga.”
“Baiklah.”
Temannya langsung mengambil tas mereka dan langsung pergi ke WC. Setelah di WC mereka ingin membersihkan membuka baju mereka dan mengganti baju, saat mereka mengambil baju mereka ternyata baju mereka juga kotor dan membuat mereka tidak bisa mengganti bajunya.
“Kenapa baju aku bisa kotor begini? Padahal aku baru beli tadi pagi.” katanya dengan kesal karena baju yang baru dibelinya jadi kotor.
“Punya kami juga sama.” kata kedua temannya juga.
“Bagaimana ini? Gimana kita bisa ganti baju kalau bajunya kotor begini?” katanya dengan kesal.
“Apa mau aku belikan baju? Di kampus ini ada jual toko baju, Bahannya lumayan bagus walaupun bajunya harganya tinggi.” kata salah satu yang tidak kena kotoran sampah.
“Baiklah, dari pada kita tidak bisa keluar dari sini. Kau pergi beli saja dulu, nanti aku ganti.”
“Baiklah.”
Langsung saja temannya pergi beli baju untuk temannya. Setelah 10 menit kembali lalu memberikan bajunya ke temannya, dan mereka langsung menganti baju mereka.
“Siapa yang berani melakukan ini pada kita?”
“Tidak tau, apakah ada yang dendam pada kita?”
“Awas kalau aku tau siapa akan aku balas 10x lipat.”
“Kita pulang sekarang.”
Disaat mereka ingin keluar ternyata pintunya dikunci dari luar membuat mereka tidak bisa keluar.
“Pintu dikunci dari luar. Gimana ini?”
“APA!!”
Mereka semua mencoba membuka pintu itu ternyata tidak bisa dibuka membuat mereka terjebak didalam WC.
Reyna dari jauh selalu melihat apa yang mereka lakukan dan membuat jebakan untuk mereka, bahkan ditoko baju Reyna sengaja memberitahukan pada orang kasir disana untuk memberikan harga yang tinggi untuk mereka.
__ADS_1
“Ini baru hukuman ringan untuk kalian para pembully, bahkan aku masih ingin bermain tapi tidak bisa karena Mira pasti menunggu aku. Jika kalian masih tidak kapok maka aku akan melakukan lebih parah dari ini.” kata Reyna dengan senyum licik.
Reyna pergi meninggalkan WC tersebut dengan meninggalkan kertas bahwa Toilet tersebut dalam perbaikan tidak bisa dipakai untuk sementara waktu supaya mereka tidak bisa keluar dari toilet.